Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Pekerjaan Baru


__ADS_3

Setelah memutuskan untuk menikah dengan Agung beberapa waktu lalu, Indah sudah tidak bekerja di kantornya karena Agung tidak mengizinkan Indah untuk bekerja lagi, dan dia hanya membolehkan Indah untuk dirumah mengurus suami dan anak-anak mereka kelak. Namun lagi-lagi semua itu hanya rencana dan tidak dapat terealisasi karena Agung lebih dulu kembali kepada yang maha kuasa.


Hari ini Indah akan bekerja di sebuah perusahaan swasta yang cukup besar setelah ia mendapat panggilan kerja dari pihak HRD di perusahaan itu. Setelah selesai bersiap, Indah pun berpamitan kepada kedua orang tuanya.


"Semoga ke depannya lebih baik lagi" batin Indah saat melangkahkan kakinya keluar dari rumah.


Karena indah tidak memiliki kendaraan sendiri, terpaksa dihari pertamanya bekerja Indah harus naik angkutan umum menuju ke kantor barunya.


"Berangkat kerja ya dek Indah?" sapa seorang tetangga Indah dengan gelagat genit


"Iya pak Basuki,,," jawab Indah datar


"Sendirian aja,, apa gak dianter sama bapak?" tanya pak Basuki


"Bapak nganter pesenan jadi gak bisa anter saya, permisi pak" jawab Indah yang tidak ingin meladeni tetangga nya yang terkenal sangat genit


"Heh,,, pak tua!! masih aja yahh genit!! udah punya istri dan anak,, masih aja nyeleweng!!!!" Teriakan istri pak Basuki membuat suaminya menciut


Indah tidak menggubris tetangganya itu, ia pun terus berjalan menuju ke pinggir jalan


"Bapak itu gak ada kapok-kapoknya ya gangguin si Indah!! kalau sudah kena sialnya baru nyahok!!"


"Aku gak godain Bu, cuma menyapa" sangkal pak Basuki


"Halah!! ibu cuma mau ingetin bapak ya!! lebih baik bapak berhenti menggoda Indah, sebelum bapak kenal sial dari wanita itu!!" ucap ibu Basuki yang kemudian meninggalkan suaminya


"Kalau Indah gak boleh, yang lain boleh ya Bu?" tanya pak Basuki iseng


"Iya boleh, kalau bapak mau ibu usir dari rumah ini!!" Jawab Ibu Basuki menghilang kedalam rumah


"Selalu ngancem!" gerutu pak Basuki


Indah naik kedalam angkutan umum, dan duduk bersama penumpang lainnya. Indah sedikit risih ketika beberapa penumpang pria menatap indah dengan tatapan aneh. Kemudian Indah mengambil masker dan memakainya.


Setibanya Indah di depan sebuah gedung tinggi, jika dilihat mungkin sekitar 35 lantai menjulang keatas. Indah sedikit kagum ketika melihat betapa bersihnya dan tertata rapi di depan kantor besar itu.


"Ini dia kantornya" ucap Indah yang kemudian berjalan menuju ke meja resepsionis


Indah menyampaikan kepada resepsionis bahwa dia sudah memiliki janji bertemu dengan kepala HRD. Tidak membutuhkan waktu yang lama, Indah sudah berada didepan ruangan kepada HRD yang dia maksud. Setelah dipersilahkan masuk, Indah masuk kedalam dan duduk di kursi yang sudah disediakan


"Selamat pagi pak Samsul" ucap Indah menyapa dengan ramah


"Pagi,,, baiklah, untuk pekerjaanmu secara umum sudah saya jelaskan ya, mbak Indah,, tapi ada hal lain yang harus saya sampaikan juga diawal. Selain tugas kamu sebagai sekertaris CEO kami, kamu harus mampu menghalau jika ada wanita-wanita yang tiba-tiba datang dan ingin bertemu CEO kami dengan paksa. Terutama jika Tuan kami sedang ada tamu" ucap pak Samsul

__ADS_1


"Baik pak, saya mengerti"


"Apapun yang dibutuhkan tuan muda, kamu harus segera menyelesaikan tugasnya"


"Baik pak"


"Gaji kamu 5 juta dan bonusnya 2,5jt jika dalam sebulan kamu bisa menjalankan pekerjaanmu dengan baik"


"Baik pak"


Kemudian Indah membaca kontrak kerjanya lalu ia menandatangani kontrak tersebut. Setelah itu pak Samsul mengantarkan Indah menuju ke tempat kerjanya.


"Ini tempatmu, mungkin Sebentar lagi David akan kembali ke kantor. Dia sedang keluar sebentar"


"David siapa pak?"


"Ohh David itu Asissten tuan, itu ruangannya. Semoga kamu betah bekerja disini ya. Karena,,,,, sudah banyak yang tidak tahan bekerja dengan tuan muda kami. Jika kamu bisa mengambil hatinya dengan kinerja yang bagus, kamu akan mudah bekerja disini seperti Naomi, sekertaris tuan dulu yang sudah resign karena pindah keluar kota ikut suaminya"


"Ohh begitu ya pak, saya coba akan berusaha untuk bekerja dengan baik" ucap Indah


"Ya sudah kalau begitu saya kembali ke ruangan ya. Kalau ada apa-apa bisa hubungi saya. Dan sepertinya tuan juga ada didalam" ucap pak Samsul yang kemudian pergi meninggalkan Indah sendiri di meja kerjanya.


Mejanya begitu mirip dengan meja kerja Indah dulu saat menjadi sekertaris Agung, namun bedanya disitu mejanya lebih besar dan lebih berdekatan dengan pintu masuk ruangan bossnya. Saat Indah baru akan duduk, telinganya terasa gatal ketika mendengar suara-suara aneh dari dalam ruangan bossnya. Seperti suara seorang wanita yang tengah berada dibawah Kungkungan seorang pria


"Apa telingaku lagi eror?! dilantai teratas seperti ini aku bahkan mendengar suara menjijikan!" ucap Indah


Semakin lama suara itu semakin jelas, Indah bangkit dan mencari dimana sumber suara itu berasal.


"Kenapa,,,, suara itu semakin jelas didalam?!" ucap Indah saat menempelkan telinganya di dekat pintu ruangan bossnya


Dengan rasa penasaran yang luar biasa, Indah pun menekan handle pintu dan kepalanya masuk kedalam melihat apa yang sedang terjadi saat itu.


Mata indah melotot sempurna, mulutnya ternganga ketika melihat seorang wanita berada diatas pangkuan seorang pria. Wanita itu terguncang-guncang dengan pakaiannya yang sudah turun dan menampakkan punggung mulusnya


"Astagfirullah!!!" Sontak saja Indah berucap dan menutup mata dengan tangannya. Jantungnya terpompa begitu cepat, mendadak dan dia pun akan segera berlari dari tempat itu


Bruuukkkkkkkkkk


Indah terduduk lemas dilantai dengan peluh keringat yang tak kalah seperti dua manusia didalam yang tidak takut dosa. Namun bedanya Indah berkeringat karena ketakutan melihat betapa bringasan dan menyeramkam pria yang berada didalam tadi. Rasanya seluruh tulang belulang indah lemas tak memiliki daya lagi.


"Ahh siapa sih, wanita itu?! gara-gara dia, aku jadi gak puas!" ucap wanita didalam yang tengah membenarkan pakaiannya


Buukkkkkkkk

__ADS_1


Pria dingin itu melemparkan segepok uang disamping wanita itu duduk. Tanpa rasa apapun pria itu kembali mengenakan celana panjangnya setelah membersihkan dirinya


"Cepat pergi! Jangan pernah datang lagi!" ucap pria itu dengan tegas


"Jangan begitu,, bahkan kita,,,"


"Tutup mulutmu!! sekarang cepat PERGI!"


Wanita itu tidak mampu menjawab lagi, sebelum pergi, ia mengambil segepok uang yang dilemparkan pria itu kepadanya. Dengan hati kecewa wanita itu akhirnya keluar dari ruangan itu.


"Hey! kau yang diluar Masuk!!" Ucap pria itu


Indah yang merasa dirinya dipanggil karena tidak ada lagi orang selain dirinya setelah wanita itu pergi. Kemudian Indah menetralkan jiwanya terlebih dulu sebelum masuk kedalam ruangan itu


"Kau pegawai baru? siapa namamu?!" tanya pria beringasan itu kepada Indah


"Iya tuan, nama saya Indah, saya sekertaris baru anda" ucap Indah dengan sedikit gemetar


"Karena kau sudah melihat, maka kau harus tutup mulut! jika sampai banyak orang yang tau, maka aku tidak akan segan menguburku hidup-hidup!"


Jediarrrrrrrrrr!!!


Indah semakin tertunduk takut ketika diancam akan dikubur hidup-hidup oleh bossnya


"Sekarang cepat kau bersihkan tempat ini!" perintahnya


"Baik tuan"


Kemudian Indah keluar dan mengambil alat pel yang ada di pojokan . Lalu dengan cepat Indah membersihkan kursi yang sempat dipakai mesum oleh dua manusia tadi. Sementara pria itu memperhatikan setiap gerak gerik indah bekerja.


"Lumayan Cekatan!" batinnya


Setelah semuanya bersih dan wangi, Indah pun permisi keluar


"Ternyata boss baruku seorang Cassanova! Astagfirullah" batin Indah


.


.


.


Bersambung,,,,,,,

__ADS_1


__ADS_2