Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Live Streaming


__ADS_3

Malam Menjelang,,,


Ibra dan Indah kini berada di rumah sakit bergantian menjaga Kinara sementara mami pulang kerumah. Terlihat Indah dan Kinara semakin akrab saja, tak henti-hentinya keduanya tertawa bersama saat berbagi cerita. Sementara Ibra duduk di sofa dengan sesekali melirik kearah Indah dan Kinara yang terdengar sangat asyik bercerita.


"Kak, besok aku sudah boleh pulang kan?" tanya Kinara kepada Ibra


"Kata dokter lihat hasil pemeriksaan besok, jika sudah stabil, baru boleh pulang" jawab Ibra


"Aku sudah sangat bosan disini" ucap Kinara


"Sabar yah,,, semua kan demi kebaikanmu kina" ucap Indah


"Iya kak" jawab Kinara


"Sudah malam, sebaiknya kamu tidur" ucap Ibra


"Kalau kina tidur kak Ibra dan kak Indah mau apa?!" tanya Kinara


Indah dan Ibra saling diam, mereka pun juga bingung, apa yang akan dilakukan setelah Kinara tidur


"Lagian ini masih jam 9" celetuk Kinara


"Katanya besok mau pulang?! kalau pemeriksaan besok buruk gara-gara kamu kurang tidur gimana?! kamu akan semakin lama dirumah sakit!" jawab Ibra


"Hmm,, ya sudah aku tidur" ucap Kinara


Kemudian Indah membantu membenarkan posisi bed Kina agar lebih nyaman saat tidur.


"Kak Indah tidur dimana?" tanya Kinara


"Emm,,, gampang, kakak bisa tidur di sofa" ucap Indah


"Tidur disini, bareng aku" ucap Kinara


"Tidak usah kina,, kamu harus tidur dengan nyenyak" ucap Indah

__ADS_1


Tidak ingin berdebat lagi, Kinara memilih untuk memejamkan matanya, dan berusaha untuk segera tidur meski matanya belum mengantuk. Lalu Ibra mematikan lampu utama dan menyisakan lampu tidur. Tidak ingin mengganggu Kinara tidur, Indah beranjak dan duduk di sofa bersama Ibra.


"Apa kamu sudah mengantuk?!" tanya Ibra dengan suara lirih


"Belum mas" jawab Indah


Keduanya kembali diam, dan sibuk dengan benda pipih masing-masing. Indah yang memilih membuka aplikasi novel online dan membaca cerita didalamnya. Sementara Ibra tengah mengecek email-email yang masuk.


Indah di kagetkan saat tiba-tiba Ibra mengambil ponsel indah dan dengan kepo nya membaca halaman yang tengah di baca Indah


"iihh balikin hape ku mas!" ucap Indah mencoba meraih ponselnya dari tangan Ibra


"Apa yang kamu baca hah?! aku penasaran!" ucap Ibra


"Novel biasa mas!!" jawab Indah masih mencoba merebut ponselnya namun begitu sulit.


Ibra membaca sekilas kalimat yang ada di novel itu. Dan ternyata pada part sedikit dewasa, membuatnya ternganga


Brukkkk


Indah tersadar dan ingin segera pergi, namun ditahan kuat oleh tangan Ibra yang nganggur.


Dengan tekanan kuat, kini Keduanya beradu dalam pertarungan sengit, seolah mereka lupa saat ini tengah berada dimana, dan seakan lupa diruangan itu ada Kinara yang kini membola saat melihat live streaming adegan dewasa yang dilakukan kakak dan juga kakak iparnya, meski remang-remang.


"Astagaaaaaaa! kak Ibra dan kan Indah? Oh my ,,,,,,,,,,,,,!" teriak Kirana dalam hati


Posisi sudah berbalik, bukan lagi Indah yang berada diatas, tapi Ibra sudah mengungkung Indah dan melahapnya dengan tanpa ampun.


Uhukkk uhukkkkk uhukkkkk


Kinara tersedak salivahnya sendiri saat melihat Ibra yang sudah hampir melepaskan semua pakaian atas Indah malam itu. Mendengar suara batuk, sontak saja membuat Ibra dan Indah tersadar dengan apa yang mereka lakukan saat ini. Cepat-cepat Ibra turun dari atas indah dan melihat kearah Kinara yang masih memejamkan matanya. Sementara Indah sibuk membenarkan pakaian atasnya dan juga hijabnya yang berantakan akibat ulah Ibra


"Awww!!" jerit Ibra kecil saat mendapat cubitan dari Indah


"Ada apa sih nda?!" ucap Ibra protes saat dicubit tiba-tiba

__ADS_1


"Salah siapa mesum gitu?! gak inget ini rumah sakit?! ada kina lagi!" Sungut Indah kesal


"Aku gak akan mesum kalau gak di pancing!" jawab Ibra tidak mau disalahkan


"Oh,, mas pikir aku mancing mas gitu?! gak inget itu semua juga gara-gara mas ambil ponselku!!" Jawab Indah


"Pokoknya kamu yang pancing aku!" ucap Ibra


"Menyebalkan!!" ucap Indah membuang muka , sementara Ibra memilih ke kamar mandi. Bagaimana tidak, jagung supernya sudah terbakar dan harus segera di selamatkan. Andai saja tidak ada suara batuk Kinara, mungkin malam ini jagung bakar itu akan melaju luncur jaya .


"Ahh,,, andai itu bukan dirumah sakit!!"


Ibra merutuki kondisinya yang lagi-lagi harus bermain sendiri didalam kamar mandi. Belum lagi Ibra harus menahan suaranya sendiri untuk tidak membuat Kinara maupun indah mengetahui apa yangs sedang dia lakukan saat ini.


Sementara Ibra tengah sibuk menyelamatkan jagung supernya, Indah menyenderkan kepalanya dan sejenak memejamkan matanya.


Setengah jam Ibra berada dikamar mandi, malam ini terpaksa Ibra mandi malam setelah bermain sendiri dengan jagung bakarnya. Saat ia keluar, Ibra melihat Kinara yang sudah tertidur pulas, dan melihat indah yang sepertinya juga sudah tidur


"Bisa-bisa nya dia tidur pulas, setelah menyiksaku!!" ucap Ibra kesal melihat indah yang tertidur tanpa menunggunya. Lalu Ibra duduk di samping Indah, menatapnya yang tidur dengan pulas.


Kepala Indah terjatuh ke samping dan hampir membuatnya terguling, namun dengan sigap, Ibra sudah menahannya dan menidurkan perlahan dengan posisi yang lebih nyaman untuk Indah. Lalu Ibra membenarkan kaki Indah untuk berbaring sempurna di sofa itu.


Saat Ibra akan beranjak, tiba-tiba tangan indah menahannya dan membuat Ibra tidak ada pilihan lain selain ikut tidur disampingnya. Kemudian Ibra membaringkan dirinya dengan posisi menyamping dan kini keduanya pun berbagi tempat di sofa meski terasa begitu sempit.


Pelukan hangat membuat keduanya merasa nyaman saat menyelami lautan mimpi. Tidak peduli dengan esok, apa yang akan terjadi setelah mereka bangun tidur.


.


.


.


.


Bersambung,,,,, 💕

__ADS_1


__ADS_2