Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Extrapart_Discoan


__ADS_3

Mentari pagi sudah menampakkan dirinya, pertanda waktu sudah pagi. Yang biasanya semua orang sudah mulai beraktivitas pagi namun sepertinya sepasang kekasih masih bergumul didalam selimut sejak lepas subuh tadi. Terlihat nyenyak dan sepertinya sangat kelelahan dengan kondisi kamar yang seperti kapal pecah.


"Kinara dan David belum turun mi?" tanya Ibra yang sudah berada di meja makan bersama Indah dan mami


"Belum tuh dari tadi" jawab mami


"Lola, apa kamu tadi sudah membersihkan kamar nona kinara?" tanya mami


"Belum nyonya, itu,, emm,, kamar nona dikunci dari dalam, saya tidak berani memanggilnya. Dan,,, aduh itu kayaknya,, mereka tidak bisa di ganggu , saya gak sengaja dengan suara kegaduhan yang mengenakan didalam" Jawab wanita paruh baya itu dengan senyum senyum


"Ehem,,, ya sudah, nanti pisahkan makanan untuk mereka berdua jika mereka sudah bangun" jawab mami menahan senyum


"Hem,, kalau gitu ceritanya, ibra ke kantor sendiri! Dasar anak itu!" sungut Ibra sebal sendiri


"Eleh, kayak gak pernah aja kamu kayak gitu!" sahut mami dan Indah hanya tersenyum saja


"Apa mau di temenin ke kantornya?" tanya Indah


"Boleh, biar mas gak bosen sendirian. Mas yakin mereka berdua akan mengurung diri seharian!" jawab Ibra

__ADS_1


"Ya sudah nanti Indah siap-siap ya setelah sarapan" jawab Indah dan diangguki oleh Ibra.


Setelah mereka selesai makan, Indah segera bersiap dan ikut berangkat ke kantor bersama Ibra. Sementara mami memilih ke ruang baca saja.


"Hem, dasar pengantin baru!" ucap Ibra masih merasa kesal karena harus bekerja sendiri dan pekerjaan mereka masih sangat banyak


"Mas,, sepertinya mas harus mencari asisten baru, David kan akan bekerja mengurus perusahaan papi, mas siapa yamg bantu?"


"Iya kamu benar" jawab Ibra


"Atau Roy saja, mungkin dia bisa menggantikan posisi David" ucap Indah


"Hem,, nanti mas pikirkan lagi soal itu" jawab ibra


Di kamar kinara,,,


Kinara terbangun dari tidurnya karena merasa sangat lapar . Tenaganya benar-benar terkuras habis karena dari semalam digempur habis-habisan oleh David. Belum lagi part ketiga berlangsung setelah subuh tadi, Membayangkan panasnya semalam pun membuat Kinara kembali menghangat


"Omoooo!! akhirnya aku sudah bukan gadis lagi!" batin kinara menjerit

__ADS_1


Ditatapnya wajah damai david yang sedang tidur. Mungkin dia juga lelah saat itu.


Perlahan jari kinara menyentuh pipi David karena merasa gemas. Namun karena hal itu malah membuat David terbangun dan membuka matanya


"Kenapa?? masih mau digoyang lagi?" ucap David dengan suara khas bangun tidur


"Ck! goyang terus! capek tau!" Sungut kinara yang kemudian duduk, David pun ikut duduk bersamanya.


"Kalau mau, masih kuat ini" jawab David namun tak sejalan dengan kenyataannya


"Yakin masih kuat?! tapi tuh lutut kayak lagi discoan aja kak!" kekeh kinara saat melihat kaki gemetar


"Hehe,,, kayaknya butuh asupan gizi" Jawab David dan kina terkekeh


"Kina juga laper! kak David tega bener, masak nafkah batin aja yang di kasih, nafkah lahirnya enggak! lemes nihh, liat udah jam berapa!" sungut kinara


David melihat jam dinding dan sontak kaget


"Astagfirullah!! udah jam 10?! kak David telat kerja sayang!" ucap David yang langsung beranjak dan berlari ke kamar mandi sementara Kinara masih bengong melihat suaminya berlari tanpa memakai apapun

__ADS_1


"KAK DAVIDDDD!!! KINA TUH LAPERRRRR!"


blam!


__ADS_2