
Pesawat yang di tumpangi Ibra dan Indah baru saja mendarat di bandara, Keduanya pun segera turun bergantian dengan penumpang lainnya. Setelah mengambil koper, keduanya pun masuk kedalam mobil jemputan yang sudah disiapkan untuk menjemput mereka.
"Pak, langsung ke kantor saja" ucap Ibra
"Gak pulang dulu ke apartemen mas?" tanya Indah
"Aku langsung ke kantor, setelah mengantarku nanti, pak Saman akan mengantarmu pulang ke apartemen. Aku masih ada kerjaan sedikit, setelahnya aku akan pulang" jawab Ibra
"Ya"
Mobil terus bergerak menuju ke kantor Ibra, tak lama mereka sudah sampai di kantor dan Ibra segera turun dari mobil. Setelah itu mobil bergerak kembali menuju ke apartemen Ibra untuk mengantarkan Indah.
Sampainya di ruangan Ibra, disana sudah ada Khalisa yang menunggunya.
"Sorry aku sedikit terlambat!" ucap Ibra saat melihat Khalisa di kursi tunggu
"Aku belum lama sampai, ada apa kau menyuruh ku kemari?!" tanya Khalisa yang ikut Ibra masuk keruangannya
"Em,,, begini khalisa,, aku,,, ingin bertanya padamu"
"Soal apa? apa ini soal perhiasan? atau soal wanita?"
"Wanita"
"Hmm,,, jangan bilang kamu minta Carikan wanita bayaran padaku!" sungut Khalisa
"CK! pikiranmu selalu kotor! bukan begitu. aku ingin bertanya, bagaimana meluluh kan hati wanita?!" tanya Ibra
"What?! hati siapa yang ingin kau luluhkan?! apa aku tidak salah dengar?! OMG!! apa kau sedang jatuh cinta Ibra?!" ucap Khalisa terkaget-kaget
"Kau tidak perlu tau siapa! cukup jawab pertanyaan ku!" ucap Ibra
Lisa terkekeh sejenak,
"Hmm,,, gimana ya?! setiap wanita itu beda sih Ibra, gak sama! tapi pada dasarnya wanita itu sama, mereka suka diperhatikan, dihargai dan diberi kejelasan!" ucap Lisa
"Perhatian-perhatian kecil, gak mesti di kasih hadiah atau barang-barang mewah, wanita itu udah seneng banget!. Perasaannya di hargai, di anggep, Terus nih yah, soal kejelasan, perasaan itu juga sangat penting untuk seorang wanita. Coba aja deh kasih perhatian-perhatian lebih untuk dia, aku yakin dia bakal luluh dan makin lengket sama kamu!" Ucap Khalisa.
Terlihat Ibra memikirkan ucapan Khalisa,
Setelah pekerjaan Ibra selesai, Ibra pun bergerak pulang menuju apartemen nya. Sampai nya di apartemen Ibra tidak melihat Indah di kamar ibra, ia pun bergegas ke kamar sebelah dan benar saja, Indah tertidur pulas diatas tempat tidurnya dan Ibra sedikit bernafas lega, dia berfikir Indah pergi tanpa memberitahu nya.
Kemudian Ibra berjalan mendekati Indah dan duduk di sampingnya. Dilihatnya Indah yang masih memejamkan mata dengan nafas yang terdengar sangat teratur.
Tangan Ibra terangkat dan menyingkirkan anak rambut Indah yang menutupi sebagian wajahnya.
"Emm,,," Indah merasa terusik dan ia pun terbangun dari tidurnya
"Mas?" ucap Indah saat melihat Ibra disampingnya
"Aku mengganggu tidurmu ya" ucap Ibra dengan senyum kecilnya
"Jam Berapa ini?" tanya Indah
"Jam 2, kenapa? belum sholat?" tanya Ibra
"Udah,, baru pulang?" Indah bangun dan duduk di samping Ibra.
"Iya, udah makan?" tanya Ibra dan Indah menggeleng
__ADS_1
"Kenapa belum makan?! ini sudah jam berapa?!" tanya Ibra sedikit meninggi
"Aku terlalu mengantuk, lagian di dapur gak ada yang bisa dimasak" jawab Indah
"Kan bisa gofood!" jawab Ibra yang kemudian mengambil ponselnya dan membuka aplikasinya
"Mau makan apa?" tanya Ibra
"Terserah mas" jawab Indah
"Mana ada makanan terserah?!" sungut Ibra
"Apa aja deh!" jawab Indah
Lalu Ibra memesankan makanan untuk Indah sementara indah beranjak dan menuju ke kamar mandi. Tak lama Kemudian Indah sudah keluar dengan wajah yang sudah lebih fresh lagi dan ia tidak melihat keberadaan Ibra di kamarnya.
"Indah,,," teriak Ibra dari luar kamar Indah
"Iya mas?"
Indah keluar dan melihat Ibra sudah menata makanan diatas meja makan, Indah sedikit terenyuh saat Ibra repot-repot menyiapkan makanan untuknya.
"Makanlah, jangan berdiri terus! tiang listrik sudah banyak!" ucap Ibra
"CK! yang tiang listrik itu mas Ibra! bukan aku! gak sadar situ tingginya Uda kayak tiang listrik?!" jawab Indah namun Ibra tidak marah sedikitpun
"Sudah jangan banyak bicara! habiskan makananmu" ucap Ibra yang kemudian akan pergi meninggalkan Indah di meja makan
"Mas mau kemana? gak ikut makan?" tanya Indah
"Aku sudah makan, aku cuma mau duduk di depan" jawab Ibra
"Iya" jawab Ibra
Kemudian Indah menikmati makanannya sementara Ibra tengah duduk di sofa dengan kesibukannya memeriksa laporan yang dikirimkan oleh Zack padanya. Indah jadi senyum-senyum sendiri ketika mendapatkan perhatian lebih dari Ibra yang tak biasa.
"Lagi sibuk mas?" tanya Indah saat menghampiri Ibra dan membawakan es jeruk untuknya
"Sedikit, Zack mengirimkan laporan pembangunan hotel di California" jawab Ibra
"Ini aku buatkan es jeruk" ucap indah yang kemudian duduk di samping Ibra
"Terimakasih" jawab Ibra yang masih fokus pada Ipad-nya.
Terlihat Ibra masih fokus, dan Indah tidak ingin menganggu pekerjaannya, ia pun akan beranjak meninggalkan Ibra namun belum selangkah, Ibra sudah menahannya.
"Mau kemana?" tanya Ibra yang kemudian mematikan layar ipadnya
"Ke kamar, mas lagi sibuk kan? aku tidak ingin menganggu" ucap Indah
"Sudah tidak lagi, duduklah" ucap Ibra menarik tangan Indah dan membuatnya kembali duduk
Keduanya duduk bersama namun bingung akan bicara apa dan mulai darimana. Rasanya jadi malah canggung.
"Mas"
"Indah" Keduanya bersamaan,
"Mas saja dulu" ucap Indah
__ADS_1
"Kamu saja" jawab Indah
"Emm,,, aku,,, kangen ibu mas,,," jawab Indah, padahal indah tidak ingin membahas itu, namun ntahlah kenapa ia malah terucap itu.
"Ya sudah nanti malam kita kerumah ibu" jawab Ibra dengan lembut
"Kita nginep disana ya mas?" ucap indah dan Ibra mengangguk dengan tersenyum kecil dan Indah ikut tersenyum
Malam menjelang,
Setelah isya, Ibra dan Indah pun pergi kerumah orang tua Indah.
"Assalamualaikum" ucap Indah saat mereka sudah sampai disana
"Wa'alaikumsalam,,, indah,, nak Ibra,, masuk-masuk" ucap Ibu ayu
Keduanya masuk kedalam dan Indah memberikan oleh-oleh untuk orang tuanya. Lalu Indah ke belakang bersama ibunya sementara Ibra tengah duduk bersama Pak Idris di ruang tamu.
"Makasih yah oleh-olehnya ndah, Oh iya gimana honeymoon nya?" tanya Ibu
"Apaan sih Bu! gak ada honeymoon- honeymoonan. Kami kesana cuma kondangan aja" jawab Indah
"Hehe,, yah siapa tau kann,, pulang dari sana ibu dan ayah dikasih cucu" ucap ibu
Indah terdiam sesaat, ia pun kembali teringat pada kejadian saat Ibra membuang benihnya kedalam rahimnya dan Indah jadi marah besar.
"Ehh,, malah ngelamun!" ucap ibu membuyarkan lamunan Indah
"Ibu lihat kalian makin lengket aja! bagus itu!" ucap ibu ayu lagi
"Ntahlah Bu,,," jawab indah sumbang
"Kenapa ndah? kamu ada masalah sama nak Ibra?! kok gitu jawabnya?!" ucap ibu
"Gak ada Bu" bohong Indah
"Ibu lihat nak Ibra itu serius sama kamu ndah, dia,,,"
"Ibu gak tau apa-apa soal dia serius atau enggak" jawab Indah
"Kamu yang gak tau! kamu terlalu menutup mata hati kamu sampai kamu gak bisa lihat dengan jelas!" jawab Ibu sedikit meninggi namun masih batas wajar dan tidak terdengar jelas perdebatan indah dan ibu ayu di dapur
"Mas Ibra itu,,,,"
"Dia sudah berubah ndah! dia sudah berubah! yang kamu tau hanya keburukan di masa lalunya. Dia sudah berubah! dia mau belajar sholat, dia mau belajar mengaji dengan ayah mu!" ucap ibu
"Apa?!"
"Ya! selama ini, nak Ibra selalu datang ke kedai kita sebelum jam makan siang. Dia belajar agama pada ayahmu. Dia menyuruh ayah dan ibu untuk tidak mengatakan ini padamu! karena apa?! karena dia malu!. Dia ingin membuktikan jika dia layak menjadi imam di keluarga kalian, dia sudah berubah, dan meninggalkan semua keburukannya dimasa lalunya!" ucap Ibu ayu
Tubuh indah tiba-tiba lemas begitu mendengar penuturan ibunya.
.
.
.
Bersambung,,,, 🤍
__ADS_1