
David, Ibra dan Roy terlihat dalam lembur kerja yang sepertinya tak berkesudahan. Banyak pekerjaan yang belum tuntas akibat dari kepimpinan Hardi yang malah membuat kekacauan disana sini. Ketiganya mendapat tugas masing-masing, sampai mereka terlihat seperti gila kerja hingga malam sudah semakin merayap.
Indah melihat jam sudah menunjukkan pukul 22.00 waktu setempat. Indah gusar karena Ibra belum juga kembali. Meski sebelumnya Ibra sudah mengatakan jika dia akan lembur di kantor namun masih membuatnya gelisah.
"Mas Ibra kok belum pulang sih?! sudah jam 10 gini,,, mau pulang jam berapa lagi?!" ucap Indah.
Lalu Indah mengambil ponsel dan menghubungi suaminya
Tuuuuuuutttttttt
Ibra yang tengah memeriksa laporan dari David kaget saat ponselnya bergetar. Dengan cepat Ibra melihat ponselnya dan ternyata Istrinya yang menelfon
"Hallo Assalamualaikum sayang"
"Wa'alaikumsalam mas, mas belum pulang ya?"
"Belum sayang, ini masih banyak kerjaan di kantor"
"Kan bisa besok lagi mas, pulang gih,, sudah malem. Indah gak bisa tidur"
"Hem,, ya sudah, mas pulang" jawab Ibra
Di tempat lain, Kinara juga tengah menelfon David yang tak kunjung pulang, jelas dia khawatir
"Belum pulang juga?!" tanya kinara sebal
"Gimana dong? kak Ibra mengintruksikan lembur, kak David bisa apa?" tanya David juga frustasi. Pikirnya malam ini dia akan mendapatkan hadiah besarnya tapi sepertinya akan gagal lagi.
Kinara berdecak kesal karena dia juga tidak bisa protes dengan kakaknya. Bagaimanapun itu demi membangun kembali perusahaan peninggalan papi. Setelah kinara mematikan sambungan telfon, dia lebih memilih tidur saja karena tidak tau David akan pulang jam berapa nanti.
"Vid,,,"
"Iya tuan?" jawab David kaget saat Ibra tiba-tiba menyembulkan kepala di pintu ruangannya
"Ayo pulang" ucap Ibra
"Oh, baik tuan, Saya bereskan dulu berkas-berkas ini" jawab David yang langsung membereskan berkas-berkas kerjanya. Lalu Ibra menuju keruangan Roy untuk menyuruhnya pulang.
__ADS_1
Tak menunggu lama, David dan Ibra sudah berada di perjalanan pulang menuju kerumah.
"Semoga Kina belum tidur" batin David saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 22.30
Didalam mobil, dua orang pria dewasa itu terlihat gelisah namun tidak ada yang bicara dan Keduanya hanya larut kedalam pikiran mereka masing-masing
Jalanan terlihat begitu sepi, hanya beberapa mobil yang masih bergerak di jalanan malam itu termasuk mobil Ibra dan beberapa menit kemudian, Mobil ibra sudah sampai dirumah mami. Mendengar klakson mobil Indah terbangun dan akan turun ke bawah. Sementara kinara langsung duduk karena dirinya tidak bisa tidur sebelumnya, dan dia malah semakin gugup ketika mengintip di jendela dan melihat David turun dari mobil.
"Oh ya Ampunnn,, jantungku!" batin Kinara yang berlari cepat masuk kedalam selimut dan berpura-pura tidur.
Di bawah, Indah menyambut kepulangan Suaminya
"Akhirnya pulang juga,,," ucap Indah
"Maaf ya,, kerjaannya banyak banget" Ibra mengecup kening istrinya
"Tuan,, saya duluan" ucap David
"Vid" Panggil Ibra
"Iya?" jawab David berhenti sebentar
"Baik" jawab David
"Saya,,, ke atas dulu,, kak" ucap David sedikit kelu, Lidahnya belum terbiasa menyebutkan itu langsung untuk memanggil Ibra seperti itu. Lalu David meninggalkan Ibra dan Indah ke atas
"Mau minum apa mas?" tanya Indah
"Gak usah, mas capek mau langsung tidur boleh?" tanya Ibra
"Boleh,, ayo ke kamar" ucap Indah
"Mami sudah tidur?" tanya Ibra
"Sudah dari tadi mas," jawab Indah
David masuk ke dalam kamar kinara, dari kejauhan terlihat seorang gadis tengah tidur dengan berbalut selimut. David menghela nafas berat sekali, lalu membuka pakaian kerjanya. David gerah lalu berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya lebih dulu. Sementara Kinara terlihat mengintip sedikit saat David berjalan ke kamar mandi
__ADS_1
"Ayo dong mata,, kita tidur sekarang!" ucap Kinara yang malah menjadi gugup malam itu.
Pintu kamar mandi terbuka dan David keluar dari sana dengan sudah memakai kaos oblong dan celana pendeknya. Lalu David berjalan mendekati tempat tidur dan menyusul kinara yang di kiranya sudah tidur.
David mematikan lampu utama dan menyalakan lampu tidur, setelah itu dia berbaring menyamping dan memeluk kinara yang memunggunginya. Sontak saja Kinara terjingkat kecil karena hal itu
"Sayang,, kamu belum tidur?!" David menarik pinggang kinara dan menatap kinara yang masih memejamkan matanya
Fuuuhhhh
"Buka matamu, belum tidur kan?!" tanya David tapi kinara masih memejamkan matanya
"Ohh,, gitu,,, masih mau main main? oke,,, "
Sontak kinara membuka mata ketika bibirnya sudah di serang dadakan dengan cukup dalam. David tersenyum ketika berhasil membuat kinara membuka matanya.
"Maaf, aku pulang terlambat" ucap David saat menyatukan kening mereka
"Iya kak, gak papa" jawab kinara
"Kirain sudah tidur" ucap David
"Belum bisa tidur" jawab kinara
"Kenapa?" tanya David dan wajah kinara berubah merona
Kinara tidak menjawab, lebih tepatnya malu untuk menjawab.
"Apa,, kamu sudah siap menjadi Nyonya David, kinara putri Hutama?" tanya David semakin dalam menatap Istrinya
Kinara memalingkan wajahnya karena malu, tangannya pun keringat dingin sambil memilin ujung dress tidurnya.
David mengarahkan wajah kinara untuk kembali menatapnya.
"Malam ini, kita akan lembur sampai pagi!"
.
__ADS_1
.
.