Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Memohon lah


__ADS_3

Setelah cukup lama berbincang bersama keluarga, tanpa terasa waktu sudah beranjak semakin malam, dan Pak Idris menyuruh Ibra untuk beristirahat didalam, sementara Indah sudah lebih dulu masuk kedalam kamarnya. Karena sudah terucap akan menginap, Ibra pun kemudian akan masuk kedalam kamar Indah


Tok


Tok


"Masuk" jawab Indah dan Ibra membuka pintu kamar Indah lalu masuk kedalam


"Belum tidur?" tanya Ibra sedikit kaku ketika mendapati Indah belum tidur


"Belum," jawab Indah yang masih duduk di tempat tidur dengan memegang ponselnya.


Ibra melihat Indah sudah mengenakan pakaian tidurnya seperti biasa. Kemudian Ibra menghampiri Indah dan duduk di tepian tempat tidur


"Mau tidur sekarang?" tanya Indah bergeser ke samping dan memberi ruang untuk Ibra merebahkan dirinya


Ibra melihat arloji di tangannya dan jam sudah menunjukkan pukul 23.00.


"Iya" jawabnya singkat.


Lalu Indah mematikan ponselnya dan berbaring di tempatnya, sementara Ibra mematikan lampu utama kamar kecil itu dan menyisakan lampu tidur kecil membuat kamar itu jadi tamaran.


"Maaf ya mas, kasurnya kecil, jadi umpek-umpekan. Kalau gak aku tidur di lantai saja mas" ucap Indah merasa tidak enak harus tidur dengan sedikit berdempetan dengan Ibra karena kasurnya hanya single dan lumayan sempit untuk mereka berdua.


"Mau kemana?" tanya Ibra saat Indah bangun


"Tidur di bawah" jawab Indah


Ibra menarik Indah dan menjatuhkan mereka berdua kembali, lalu Ibra memeluk Indah


"Begini saja tidak apa-apa! jadi aku bisa memelukmu sampai pagi" ucap Ibra


Indah mendongak dan keduanya saling bersitatap


"Dasar Modus!" ucap Indah dengan tersenyum. Yang biasanya Indah akan terlihat kesal, namun malam ini berbeda


"Hehe,,, kamu kan gak bisa tidur kalau gak dipeluk sama aku!" ucap Ibra dengan kekehannya


"CK! Pede banget sih mas?! yang ada tuh ya, mas yang gak bisa tidur kalau gak,,,,," ucap Indah tergantung


"Gak apa?!" sahut Ibra cepat


"Gak,,,,,?"


Tatapan Indah terkunci, mulutnya tidak sanggup mengatakan jika Ibra tidak akan bisa tidur sebelum menyusu pada dirinya. Belum sampai Indah menjawab, tangan jahil Ibra pun sudah berada pada tempat yang semestinya


"Aaaa,,," teriak Indah tertahan


"Kecilkan suaramu, kita kan dirumah ibu" ucap Ibra dan Indah menggigit bibirnya sendiri


"Itu tangan mesum banget sih!" ucap Indah namun dengan nada sedikit manja


"Tapi kamu seneng kan di mesumin? ngaku!" ucap Ibra dan indah terkekeh lalu memukul dada Ibra sedikit ringan.

__ADS_1


"Mas Ibra iiiihhhhh!!!" ucap Indah yang kemudian Menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Ibra karena malu. Malu mengakui jika dirinya begitu senang jika dimesumin oleh Ibra. Sementara Ibra terkekeh geli melihat Indah malah malu-malu padahal mau.


Kemudian Ibra memeluk indah sedikit erat, ntah rasanya hatinya menghangat lagi malam ini.


" Jangan tidur dulu, aku belum nyusu nda" ucap Ibra dengan terkekeh


Indah terkekeh, kemudian Ibra mengendurkan pelukannya dan menatap Indah


"Udah gak marah lagi?" Tanya Ibra


Sejenak Indah diam, selanjutnya ia menggeleng pelan


"Kenapa? kirain masih marah karena kemarin" ucap Ibra


"Untuk apa di sesali? toh udah terlanjur kan, meski pun indah udah lompat-lompat kalau memang takdir akan jadi janin akan tetap jadi kan?! lagian bapaknya juga ada!" ucap Indah


Ibra terkekeh ketika teringat kejadian malam itu, setelah Ibra melepaskan benihnya di dalam rahim Indah


#Flashback On


"Nanti dilanjutkan lagi, ada tugas negara yang lebih penting!" ucap Ibra yang sudah menindih Indah dibawahnya


"Negara apa mass?!" tanya Indah


"Negara api harus segera di padamkan!" Jawab Ibra yang sudah menyerang Indah dengan tanpa ampun, bahkan Indah menjerit pun tak dihiraukan oleh Ibra.


"Inget mas, keluarin diluar!" ucap Indah mengingatkan


"Tidak akan kali ini!" Batin Ibra


"Kamu ngapain nda?!" tanya Ibra bingung


"Olahraga! biar benihnya turun lagi!" jawab Indah dengan ketus


Ibra mengerutkan kening kemudian terkekeh mendengar jawaban Indah


"Hahaha kamu pikir dengan begitu benihku langsung turun?! itu yang masuk banyak, mungkin sudah ada yang berhasil menerobos masuk kedalam sel telurmu!" jawab Ibra sembarang


"Iihhhh ngeselinnnnn!!!" Teriak Indah lagi


#FlashbackOFF


"Kalau bapaknya gak mau tanggung jawab gimana?" tanya Ibra asal


"Bakal aku potong sosisnya sampai habis!" jawab Indah dengan nada mengancam


"Hiiii seremmmmm!!" sahut Ibra


Kemudian Ibra menggenggam tangan Indah dan keduanya kembali bersitatap


"Jadi gak mau tanggung jawab kalau Indah hamil?" tanya Indah


"Mau dong, itu kan anakku nda, aku bapaknya" jawab Ibra

__ADS_1


"Janji, mas gak akan ninggalin aku?" tanya Indah


"Insyaallah,,," jawab Ibra dengan tersenyum dan Indah pun tersenyum.


Ibra mendekatkan wajahnya dan ingin meraup siranum. Namun belum sampai mendapatkan nya, ia pun mengurungkan niatnya


"Aku boleh kan melakukan nya disini?" ucap Ibra


"Tapi,,, nanti ada yang dengar mas!" jawab Indah


"Ya sudah ini aja kalau gitu!" ucap Ibra saat mencubit simenul dengan gemas


"CK! aku kira lupa!" ucap Indah


"Ya Enggggak mungkin lahhh!! sini mas buka sendiri!" ucap Ibra yang kemudian melepas kancing depan baju tidur Indah


"Jangan kebablasan ya mas! disebelah kamar Puteri" ucap Indah


"Iya iya!" jawab Ibra yang sudah memposisikan dirinya menjadi bayi besar Indah malam ini.


Bukan Ibra namanya jika tidak bisa membuat Indah meremang. Kemudian Ibra dengan sangat sengaja memancing Indah untuk meminta lebih dari sekedar dimanjakan menulnya. Bahkan kini, Indah menginginkan sentuhan lain dan lebih dalam dari tangan Ibra yang nakal.


"Memohon lah,,, ndaaa" ucap Ibra dengan tatapan nakalnya


"Aku,,, mohon mas,,, berikan,,,, padaku!" ucap Indah terbata namun lirih


"Apa yang kamu inginkan sayang?" tanya Ibra dengan masih terus menggoda Indah tanpa jeda


"Itu,,,, mas,,," ucap Indah tertahan


"Itu apaaa? Katakan dengan jelas nda,, aku tidak mengerti!" ucap Ibra


"Itu ,,,,,,mas!" ucap Indah semakin dibuat pening


"Apa nda?! katakan!" ucap Ibra masih saja betah membuat Indah semakin geram


Indah benar-benar diuji kesabarannya, diminta baik-baik namun tidak diberi, kemudian Indah bangkit dan mendorong Ibra hingga terjatuh di sampingnya.


"Biar aku sendiri yang mengambilnya!" sungut Indah yang sudah tidak tahan dan kini balik menyerang Ibra.


Ibra dibuat kaget ketika melihat Indah berubah menjadi garang.


Dalam,,,,,


Lembut,,,,


dan


Hangat,,,,,,


.


.

__ADS_1


.


ABSURD BANGETTT YAAAAHHH!! 😂


__ADS_2