Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Saranghaeyoooooo


__ADS_3

Deg!


"Indah?! apa yang kamu lakukan?!" tanya Ibra kaget saat melihat istrinya


Indah tengah duduk ditepian tempat tidur dengan menutup matanya menggunakan kain gelap. Ntah mendapat ide darimana, tapi indah ingin mencobanya, siapa tau dirinya tidak mual lagi jika tidak melihat suaminya.


"Ke sini mas" ucap Indah akan uji coba. kalau gagal resiko bakal muntah lagi. Ia pun sedikit harap-harap cemas.


Sementara Ibra berjalan mendekat kearah Indah dan ikut duduk di sampingnya dengan menatap istrinya tanpa jeda.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Ibra masih bingung


Indah tak menjawab, tangannya terangkat dan bergerak menyentuh wajah suaminya perlahan. Ibra pun dibuat meremang saat tangan lentik itu terus menyelusuri setiap lekuk wajahnya.


"Aww!" jerit Indah kaget saat Ibra mengigit jari telunjuknya ketika jari Indah menyentuh bibir merahnya.


"Nakal!" ucap Indah memukul Ibra ringan dan mereka pun terkekeh


"Kamu yang nakal!" jawab Ibra mencubit pipi Indah gemas


"Gak mual ya kalau gini?" tanya Ibra saat menggenggam tangan Indah,


"Enggak mas,,," jawab Indah sambil menggeleng


Sontak saja Indah kaget saat Ibra langsung menyergapnya dan memeluknya dengan erat. Berkali-kali dikecupnya kepala Indah dengan begitu gemasnya.


"Berarti tiap mau deket gini aja yahh biar gak muntah,,, hehe" ucap Indah terkekeh sendiri


"Ya eelaah gini amattt ya! gak bisa lihat ekspresi kamu kalau lagi merem melek keenakan" jawab Ibra menggoda Indah


"Mesum iihhh!!" Sungut Indah dan Ibra tertawa bersama.


"Sama-sama mesum!" jawab Ibra


"Indah tuh ketularan mesumnya mas Ibra! tapi lebih mesummm mas tau!!" Sungut Indah


Lalu Ibra melepaskan pelukannya, kemudian melahap siranum dengan begitu gemas. Indah pun yang juga rindu, ikut membalas dan keduanya malah menggebu-gebu saat saling bertarung sengit tanpa ada yang mau mengalah. Keduanya tersulut api asmara, menggila bersama kedalam relung rindu yang menggelora. Ibra pun sudah mengacak-acak pakaian Indah begitu juga yang dilakukan oleh Indah. Ibra menjelajah tanpa henti untuk mengobati kerinduannya yang mendalam. Menyusuri jalanan mulus penuh tikungan, menyusuri lembah dan pegunungan dengan begitu semangat. Indah pun terlena, tebuai, dan tertangkap kedalam rayuan pulau kelapa, eh rayuan sang suaminya.


Hingga beberapa menit saling mendalami rasa, tiba-tiba saja Ibra teringat ucapan dokter yang mewanti- wanti Ibra saat dirumah sakit.


Deg!


Ibra menghentikan sapuannya dan segera duduk. Lalu Ibra membenarkan pakaian Indah yang berantakan akibat ulahnya.


"Kenapa berhenti mas?" tanya Indah bingung juga merasa kehilangan. Belum sampai ke hidangan Inti, Ibra menghentikan semuanya.


"Maaf mas lepas kendali, harusnya kamu istirahat. Tidak boleh terlalu capek. Dokter menyarankan untuk tidak berhubungan dulu sampai melewati trimester pertama" ucap Ibra

__ADS_1


"Mas gak papa?" tanya Indah yang sudah duduk dan Ibra memasang kembali pakaiannya


"Masalah besar sih, cuma mas akan tahan, meski sulit. Tapi gak papa,,, ini semua demi anak kita" ucap Ibra mengusap wajah Indah


"Nanti malam mas nginep disini ya, aku mau tidur dipeluk mas Ibra" ucap Indah berubah manja


"Iya,,, tidurku juga gak nyenyak kalau gak peluk kamu," jawab Ibra yang kemudian mengecup kening Indah


Kedua nya pun saling berpelukan meski indah masih dalam keadaan mata tertutup kain hitam.


"Setelah semuanya terungkap, kenapa aku jadi secinta ini padamu Indah?! Bahkan rinduku tak terbendung padahal hanya semalam tidak tidur bersamamu" batin Ibra saat masih memeluk Indah


Sementara itu di tempat lain,,,,,


David dan Kina tengah berada di sebuah restoran, bukan restoran mewah, hanya restoran biasa namun makanannya tetap memanjakan lidah. Tapi sepertinya Kina yang belum terbiasa dengan makanan Indonesia sedikit bingung akan memakan apa.


"Mau makan apa kamu?" tanya David


"Apa ya kak, ini apa namanya?" tanya Kina menunjuk ke rendang


"Itu rendang daging sapi. Mau?" tanya David dan Kina mengangguk.


Kemudian keduanya duduk dan akan menikmati makan siang mereka. Kina terlihat lahap meski ini kali pertama ia mencicipi masakan itu.


"Kina,,,"


"Terimakasih untuk yang tadi pagi" ucap David


"Tadi pagi? apa kak?" tanya Kina tidak mengerti


"Itu,, sarapan pagi tadi" jawab David


"Sarapan?! Maksudnya apa sih kak? aku gak ngerti. Tadi kan aku sarapan bareng kak Ibra" jawab Kina


"Jadi,,,, siapa yang menyiapkan sarapan untukku tadi?! Lagian bukannya kina gak bisa masak?! " batin David sementara kina masih terlihat bingung


"Ah,, gak papa,,, udah gak usah dibahas" ucap David, namun membuat kina dibuat penasaran.


"*Apa ada orang yang sengaja melakukan itu? atau jangan-jangan ada wanita lain yang suka sama kak David?!" batin kina bertanya-tanya


Setelah selesai makan siang, keduanya pun kembali ke kantor*.


Terlihat Kina lebih banyak diam sepulang dari makan siang bersama David. Dirinya masih penasaran tentang orang yang membawakan sarapan untuk David.


"Apa aku cemburu?! ah tidak mungkin!!" batin Kina


"Hey! kenapa melamun dari tadi?!" tanya David saat keduanya sampai di parkiran kantor

__ADS_1


"Ah! gak papa kak! ayo kita turun!" ucap kina yang kemudian segera turun dari mobil David. Lalu David menyusul kina yang sudah turun lebih dulu.


Sekilas kina melihat seorang wanita sempat mengawasinya dan juga David, namun sesaat langsung menghilang dibalik tembok. Kina ingin mengejar namun ditahan oleh David


"Mau kemana?" tanya David menahan lengan kina


"Emm,,, anu,,, itu,,, kina mau,,,"


"Mau apa?!"


Kina terlihat bingung mau menjawab apa, namun belum sempat ia menjawab, David sudah mengajaknya masuk kedalam lobby kantor. Kina tidak menolak, dan ia melangkah masuk mengikuti langkah David. sementara kepala kina terus berputar mencari keberadaan wanita itu.


"Siapa dia?!" batin Kina


Lalu Keduanya pun masuk kedalam lift menuju ke lantai atas.


Kembali ke rumah Indah,,,,


Meski tak rela berpisah, namun Ibra harus kembali ke kantor karena ada pekerjaan yang belum selesai. Sementara Indah juga tidak menahan Ibra untuk tetap tinggal, hanya saja ia sudah meminta Ibra untuk menginap dirumah itu nanti malam.


"Mas balik ke kantor dulu ya" ucap Ibra yang sudah berjarak 2 meter dari Indah yang berdiri didepan teras rumah


"Hati-hati mas" jawab Indah dengan tersenyum dan melambaikan tangan


Ibra pun membalas senyuman itu dengan senyuman termanisnya, dan tangannya terangkat dengan jari jempol menempel di jari telunjuk lalu menyilang.


"Apa itu artinya mas?" tanya Indah


"Kalau kata anak-anak muda jaman sekarang, Saranghaeyoooooo" ucap Ibra dan Indah cekikikan.


"Kok malah ketawa sih?!" sungut Ibra


Indah pun melakukan hal yang sama setelah mengetahui artinya. Keduanya tertawa kecil saat menyadari bahwa mereka seperti anak remaja yang sedang dimabuk cinta saja. Geli tapi menghangatkan hati.


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam"


Ibra masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan Indah sendiri dirumah orangtuanya. Indah tidak menyangka jika cinta bisa merubah sifat seseorang begitu cepat. Ibra yang kaku, keras dan penuh keseriusan perlahan sudah mulai mencair, bahkan terkesan bucin akut. Sementara Indah juga merasa cintanya semakin dalam terhadap suaminya.


.


.


.


.

__ADS_1


Votenya dong readers, biar uni makin semangat 🤭


__ADS_2