Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Bucin Akut


__ADS_3

Ibra tengah bersiap-siap, ia membongkar seisi koper yang di bawanya hanya untuk mencari kaos kaki yang akan di pakainya.


"Ini putih, ini hitam,,, kenapa sebelah semua? dimana indah meletakkan sebelahnya sih?! CK,,!" Ibra terus saja mengacak-acak kopernya namun tidak ketemu kaos kakinya


Merasa kesal, karena hampir 7 menit Ibra belum juga menemukan jodoh kaos kakinya didalam koper. Lalu Ibra mengambil ponsel dan menghubungi Indah


Sementara Indah berada di dapur , tengah mempersiapkan bahan untuk membuat sarapan pagi itu.


"Kak Indah lagi apa?" tanya Kinara saat menghampiri Indah didapur


"Kina,,,,,


Tuuttt tuuttt tuuttt


"Hallo,,, assalamualaikum mas?"


"Wa'alaikumsalam, nda,,, dimana kamu letakkan kaos kaki mas? mas cari gak ketemu nda, ketemu hitam dan putih sebelah, bagaimana mas bisa memakainya?" ucap Ibra


Indah terdiam sesaat,,,,


"Mas,, carinya yang bener,,, pelan-pelan pasti ada mas. Indah udah masukin semuanya kedalam koper mas Ibra. Beneran, coba di cari lagi deh" ucap Indah setengah mengingat dirinya yakin jika kaos kaki Ibra lengkap.


"Mas sudah menghabiskan waktu 7 menit untuk mengobrak Abrik koper tapi gak ketemu sayang,,,," jawab Ibra


"Hmm,,, coba sekarang carinya pelan-pelan" ucap Indah dan Ibra menuruti perintah istrinya.


Ibra mencari sekali lagi kaos kakinya didalam koper yang sudah berantakan, namun kali ini lebih perlahan mencarinya.


"Astagfirullah,," ucap Ibra saat menemukan kaos kaki lainnya ternyata tertutup baju dan Ibra mengangkatnya bersamaan pantas saja tidak ketemu


"Bagaimana?" tanya Indah


"Kamu tau,,, hidupku sangat berantakan tanpamu. Mencari kaos kaki saja sangat lama sayang,,, dan setelah berbicara denganmu aku menemukannya. Bagaimana aku bisa hidup tanpamu?!" ucap Ibra


"Gombal,,!" ucap Indah tersenyum karena gombalan kecil Ibra membuat hatinya menghangat


"Sejak kapan mas pandai gombal seperti itu Hem?!" ucap Indah Sementara Kinara cekikikan mendengar perbincangan Indah dan juga Ibra


"Sejak hatiku menjadi milikmu,,," jawab Ibra


"Huewkkkkkk,,,, bucin bucin bucin Akut!!" ledek Kinara dan Indah terkekeh kecil


"Itu Kinara?" tanya Ibra


"Iya mas, siapa lagi? dia sedang belajar memasak" jawab Indah dengan tersenyum


"Tumben anak manja itu mau belajar masak!" ucap Ibra


"Iya mas,, beneran dia mau belajar masak. Lagian bagus dong mas,,, persiapan biar kalau udah nikah bisa masakin untuk keluarga nanti" ucap Indah


"Ya sudah,,, ajari saja dia masak. Sayang,,, mas kangen" ucap Ibra dan Indah tersenyum terus


"Udah deh jangan ngerayu,,,besok jadi pulang kan?"

__ADS_1


"Jadilah,, udah kangen berat ini sama Utut sayang" jawab Ibra dengan terkekeh penuh arti


"Utut apa Utut? mas ada meeting kn pagi ini?,, nanti telat lohh"


" Ya sudah mas matikan ya telfonnya,, emm tapi,,,"


"Apalagi mas?"


"Mas ingin dengar kata cinta dari kamu" ucap Ibra


"Ihhh Maluuu masss,,, ada kina" jawab indah bisik-bisik


"Gak denger dia,,,!"


"Akuuuu gakkkk dengerrrrr kookkkkkkk kak!" teriak Kina dengan menahan tawa.


"Aku,,, mencintai mu mas Ibra" ucap Indah malu-malu


"Aku juga cinta padamu Indah" jawab Ibra dengan tersenyum


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam" jawab Indah ,, Begitu terasa menghangat hati keduanya


"Cieeeeeee yang lagi jatuh cinta" ledek Kina dan indah terlihat malu-malu, rona merah diwajahnya pun terlihat jelas


.


"Kina,,,"


"Eh, kak David,,, baru datang?" tanya Kina


"Iya,,," jawab David yang kemudian duduk didepan meja kerja Kinara


" Emm bau aroma nasi uduknya ngegoda banget,,," ucap David


"Kak David belum sarapan?"


"Udah tadi roti aja. Oh iya,, hari ini kamu ikut kakak ke kantor cabang ya, sebelum jam makan siang "


"Ohh oke. Mau cicip? ini kina loh yang masak heheh,,, Eh gak deng, masak sama kak Indah" ucap Kinara


"Memang boleh? nanti kami gak kenyang kalau kak David ikut makan" jawab David terkekeh


"Coba aja duluuu kak!" seloroh Kinara yang kemudian menyuapkan sesendok nasi uduk ke mulut David


"Gimana?" tanya Kinara saat David tengah merasakan nasi uduk didalam mulutnya


"Enak" jawab David


"Jadi kamu belajar masak sama Kakak iparmu?" tanya David yang ikut makan bersama Kinara, David tidak menolak saat kina terus menyiapkan nasi uduk itu untuknya


"Iya,,, hehe,,, jadi kalau kak Indah gak ada diapartement setidaknya aku bisa buat makanan, gak cuma makan mie aja hahahahaha" jawab Kinara dengan renyah

__ADS_1


"Hahaha,,, jurus andalan masak mie instan " jawab David tertawa


"Yahhh begitulah,,, sama satu lagi, goreng sosis!"


" Bahahahah" Kinara dan David pun tertawa bersama mendengar kelucuan Kinara


Tak jauh dari mereka saling berbagi sarapan, Audi yang masih berada didalam lift umum, hendak menghampiri David akhirnya menghentikan langkahnya. Hatinya memanas saat melihat kedekatan Kinara dan David. Apalagi Kinara menyuapi David beberapa kali benar-benar membuatnya meradang.


"Dia belum kapok juga!! lihat saja, apa yang bisa aku lakukan untuk membuatnya menjauhi kak David!!" Sarkas Audi yang kemudian menutup kembali lift dan turun kebawah.


Kinara dan David masih terlihat tertawa, ntah apa yang mereka bicarakan sampai terus saja tertawa.


"Kak,,, kina boleh tanya gak?!"


"Boleh"


"Kina pernah denger kak David manggil kak Indah cuma sebutan nama aja,, sebenarnya apa hubungannya kak David dan kak Indah?!" tanya Kinara


Deg!


David terdiam dan menatap kinara,,,,


"Tidak ada,,, hanya berteman,,," jawab David datar


"Aku dan Indah sudah berteman sejak pertama dia masuk ke kantor ini,, jadi aku masih sering keceplosan panggil nama" jawab David lagi


"Ohh gitu,,, bukan karena Kak David punya perasaan pada kak Indah ?" tanya Kinara memberanikan diri


Deg!


"Itu dulu,,, tapi sekarang tidak,,, aku sudah membuang perasaan ku yang sempat ada untuknya. Setelah aku tau Indah dan kakakmu menikah, aku sudah membuang perasaan itu" jawab David jujur


"Kenapa? kenapa kamu tanyakan itu?"


"Hehe, gak sih,,, kina cuma kepikiran dari omongan kak David soal kriteria calon istri kak David seperti apa gitu,,, kok kina jadi kepikiran kak Indah, soalnya persis banget sama dia" jawab Kina terlalu jujur


"Hehe,, itu kan hanya keinginan, jodoh itu rahasia bukan? semua sudah di gariskan, ya sudah aku keruang kerjaku dulu. Terimakasih sarapannya" ucap David


"Iya kak,,, maaf ya kalau pertanyaan kina keterlaluan " ucap kina


"Gak masalah" jawab David tersenyum lalu melangkah menuju keruangannya dan Kina pun tersenyum juga.


.


.


.


.


Bersambung,,,, 💕


Dukungan kalian sangat berarti banget buat uni 🤗 yang berkenan ditunggu like, Vote dan komen kalian yah readerku Ter❤️

__ADS_1


__ADS_2