Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Pasti dia sangat cemburu!!


__ADS_3

Suasana begitu tegang sejak semalam, baik Indah maupun Ibra terlihat saling menghindari tatapan, jika tanpa sengaja bertemu. Pagi ini saja keduanya yang tengah duduk menikmati sarapan, seperti orang asing yang tidak saling menyapa.


Setelah selesai sarapan, Indah bersiap untuk pergi ke kantor, begitu juga Ibra.


Tiinnn


Indah menghentikan langkahnya saat mobil Ibra berhenti di sampingnya. Lalu kaca mobil itu turun dan menampakkan pemiliknya


"Naiklah" ucap Ibra


"Saya naik taksi saja pak" jawab Indah


"Naiklah" ucap Ibra lagi


Indah tidak ingin berdebat, ia pun segera naik kedalam mobil Ibra dan segera menutupnya, Setelah itu Ibra menjalankan mobilnya menuju ke kantor. Tak jauh dari mobil mereka, Mobil David berada di area yang sama. Niatan David ingin menjemput indah, namun sepertinya harus punah saat ia melihat indah masuk kedalam mobil Ibra.


"Sepertinya aku kalah cepet dari pak Ibra! tapi,,, sebelum janur kuning melengkung, kesempatan itu masih tetap ada" ucap David yang kemudian menjalankan mobilnya menuju ke kantor.


"Ehem,,, kapan jadwalku kosong?" tanya Ibra memecah kesunyian didalam mobilnya


"Tanggal 20-25 bulan ini bapak tidak ada jadwal pertemuan dengan siapapun pak" jawab Indah


"Baiklah, jangan ada jadwal di tanggal itu. Karena aku akan pergi ke California" ucap Ibra


"Apa pak?!" tanya indah kaget


"Kenapa kamu kaget begitu?" tanya Ibra


"Em,,, gak papa,,, hanya kaget saja" jawab Indah


"Aku ada kunjungan ke proyek baru disana, dan mungkin aku akan pergi untuk beberapa hari" ucap Ibra


"Baik pak" jawab Indah


Sekilas Ibra melihat kearah Indah, namun sepertinya tidak seperti yang diharapkan indah akan keberatan atau mau ikut bersamanya. Tapi kemudian Ibra kembali sadar, lagian kenapa indah harus khawatir, mereka saja menikah bukan karena cinta, jadi tidak perlu bersikap berlebihan.


Sampainya di kantor, keduanya pun turun dari mobil dan berjalan menuju ke lantai atas.


"Pak,,,"


"Ada apa?"


"Apa boleh, nanti selama bapak pergi ke California, saya menginap di rumah orang tua saya?" tanya Indah


"Boleh"


"Baik pak terima kasih"


"Tolong nanti siapkan, keperluanku selama di sana" ucap Ibra


"Baik pak" jawab Indah


Kemudian Ibra masuk kedalam ruangannya sementara indah duduk dimeja kerjanya. Pintu lift terbuka, David baru saja keluar dari sana


"Pagi Indah"


"Pagi Vid"


"Tadi,,, aku lihat kamu turun dari mobil pak Ibra, kalian berangkat bareng ya?!" tanya David


Deg!


Indah sedikit kaget mendengar pertanyaan David.


"Bagaimana David tau? apa dia mengikuti ku sedari berangkat tadi?" batin Indah


"Hey,,, aku tanya ndah,,," ucap David

__ADS_1


"Eh iya,, tadi pak Ibra kasih aku tumpangan, daripada terlambat , ya aku terima tawaran pak Ibra" jawab Indah


"Emm,, kalau mulai besok kamu bareng aku pulang dan pergi mau gak?" tanya David


"Hah?!"


"Maksudku,,, kita kan juga searah jalan pulang, lagian kalau kamu terus terusan nebeng pak Ibra, nanti jadi gosip di kantor" ucap David mencari alasan


"Bukannya sama saja jika aku pulang sama kamu?" ucap Indah dengan kekeh nya


"Hmm,,, yah setidaknya selevel deh kita,,," ucap David


Indah hanya tersenyum kecil menanggapi ucapan David


"Aku cuma gak mau kamu berharap lebih dari pak Ibra ndah! apa kamu gak tau siapa pak Ibra?! aku gak mau kamu terluka nantinya" batin David


"Aku bisa pulang naik taksi vid, aku juga gak mau ngerepotin kamu maupun pak Ibra. Udah sana kerja,,,, pagi-pagi udah ngajakin gosip kayak ibu-ibu aja!!" ucap Indah


"Hemm,, baiklah,,, aku ke ruangan ku dulu kalau gitu" ucap David yang kemudian beranjak dari tempatnya dan akan masuk kedalam ruangannya


"Indah" panggil David


" Apa lagiii?!" jawab Indah


"Selamat bekerja" ucap David dengan senyum manisnya


"Iyaa" jawab Indah


Kemudian David menghilang dari pandangan Indah dengan cepat.


Sementara itu,, Ibra cukup jelas mendengar percakapan Indah dan David saat itu. Niat Ibra ingin memanggil Indah, namun langkahnya terhenti ketika mendengar suara David.


Rahang Ibra mengeras, hatinya tiba-tiba bergemuruh panas. Ibra merasa tidak ikhlas membiarkan pria lain berbicara dengan Indah, apalagi terang-terangan mendekati istrinya didepan matanya.


Beberapa Saat kemudian,,,


"Apa tuan Ibra ada?!" tanya wanita itu kepada Indah


"Ada Nona, Apa anda Nona Khalisa Hutama dari PT Hutama Jaya Group?" tanya Indah


"Iya betul,,," jawab Khalisa


"Tunggu sebentar ya Nona, saya sampaikan dulu kepada Tuan Ibra" ucap Indah


"Baiklah"


Kemudian Indah beranjak menuju ke ruangan Ibra, Indah sedikit memanas saat ternyata klien dari PT itu adalah seorang wanita. Padahal Awalnya pertemuan Ibra pagi ini bersama Tuan Hutama, tapi ternyata putrinya yang datang, mana cantik, body aduhay, tentu membuat Indah sedikit ketar ketir


"Pak,,,"


"Ada apa?"


"Diluar ada Nona Khalisa dari PT Hutama Jaya Group" ucap Indah


"Bukannya papanya yang kemari?!" tanya Ibra


"Bukan pak,,, tapi anaknya" jawab Indah


"Ya sudah suruh dia masuk dan panggilkan David" ucap Ibra


"Baik"


Kemudian Indah keluar dan memanggil Khalisa untuk masuk kedalam ruangan Ibra. Setelah itu Indah memanggil David sesuai perintah Ibra. Terdengar samar-samar didalam tengah berbincang membahas kerjasama diantara mereka, sementara indah hanya bisa duduk di meja kerjanya dan mengerjakan tugasnya. Tak lama David keluar bersama Asissten Khalisa menuju keruangan David, tampak keduanya sangat serius berbicara sampai sama sekali tidak melihat Indah.


Melihat David dan Asissten Khalisa keluar, tiba-tiba Indah menjadi gelisah mengingat didalam hanya ada Ibra dan Khalisa saja. Tanpa Indah sadari ia berfikir bagaimana caranya dia bisa masuk kedalam ruangan Ibra.


"Pak Asep,,, biar aku aja yang bawa masuk kedalam" ucap Indah saat melihat OB datang membawakan minuman untuk tamu Ibra.

__ADS_1


"Saya saja Mba, nanti pak Ibra kira saja gak kerja" ucap pak Asep


"Tenang, pak Ibra gak akan marah, sini biar aku saja" ucap Indah


Sementara itu, didalam ruangan Ibra. Terlihat Khalisa tengah mencuri-curi pandang dan kesempatan untuk mendekati Ibra, dia pun berganti tempat duduk di sebelah Ibra dan berpura-pura bertanya dengan isi kontrak kerja sama yang akan mereka. Bagaimana tidak Khalisa melakukan itu, Ibra terlihat begitu gagah, tampan dan menggoda, bahkan mungkin bukan hanya Khalisa yang ngiler untuk menyentuhnya, wanita-wanita di luaran sana pun tidak akan kuat jika hanya berdua bersama pria yang nyaris sempurna.


Sementara yang dirasakan Ibra, dirinya tidak nyaman ketika dipepet terus oleh Khalisa, belum lagi pakaian yang dikenakan cukup mengundang jiwa Cassanova Ibra yang sudah terguncang dari semalam.


"Permisi,,,, maaf mengganggu pak,,, nona,, ini saya mau mengantarkan minuman" ucap Indah saat masuk kedalam ruangan Ibra


"Ohh penyelamatan ku!!" batin Ibra girang saat melihat indah masuk kedalam ruangannya


Sementara wajah kusut ketidaksukaan terpancar di wajah Khalisa saat itu.


"CK! mengganggu saja!" batin Khalisa


Lalu Indah menurunkan dua gelas minuman diatas meja mereka, Indah bisa melihat ketidaksukaan Khalisa saat melihatnya. Namun indah hanya bersikap biasa saya seperti tidak mengetahui apa-apa.


"Indah"


"Iya pak? ada yang bisa saya bantu lagi?" tanya Indah


"Tolong kamu Carikan berkas kerjasama kita dengan perusahaan Hutama Jaya Group yang lama " ucap Ibra


"Ohh baik pak" jawab Indah


Kemudian Indah berjalan menuju lemari dan mencari dokumen yang diminta oleh Ibra. Sementara Khalisa berusaha mengalihkan perhatian Ibra dengan kembali mengajaknya berbicara.


Sesekali terlihat Indah melihat kearah Ibra dan Khalisa yang malah terlihat sangat dekat.


"CK! dasar buaya darat! gak bisa bener lihat yang bening sedikit, langsung di caplok!" batin Indah menggerutu kesal


"Bagaimana kalau malam nanti kita makan malam bersama tuan? papaku pasti akan sangat senang jika bertemu dengan anda" ucap Khalisa dengan nada suara mendayu


"Boleh,," jawab Ibra singkat


"Makan malam dirumah kami ya? atau mau diluar?" tanya Khalisa


"Terserah" jawab Ibra


"Ya sudah makan malam dirumah kami saja yah, nanti akan kami siapkan makanan yang enak-enak jamuan makan malam untuk tamu spesial" ucap Khalisa dengan sengaja menyentuh ujung paha Ibra.


"Ini pak Dokumen yang bapak minta!" ucap Indah sedikit ketus


"Oh iya, terimakasih" ucap Ibra yang kemudian mengambil dokumen dari indah tanpa menyingkirkan tangan nakal Khalisa.


Ibra ingin melihat apakah kelakuan Khalisa membuat indah cemburu atau tidak. Dan ternyata, terlihat dengan jelas, di wajah Indah sudah memerah karena menahan kesal.


"Jika tidak ada hal lain lagi, saya permisi pak" ucap Indah


"Tidak ada" jawab Ibra yang ingin sekali mentertawai indah yang saat itu berubah menjadi semakin jutek.


"Pasti dia sangat cemburu!!" batin Ibra


.


.


.


Bersambung,,,, 💕


Yuk Follow IG nya uni😘


Banyak teman banyak Rejeki😍


Instagram : @uniramadhani.id

__ADS_1


__ADS_2