
Indah baru saja sampai di Kantor, kemudian ia duduk di meja kerjanya dengan menopang dagu karena merasa sepi. Orang yang biasa mengganggu nya tidak ada datang ke kantor hari ini.
"Selamat pagi Nyonya Indah" sapa David saat baru datang
"David! apa-apaan kamu itu! bersikaplah seperti biasa!" sungut Indah
"Tidak mungkin, karena anda istri boss saya, mana mungkin saya memperlakukan Anda seperti biasa" jawab David
"CK! kita berteman bukan? jadi tidak perlu formal begitu" ucap Indah dan David tersenyum
"Aku masih gak nyangka, kalau kamu dan pak Ibra Sudah menikah" ucap David
"Hem,,, aku juga gak nyangka, kejadian itu begitu cepat, kami pun tidak ada persiapan sama sekali. Mami yang mendesak kami untuk segera menikah" jawab Indah
"Kenapa kamu mau? apa,,, kamu mencintai pak Ibra?" tanya David
"Sepertinya belum, tapi ntahlah" jawab Indah
"Andai kamu gak bahagia, aku siap membahagiakan mu ndah!" batin David namun tak terucap.
Sementara itu,,,,
Ibra terlihat tidak menikmati perjalanannya di California. Pikirannya terus saja tertuju pada Indah. Dia seperti tidak bersemangat karena hanya bisa diam, dan melihat pemandangan tak mengenakkan didepan mata. Bagaimana tidak, kedua teman tak punya akhlak itu pamer kemesraan bersama wanita mereka didepan Ibra.
"Ngenes banget lihat dia diem aja gitu!" celetuk Zack melihat Ibra yang hanya berpura-pura memejamkan mata sambil mendengarkan musik sepertinya. Padahal Ibra tengah menghafal bacaan sholat
"Haha,,, nanti setelah sampai, aku akan siapkan wanita untuknya! aku yakin dia tidak akan tahan lama untuk tidak memakai onderdilnya! bisa karatan!"
"Haha kau ini!!" Sarkas Zack
Keduanya pun kembali sibuk dengan pasangan masing-masing, ntah apa yang mereka lakukan saat itu.
.
Kini Indah berada di rumah orang tuanya dan akan tinggal disana sampai Ibra kembali lagi ke Indonesia. Saat ini Indah baru saja selesai membersihkan wajahnya dan bersiap untuk tidur karena hari sudah malam. Tak satupun pesan dari Ibra sampai kepada Indah sejak keberangkatan Ibra ke California .
Sementara itu Ibra sampai di hotel tempat ia menginap, Ibra menginap sendiri dan kedua teman-temannya berada tak jauh dari kamar Ibra. Untuk melepas penat, Ibra membersihkan dirinya terlebih dulu sebelum ia merebahkan dirinya diatas tempat tidur.
Berada dibelahan bumi berbeda, dengan waktu yang berbeda membuat Ibra merasa sangat asing, padahal belum sehari dia berpisah dengan Indah.
"Kenapa dia tidak mengirimkan ku pesan sama sekali?!" ucap Ibra saat melihat ponselnya namun tidak ada satupun pesan dari Indah. Ada rasa sedikit kecewa dihati Ibra namun dia juga merasa gengsi untuk menghubunginya lebih dulu. Terlebih tadi sebelum pergi Ibra sudah mengatakan jika dia tidak akan rindu pada Indah.
Belum sampai Ibra memutuskan akan menelfon Indah atau tidak, bel kamarnya berbunyi, Lalu Ibra bangkit dan akan membuka pintu
__ADS_1
"Siapa yang bertamu disaat seperti ini!!" ucap Ibra yang kemudian membuka pintu
Ceklekkkk
Senyum manis nan menggoda terbit dari seorang wanita bule dengan paras cantiknya. Bukan hanya cantik, penampilan nya pun terbilang cukup menarik perhatian kaum pria
"How are you?!" tanya Ibra bingung
"I'm Anna, I'm here to accompany you sir" jawab wanita itu
(Aku Anna, aku kesini untuk menemanimu tuan)
"What?! who told you?" tanya Ibra
"Siapa yang Menyuruhmu??" tanya Ibra
"Mr, Dores" jawab Anna
Ibra terlihat tidak tertarik dengan kedatangan wanita itu, Kemudian Ibra menyuruhnya pergi dan Ibra pun menghampiri kamar Dores yang tak jauh dari kamarnya. Lalu Ibra menekan bel kamar Dores
Ting
Tung
"CK! kau mengganggu saja!" ucap Dores
"Apa maksudmu mengirim wanita ke kamarku?!" tanya Ibra
"Hehe,,, aku kasihan padamu, kau pasti kesepian, jadi aku panggilkan temanku untuk menemanimu" jawab Dores
"CK! aku tidak butuh! dan aku sudah mengusirnya!" ucap Ibra
"Hem,,, ya sudah kalau kamu gak mau! aku tidak akan memaksamu!" ucap Dores
Kemudian Ibra memilih pergi saat mendengar suara wanita Dores sudah manggilnya. Ibra ingin marah, namun sepertinya bukan waktu yang tepat.
Ibra terlihat bimbang sesaat, namun setelah itu Ibra meraih ponselnya dan akhirnya ia pun menghubungi Indah.
Sementara Indah yang tengah tertidur pulas, merasa terganggu saat dering ponselnya berbunyi. Dengan setengah sadar indah pun meraih ponselnya dan melihat panggilan video call dari Ibra
"Mas Ibra?" ucap Indah yang kemudian menggeser tombol hijau dan panggilan mereka tersambung
"Assalamualaikum mas?" ucap Indah dengan suara serak bangun tidur
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam,,"
"Ada apa mas? kenapa menelfon ku pagi buta begini?" ucap Indah saat melihat jam dinding menunjukkan pukul 2 dini hari
"Aku hanya mengabari mu jika aku sudah sampai" ucap Ibra bingung akan bicara apa dengan Indah. Tidak mungkin Ibra akan mengatakan jika dia rindu
"Ohh,,,, Alhamdulillah kalau gitu,,," Indah mengangkat badannya lalu duduk. Indah tidak ingat jika dirinya hanya menggunakan tank top sejari putih yang transparan. Karena Kipas angin dikamar indah rusak, terpaksa indah hanya menggunakan itu karena merasa panas.
Mata Ibra membulat sempurna, disaat yang tidak memungkinkan seperti ini, indah malah seperti Menggoda nya. Si Menul menyembul samar-samar terlihat. Apalagi didalamnya tidak ada mangkok berenda yang biasa menutupinya. Terlihat samar-samar menggoda iman Ibra yang masih setipis kulit bawang.
Ceglukkkkkkkkkkkkk
Ibra ingin sekali mengumpat saat itu. Bagaimana tidak, jagung supernya langsung tersetrum dan berdiri tegak seperti tiang bendera saat disuguhkan dengan pemandangan yang sudah lama tidak pernah lagi dilihatnya semenjak bertemu Indah. Sementara dengan wajah ngantuk nya Indah tidak sadar dengan apa yang terjadi saat itu kepada Ibra.
"Mas,,, mau ngomong apa? kok diem aja sih?" tanya Indah tapi Ibra seperti tengah menahan sakit. Ingin mematikan sambungan telfon tapi sayang live streaming melihat istrinya yang belum sempat diapa-apakan itu tengah berpakaian tak biasa.
"Kalau diem aja, aku matiin ya telfonnya! aku ngantuk banget mas" ucap indah lagi
"Sebentar lagi nda, aku masih ingin melihat wajah jelek mu saat bangun tidur!" ucap Ibra
Indah mengganti posisinya tengkurap, kemudian menyangga dagunya dengan tetap menatap layar ponselnya.
"Besok kita lanjut lagi ya mas, aku benar-benar ngantuk,, hoaaaammmm" ucap Indah tanpa tau jika wajah Ibra sudah sangat merah saat melihat si menul itu benar-benar terlihat jelas dan menggiurkan.
"Ya sudah tidurlah" ucap Ibra yang sudah tidak tahan lagi melanjutkan obrolan mereka
"Ya sudah,, assalamualaikum" ucap Indah dengan menguap
"Wa'alaikumsalam" jawab Ibra
Kemudian Indah mematikan sambungan telfonnya dan ambruk diatas bantalnya. Indah sudah tidak kuat lagi menahan katuk yang tengah menyerangnya. Sementara indah kembali melanjutkan tidurnya, Ibra kini yang tidak bisa beristirahat, Jagung bakar super yang sudah terbakar, kini harus segera di selamatkan.
"Dia benar-benar menyiksaku!! Indahhhh ohh Indaaahhh!" ucap Ibra yang tengah senam 5 jari.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,, 🤍
__ADS_1