
Setelah mendaratkan kecupan sayang di kening Kinara cukup lama, David melepaskannya dan Kinara membuka matanya menatap David begitu dalam
"Kirain mau yang ini, ternyata yang atas" kekeh Kinara malu-malu sambil menunjuk kearah bibirnya
David terkekeh kemudian mencubit pipi Kinara dengan gemas
"Nanti kamu gak bisa tidur kalau udah ngerasain beneran!" ucap David dengan kekehannya
"Loh, Kitakan udah pernah waktu di pantai Peucang!" jawab Kinara
"Itu darurat! gak ada kayak kemaren, gak mungkin kak David sekarang dapet calon istri" jawab David dengan senyum manisnya. Dikecup pelan tangan Kinara dengan tatapan tak lepas sedikitpun
"Tapi kina gak kerasa, kata temen-temen ku rasanya manis! kok gak kerasa waktu kak,,,,,,,,,,," ucap Kinara yang tak lagi bicara ketika mulutnya sudah tertutup sapuan lembut dan hangat. Sangat lembut membuat Kinara memejamkan mata dan meresapi setiap kehangatan yang diberikan David untuknya. Awalnya begitu lembut, namun setelah cukup lama mereka belum terlepas, kini berubah saling memburu, saling bergulat dan bertarung tanpa mau berakhir. Keduanya terlihat sangat aktif diiringi dengan suara-suara merdu yang keluar tanpa diminta.
"Aaaaaaaa!" teriak Kinara saat merasa pipinya terasa begitu sakit, Kinara pun membuka mata dan begitu kagetnya saat wajah David berada didepan wajahnya dan menatapnya dengan tatapan aneh
"Kamu ngapain?! bibir di monyong-mongoing gitu?!" tanya David terkekeh
Kinara terhelak dan tersadar jika tadi ternyata hanya hayalan saja. Tiba-tiba wajah Kinara memanas, malu sangat malu karena pikirannya begitu jauh, padahal David hanya mengecup keningnya. Kinara langsung terlihat salah tingkah saat dia benar-benar telah sadar sepenuhnya
"Mau dicium bibirnya?!" ejek David masih terkekeh melihat Kinara yang salah tingkah dengan wajah merah tak tertutupi sama sekali.
Gelengan kepala adalah jawab terrcepat kinara dengan menutup bibirnya menggunakan kedua tangan
"Kamu lucu banget sih,,! aku bakal kangen banget sama tingkah kamu yang kayak gini. Gemesiin" ucap David mengacak-acak sedikit rambut Kinara.
"Sudah malam, masuklah,,, nanti tuan mencari mu. Apa mau dianter sampe atas?" ucap David
"Boleh" jawab Kinara
"Sepertinya aku benar-benar sudah terkontaminasi karena tinggal bersama kak Ibra dan indah ! sumpahhh Malu bangettt??" jerit batin kinara
Kemudian David membuka pintu mobil, begitu juga Kinara. Setelah itu keduanya mengeluarkan oleh-oleh yang sudah mereka beli dan berjalan menuju ke apartemen Ibra. Sepanjang mereka berjalan, David terus saja menggenggam erat tangan Kinara dan Kinara tampak kegirangan.
Sementara itu,,,,,,,,
Dikamar Ibra, saat ini Ibra tengah mendapat hukuman dari istrinya, akibat sikap buruknya tadi saat makan bersama Kinara dan David. Saat ini Kedua tangan Ibra dan kedua kakinya tengah terikat dengan dasi, sementara Indah terlihat sangat menggoda di mata Ibra malam itu. Sayang,,, Ibra tidak bisa meraihnya, dan kini jagoannya hanya bisa menjadi penonton saja.
...'Boleh dilihat tak bisa dipegang'...
Kata-kata itu yang kini sangat cocok untuk Ibra. Sangat menyiksa!
"Ampun sayang,,, mas janji gak lagi kayak tadi. Beneran, janji,,! kapok mas dikayak giniin. Mending denger kamu ngomel-ngomel marahin aku, pukul-pukul aku daripada kamu nyiksa aku kayak gini. Gak kuat, sumpahhhh!" ucap Ibra memelas karena sudah berada di puncak hampir meledak.
"Janji mu kayak sambalado mas!" ucap Indah mendekati suaminya dan Ibra hanya mampu mengigit bibirnya sendiri melihat aksi ibu Indah
Sudah cukup menghukum Ibra selama hampir setengah jam dan indah pun merasa pegal-pegal. Tak menyangka jika terlalu lama seperti itu bisa membuat punggungnya pegal belum lagi hawa dingin di kamar itu seperti di kutub saja dengan pakaian yang dia kenakan malam itu. Indah memegangi punggungnya dan menuju ke lemari mengambil pakaian tidur
__ADS_1
"Sayang, mau kemana?!" tanya ibra
"Kamar mandi lah, masuk angin kalau lama-lama pake kayak gini"
"Uuhhh jangan dulu sayang, lepasin ini dong,, sesek nihhh! kamu gak kasihan sama suamimu yang tersiksa ini? dosa lohh nyiksa suami tampan gini" ucap Ibra mengiba tapi masih tetep kepedean. Tangan dan kakinya terus bergerak agar dilepaskan. Melihat suaminya masih terikat, indah juga tak tega, ia pun melepaskan talian yang membelit tangan dan kaki suaminya. Begitu lepas, Ibra langsung menerkam istrinya dan membuat indah kelimpungan.
Klik
"Kina masuk dulu ya kak" ucap Kinara saat akan masuk kedalam apartemen.
"Iya,, ini oleh-oleh nya" ucap David memberikan beberapa paperbag kepada Kinara
"Oh iyaa yaa,, hampir lupa heheh" ucap Kinara, Lalu Kinara mengambil paperbag itu.
"Assalamualaikum" ucap David tersenyum
"Wa'alaikumsalam"jawab Kinara
"Ampun mas,,, ampun,,,," teriakan indah terdengar kecil samar-samar saat pintu itu terbuka.
David dan Kinara membulat dengan sama- membeku dan menatap.
"Gantian! tadi kamu yang nyiksa aku! sekarang rasakan ini sayang" suara Ibra terdengar begitu jelas . Mungkin Ibra lupa menghidupkan peredam suara
Deg!
Pikiran Kinara sudah kemana-mana, sungguh dia sangat takut jika Ibra berlaku kasar pada kakak iparnya. Kinara langsung berlari menuju ke kamar Ibra begitu juga dengan David.
"Kak!"
"Kak!"
"Buka pintunya kak!" teriak Kinara yang tergopoh-gopoh
Senyap,,,,,, tidak ada lagi suara terdengar saat itu
"Kak Ibra jangan macem-macem ya sama kak Indah! kina aduin ke mami!!" Teriak Kinara karena tidak mendapat sahutan ataupun pintu itu terbuka.
"Kak!!"
"Kak Ibra!!! buka kak!" teriak Kinara semakin khawatir
Ceklekkkk
Ibra membuka pintu terlihat begitu berantakan. Hanya memakai kaos oblong asal dan celana pendek terbalik karena sangking terburu-buru. Belum lagi rambut Ibra sangat berantakan dengan wajah merah kesal dan nafas masih sedikit terengah.
Deg!
__ADS_1
David menatap pucat bossnya saat itu, dilihat dari penampilannya yang seperti itu sudah bisa dipastikan apa yang sedang mereka lakukan didalam tadi. Dugaannya benar tapi terlanjur Kinara tidak terhenti karena khawatir
"Kak Indah diapain?! kenapa ampun-ampun gitu hah?! kina aduin ke mami nanti!!" sungut Kinara sangat kesal
"Apa yang diaduin?! kakak gak ngapa-ngapain kak Indah kok!" sungut Ibra
"Mana?! sekarang mana kak Indah hah?! kina mau lihat!" sungut Kinara
"Emm maaf tuan,,, saya pinjem Kinara lagi" Ucap David segera menarik Kinara keluar lagi dari apartemen Ibra.
Kinara berontak namun David tidak mau melepaskan tangannya.
"Lepasin kak!" ucap Kinara berontak
"No! kamu ikut kakak!" ucap David mengajak Kinara masuk kedalam lift lagi
"Gak mau! kasihan kak indah kak! dia lagi hamil! kak Ibra nyiksa dia! pokoknya aku aduin ini ke ma,,,,," kina terdiam dari ocehannya saat David menempelkan jari telunjuk didepan bibirnya
"Ssssttt,,, kak Ibra bukan menyakiti kak indah, aku yakin itu. kamu tidak perlu khawatir, jangan adukan pada mami" ucap David dengan pelan
"Tapi,,,," Kinara akan protes lagi
"Mereka tidak saling menyakiti tapi saling menyayangi. Dan kamu akan tau nanti setelah kita menikah" ucap David membuat Kinara terpaku
Ting!
"Kita makan mie ayam aja mau?" tanya David dan Kinara mengangguk
Kemudian David mengajak Kinara ke penjual mie ayam pinggiran tak jauh dari apartemen mewah itu. Tempat itu sering dikunjungi David saat setelah mampir ke apartemen Ibra jika diminta Ibra mengantarkan sesuatu untuknya. Sementara David dan Kinara memesan mie ayam, diapartement Indah menjadi santapan malam suaminya hingga lelah.
.
.
.
.
*Indah : "Uni,,,kenapa jadi aku yang dihukum?! padahal aku yang mau ngehukum mas Ibra!"
Ibra: "Jangan salahkan uni, salah sendiri kenapa kamu begitu menggoda!"
Uni : Sepurane Nyonya, tuan Ibra ngancem saya, malem Jumat ini harus dapet jatah, kalau ndak dia mau tutup novel ini. Gimana dong? fansnya banyak, jadi keder nih sayanya. Maafken enggeh nyonya, nikmati saja hehehe,,,,,
Ibra: Good Job! nanti aku suruh fansku buat nimpukin bunga dan kopi buat uni*!!
Uni: Matur Suwon tuan Ibra,,,,,
__ADS_1
Indah: Sekongkol kalian!!