
Jam kerja telah usai, Kinara pun bersiap untuk pulang. Setelah membereskan barang-barangnya ia pun beranjak keluar dari ruangan David
"Aku pulang duluan kak!" ucap Kinara pada David
"Hem" sahut David
"CK! pelit omong banget!" Batin Kinara
Kinara melihat David sesaat, kemudian ia pun berjalan keluar menuju keruangan Ibra dan didepan ia pun bertemu dengan Indah
"Kak Indah, gak pulang sekarang ya?" tanya Kina
"Ini juga udah mau pulang, tunggu mas Ibra keluar ya" ucap Indah saat membereskan Barang-barang nya
"Eh, aku pulang sendiri aja deh! aku tau kok alamat apartemen kakak!" ucap Kina dengan suara pelan
"Tidak! kamu bareng kami pulang! lagian ini kan pertama kali kamu di kota ini, kalau nyasar gimana?! jangan bikin kakakmu panik!" ucap Indah
"Ada apa? kenapa ribut-ribut?!" ucap Ibra saat keluar dari ruangannya
"Ini mas, kina mau pulang sendiri katanya" jawab Indah
"Pulang sendiri?! memangnya kamu tau jalan pulang?! kalau nyasar gimana?! siapa yang repot?" ucap Ibra
"Gak akan nyasar kak, aku tau kok jalan pulang. Aku udah hafal jalan ke apartemen kakak! yah,,, yah,,, pleaseee?!" ucap Kina
Sesaat Ibra dan Indah saling menatap, kemudian Ibra mengangguk dan memberikan izin pada adiknya untuk pulang sendiri. Tanpa diketahui Ibra ataupun Indah, Kina sengaja bilang ingin pulang sendiri padahal ia ingin pulang bersama David. CK! Alasan kina saja!
Kemudian Ibra dan Indah pun pulang lebih dulu.
"Mas yakin biarin Kina pulang sendiri?! kalau nyasar gimana mas?!" tanya Indah
"Nanti biar Adam mengawasi Kina dari jauh, kamu tenang saja" jawab Ibra
"Emm,, ya sudah kalau begitu" jawab Indah.
Sementara itu,, Kina berjalan santai di lobby dan akan keluar, dilihatnya mobil Ibra sudah bergerak meninggalkan kantor. Lalu Kina duduk di depan halte bus yang tidak jauh dari kantor Ibra. Benar saja, tak lama kemudian terlihat mobil putih berhenti didepan Kinara duduk.
"Belum pulang kamu?!" tanya David saat membuka kaca mobilnya
"Lagi nunggu bus" jawab Kina sedikit jutek
"Ohh,,, ya sudah aku duluan" ucap David tanpa basa basi memberikan tumpangan untuk kina.
Melihat respon David, Kina mengerang kesal sendiri, semua berjalan tidak sesuai dengan keinginannya. Padahal Kina ingin pulang bersama David, di bela-belain menolak ajakan Indah dan Ibra, malah dirinya di tinggal oleh David. Kina begitu kesal, dan terpaksa ia menunggu taksi lewat, jika naik bus, dia pun tidak tau dimana harus berhenti.
"Menyebalkan! aku kira dia akan memberiku tumpangan! ternyata enggak! dasar pelit!" ucap Kina
Belum sampai mobil David jauh, mobil itu bergerak mundur sampai tepat dimana Kinara berdiri, lalu David membuka kaca mobilnya
"Masuklah, aku antar kau pulang!" ucap David
"Gak usah repot-repot, kina bisa pulang sendiri kok" ucap kina pura-pura menolak.
"Cepet naik!" ucap David setengah meninggi
"Ya udah deh, kalau maksa" jawab Kina yang kemudian masuk kedalam mobil David.
Sungguh senang hati kina karena bisa pulang bersama David, rasanya jantungnya berdebar-debar tak karuan. Sementara dari kejauhan, Adam dan orangnya tengah mengawasi pergerakan Kinara dan Adam pun melaporkan jika Kinara pulang bersama David kepada Bossnya.
Sementara itu,,,
Indah dan Ibra sudah sampai di apartemen mereka, Keduanya masuk dan sesaat mereka duduk di sofa untuk melepas penat
"Mau kemana nda?" tanya Ibra Saat indah beranjak dari tempat duduknya
"Mandi mas, gerah" jawab Indah tanpa melihat Ibra
Seringai nakal Ibra langsung terlihat, ia pun membuntuti Indah yang masuk kedalam kamar mereka.
__ADS_1
"Mas mau ngapain?!" tanya Indah saat ia melihat Ibra mengikutinya masuk kedalam kamar mandi
"Ikut mandilah! apalagi" jawab Ibra
'Ikut mandi' mandi yang Ibra maksud pasti mandi-mandi basahhh, bukan mandi biasa. Indah langsung menolak, dan tidak ingin mandi bersama Ibra
"No! mandinya gantian! atau gak, mas pake kamar mandi dikamar sebelah!" ucap Indah
"Aku mau mandi di situ" ucap Ibra menunjuk kamar mandinya
"Ya udah, silahkan! aku mandi di kamar sebelah saja kalau begitu" ucap indah yang kemudian akan pergi namun di tahan oleh Ibra
"Udah sih, mandi bareng aja disini,,,,! lagian sebentar lagi kina pulang, ayooo masukkkk!!" ucap Ibra yang kemudian mendorong Indah hingga keduanya masuk kedalam kamar mandi. Setelah mereka masuk, Ibra mengunci pintu kamar mandinya.
Dan benar dugaan Indah, mereka bukan hanya sekedar mandi, namun mandi-mandi cinta. Siapa yang tahan jika disuguhkan dengan pemandangan yang begitu menggoda iman. Indah tidak menolak, dan ia ikut hanyut kedalam aktivitas cinta mereka di kamar mandi.
Mobil David sudah sampai di dekat apartemen Ibra, kemudian Kina mengambil tasnya dan akan keluar dari mobil David
"Kamu tinggal di apartemen itu?!" tanya David
"Hah?! apartemen itu?! ahh enggak, aku ngekos di belakang apartemen itu" jawab Kina malah berbohong
"Ouhh,,, kirain tinggal disana" ucap David
"Hehehe,,," kekeh Kina dengan rasa tidak enak
"Makasih ya kak, tumpangannya" ucap Kina
"Iya" jawab David
Kina turun dari mobil David, lalu David menurunkan kaca mobilnya.
Tin
Mobil David melaju meninggalkan Kina yang masih berdiri di tempatnya. Setelah memastikan mobil David tak terlihat lagi, buru-buru kina berjalan kearah lift dan menuju ke apartemen Ibra.
Ting Tung
Klik
Kina sedikit kaget saat yang membuka pintu adalah kakak nya.
"Kak Ibra, Assalamualaikum" ucap Kina yang langsung masuk kedalam
"Wa'alaikumsalam. Darimana saja kamu baru pulang?! diajak pacaran kemana sama David?!" tanya Ibra
"Ehh buseeettttt! kak Ibra kok tau aku pulang sama kak David?! astaga,,, pasti kak Ibra mata-matain aku!" batin Kina
"Ditanya malah ngelamun!! jawab kina!" ucap Ibra
"CK,,! siapa yang pacaran sih?! wong cuma pulang bareng aja!" jawab Kina melengos dan akan kabur ke kamar namun belum selangkah, indah keluar dari kamarnya dengan rambut yang basah.
"Ada apa sih ribut-ribut?" tanya Indah
"Gak papa kak,,, aku ke kamar dulu ya" ucap Kina yang kemudian berlari menuju kamarnya.
"Dasar anak nakal!" ucap Ibra saat melihat adiknya kabur
"Kenapa mas?" tanya Indah menghampiri Ibra
"Kina pulang sama David! pacaran kali mereka!" ucap Ibra yang kemudian duduk di sofa bersama Indah
"Hmmm,,, gitu,,, apa bener mereka pacaran?! bisa gitu secepat itu?!" tanya Indah
"Ya kali aja! atau mungkin lagi PDKT!" jawab Ibra
"Coba nanti aku bicara sama kina baik-baik" ucap Indah dan Ibra mengangguk.
"Wangi bener sih!" ucap Ibra sudah mengendus-endus leher Indah seperti anak kucing
__ADS_1
"Mulai deh, mulai deh mesumnya! ada kina mas! lagian tadi udah kan?!" sungut Indah dan Ibra hanya nyengir kuda
"Nanti malam lagi ya?" ucap Ibra merayu Indah
"Capek,,, udah remuk semua punggungku mas!" jawab Indah
"Nanti dipijitin deh,,," ucap Ibra
"CK! remuk mas remukkkk digempur tiap hari! mana lagi gak pake sarungan!" ucap Indah
"Biar cepet jadi orok nda! eh iya, kamu belum tes kehamilan?" tanya Ibra dan Indah menggeleng
"Udah seminggu lebih, kalau aja udah jadi" ucap Ibra
"Nanti Indah tes sendiri aja mas!" jawab Indah
"Aaahh pokoknya ayo kita tes bareng!" ucap Ibra yang kemudian menarik Indah dan mengajaknya masuk ke kamar mereka. Indah tidak ada pilihan lain selain menuruti keinginan suaminya. Meski kadang menjengkelkan, namun juga kadang menggemaskan.
Kemudian Indah mengambil tes pack yang sempat ia beli beberapa hari lalu.
"Mas temani ya?" ucap Ibra
"Gak mas! aku saja sendiri!" jawab Indah yang dengan cepat masuk kedalam kamar mandi.
Lalu Indah melakukan tes kehamilan sementara Ibra menunggu didepan pintu kamar mandi dengan tidak sabaran.
Tok
Tok
"Belum ya nda?" tanya Ibra
"Belum mas, sebentar lagi" jawab Indah
Tok
Tok
"Nda,,, lama banget sih?!" ucap Ibra
"Sabaaaarrrrrr!" teriak Indah dari dalam
"CK! lama banget!" batin Ibra
Ceklekkkk
Pintu kamar mandi terbuka dan Ibra langsung menyerbu Indah
"Bagaimana?!" tanya Ibra
"Nih" jawab Indah memberikan tespack di tangannya
"Negatif" jawab Indah dan Ibra melihat tespack itu garis satu merah
"Ya sudah gak papa,,, ini tandanya kita harus bekerja lebih keras lagi,,!" ucap Ibra yang kemudian membuang tespack itu kedalam kotak sampah.
"Kenapa Mas Ibra pengen banget Indah hamil?!" tanya Indah penasaran
Deg!
Ibra terdiam dan menatap Indah yang menatapnya dengan penuh tanda tanya besar.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung,,,,,, 🤍