Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Hilang,,,,,


__ADS_3

Indah nampak kebingungan ketika akan turun kebawah dengan membawa koper besarnya. Sungguh tangga itu membuat Indah ngeri dan lebih ditakutkan jika sampai terjadi hal buruk pada kandungannya.


"Duh, gimana ini?! ngeri banget sih!" ucap Indah saat melihat ngeri tangga yang cukup banyak menuju ke bawah, belum lagi di bawah tampak sepi yang biasanya ada mami atau pelayanan di bawah


Ibra yang melihat istrinya kebingungan pun tertawa geli, santai saja dia melihat gerak gerik istrinya yang tampak berfikir keras bagaimana cara turun


"Kesusahan Bu?!" ucap Ibra meledek indah


Lalu Indah menoleh kesal,


"Gak tuh! siapa bilang!" sungut Indah tak mau kalah


Indah turun lebih dulu untuk mencari bantuan, gengsi dong kalau minta bantuan Ibra karena dia sedang kesal. Indah pergi ke dapur dan menemukan bibik yang tengah menyiapkan sarapan mereka


"Bik, tolong turunkan koper saya yang didekat tangga ya" ucap Indah


"Oh,, baik nyonya" jawab bibik yang dengan cepat berlarian menuju ke arah kamar Ibra


"Mau kemana bawa koper?!" tanya mami saat menghampiri indah didapur


"Kesel Indah mi, mas Ibra gak respon apa-apa dari semalem! Indah di diemin dari semalem" jawab indah terlihat kesal


"Hem,,, anak itu!" ucap mami


Bibik tergopoh-gopoh menghampiri indah lagi namun tidak membawa koper besarnya


"Maaf nyonya"


"Loh, mana koperku bik?" tanya indah


"Saya tidak melihat koper nyonya, nyonya taruh dimana ya?" tanya bibik bingung


"Di Deket tangga, ada kok tadi aku taruh disana" ucap Indah yang kemudian berjalan menuju tangga dan dia malah bertemu Ibra yang baru sampai di anak tangga


"Minggir mas!" ucap indah kesal, lagi-lagi mengusir padahal Ibra tidak menghalangi jalannya


"Mau cari apa?!" tanya Ibra


"Koper!" jawab Indah


"Koper mu hilang" jawab Ibra santai


"Hilang?! mana bisa hilang, koper Segede gajah gitu!" jawab Indah sudah menaiki tangga hampir setengah bersama bibik.


"Loh, kok gak ada?" ucap Indah juga bingung kemana kopernya pergi, lalu Indah berjalan lagi menuju ke kamar Ibra dan benar saja koper itu sudah berada didalam, dan dalam keadaan kosong. Semua pakaian Indah kembali tertata rapi didalam lemari.


"Masssss ibraaaaaaa!" Teriak indah kesal sendiri dan bibik hanya menggaruk kepalanya

__ADS_1


Sementara Ibra dengan santainya berjalan menuju ke meja makan


"Kamu itu, seneng banget bikin indah kesal! kenapa gak jujur aja sih?!" ucap mami mencubit lengan Ibra namun tidak berasa


"Biarkan mi, biar dia tau sedang berhadapan dengan siapa! sebentar lagi juga dia akan turun dan marah-marah" jawab Ibra yang kemudian duduk


"Kamu itu beneran gak peka ya! itu indah kayak gitu bisa jadi karena kehamilan nya. Dia jadi sensitif, emosinya gak setabil, mungkin saja anak kalian nanti laki-laki jadi sama keras kepala seperti bapaknya!" sungut mami dan Ibra hanya tersenyum saja.


"Selamat pagi kak, mi,,, ada apa sih ribut-ribut?" tanya Kinara yang baru tiba


"Kakakmu lagi lagi buat kesal kak Indah" jawab mami dan Ibra bersikap biasa saja


"Panggil David, ajak dia sarapan bersama" ucap mami


"Iya mi" jawab Kinara yang kemudian beranjak menuju ke kamar tamu untuk memanggil David


"Ngeselin banget sih!" rutuk Indah namun nadanya terdengar lirih saat sampai di meja makan ada mami dan Ibra


"Duduk ndah" ucap Ibra santai seperti tidak terjadi apa-apa tadi, Lalu Indah duduk dengan wajah masih cemberut


Tak lama kemudian bergabunglah Kinara dan David dimeja makan. Suasana terlihat sedikit tegang, karena Ibra masih memasang wajah datar.


"Ayo semuanya kita makan dulu" ucap mami dan semuanya mulai bergerak untuk mengambil makanan yang ingin mereka makan.


"Mau makan apa mas?" tanya Indah lirih


"Ayam goreng saja sama pakcoy" jawab Ibra, Meski sedang bertengkar, Indah tetap melayani Ibra seperti biasa. Setelah itu indah mengambil makanan untuk mami dan untuk dirinya sendiri. Suasana hening sesaat, ketika semuanya fokus untuk mengisi perut mereka.


"Baiklah, karena semua sudah selesai makan, maka mami akan membuka perbicaraan pagi ini." ucap mami dan semua orang membuka lebar-lebar Indra pendengaran mereka juga pandangan mereka tertuju kepada mami


"Mami ingin membicarakan terkait rencana pernikahan Kinara dan David. Mami sudah putuskan, pernikahan ini akan diadakan besok, tapi sementara hanya akan ada akad nikah saja sembari kalian berdua melengkapi semua dokumen-dokumen untuk menikah secara resmi hukum di negara ini. Jadi David harus mengurus surat perpindahan kewarganegaraan" ucap mami


"Memangnya harus pindah kewarganegaraan mi?" tanya Kinara


"Iya, David harus bertukar posisi dengan kakakmu. Ibra sudah berkewarganegaraan Indonesia setelah menikah dengan kak Indah. Jadi mami minta David bertukaran, karena setelah ini, mami minta David untuk membantu mami mengurus perusahaan" jawab mami tegas


"Baik bu" jawab David


"Dan satu lagi, jangan panggil Ibu, panggil Mami" ucap mami kepada David dan David mengangguk patuh


Indah langsung menoleh kearah Ibra yang sama sekali tidak protes seperti semalam, Indah langsung berfikir apa Ibra sudah setuju dengan rencana ini? jika tidak setuju pasti dia akan menentang, tapi ini Ibra hanya diam. Bisa di pastikan jawabannya sudah berubah. Sementara Kinara dan David belum berani berpaling menatap kearah Ibra.


"Jadi tugas kalian berdua adalah, menyiapkan keperluan untuk besok" perintah mami kepada Kinara dan David


"Iya mi"


"Ya sudah pembicaraan selesai, semuanya boleh bubar" ucap mami

__ADS_1


Lalu Kinara mengajak David meninggalkan meja makan seperti perintah mami, keduanya akan mempersiapkan keperluan untuk akad besok. Sementara dimeja makan masih ada mami, indah dan Ibra


"Mas sudah setuju?!" tanya Indah


"Hem" sahut Ibra


"Kok Hem aja sih?" tanya indah dan mami menahan tawa saja melihat pengantin kawakan itu


"Mami ke kamar dulu ya" ucap mami beranjak dan akan bersiap-siap kerumah sakit . Ibra beranjak juga dan diikuti indah


"Mas kok gak bilang sih ke indah kalau sudah setuju?!" tanya Indah lagi


"Baru tadi pagi" jawab Ibra


"Oohhhh,,,, iihh ganteng banget sih pake baju ini,, " ucap Indah merayu Ibra


"CK! apaan sih?! jangan jawil-jawil" ucap Ibra kegelian saat indah menjawil dagunya beberapa kali


"Ganteng tau kalau baik gini,,," ucap Indah bergelayut manja di lengan suaminya


"Beneran ya, gak bisa menang lawan ibu hamil!" ucap Ibra saat mereka sudah berada didalam kamar


"Hahaha,,,,,! jangan salahkan ibu hamil mas! salah mas sendiri yang bikin indah hamil!" jawab Indah tertawa lepas


"Kamuuuu yaaaahhhh!!!" Ucap Ibra yang langsung menyeruduk Indah dan membuatnya terbaring diatas tempat tidur


"Hahahaha geli mas!! ampun!!! ahahahahaah ngompol nanti!" indah berteriak-teriak kegelian saat Ibra menggelitiknya


Ibra melepaskan Indah dan keduanya terbaring bersama. Namun, sesaat kemudian indah baru teringat jika dia ada janji bersama mami untuk kerumah sakit.


"Mau kemana kamu?!" tanya Ibra saat melihat indah duduk


"Kerumah sakit mas" jawab Indah


"Kerumah sakit?! ngapain?" tanya Ibra


"Menemani mami bertemu dengan papi" jawab Indah


Deg!


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung yahhhhh, lanjut besok heheheeh🤭


Tinggalin jejak kalian dong🤗


__ADS_2