
Ibra dan Indah sudah sampai di kantor, Keduanya pun sudah berada didepan pekerjaan masing-masing. Hari ini akan ada pertemuan Ibra bersama Zack dan juga Dores membahas projects hotel mereka yang akan segera dibangun di California.
"Pagi Ibu Indahhhh" Sapa David saat keluar dari ruangan nya dan akan masuk keruangan Ibra
"Pagi,,,," jawab Indah yang kemudian berdiri dan juga berniat akan masuk keruangan Ibra
"Gimana selama di Turki? asyik gak?" tanya David
"Apaan sih?! aku kesana kan jengukin Kina" Jawab Indah
"Hehe,,,, begitu kah?! hemm sayang sekali,, kenapa gak sekalian honeymoon? apa selama disana tuan hanya mendiami mu seperti biasa??" tanya David curiga.
"Indah,,, kenapa masih disitu?!" ucap Ibra yang tiba-tiba nimbrung, dan lebih mengagetkannya lagi saat Ibra melahap bibir Indah didepan David tanpa rasa malu sedikitpun , seolah ingin menegaskan sesuatu pada keduanya. Tentu saja Indah dan David sama-sama syok saat itu juga, apalagi Indah yang mendapat serangan dadakan.
Tanpa bicara, bahkan Indah belum menjawab apapun, Ibra sudah menggiring Indah untuk masuk kedalam ruangannya. Sementara David masih terpaku, terdiam, syok dengan apa yang baru saja terjadi, didepan mata kepalanya sendiri.
Sesaat David menegang dengan gemuruh hatinya yang sempat memanas, meski tidak sepanas dulu, namun masih ada sisa-sisa perasaan yang masih tertinggal di hatinya. Matanya ternoda bahkan tercemar dengan kemesuman yang di tampilkan boss dan juga istri.
"Gak di depan ku juga kali kalau gituan!! CK!" ucap David kesal sendiri
David menghela nafas kasar dan setelah itu ia melangkah masuk kedalam ruangan Ibra.
"Maaf tuan, mengganggu sebentar. Ini laporan yang anda minta" ucap David saat masuk kedalam.
David melihat Indah berdiri disamping Ibra dengan wajah memerah, ntah karena malu ataupun menahan marah. Sementara wajah Ibra terlihat santai seperti biasa.
"Oke, kau siapkan ruangan rapat dan keperluan nya" ucap Ibra
"Baik tuan, saya permisi" jawab David.
Lalu David segera keluar dari ruangan Ibra untuk menjalankan tugasnya. Sementara Indah sudah menahan kesal dan malu secara bersamaan
"MAS!"
"Hem,,," Sahut Ibra dengan berpura-pura mengecek laporan dari David.
"Apa-apa tadi hah?!" Tanya Indah dengan nada kesal
"Apa?! yang mana?" jawab Ibra dengan santai
Indah merebut laporan di tangan Ibra dan membuangnya di atas meja Ibra dengan kesal
__ADS_1
" Masih pura-pura gak tau?! kenapa mas mencium ku di depan David?!" sarkas Indah
"Oh,, itu,,, memangnya kenapa? kamu marah?" tanya Ibra sok santai
"Jelas aku marah!,,,,,"
"Kenapa?! kamu takut David sakit hati? patah hati? Oh,,, iya,,, kamu pasti berharap bisa bersama David ya?? iya kan?!" ucap Ibra
"Mas keterlaluan banget! gak punya malu?" ucap Indah
"Daripada kamu, sudah jelas punya suami, tapi masih saja dekat dengan pria lain!" Jawab Ibra
Indah tenganga mendengar ucapan Ibra yang seperti orang sedang cemburu.
"Oh! jadi cemburu?!" indah tersenyum sinis
"Aku gak cemburu! aku hanya mengingatkan statusmu sebagai istriku!" ucap Ibra
"Katakan saja kalau cemburu!" Ejek Indah
"Enggak ya enggak!" jawab Ibra
Ibra menarik Indah dan membuatnya terbentur di dada bidangnya. Biasanya Indah langsung menunduk, namun tidak kali ini. Indah memberanikan diri menatap Ibra dengan menantang
"Sudah ku katakan, aku gak cemburu!" sarkas Ibra dengan tatapan tajam menusuk
"C E M B U R U!" Ucap Indah tak kalah tajam menatap Ibra
Tidak ada yang ingin kalah, bahkan indah sudah berani terus menatap Ibra yang juga menatapnya tanpa henti.
Ibra menyaut si ranum itu dan melahapnya dengan kasar. Indah tidak terima dan memukul-mukul dada Ibra semampu dirinya. Tidak ada kata ampun, bahkan tangan kanan Ibra sudah mencengkram simenul dengan penuh penekanan, dan akhirnya Indah menyerah,,,,
"Bagaimana, apa ini sudah cukup untuk menyadarkan mu?" ucap Ibra
Indah tak sanggup lagi untuk bicara, ibra terlalu lihay membuat nya melemah hanya dengan sentuhan nya.
"Lihatlah, bahkan 'DIA' juga sudah sangat basah" ucap Ibra
"Bu,,kan kah, belut itu juga sudah menegang hah?!" ejek indah dengan terbata
"Belut?!" Tangan nakal itu terhenti kala jagung supernya di bilang belut
__ADS_1
"Ya! Belut Jumbo!" ucap Ibra dengan menekan tangannya lagi dan membuat indah menjerit
"Sakittttt mas!" ucap Indah
Ibra melepaskan tangan nakalnya lalu menggendong Indah dan membawanya ke ruang pribadi nya. Baru saja pintu kamar dibuka, pintu ruangan Ibra malah kembali terbuka
"Ibra?!"
Ibra dan Indah Menoleh bersamaan, sontak keduanya kaget ketika melihat Zack dan Dores. Dengan langkah seribu, Ibra membawa Indah masuk kedalam ruang pribadinya dan menutup pintu ruangan pribadi nya. Tak lama kemudian Ibra kembali keluar sementara Indah masih berada didalam, ntah apa yang mereka bicarakan didalam tadi.
"Hey,, hey,,, apa ini hah? ahh ya benar saja?!" ucap Dores saat melihat Ibra keluar dengan penampilan sedikit kusut.
"Tidak perlu di bahas!" Sahut Ibra mengambil dokumen dari atas meja nya
" Tebakanku tak meleset kan?! berikan mobilmu!" ucap Zack
Dengan wajah sedikit kusut, Dores menyerahkan kunci mobilnya kepada Zack sementara Ibra berkerut kening
"Apa maksud nya itu?!" tanya Ibra
"Haha,,, kami berdua taruhan dengan kalian berdua dan mobil sebagai hadiah pemenangnya!" ucap Zack dengan bangga
"CK! Taruhan?!" ucap Ibra
"Ya! kami bertaruh kau akan tertarik pada sekertaris baru mu itu atau tidak, dan aku bisa bertaruh jika kau pasti akan tertarik pada sekertaris mu itu. Kami bisa mendapatkan jawabannya secepat ini rupanya!" jawab Zack
"Beraninya kalian!!" Sungut Ibra
"Eits,, jangan marah! ini kan urusan kami berdua!" Jawab Zack
"Sejak kapan kau bisa bertahan dengan satu wanita?!" tanya Dores
"Aku tidak ingin membahas ini! Kita rapat bukan membahas soal hubunganku dengan Indah!" Jawab Ibra
"Hmm,, baiklah,,, setidaknya temanku bahagia meski aku kehilangan mobilku, " jawab Dores dan Zack terkekeh
Kemudian ketiganya pun keluar dari ruangan Ibra dan berjalan menuju ke ruang rapat. Sementara Indah tengah berbaring diatas tempat tidur dengan pening dikepalainya.
"Lebih baik aku tidur, siapa tau sakit kepalaku sembuh!" ucap Indah yang kemudian mencoba untuk memejamkan matanya.
Bersambung,,,,,,
__ADS_1