Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Terbongkar!!


__ADS_3

Malam Menjelang,,,


Ibra tidak bisa tenang sama sekali, karena ucapan maminya tadi siang yang mengatakan ingin bertemu dengan keluarga Indah. Ibra terus berjalan dan memikirkan rencana lain untuk menghadapi maminya besok. Kemudian Ibra mengambil ponselnya dan kunci mobilnya dan pergi ke apartemen nya tempat mami dan indah menginap malam ini. Sementara Indah dan mami tengah makan malam bersama di tempat itu.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, Ibra sudah sampai di apartemen nya, lalu dia menekan password dan masuk kedalam


"assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam,,, Ibra,,," ucap mami melihat Ibra tiba


"Malam mi,,, indah" sapa Ibra


"Ada apa malam-malam gini ke sini?" tanya mami


"Em,,, Ibra mau ngajak Indah keluar sebentar mi,,," ucap Ibra menatap indah dan sedikit memberikan kode agar dia mau ikut dengannya


"Sebentar kok mi,,, cuma di taman apartemen aja" ucap Ibra


"Bagaimana ndah?" tanya mami


Indah tidak menjawab dan hanya mengangguk pelan


"Ya sudah tapi jangan malam-malam ya" ucap Mami


"Iya mi,, ayo ndah" ucap Ibra


Kemudian Indah pamit dan ikut Ibra turun kebawah. Mami jadi curiga saat Ibra mengajak indah turun kebawah. Diam-diam mami mengikuti keduanya turun kebawah.


Ibra mengajak Indah ke taman apartemen,,, banyak juga orang berlalu lalang dan juga ada yang tengah duduk-duduk di taman itu.


"Ada apa pak?" tanya Indah


"Aku ingin bicarakan soal mamiku yang ingin bertemu dengan keluargamu. Menurutmu bagaimana?" tanya Ibra


"Pak,,, sebaiknya,, kita ungkapkan saja semuanya di depan mami bapak. kita jujur saja pak, saya,,, saya merasa tidak enak jika terus-terusan membohongi mami bapak. Dia orang yang baik pak" ucap indah


"Tidak semudah itu ndah, kita sudah melangkah sejauh ini,,dan mamiku percaya dengan sandiwara kita!! baru kali ini mami bisa yakin jika aku memiliki calon istri" ucap Ibra


"Jika diteruskan, masalahnya akan jadi runyam pak,,, akan semakin jauh. Dan saya yakin jika kita melibatkan kedua orang tua saya, mereka tidak akan mau" jawab Indah


Ibra terdiam sesaat dan menatap kedepan, dia pun dilanda kebingungan memikirkan langkah apa yang akan diambilnya setelah ini. "Maju kena Mundur Kena" semua serba salah.


"Saya benar-benar tidak enak hati jika harus terus berbohong dihadapan mami bapak tentang hubungan ini" ucap Indah


"Oh!! Jadi kalian berdua sudah membohongi mami?!" Sarkas mami keluar dari tempat persembunyiannya


"Mami?!" Ucap Indah dan Ibra bersamaan


"Ya! mami sudah tau semuanya Ibra!! indah!! mami benar-benar kecewa dengan kalian berdua!! mami sudah menyangka dari awal, namun mami menepis semuanya karena mami fikir indah orang yang baik dan tidak akan mungkin mempermainkan mami!! mami kecewa dengan kalian berdua!!" Sarkas mami

__ADS_1


"Mi,,, Ibra bisa menjelaskan semuanya pada mami!" ucap Ibra bangkit


"Tidak!! mami sudah cukup jelas semuanya!!" Sarkas mami yang kemudian pergi meninggalkan Ibra.


"Aaarrgghhh!!" Teriak Ibra dengan penuh emosi


Indah tertegun melihat Ibra yang begitu emosi malam itu, dia juga sedikit takut jika Ibra akan mengamuk. Namun tidak terjadi amukan Ibra, dia pun memilih pergi meninggalkan indah tanpa bicara lagi dengannya. Indah yang bingung harus bagaimana sekarang, apa indah kembali ke apartemen atau lebih baik pulang saja.


Setelah cukup lama berdiri, Indah memutuskan untuk kembali ke apartemen dan mengambil barang-barangnya sebelum pulang. Sementara Ibra memilih pergi ke tempat hiburan untuk meluapkan emosinya


Indah menekan bel apartemen dan berharap mami Ibra mau membuka pintunya


Klik


Pintu terbuka dan indah dapat melihat wajah kecewa pada mami Ibra


"Ibu,,,, saya,,,," ucap indah terpotong karena mami Ibra memilih masuk kedalam, Indah tidak ingin diam, ia pun mengikuti langkah maminya ibra masuk kedalam


"Bu,,, ibu,,, saya,,, minta maaf,, atas ketidakjujuran saya terhadap ibu,,, saya,,,"


"Aku sudah tau, kau pasti disuruh ibra untuk bekerja sama kan?!" Jawab mami Ibra dan Indah refleks mengangguk


Mami Ibra sudah tidak terkejut lagi, karena ini bukan kali pertama Ibra melakukannya.


"Ibu kecewa denganmu, kenapa kau mau diajak kerjasama dengan putraku??" ucap mami Ibra


"Em,,, itu,,, itu karena,,,"


Deg!


Indah mengangguk pelan dan membenarkan tebakan mami Ibra. Indah tidak ingin lagi menutupi semuanya,


"Ternyata kau sama saja dengan wanita lain Indah! ibu kira kau berbeda, tapi ternyata ibu salah!!" ucap mami Ibra


Indah menangis diam-diam, hatinya tergores perih ketika mendengar ucapan mami Ibra yang menyamakan dirinya seperti wanita-wanita bayaran Ibra lainnya. Tapi dia pun tidak bisa berbuat apapun karena memang dia melakukan itu karena ingin mendapatkan hadiah yang dijanjikan Ibra. Indah sama sekali tidak bisa membela dirinya saat itu


"Saya,,, benar-benar minta maaf Bu,,, saya,,," ucap Indah terpotong


"Ibu akan memaafkanmu, tapi dengan satu syarat!" ucap Mami Ibra


"Syarat? syarat apa Bu?" tanya indah


"Kamu harus bekerjasama dengan ibu untuk merubah kebiasaan buruk Ibra!" ucap mami Ibra dengan tegas


Deg!


"Maksud ibu?" tanya Indah


"Ya! kau tau, Ibra itu bagaimana bukan?! ibu ingin Ibra berubah dan meninggalkan hal buruk yang menjadi kebiasaannya! Tidak perlu ibu jelaskan detail denganmu, pasti kau tau sendiri indah!" ucap mami

__ADS_1


Indah dibuat bingung dan merasa terombang ambing malam itu. Bagaimana tidak, kini malah mami Ibra menyuruhnya untuk membantu merubah kebiasaan buruk Ibra. Jelas ini pasti tidak jauh-jauh dari hal-hal yang diharamkan.


"Bagaimana?!" tanya mami Ibra


"Tapi Bu,,, apa yang harus saya lakukan??" tanya indah,


Mami Ibra menjelaskan bagaimana kepribadian putranya, dia pun juga mengatakan kepada indah kebiasaan buruk yang sering Ibra lakukan. Mami Ibra memberi tugas kepada indah untuk selalu mengingatkan , dan menjadi alarm bagi ibra jika dia akan melakukan kebiasaan buruknya. Demi mendapatkan maaf dari mami Ibra, indah akan mencoba semampu dirinya, meski indah tidak berani berjanji untuk bisa merubah Ibra menjadi lebih baik.


Sementara itu,,,,


Ibra tengah duduk didepan bar, dia pun memesan orange jus dan menikmati alunan musik disco yang memecahkan gendang telinga. Ibra terdiam dengan pikiran kacau saat itu. Semua rencananya gagal total karena mami sudah mengetahui semuanya.


"Hallo Tampan,,, sendirian aja?" ucap seorang wanita cantik dengan pakaian kurang bahan menghampiri Ibra dan ingin menggodanya


Ibra tidak bergeming sedikitpun, menoleh pun saja tidak. Karena dia tidak butuh wanita malam itu.


"Tampan,,, mau bersulang?" ucap wanita itu lagi dengan mengangkat gelas berisi alkohol


"Pergilah!!" Sarkas Ibra dengan wajah dingin dan suara datar


Wanita itu kesal karena mendapat penolakan mentah-mentah dari Ibra. Kemudian Wanita itu diam-diam memasukkan sesuatu kedalam minuman Ibra karena Ibra tidak sedikitpun menoleh kearahnya. Setelah itu wanita itu pun pergi meninggalkan Ibra sedikit jauh


"Malam ini,,, kau akan menjadi milikku, tampan,,,," batin wanita itu yang terus memperhatikan Ibra dari jauh.


Ibra mengambil gelasnya dan meminumnya sedikit. Kemudian ia pun kembali meletakkan gelasnya dan kembali melihat orang-orang yang tengah berjoged ria menikmati musik keras itu. Selang beberapa menit, Ibra merasakan panas di sekujur tubuhnya, Ibra merasa ada yang aneh, dan pandangannya mulai kabur.


"Sialll!!" Umpat Ibra ketika setengah asar jika dirinya tengah di racuni.


Lalu Ibra mengeluarkan dompet dan membayar minumannya. Setelah itu dia pun segera keluar dari tempat itu dan akan kembali pulang ke kantornya. Sementara wanita yang sudah meracuni Ibra pun mengikuti langkah Ibra dari belakang.


"Aku bantu ya" ucap wanita itu saat Ibra sempoyongan menuju ke mobilnya


"Pergi!! aku tidak butuh bantuanmu!! kau sudah meracuniku!!" Sarkas Ibra antara sadar dan tidak sadar.


Ibra merasa tidak akan kuat jika menyetir sendiri, Kemudian Ibra memilih untuk meninggalkan mobilnya dan mencari taksi. Kadar obat yang diminumnya memang tidak banyak, namun cukup membuat Ibra sempoyongan.


"Beverly Dago pak" ucap Ibra kepada supir taksi


"Baik tuan" jawab supir taksi


Dengan cepat supir itu pun menjalankan mobilnya menuju apartemen yang di sebutkan oleh Ibra. Sementara wanita yang sudah meracuni Ibra pun bertambah kesal karena keinginannya mendapatkan kakap besar pun gagal.


Taksi yang di tumpangi Ibra pun terus melaju cepat karena malam itu jalanan terasa sangat sepi,,,


.


.


.

__ADS_1


Bersambung,,,,,,


__ADS_2