
Ibrahim sudah sampai di kantor sendirian. Wajahnya Sangat suram, terlihat dia sangat kesal dan menahan amarah. Hal itu terjadi karena Ibra kehilangan tender milyaran dari perusahaan Andi dan semua itu karena ketidakprofesionalan Andi akibat penolakan Indah.
Saat Ibra memasuki kantor, bahkan karyawan pun hanya mampu menunduk dan memberikan salam hormat. Mereka begitu ketakutan saat melihat wajah suram boss mereka.
"Pak Ibra kenapa sih?! kelihatannya suram banget kayak kalah tender!" bisik-bisik karyawan di lobby
"Sepertinya gitu,, tadikan dia pergi sama sekertaris barunya yang cantik itu ketemu klien!" jawab yang lain
Lidya tak sengaja melintas didepan kedua wanita yang tengah bergosip itu.
"Apa maksud kalian bicara seperti tadi?!" tanya Lidya
"Gak ada Bu,,, kami hanya takut melihat pak Ibra suram ketika masuk ke dalam kantor. Tadi tidak seperti itu waktu berangkat bersama sekertaris barunya" jawabnya
"Bisa jadi kalah tender tuh Bu, jadi pak Ibra marah" sahut temannya
"Dasar pembawa sial! pasti ini semua karena wanita itu!" ucap Lidya sekilas dan langsung pergi meninggalkan kedua wanita itu
"Pembawa sial?! maksudnya Bu Lidya sekertaris baru pak Ibra itu pembawa sial?!" Ucap wanita itu
"Hmm bisa jadi"
Tak lama kemudian Indah sampai di kantor, lalu indah berjalan masuk kedalam kantor yang terlihat sedikit sepi, mungkin mereka sudah masuk keruangan masing-masing untuk bekerja.
Sampainya di lantai atas, Indah duduk di kursi kerjanya dan melihat ke ruangan Ibra sejenak. Dia melihat Ibrahim yang suram dengan pandangannya fokus kearah lembaran kertas didepannya
"Indah"
Indah terkejut ketika namanya di panggil
"David,, ngagetin aja!" ucap Indah
"Kamu ngapain lihatin pak Ibra gitu?! kamu suka yahhh?!" ucap David menggoda Indah
"Enggak lah! aku tuh cuma,,, ada sedikit masalah Vid sama pak Ibra" jawab Indah
"Masalah?" ucap David bingung
__ADS_1
Kemudian Indah menceritakan semua kejadian saat meeting tadi. David begitu kaget dan ikut kesal ketika mendengar Indah hampir di lechkan oleh klien Ibra.
"Jadi gitu Vid,,,"
"Ya sudah, aku masuk dulu ya" ucap David
Lalu David masuk keruangan Ibra dengan membawakan laporan dari kantor cabang mereka.
"Tuan, ini laporan yang anda minta sudah saya dapatkan" ucap David
"Hem" Sahut Ibra dingin
"Tuan,,, ada yang ingin saya sampaikan soal Indah dan pak Andi" ucap David
"Kenapa?! apa wanita itu mengadu padamu?!" sarkas Ibra
"Maksud anda tuan? apa anda sudah tau semuanya?!" tanya David
"Jelas aku tau, aku ada disaana!! Andi tiba-tiba membatalkan kontrak kerjasama itu! dan itu semua karena Indah!" sarkas Ibrahim
"Kau tentu tau berapa nilai kerjasama itu bukan?!" Sarkas Ibra
Deg!
Ibra terdiam dan menatap tajam kearah David
"Apa maksudmu??" Sarkas Ibrahim
"Lebih baik anda tanyakan langsung pada Indah" jawab David
"Indah!" panggil Ibrahim
"Iya,, pak Ibra?!" ucap Indah saat tergesa-gesa masuk keruangan Ibrahim
"ada apa pak?" tanya Indah
"Apa benar kau dilechkn oleh Andi?!" Tanya Ibra tanpa basa basi
__ADS_1
Indah mengangguk pelan, saat Ibra bertanya soal itu. Indah yakin jika itu pasti David yang sudah cerita
"Ceritakan semuanya padaku! apa yang dia lakukan padamu!!" Sarkas Ibrahim
"Tadi,,, saat saya ke toilet, Pak Andi tiba-tiba menarik saya sampai ke belakang gedung resto itu pak. Dia menyuruh saya untuk keluar dari perusahaan ini dan menikah dengannya. Jelas saya menolak karena saya tidak mencintai dia. Kemudian dia kesal dan mendorong bahu saya sampai membentur tembok. Dia,, dia berusaha untuk melechkn saya namun saya berontak! saat saya ada kesempatan saya menendang burung pak Andi hingga dia kesakitan. Sebelum saya pergi, pak Andi mengancam saya, dia akan membatalkan kontrak kerjasama dengan bapak jika saya menolaknya. Saya tetap menolaknya dan akhirnya,, dia memutuskan kontrak kerjasama nya" jawab Indah
Ibrahim menggenggam erat tangannya. Kemarahannya sudah sampai ubun-ubun. Bahkan kliennya yang bersikap tidak baik pada karyawannya. Wajah Ibra semakin memerah, membuat nya seperti akan menelan orang hidup-hidup.
"Kenapa kau tidak bilang padaku sejak awal hah??" Sarkas Ibra
"Bapak yang tidak memberikan kesempatan kepada saya untuk bicara" jawab Indah
"Kau kembali ke tempatmu!" ucap Ibrahim
"Baik Pak" Jawab Indah
Kemudian Indah pamit kembali ke meja kerjanya, sementara Ibra masih bersama David diruangan nya
"Kau suruh orang kita untuk memberi pelajaran kepada Andi!! beraninya dia melakukan itu kepada pegawai ku!!" Ucap Ibrahim kepada David
"Baik tuan" jawab David
"Buat Andi meminta maaf kepada Indah atas perbuatan nya!" Perintah Ibra
"Baik tuan, saya permisi" ucap David yang kemudian pergi dari ruangan Ibrahim
"Aku merasa tidak enak karena sempat menyalahkan indah,," batin Ibra
"Jika aku minta maaf,,, nanti dia besar kepala lagi!!" Batin Ibra lagi
Sementara itu, David menyuruh orang-orang Ibrahim untuk memberikan pelajaran kepada Andi.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung,,,,,