Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Merebut Hati


__ADS_3

"Kina,,,,"


"Iya kak?!"


"Aku ingin bicara,,,"


David menatap lekad kearah Kinara, Kinara pun tak berpaling sedikitpun kearah lain dan terus menatap David yang sepertinya akan bicara sangat serius padanya. Jangan di tanya bagaimana kondisi jantung keduanya kini, tentu sudah seperti konser musik yang sangat riuh sekali.


"Bicara saja kak,,, kenapa harus izin dulu kayak anak SD aja minta izin bicara pada gurunya" kekeh Kinara berusaha mencarikan hawa panas yang mulai terasa didalam mobil itu, padahal AC nya tidak mati ataupun rusak, namun terasa begitu panas


"Mau jadi istri ku?!" ucap David tanpa basa basi, semua kata-kata indah yang tersusun di otak nya tiba-tiba luluh lanta, tak teringat sedikitpun. Terlihat David begitu susah menelan salivahnya karena Kinara hanya diam saja menatapnya


Indra pendengaran Kinara belum rusak, dia juga tidak sedang tidur saat itu, namun semuanya terdengar seperti khayalan


"Kak David becanda ya?!" tanya Kinara meyakinkan dirinya jika yang didengarnya itu tidak salah


"Serius" jawab David


Deg!


Kinara tersadar, pendengarannya memang benar, David mengatakan itu


"Istri?!"


"Iya,,, jadi istriku" ucap David mengulang


"Kak David lamar kina?!" tanya Kinara lagi


David menegang kedua tangan Kinara dan menggenggam nya lembut, tatapan sayu meneduhkan seolah membuat Kinara terpaku ditempatnya


"Maukah kamu menjadi ibu dari anak-anakku? hidup bersama denganku, berbagi kasur dan selimut bersama, melewati kehidupan suka dan duka bersama? aku tau mungkin ini terlalu cepat, dan aku mungkin tidak termasuk dalam kriteria pria yang kamu idamkan, aku juga tidak memiliki harta yang berlimpah seperti keluargamu, tapi aku memiliki kejujuran, dan cinta yang tulus untukmu. Kinara,,,, mau kah kamu menerima lamaranku?" tanya David dengan penuh harap


Speech less, Kinara benar-benar speech less sekarang. Bukan ngajak jadian tapi justru David langsung melamarnya.


"Tapi,, Kinara masih kuliah kak,,Mami dan kak Ibra tidak akan memberikan izin menikah jika aku belum menyelesaikan studi kina" jawab Kinara


"Aku tidak keberatan untuk menunggu, jika kamu mau " ucap David


"Tapi,,, apa kamu mau dengan pria yang usianya tentu terpaut jauh dari usiamu?" tanya David


"Kina gak masalah, yang penting saling sayang dan setia" jawab Kinara


"Jadi,,,?" tanya David ngeri-ngeri sedap jika lamarannya di tolak tentu dia akan sangat malu, bukan hanya malu tapi juga akan patah hati.


"Kina mau,," jawab Kinara malu-malu


"Mau apa kina? yang jelas" ucap David takut kegeeran jika lamarannya di terima


"Kina mau jadi istri kak David, tapi nanti setelah kina lulus kuliah " jawab Kinara


Diraihnya kedua tangan Kinara dan dikecupnya perlahan


"Terimakasih Kinara" ucap David saat menatap Kinara dengan penuh cinta. Kinara tersenyum dan mengangguk malu.

__ADS_1


"Boleh peluk?" tanya David dan diangguki Kinara


Tidak membutuhkan waktu lama, David menarik Kinara dan memeluknya begitu erat. Dihirupnya aroma wangi gadis pujaan hatinya dalam-dalam, karena setelah malam ini keduanya harus terpisah dengan jarak dan waktu dan berjuang untuk saling setia dan percaya.


Cukup lama keduanya berpelukan, kemudian David melepas pelukannya dan membuang nafas kasar sesaat


"Fuuhhhh!! lega!" ucap David dan Kinara terkekeh


"Kita pulang kerumah kakak ya" ucap David


"Iya" jawab Kinara, Lalu David menjalankan mobilnya menuju rumah keluarga David.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, mobil David sudah sampai di depan rumah, lalu keduanya turun. Sebelum masuk Kinara mengambil boneka hello Kitty yang dibelinya untuk keponakan David. Dipertengahan jalan Kinara meminta David memberhentikan mobilnya di salah satu toko kue, dan Kinara membelikan kue untuk keluarga David yang lainnya.


"Assalamualaikum" ucap David saat masuk kedalam rumah


"Wa'alaikumsalam" jawab Ibu Kinar yang tengah menyapu


"Kinara,,, David,,,masuk masuk" ucap ibu yang menyegerakan pekerjaannya dan meletakkan sapu. Setelah itu ibu mencuci tangannya


"Gimana kabar ibu?" tanya Kinara


"Alhamdulillah sudah membaik. Kamu gimana?" tanya ibu


"Alhamdulillah baik Bu. Kok sepi Bu? yang lain kemana?" tanya Kinara


"Ada,, Mba Lisa lagi ngajarin Lia sana Radit ngaji di kamar. kalau Bagas belum pulang katanya ada kerja kelompok. Sebentar ibu panggilkan" jawab Ibu, Lalu Ibu Kinar memanggil Lisa, Aulia dan juga Radit di kamar mereka.


"Tante cantikkkkkkkk" teriak Aulia yang kemudian berlari menghampiri Kinara


"Bagaimana kabarmu?" tanya Kinara


"Baik, Tante cantik?" tanya Aulia


"Baik juga. Oh iya, Tante punya hadiah untuk Lia" ucap Kinara saat melepas pelukan Aulia dan mengambil Hadian untuknya


"Wooowwww bonekaaaaa! Lia sukaaaa Tante, makasihhh " ucap Aulia yang langsung memeluk boneka besarnya. Dan semua orang tersenyum melihatnya.


"Oh iya, ini tadi kami mampir ke toko kue,, ini buat ibu, mba Lisa dan Radit" ucap Kinara menyodorkan paperbag berisi beraneka ragam kue basah dan kering.


"Kamu repot-repot sekali nak,,, terima kasih ya" ucap ibu Kinar


"Gak repot kok Bu,,, emm,, sekalian kina mau pamit,, besok kina kembali ke Turki, mungkin lama lagi kita baru bisa ketemu" ucap Kinara


"Tante, Turki itu dimana?" tanya Lia dengan raut wajah mendung. Bulir-bulir Dimata bulat itu pun sudah hampir tumpah, bahkan Lia menjatuhkan bonekanya dan memilih menatap Kinara.


"Turki itu,,, suatu negara di belahan bumi yang lain" jawab Kinara


"Tante gak boleh pergi,,," ucap Aulia dengan sudah menangis


"Lia,,,, Rumah Tante kina ada disana, disana ada maminya. Dan Tante Kinara harus sekolah, kalau gak sekolah nanti di marah sama ibu guru. Lia gak boleh gitu" ucap David


"Tapi Lia mau main sama Tante kina" jawab Lia terisak di pelukan Kinara

__ADS_1


"Insyaallah kalau ada waktu dan kesempatan lagi, kita bakal ketemu lagi. Lia jangan sedih ya,, kan bisa telfon Tante kalau Lia kangen" ucap Kinara mengusap air mata Aulia


Aulia mengerti dan mengangguk, lalu memeluk Kinara lagi.


"Dia pandai sekali merebut hati orang lain" batin ibu kinar


"Jadi besok jam berapa berangkat nak?" tanya ibu Kinar


"Pagi Bu jam 6" jawab Kinara


"Kami tidak bisa bisa memberikan apa-apa, hanya doa, semoga kamu selamat sampai dirumah tanpa kekurangan suatu apapun dan semoga Allah selalu melindungi mu" ucap ibu


"Aamiin,,, terima kasih doanya Bu, itu sudah lebih dari cukup untuk kina" jawab Kinara.


Obrolan terus berlanjut, hingga waktu sudah malam, setelah makan malam bersama keluarga David, kina pun pamit pulang dan diantar oleh kekasih barunya. Sebelum pulang ke apartemen, David memberhentikan laju mobilnya di sebuah toko pusat oleh-oleh di kota itu, lalu Kinara berburu makanan, meski tidak banyak namun cukup untuk mami, dan teman-temannya.


Sampainya di parkiran apartemen Ibra


"Kina,,,"


"Iya kak?"


"Besok kak David antar ke bandara ya" ucap David


"Boleh saja, tapi pasti besok kak Ibra dan kak Indah juga mengantar kina kesana" jawab Kinara


"Emm,, begitu,,," sahut David.


"Kalau masih ragu gak papa, gak perlu anter kina kak" ucap Kinara


"Hem,,,"


"Kina turun ya" ucap Kinara yang akan turun namun ditahan oleh David. Kina menoleh lagi dan ditarik David kedalam pelukannya.


"Kita akan lama lagi baru bertemu" ucap David dan Kinara tersenyum


"Siapa yang pertama kali mengatakan rindu setelah ini? kina atau kak David yaa?" ucap Kinara


"Mungkin kamu" jawab David


"Kak David pasti!" sungut Kinara


Kemudian David melepaskan pelukannya dan menatap lekad mata bening kinara. Mata bening itu terlihat begitu memikat, seperti magnet yang menarik siapa saja yang menatap. Ruang sempit itu mendadak panas, dan hembusan nafas hangat sudah semakin menerpa wajah Kinara. Kinara berasa ngap ngapan kayak ikan naik kedaratan gak dikasih air.


Fokus David bukan lagi pada mata bening itu, kini beralih pada dua benda tipis berwarna pink yang selalu ngajakin ribut setiap hari. Belum sampai pada tujuannya, David berbelok arah dan hanya mendaratkan bibirnya di kening Kinara. Sungguh gemuruh hatinya sudah hampir meledak saat itu.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung,,,,,,


__ADS_2