
"INDAH!"
Lamunan Indah buyar saat mendengar suara tinggi Ibra memanggil namanya
"Astagfirullah,,,,, itu bos bule, seneng banget manggil aku pake teriakan gitu!!" Batin Indah dengan menutup kedua telinganya yang serasa ingin pecah
"Iyaaa pak Bosss!! sebentar!!" jawab indah yang kemudian berjalan cepat menuju keruangan Ibra.
Ceklekkkk
"Ada apa pak?!" tanya Indah yang sudah berdiri didepan meja kerja Ibra
"Duduk!" perintah Ibra
Tidak menunggu perintah dua kali, indah duduk di kursi tepat didepan Ibra. Terlihat Ibra sedikit bingung ingin memulai bicara darimana kepada Indah. Sementara indah sedikit bingung karena boss nya kini malah diam seribu bahasa dan hanya menatapnya sembari terlihat berfikir
"Ada apa pak?" tanya indah lagi
Ibra masih diam, dengan fikirannya. Sementara indah yang semakin penasaran kenapa di panggil pun namun tidak ada pembicaraan apapun dan malah melihat dirinya.
"Apa ada yang salah dari aku?!" ucap Indah melihat dirinya apa ada yang aneh sehingga Ibra terus menatapnya begitu. Pikiran Indah langsung jauh ke awang-awang, dia berfikir bahwa Ibra tengah berfikir mesum terhadap dirinya. melihat gelagat Ibra yang terus menatap indah dari kepala hingga pinggangnya diposisi duduk. Dengan cepat Indah menyilangkan kedua tangannya didepan dada dengan sedikit memiringkan badannya
"Apa yang kau lakukan?!" ucap Ibra tersadar dari lamunannya
"Bapak yang kenapa?! kenapa menatap saya begitu?! bapak,,, pasti mikir mesum ya!!" Ucap Indah terus terang
"Enak saja!! kau pikir aku tertarik dengan badan kerempengmu itu?!" ejek Ibra
"Kerempeng?!" Indah begitu syok saat Ibra mengatakan jika badannya kerempeng. Padahal tinggi indah 160 cm dengan BB 53kg, masih termasuk ideal. Belum lagi sebagai wanita dewasa tentu bentuk tubuh indah juga terlihat sangat pas dibagian sana sini.
"Ya! apa yang kau banggakan dengan badan kerempengmu itu!! sudah, tidak perlu berdebat. Ada hal yang ingin aku bicarakan padamu!" ucap Ibra
Indah sedikit kesal, namun dia juga malas jika harus terus berdebat dengan boss mesumnya itu.
"Ada apa pak?!" tanya Indah sedikit menggerutu
"Aku punya tawaran yang menarik buat kamu!" ucap Ibra dengan wajah seriusnya
"Tawaran menarik? maksud bapak?!" tanya Indah
"Kamu bisa memilih uang, rumah, mobil, atau liburan ke luar negeri terserah apa yang kamu mau" ucap Ibra
"Apa???! serius pak?!" Ucap Indah tenganga mendengar hadiah yang di janjikan Ibra padanya
"Ya, aku serius! tapi ada syaratnya!" ucap Ibra
__ADS_1
Indah langsung mengatupkan kedua bibir sedikit tebalnya dengan wajah suram. Pikirannya kembali pada hal keburukan yang pernah dilihat indah pertama kali bekerja di tempat itu
"Kalau untuk memuaskan bapak, maaf saya tidak mau!! lebih baik bapak cari saja wanita lain diluar sana!!" jawab Indah langsung tanpa basa basi
Ibra berkerut kening mendengar ucapan tegas Indah. Padahal Ibra belum mengatakan apa kelanjutan dari tawarannya
"Siapa yang memintamu untuk memuaskanku hah?! atau, jangan-jangan kamu memang ingin tidur bersamaku?!" ucap Ibra malah meledek Indah
"Astagfirullah!!! dasarnya mesum emang mesum ya pak!! tebakan saya memang benar! pak Ibra menawarkan itu semua hanya ingin mengajak saya tidur bersama!! jangan berharap sama mau! meski bapak kasih saya gunung-gunung emas, saya tidak akan mau!!" Ucap Indah yang kemudian akan beranjak pergi. Namun dengan cepat Ibra berdiri dan menahan lengan Indah
"Tunggu Indah!" ucap Ibra
"Ada apa lagi sih pak?! lepaskan lengan saya!!" Sarkas Indah kesal
"Tunggu! dengarkan aku!! aku bukan ingin mengajakmu tidur bersama! tapi ada tugas lain yang harus kamu selesaikan untuk mendapatkan hadiah yang saya tawarkan!" Ucap Ibra
"Apa?! jangan muter-muter kayak komedi putar pak!" sarkas Indah kemudian menghempaskan tangan Ibra yang mencengkram lengannya hingga terlepas
"Lusa Mama ku ke Indonesia. Aku ingin kau berpura-pura menjadi calon istriku!" ucap Ibra
Deg!
"Apaa?!"ucap Indah kaget
"Kamu itu terlalu parno, jadi korban Novel !! kita cukup berpura-pura sampai mama ku kembali ke Turki! mungkin di Indonesia hanya 3 hari dan setelah itu dia akan pulang!" ucap Ibra
Indah terdiam, dia masih bimbang apa harus menerima tawaran Ibra atau tidak. Tapi kapan lagi dia akan mendapatkan jecpot besar seperti itu.
"Saya pikir-pikir dulu deh pak?" ucap Indah
"Ya! aku tunggu jawaban mu malam ini. Karena besok sudah harus persiapan untuk lebih meyakinkan mamaku!" ucap Ibra
"Tapi,,, gak ada acara pegang-pegang, sentuh menyentuh, atau selebihnya kan pak?" tanya Indah
"Tidak! tapi aktingnya harus bagus dan meyakinkan mamaku!" ucap Ibra
"Emm,,, saya fikir dulu ya pak,," ucap Indah
Setelah perdebatan dan perbincangan mereka , indah pun kembali ke meja kerjanya. dia berfikir keras dengan tawaran yang Ibra berikan. Namun indah khawatir jika dirinya tidak bisa meyakinkan mama Ibra, apalagi kata Ibra ibunya sangat pemilih dan perfact dalam segala hal, Indah menatap dirinya yang sangat jauh dari kata itu. Jangankan perfact, tampilan Indah saja tidak sangat berkelas dibandingkan dengan Stella yang sempat menyambangi kantor Ibra.
"Kalau aku terima terus mama pak Ibra gak percaya, bisa-bisa pak Ibra akan marah padaku, terus aku di pecat! aduhhh tambah bahaya itu!" batin indah berfikir keras
"Tapi,,, hadiahnya lumayan kalau aku bisa meyakinkan mama pak Ibra, aku bisa minta duit untuk renovasi dapur rumah yang hampir roboh, bisa nambahin modal usaha ayah dan ibu dan aku,, bisa pakai untuk beli motor. Setidaknya aku gak akan naik angkot lagi pergi ke kantor. Tapi,,, aku takut kalau mamanya pak Ibra gak yakin!" ucap Indah sendiri.
Lama indah berfikir sampai tidak sadar David keluar dari ruangan Ibra.
__ADS_1
Braakkk
Gebrakan meja yang dilakukan David membuyarkan lamunan Indah
"Heh! dari tadi ngelamun aja kamu!!" ucap David mengagetkan
"Astagfirullah!! bikin kaget aja deh!!" Sarkas Indah hampir jantungan
"Lagian kamu ngelamun aja dari tadi. Aku lewat masuk keruangan pak Ibra kamu ngelamun, sampai aku keluar pun masih ngelamun!! ada apa sih?!" tanya David
"Gak papa,,, lagi banyak fikiran aja" jawab Indah
"Emm gitu,,,, Oh iya, Lusa keluarga tuan akan ke Indonesia, tolong kamu bereskan apartemen tuan sebelum mereka sampai" ucap David
"Apartemen?!" tanya Indah
"Iya, nanti kamu bisa ajak Nova untuk berbelanja keperluan mereka selama tinggal di apartemen itu. karena biasanya tuan akan menginap di kantor jika keluarganya ke Indonesia" ucap David
"Ohh gitu,,,,"
"Oh iya satu lagi, nanti jam makan siang aku dan tuan akan pergi meeting, tolong kamu bereskan privat room tuan ya. Mungkin malam ini kami akan lembur juga" ucap David lagi
"Oke" ucap Indah
Kemudian David pergi meninggalkan indah, sementara indah mengingat kembali apa yang harus di kerjakan nya. Tak lupa Indah juga masih kepikiran dengan tawaran yang Ibra berikan.
Ibra dan David sudah pergi meninggalkan indah sendiri di lantai atas. Sesuai instruksi David dari Ibra, Indah masuk keruangan pribadi Ibra untuk membereskan kamar pribadinya karena malam ini Ibra akan menginap di kantor itu. Indah tenganga ketika melihat kamar itu ternyata begitu luas, tertata rapi dan disana terdapat foto berukuran kecil dan terlihat Ada Ibra, seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik, juga seorang gadis cantik yang bisa dipastikan jika itu adalah adik Ibra karena begitu mirip. Indah tersenyum, kemudian segera menjalankan tugasnya
"Pasti kamar ini sering di pakai pak Ibra bersama Wanita-wanitanya!" ucap Indah bergidik sendiri jika membayangkan sejauh itu.
Dengan cepat Indah mengganti sprei dan juga sarung bantal dan guling. Lalu memasukkan kedalam keranjang baju kotor. Setelah itu Indah menyapu, mengepel, dan membersihkan tempat itu sebersih mungkin. Kemudian Indah membuka lemari pakaian dan terlihat disana banyak pakaian Ibra yang tersusun rapi. Indah hanya mengecek saja jika ada yang kurang rapi menurutnya. Setelah itu, indah membuka sisi lain dari lemari itu, dan indah melihat beberapa lembar pakaian wanita tergantung disana
"Dih! ini pasti pakaian wanita-wanita itu!" ucap Indah bergidik lagi.
"Astagfirullah,,,,!! kamar ini benar-benar tepat pak Ibra berbuat maksiat!! Mudah-mudahan dia segera tobat!! aamiin!" ucap Indah yang kemudian menutup kembali lemari pakaian itu.
Setelah memastikan semuanya beres, Indah membawa keranjang baju kotor itu untuk dibawa ke Loudry.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,
__ADS_1