Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Layanan Full Servis


__ADS_3

Begitu kamar terkunci, Ibra langsung menangkap Indah yang tengah melepas hijabnya. Indah hanya tersenyum melihat kelakuan Ibra yang terus saja menggodanya. Sebenarnya tidak perlu di goda tentu Indah pasti tergoda. Tapi justru itu tidak akan seru menurut Ibra.


"Sabar mas,, Dilepas dulu ini,,, nanti kena jarum" ucap Indah


"Iya iya,, mas tunggu...Mas bener-bener kangen sama kamu. Rasanya rindu mas ini udah sesek!" ucap Ibra yang sudah mulai mengendus-endus saat tak ada lagi penghalang


Indah sudah berbalik dan kini berhadapan dengan singa yang tengah kelaparan. Tatapannya saja sudah sangat berbeda dengan beberapa menit lalu saat mereka berada di ruang tamu. Kobaran api asmara sudah tercetak jelas disana.


"Indah juga rindu,, sangat rindu,,, apalagi mas gak bisa dihubungi, indah sangat cemas" ucap indah sembari melepas satu persatu kancing kemeja suaminya


"Maaf,, papi menutup semua akses, papi sudah mempersiapkan ini semua dengan sangat matang. Jadi mas tidak bisa menghubungi siapapun" jawab Ibra yang kemudian menuntun Indah perlahan menuju ke tempat tidur mereka.


"Cantik,,,,"


Kata terakhir yang mampu terdengar saat itu sebelum berubah jadi ucapan-ucapan absurd yang semakin membakar jiwa. Jangan tanya itu apa, pasti semua sudah tau ya, apalagi yang sudah menikah, jelas sangat tau,🤭


"Suamimu tercinta ini akan membawamu jalan-jalan ke awan, dengan layanan full servis spesial untuk Ibu Indah,,,"


"He',,em,,,"


"Kalau suka luapkan Bu,,,, gak ada yang akan denger kok kecuali suamimu ini. Kalau kurang, nanti di tambah, biar makin berasa"


"Udah diem!! cepetan mas!!"


"Wahh,,, ibu indah sudah gak sabaran nih? mau hidangan utama ya Bu?"


"Cepet iihhh!! jangan main-main!!"


"Baiklah,,, siap-siap ya Bu, kita berangkat sekarang,,!"


Kamar berukuran besar itu tertutup dan tidak terdengar apapun dari luar. Senyap, sepi seperti tidak ada yang terjadi didalam sana. Padahal didalam sedang ada pertempuran sengit, adu kekuatan demi meraih kenikmatan.


Bukan pengantin baru, bukan juga pemain baru. Jadi sudah dapat dipastikan, pertempuran akan semakin seru, mungkin setelah nya nanti kamar itu akan banjir keringat bukan banjir darah. Layanannya benar-benar full servis, tidak ada bagian-bagian yang tertinggal sedikitpun.


Tidak cukup sekali pertempuran, istirahat sebentar, lanjut ke pertempuran kedua. Tapi jelas dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, mereka harus tetap dalam batas wajar karena bagaimanapun keduanya harus menjaga si buah hati yang masih berada didalam perut ibunya.


Sementara di kamar besar itu terus terjadi pertempuran, berbeda di tempat lain yang masih dalam mode ketegangan antara tiga belah pihak, David, Kinara dan Roy. Namun David memilih untuk masuk kedalam kamar, sementara Kinara tidak bisa pergi karena Roy belum juga pulang. Sepertinya ada ketertarikan Roy terhadap Kinara. Mau mengusir, itu gak mungkin. Kina hanya berdoa supaya ada penolong dirinya agar bisa pergi dari tempat itu


"Kina udah selesai kuliah?" tanya Roy


"Belum kak, masih nyusun" jawab kina


"Ohh gitu,, sebentar lagi yah berarti kalau udah nyusun. Nanti setelah lulus kina bisa loh bantuin mami mengelola perusahaan papi kina" ucap Roy


"Ya,, kina harus banyak belajar dari kak Ibra" jawab Kina


"Kina,, apa kina ada keinginan untuk, maksud kak Roy,, keinginan papi dan mami kina kembali bersatu?" tanya Roy serius


"Keinginan itu ada kak, tapi,, semua kembali lagi sama mami dan papi. Kina bisa apa kalau mereka memang tidak mau bersatu lagi" jawab kina


"Tapi, kamu kan belum mencobanya lagi, setelah kejadian ini aku yakin semua bisa membaik. Tapi,,, aku tidak yakin dengan mami mu"


"Ntah lah, kina belum kepikiran soal itu kak" ucap Kinara


"Roy, kamu sudah makan?" tanya Mami yang kemudian keluar lagi menghampiri Kinara dan Roy

__ADS_1


"Belum sempat nyonya, karena tadi pagi kami langsung bergerak ke kantor bersama tuan Ibra" jawab Roy


"Ya sudah ayo makan di dalam. Dimana David, ?"


"Tadi kekamar mi, mungkin dia istirahat. Coba kina panggil ya" ucap Kinara


"Ohh iya,, kami tunggu di meja makan ya" ucap mami


Lalu Kinara berjalan menuju ke kamar tamu, sementara mami dan Roy ke dalam menuju ke meja makan.


Tok


Tok


"Masuk"


Kinara membuka pintu kamar tamu dan melihat David yang sudah berganti pakaian biasa tengah duduk di sofa dengan membaca buku. Ntah buku itu benar-benar dibaca atau tidak. Haha,,,,


Kemudian Kinara menghampiri David dan duduk di sebelah. Tak lupa Kinara tadi sudah menutup pintu


"Kak, disuruh mami makan" ucap Kinara


"Hem"


"Kok Hem aja sih jawabnya??"


David diam saja dengan masih menatap bukunya.


"Kak,, ayo,, itu mami ngajakin makan bareng" ucap Kinara


"Kenapa sih cuekin aku gitu?!"


"Gak, biasa aja"


"Tapi mukanya gak biasa! merengut gitu!"


"Gak ah! biasa aja. Udah sana kalau mau makan. Aku belum lapar" David masih tidak bergeser sedikit pun.


Kirana kesal kemudian menarik paksa buku David dan menutupnya.


"Kenapa sih kayak gitu?! ada masalah apa?! kenapa kina dicuekin?! " tanya Kinara meninggi, gak sadar dia kalau David lagi mode cemburu


"Gak ada! udah deh jangan ribut. Nanti mami Dateng kesini kalau kamu ribut-ribut gitu!" jawab David


"Biarin! biarin mami kesini! kak David tuh gak kayak biasa! ngeselin tau gak kalau kayak gini!"


David tidak menjawab, dia memilih untuk beranjak ke lemari dan mengambil tasnya.


"Mau kemana lagi hah?! mau pulang?! mau lari dari masalah?!" tanya Kinara meledak-ledak


Kinara benar-benar tidak peka jika David sedang cemburu. Kedewasaan Kinara belum sampai pada batasannya, sementara David yang malas ribut, malah tidak mau menjelaskannya


"Pulang! ngapain disini lama-lama, udah selesai juga kerjaannya. Tuh sana urusin Roy!" sungut David akhirnya keceplosan bicara


"Urusin Roy?!"

__ADS_1


Deg!


Otak Kinara baru nyambung, saat itu kekasihnya dan calon suaminya itu tengah di landa cemburu. Kinara malah jadi begitu senang ketika sudah menyadari itu. Diraihnya koper David dan dimasukkan lagi kedalam lemari


"Apaan sih?!"


Kinara tak menjawab dan langsung menarik David untuk duduk di tepian tempat tidur nya


"Kalau cemburu itu bilang kak!"


"Baru sadar?! dari tadi kemana?!" jawab David ketus


"Kina gak akan tau kalau gak di kasih tau" jawab kina


"Gak peka banget jadi cewek"


"Hehe,,, maaf,,,"


"Ada yang baru, terus aku dilupain gitu aja!"


"Bukan gitu kak,,, iihhh gemesin banget sih kalau cemburu gitu" ucap Kinara mencolek pipi David gemas


"Jangan pegang-pegang!" sungut David


"Sensitif banget sih kak? colek dikit aja marah"


"Gak usah colek-colek! memangnya aku sabun colek!"


"Udah dong kak ngambek nya,,, kina gak enak juga lah kalau tadi tiba-tiba pergi ninggalin dia, kan dia tamu dirumah ini"


"Tapi ya gak kayak gitu juga! cuma asik ngobrol berdua, aku apaan?! patung?!"


"Maaf ya,,,"


"Dari cara dia natap kamu aja kelihat beda! dia itu suka sama kamu! kamu itu ngerti gak sih?!" ucap David kesal pada Kinara


"Gak tau" jawab kina begitu polos


"Makanya kamu itu,,,,,"


Tidak bisa di lanjutkan pemirsa, karena Kinara sudah menutup mulut David yang akan bicara lagi dengan begitu cepat. David membulat saja ketika bibirnya sudah di samber dan di bungkam nya.


Hening,,,,,,,


.


.


.


.


.


To Be Continue 🤗😍

__ADS_1


__ADS_2