Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Ga' bisa tidur


__ADS_3

Malam menjelang,,,,


Terlihat Ibra begitu gusar didalam kamarnya. Ingin tidur tapi matanya sangat sulit terpejam. Pikirannya yang tidak bisa tenang selalu memikirkan Indah yang kini harus menginap dirumah orang tuanya sementara Ibra berada di apartemen bersama adiknya. Berasa kurang nyaman jika tidur tidak ada Indah di sampingnya.


Sementara itu,,,


Kondisi bumil Indah juga tak jauh berbeda dengan Ibra yang tidak bisa tidur. Sudah mencoba dengan berbagai posisi namun tidak bisa memberikan kenyamanan saat akan tidur. Rasanya ada yang kurang, meski Indah sudah memeluk guling di sampingnya. Yang diinginkan guling bernyawa namun jauh disana.


Ibra melirik jam di dinding sudah menunjukkan pukul 23.00, antara ingin tapi ragu, Ibra mengirimkan pesan kepada Indah padahal sebelumnya mereka sudah sempat berbincang melalui Sambungan telfon.


My Wife


Assalamualaikum yang, udah tidur?


Indah yang tidak bisa tidur pun mendengar bunyi suara pesan pada ponselnya, lalu Indah melihat pesan yang dikirimkan Ibra.


"Mas Ibra belum tidur?" batin Indah yang kemudian mengetik pesan balasan


Suamiku


Wa'alaikumsalam mas, Indah gak bisa tidur mas. Mas Ibra kok belum tidur juga?


Ibra yang tengah berbaring pun langsung duduk ketika mendapat balasan dari Indah


"Indah juga belum tidur?!" ucap Ibra yang kemudian menghubungi Indah dengan VC. Indah pun terbangun dan mengangkat panggilan VC suaminya.


"Assalamualaikum" ucap Ibra dengan senyum manis


"Wa'alaikumsalam mas" jawab Indah dengan membalas senyuman manis Ibra


"Kangen yang" ucap Ibra saat menatap senyum Indah


"Sama mas,," ucap Indah malu-malu


"Tapi sayang, kalau dideketin malah dimusuhin" ucap Ibra dengan setengah terkekeh


"Bukan Indah yang ingin mas,,," jawab Indah sendu


"Iya,, mas ngerti,,," ucap Ibra


"Mas besok aku ke kantor yaaa" ucap Indah


"Gak! besok dirumah saja. Dokter udah bilang kan, kamu harus bedrest 2 Minggu kedepan. Biar kerjaan kamu di handle Kina " ucap Ibra


"Tapi aku bosen mas, ,,,lagian aku kangen" ucap Indah lirih diakhir kalimatnya


"Mas tau, besok sepulang kantor, mas mampir ke rumah ibu. Kamu mau dibawain apa?" tanya Ibra


"Apa yaaa? emm besok aja deh. Lihat pengennya apa" ucap Indah


"Ya sudah kalau gitu, ini sudah malam, kita tidur yuk?" ucap Ibra


"Belum bisa tidur" jawab Indah


"Rebahan gih,,," perintah Ibra dan Indah pun rebahan begitu juga dengan Ibra.


Keduanya sama-sama saling diam, namun tak lepas saling menatap. Sesekali terlihat berbalas senyum manis diantara keduanya. Sayup-sayup Indah sudah mulai mengantuk, hingga tanpa sadar ia pun tertidur.


"Selamat tidur sayang" ucap Ibra yang lalu mencium ponselnya sesaat kemudian mematikan sambungan VC mereka. Setelah itu Ibra pun memejamkan mata dan tertidur.


Pagi menyapa,,,,,,,


Kina yang sudah bersiap kekantor dengan berpakaian rapi, dan tentunya sarapan sudah terhidang diatas meja meski hanya ada roti, selai dan segelas susu karena Indah yang biasanya menyiapkan sarapan , tidak tinggal di apartemen. Namun itu sudah cukup untuk mengganjal perut dipagi hari

__ADS_1


"Pagi kak" sapa Kina saat Ibra menghampiri nya


"Pagi," lalu Ibra duduk didepan meja adiknya


"Kina, sementara waktu kamu gantikan kak Indah, selama kak Indah bedrest" ucap Ibra


" Oke" jawab Kina. Setelah selesai sarapan, keduanya pun berangkat ke kantor bersama.


Sampainya di kantor, Kina langsung duduk di meja kerja Indah dan memeriksa pekerjaan Indah apa saja. Sementara itu, David baru saja sampai dan langsung masuk keruangan nya setelah menyapa Kina. Begitu masuk kedalam ruangan, David dikagetkan dengan sebuah kotak bekal makanan yang ada diatas meja kerjanya.


*Semoga harimu Indah*


Sebuah notice diatas kotak makanan itu, lalu David membuka kotak makanan itu dan ternyata isinya makanan dengan tatanan cantik dan terlihat menggoda selera



"Siapa yang menyiapkan ini? apa ini kerjaan Kina?!" batin David yang kemudian duduk dan mencicipi makanan itu. Terasa pas dan enak dilidah David. Ia pun menghabiskan makanan itu hingga tandas.


Sementara itu, kina masih sibuk dengan pekerjaan barunya menggantikan Indah sementara waktu.


.


Jam Istirahat, Ibra keluar dari ruangannya dan melihat adiknya masih berkutat dimeja kerjanya


"Kakak mau kerumah kak Indah,," ucap Ibra


"Iya, salam ya" jawab Kina singkat


"Iya, jangan lupa makan siang" ucap Ibra


"Siap Boss!" jawab Kina


Kemudian Ibra melangkah masuk kedalam lift dan menuju ke lobby bawah. Sementara David baru keluar dan menghampiri Kina yang tengah bekerja


"Eh kak David, ada apa kak?" tanya Kina dengan menghentikan kegiatannya


"Gak makan siang?" tanya David dengan ramah


Kina tersenyum kecil dalam hatinya saat David tiba-tiba perhatian begitu


"Belum kak, ini masih ada kerjaan sedikit " jawab Kina


"Mau,,, makan siang bareng?" tanya David ragu-ragu


"Oke! tapi aku selesaikan kerjaan ku dulu ya!" jawab Kina dan diangguki David.


Lalu David beranjak dan kembali keruangannya sementara kina dengan cepat menyelesaikan pekerjaannya dan begitu antusias akan diajak David makan siang bersama.


Ditempat lain,,,


Ibra menghentikan mobilnya di pinggir jalan ketika melihat penjual rujak bebeg. Indah ingin rujak itu, dan Ibra harus rela berkeliling jalanan untuk mencari penjual rujak bebeg, yang sangat jarang orang menjualnya di kota itu


"Satu porsi ya pak" ucap Ibra


"Baik"


Ibra melihat bapak penjual rujak itu tengah meracik rujaknya. Tidak ingin diam, Ibra pun bertanya seputar kegiatan si bapak penjual rujak itu, hingga tanpa terasa rujaknya sudah siap dibawa pulang.


"Berapa pak?" tanya Ibra


"10ribu saja nak" jawab sibapak


Lalu Ibra mengeluarkan selembar uang seratus ribu dan memberikannya kepada bapak itu

__ADS_1


"Ini kembaliannya" ucap si bapak


"Untuk bapak saja" jawab Ibra dengan ramah


"Terima kasih ya nak" ucap sibapak.


Kemudian Ibra masuk kedalam mobilnya dan kembali melanjutkan perjalanannya menuju kerumah istri tercinta. Ibra cukup senang ketika direpotkan oleh Indah terkait ngidamnya.


Sampainya di rumah keluarga Indah


Tok


Tok


Terlihat rumah itu sepi tak berpenghuni


Ceklekkkk


Indah membuka pintu dan dilihatnya pria yang dirindukan sudah berdiri dihadapannya dengan menenteng plastik putih kecil di tangannya, senyum manis pun mengembang sempurna


"Assalamualaikum" ucap Ibra terdengar jelas meski menggunakan masker


"Wa'alaikumsalam,, masuk mas" ucap Indah


"Sepi, ayah sama ibu ke kedai?" tanya Ibra


"Iya mas, katanya mau lihat pekerja sekalian nganterin kopi. Mas belum makan kan? Indah tadi masak pindang " jawab Indah


"Iya belum makan, mas tadi muter-muter cari penjual rujak bebeg" jawab Ibra


Indah tersenyum, dan menatap binar rujak yang dibawakan Ibra. Keduanya pun berjalan menuju ke meja makan


"Makasih massss" ucap Indah yang sudah tidak sabar ingin menyantap rujaknya


"Makasih doang! capek nih habis muter-muter, masak cuma makasih aja?!" ucap Ibra


"Jadi gak ikhlas nih?!" Sungut Indah


"Ya Ikhlas,, cuma kok gak dapet apa-apa? minimal bibir kek!" ucap Ibra yang kemudian duduk


Indah menatap ragu, padahal ia juga ingin menyentuh suaminya, tapi takut jika dia akan muntah lagi.


"Nanti muntah lagi gimana coba?" jawab Indah


" Hmm sabarrr sabarrrr,,,," ucap Ibra yang kemudian mengambil nasi saja untuk mengalihkan perhatiannya. Lalu Indah mengambilkan pindang untuk Ibra dan Ibra menyantapnya dengan lahap. Setelah itu Indah duduk dan menikmati rujak yang dibawakan oleh suaminya.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, keduanya pun selesai makan, dan Ibra masuk kedalam kamar mandi sebentar yang ada di kamar mereka. Indah yang gusar berjalan kesana kemari memikirkan apa yang bisa dilakukannya saat ini. Lalu ia terfikir sesuatu yang mungkin bisa menghilangkan rasa mulanya saat berdekatan dengan suaminya.


Tak lama kemudian, setelah menuntaskan perutnya yang mulas, Ibra keluar dari kamar mandi dengan begitu lega. Saat ia keluar, betapa terkejutnya Ibra melihat apa yang dilakukan istrinya.


Deg!


"Indah?! apa yang kamu lakukan?!"


.


.


.


Apa yang dilakuin Indah yahh??


coba tebak🤭

__ADS_1


__ADS_2