Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Jangan Menggodaku !


__ADS_3

Ibra dan Indah sudah sampai di apartemen, keduanya pun masuk kedalam dan Indah Langsung menuju ke kamar untuk membersihkan dirinya, sementara Ibra memilih ke dapur terlebih dulu untuk mengambil air minum.


Tak lama Ibra masuk kedalam kamar dan dilihatnya Indah sudah terlihat lebih segar, dengan pakaian tidur seperti biasa.


"Besok pagi kita berangkat jam 6" ucap Ibra


"Iya mas,," jawab Indah


Lalu Ibra masuk kedalam kamar mandi membersihkan dirinya sementara indah ke dapur menyiapkan makan malam setelah ibadah Maghrib nya, sempat sebelum ke Turki, Indah membawa beberapa bungkus mie goreng, rasanya seminggu tidak mencicip mie goreng membuat Indah kurang berga irah saat makan.


Saat Ibra mencium aroma mie goreng, dengan cepat Ibra keluar keluar dari kamar dan menuju ke Dapur. Dilihatnya Indah yang memang tengah memasak Mie goreng disana


"Masak apa itu?" tanya Ibra seolah tidak tau


"Mie goreng mas" jawab Indah singkat


"Darimana makanan gak sehat itu?!" tanya Ibra


"CK! ngomong gak sehat tapi ngiler juga kan?! ini Indah bawa dari Indonesia, pas sebelum berangkat kesini" jawab Indah


"Mau?" tanya Indah saat sudah mengangkat mie gorengnya kedalam mangkok


"Makan saja sendiri, tadi aku sudah makan di kantor" ucap Ibra


"Ohh ya sudah" jawab Indah yang cukup sekali saja menawarkan pada Ibra.


Kemudian Indah duduk dan menikmati mie goreng buatannya sendiri. Sementara Ibra lebih memilih memakan buah dan duduk di sebelah Indah .


Mie goreng benar-benar menggoda, dan apalah daya Ibra yang sepertinya ingin sekali menikmati nya juga saat melihat indah begitu terlihat menikmati mie goreng itu


"Kenapa mas? mau?" tanya Indah


Sesaat Ibra masih diam, Indah kira Ibra tidak mau. Tapi saat Indah akan menyuapkan mie nya tapi Ibra sudah menarik tangan indah dan menyuapkan pada mulutnya, setelah itu Ibra bersikap biasa saja seperti tidak terjadi apapun. Dengan santainya Ibra menikmati mie goreng yang ada di dalam mulutnya


"Hem,, katanya tadi gak mau! pengen juga ternyata!" ucap Indah


"Jangan makan mie terlalu banyak! bikin gemuk" ucap Ibra


"Gak tiap hari mas! cuma pas pengen aja. Lagi?" jawab Indah


Ibra membuka mulut nya dan indah menyuapkan sekali lagi mie ke dalam mulut Ibra, setelah itu bergantian dengan Indah yang juga ikut menghabiskan mie goreng buatannya.

__ADS_1


"Mau dibuatin lagi?" tanya Indah tapi Ibra menggeleng


Setelah selesai makan, Indah pun beranjak membersihkan peralatan masak dan juga mangkoknya. Setelah itu Indah berjalan menuju ke kamar dan diikuti oleh Ibra


"Pakaianmu di tinggal saja, gak usah berat-beratin pesawat" ucap Ibra yang sudah merebahkan dirinya di tempat tidur


Indah tidak protes, ia pun hanya menyusun pakaiannya di lemari kosong, setelah itu Indah menggunakan skincare nya dan menyusul Ibra yang sepertinya sudah lebih dulu memejamkan matanya. Karena besok pagi mereka harus segera berangkat ke bandara.


Belum sampai Indah memejamkan mata, Ibra yang kemudian melorot kebawah lalu merapat dan mendengus ceruk leher Indah. Sontak saja Indah langsung menegang.


Bulu kuduk rasanya berdiri saat endusan itu pun tidak hanya di satu tempat. Bahkan kini Indah sudah mengigit bibirnya sendiri saat tangan kekar itu seolah membelit perutnya dan mengusapnya perlahan


"Mass,,, "


"Ssstttt,,,,, diamlah, jangan bergerak" ucap Ibra saat merasakan Indah sudah akan menolaknya


"Tap,,iiii"


"Jangan menggodaku dengan terus bergerak, jika kamu tidak mau ranjang ini akan semakin panas sampai besok pagi" ucap Ibra saat berbisik di telinga Indah.


Rasanya Indah ingin sekali memarahi Ibra, bisa-bisanya dia berkata seperti itu, sedang tangan dan bibirnya tak henti-hentinya nakal sesukanya. Indah yang tidak kuat lagi pun akhirnya menghadap kearah Ibra dan kini posisi Ibra sudah berada tepat didepan simenul. Tanpa bertanya dan persetujuan Indah, kini si menul sudah menjadi sasaran utama.


Tak tahan melihat tatapan lekad Ibra bagai bayi dengan mata indahnya, Indah semakin mendekap Ibra untuk terus memanjakan dirinya.


Melihat Indah sudah kelimpungan, Ibra pun segera melepaskan Indah dan kembali pada posisi tidur yang benar setelah membuat indah berantakan.


Jleeeebbb banget!


Seperti ditinggal pas lagi sayang-sayang nya, itulah yang kini dirasakan Indah ketika melihat Ibra pergi begitu saja setelah membuatnya pening luar biasa.


"Gak dilanjut lagi?" batin Indah mencelos


Ibra diam saja, menunggu respon Indah setelah sempat membuatnya hampir melayang.


"Mas,,,"


"Ada apa?" tanya Ibra sok sok tidak mau melihat kearah Indah


Indah bingung akan memulai bicara darimana. Apakah dia harus meminta Ibra menyentuhnya, atau lebih baik dia diam saja tapi kepalanya benar-benar pening. Tapi sepertinya gengsi Indah masih terlalu tinggi untuk meminta lebih dulu


"Gak jadi mas" Jawab Indah yang kemudian membenarkan kancing baju tidurnya

__ADS_1


"Butuh aspirin?!" ucap Ibra menyindir Indah


"Iya" jawab Indah


Ibra membuka mata dan berbalik menatap Indah yang terlihat tampak sendu, memohon dan pasrah. Tentu saja ini sangat di harapkan Ibra karena akan sesuai rencana yang sudah di buatnya. Tanpa bicara lagi, Ibra langsung saja melahap siranum dan mengajak nya bergelut sengit.


Indah yang sudah lebih dulu dibuat pening pun, tentu tidak ingin kalah, meski masih sangat amatiran.


"Yakin mau sekarang?" tanya Ibra saat keduanya sudah dilanda gelora api membara


Indah mengangguk pelan, dia sudah menyerah dan akan memberikan seluruh miliknya malam ini. Bukankah ini adalah kewajiban nya sebagai seorang istri? cepat ataupun lambat, semua juga akan terjadi.


"Tapi tidak untuk malam ini,,, " ucap Ibra


"Kenapa mas?" ucap Indah


"Pasti besok kamu gak bisa jalan. Kita bisa lakukan hal lain untuk menuntaskannya" ucap Ibra yang kemudian mengajak Indah untuk melakukan hal lain.


Tentu saja Indah tidak menolak, semua demi menghilangkan rasa sakit di kepalanya. Meski cara-cara yang diajarkan Ibra diluar pemikirannya selama ini, namun ternyata itu cukup efektif untuk menghilangkan sakitnya meski sementara.


"Bagaimana? masih pening?" tanya Ibra setelah setengah jam mengajak Indah melakukan hal ini dan itu


"Mas Ibra bener-bener gila!" sungut Indah dengan masih mengatur nafasnya yang terengah


"Tapi enak kan?!"tanya Ibra dan Indah mengangguk kecil


Lalu Ibra mengajak Indah ke kamar mandi dan membersihkan diri mereka. Meski indah masih malu-malu karena keduanya polos, namun sepertinya Ibra tidak peduli.


"Aku bisa sendiri mas" ucap Indah


"Diamlah, jangan protes!" jawab Ibra saat membersihkan indah dengan busa sabun


Setelah dirasa cukup saat membersihkan diri mereka. Ibra mengajak Indah keluar dari kamar mandi. Ibra membantu Indah mengeringkan rambut, meski di larang Indah namun Ibra tidak bisa di bantah.


" Tidurlah" ucap Ibra saat keduanya sudah berbaring di tempat tidur


Indah pun memejamkan mata dan mencoba tidur didalam pelukan hangat Ibra malam ini. Ntah kesambet apa, Ibra bisa memperlakukan Indah tidak seperti biasa, yang jelas, hati Indah dibuat menghangat dengan sikap Ibra yang memanjakan dirinya malam ini.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung,,,,,, 💕


__ADS_2