
Hari berikutnya,,,,
Indah sudah bersiap untuk ke kantor Ibra pagi itu. Ada banyak hal yang mesti Indah kerjakan hari ini. Tentu dia tidak bisa bekerja sendiri, Indah meminta bantuan David. Setelah selesai bersiap, indah keluar dan ikut sarapan bersama keluarganya
"Mau kemana ndah?" tanya ibu Ayu
"Kekantor Bu, banyak kerjaan yang harus indah kerjakan di kantor" jawab Indah
"Ohh pantas supir Ibra sudah ada di depan itu" sahut pak Idris yang baru bergabung setelah keluar melihat siapa yang datang bertamu pagi-pagi
"Iya yah, Kantor hanya di handle David selama mas Ibra pergi. Jadi Indah akan menggantikan mas Ibra sementara"
"Kamu belum dapet kabar apapun dari sana?!" tanya ibu
"Belum Bu, mungkin nanti Indah akan ke Turki"
"Apa?! dalam kondisi begini?!" tanya ibu
"Ini sepertinya darurat Bu, Indah harus bergerak cepat sebelum semuanya terlambat "
"Bukannya kamu mabuk perjalanan udara?" tanya pak Idris
"Mungkin akan begitu yah, coba nanti Indah konsultasi dengan dokter dulu" jawab Indah
Setelah selesai sarapan, Indah pamit dan segera berangkat ke kantor. Sementara mami yang sepulang dari rumah sakit, mengunci dirinya di dalam kamar dan belum juga menyentuh ponselnya. Mami menyendiri dengan batin berperang, memaafkan atau membiarkan.
Indah sudah berada di ruangan Ibra, tak lama David menghampiri Indah dengan membawa berkas-berkas penting untuk di periksa
"Selamat pagi Bu Indah"
"Pagi,,,"
"Ini berkas yang saya bicarakan kemarin, dan apa ibu sudah ada keputusan?" tanya David
"Iya, saya akan membeli semua saham mereka. Kamu siapkan semuanya, dan Kita harus mendapatkan semuanya agar tidak jatuh ke tangan orang lain"
"Baik Bu, akan saya siapkan semuanya. Besok penerbangan ke Turki juga akan saya siapkan. Ibu pergi sendiri atau perlu ada yang menemani?"
"Dalam kondisi begini, mungkin saya butuh teman. Kamu ambil perjalanan dinas, Temani saya bertemu dengan Tuan Hardi Wijaya"
"Baik Bu,,Saya akan menghubungi tuan Zack untuk memantau kantor ini selama kita pergi"
"Oke"
__ADS_1
Kemudian David keluar dari ruangan Ibra dan menyiapkan semua keperluan mereka di Turki nanti. Sementara Indah tengah memeriksa berkas yang diberikan David.
David membuat janji bertemu dengan pimpinan Perusahaan papi melalui asisten nya. Semua bergerak cepat agar tidak terlambat untuk menyelamatkan semuanya.
Ada rasa membara didalam diri David karena besok dia akan mengantar indah ke Turki, dan dia pun juga begitu merindukan Kinara yang sampai hari itu belum juga memberi kabar apapun kepada dirinya. David sangat cemas, dan jika memang Kinara belum di temukan, maka dia sendiri yang akan berusaha mencari keberadaan kekasihnya itu.
**
Sementara di Villa papi,,,
Ibra tengah berada di meja makan sendiri, tidak lama kemudian seorang pelayan pria dirumah itu menyiapkan makanan untuk Ibra.
"ehm,,, Berapa lama kamu bekerja di tempat ini?" tanya Ibra
"5Tahun tuan"
"Apa tuan besar sering ke tempat ini?"
"Sangat jarang, tempat ini sangat terpencil, aksesnya juga tidak bagus dan jauh dari kota. Tuan tau sendiri bukan jalanan menuju ke tempat ini dan akan sulit untuk kabur" Seolah pelayan itu tau apa yang difikirkan Ibra
"Apa kau bisa membantuku pergi dari tempat ini?" tanya Ibra
"Maaf tuan, saya tidak berani"
"Jika kau memberiku jalan keluar dari sini, aku akan memberimu imbalan yang besar" ucap Ibra
"Hem,,, aku sangat merindukan istriku yang tengah mengandung. Pasti dia sangat menderita diluar sana..." ucap Ibra pelan sambil menikmati makanannya
"Malam nanti temui saya di ruangan paling ujung Villa ini" ucap Pelayan itu yang langsung pergi meninggalkan Ibra
Ibra tersenyum kecil ketika Pelayan itu memintanya untuk menemuinya nanti malam. Ibra sangat yakin pelayan itu tau jalan keluar lain agar bisa kabur dari tempat itu. Lagian sudah beberapa hari ini papi tak kunjung datang ke villa itu. Harusnya papi sudah disana dan mendengarkan jawaban Ibra.
**
Dirumah Mami
Tok
Tok
"Mi,,, buka pintunya mi,, kita makan yuk mi,,," ucap Kinara didepan pintu
Tok
__ADS_1
Tok
"Mi,,, mami,,,"
Ceklek,,,
Mami membuka pintu kamar dan terlihat mami sudah nampak segar seperti biasanya . Mami tersenyum lalu melangkah keluar dari kamarnya
"Ayo kita makan" ucap mami dan diangguki Kinara. Keduanya berjalan menuju ke meja makan, dan mereka makan bersama disana.
Kinara yang tidak ingin menyinggung soal kemarin, hanya diam saja menikmati makanannya. Kinara tidak akan membahas sampai mami sendiri yang memulai pembicaraan soal itu.
"Mi,, apa sudah ada kabar soal kak Ibra?"
"Belum, Roby belum bisa menemukan keberadaan kakakmu"
"Apa papi memiliki rumah lain? atau markas misalkan?" tanya Kinara
"Mungkin ada, tapi mami tidak tau. Roy! coba kita tanya Roy!" ucap mami baru teringat setelah pikiran sedikit jernih dan dingin. Kemudian mami menghubungi Roy untuk mendapatkan informasi terkait Ibra
"Hallo Nyonya Yolanda,, ada yang bisa saya bantu?" tanya Roy dari sambungan telefon
"Dimana tuan Hutama menyakap putraku?!" tanya Mami
"Nyonya, saya tidak tau pasti dimana tuan Ibra di sekap. Karena saat mereka bertemu saya sedang di tugaskan tuan besar me tempat lain. Tapi saya rasa Tuan Ibra ada di antara Villa atau rumah tuan besar. Nanti saya akan bantu Nyonya untuk menemukan tuan Ibra" jawab Roy
"Secepat nya aku tunggu!"
Setelah telfon di matikan, Roy langsung menghubungi orang-orang papi untuk menanyakan keberadaan Ibra. Tentu saja mereka tau dan memberitahukannya kepada Roy. Setelah mengetahui keberadaan Ibra, Roy lebih memilih untuk menjemput Ibra sendiri.
"Tuan besar, saya permisi sebentar, ada yang harus saya kerjakan sedikit. Saya akan meminta suster untuk menemani anda disini" ucap Roy yang kemudian pergi meninggalkan papi. Tak lupa Roy meminta seorang suster untuk menemani papi selama dia pergi.
"Aku yakin Tuan Ibra dapat menghentikan kekacauan yang dilakukan oleh Hardi Wijaya! Beraninya dia menjual saham perusahaan dengan harga sangat renda dan tanpa persetujuan tuan besar!! ini tidak bisa dibiarkan!!!" Ucap Roy saat mengendarai mobilnya menuju ke Villa untuk menjemput Ibra.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Doain Yee, besok indah mau ke Turki nyusulin Ibra. udah kangen banget sama momen romantis mereka. Apalagi David ikut juga kesana, uhh die Udeh kangen berat juga sama kina,,,,
Malem Minggu timpukin bunga donggggg😍