Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Bermulut Pedas


__ADS_3

Hari setelah Kinara dan David di interogasi oleh Ibra, keduanya terlihat semakin dekat meski hanya dalam hal pekerjaan, namun paling tidak keduanya terus saja bersama. Tanpa terasa waktu magang Kinara pun sudah hampir selesai dan ia akan kembali ke rutinitas yang sesungguhnya yaitu menyelesaikan studi di negara asalnya.


"Apa pak?! kontrak saya tidak diperpanjang?!" Audi terkaget-kaget


"Iya, maaf mba Audi, perusahaan kami memutuskan untuk tidak melanjutkan kontrak anda ke bulan berikutnya"


"Tapi kenapa pak?! padahal kinerja saja bagus, saya juga minim melakukan kesalahan! harusnya saya diangkat menjadi pegawai tetap" ucap Audi


"Ini sudah menjadi keputusan dari CEO kita, jadi saya hanya menjalankan tugas dari atasan. Ini surat pemberhentian anda"


Audi terlihat begitu kesal, harapannya ingin menjadi pegawai tetap di kantor itu dan bisa terus bersama David telah musnah. Kontrak kerjanya tidak dilanjutkan dan ia hanya mengikuti masa OJT (On the job training) saja. Merasa tidak terima, Audi memutuskan untuk menemui CEO diam-diam setelah pemecatannya.


Ting! Pintu lift terbuka, Audi keluar dari pintu lift dan melangkah menuju ke ruangan Ibra, sementara di meja depan yang biasanya ada Kinara, namun kosong saat itu karena kina tengah berada di toilet. Tidak menyiapkan kesempatan itu, Audi segera akan menemui Ibra


Tok


Tok


"Masuk"


Audi membuka pintu ruangan Ibra dan masuk kedalam ruangan itu. Ini kali pertama Audi memasuki ruangan CEO


"Permisi pak" sapa Audi


Ibra terlihat kaget saat melihat Audi menemuinya


"Kemana Kinara?! kenapa gadis ini bisa masuk keruanganku?!" batin Ibra


"Ada apa?" tanya Ibra menghentikan kegiatannya dan ingin tau kenapa Audi beradu datang menemuinya


"Begini pak, saya mau protes!. Kenapa kontrak saya di putus pak? kenapa kontrak saya tidak di perpanjang? atau di angkat sebagai pegawai tetap?! kinerja saya bagus pak, dan saya merasa tidak melakukan kesalahan. Ini tidak adil menurut saya!" ucap Audi tegas


Ibra tersenyum sinis mendengar ucapan Audi yang terlalu lancar menilai kinerjanya sendiri di perusahaan itu. Itu adalah penilaian versi dia sendiri, sedangkan dia tidak mengetahui versi atasannya di bagian keuangan. Ibra menatap tajam kearah Audi yang kini wajahnya berubah tegang


"Oh,, jadi kamu merasa kinerja mu sangat bagus dan kami salah karena tidak melanjutkan kontrak kerja kamu hah?! Tidak ada yang wah dari kinerja kamu, bahkan terkesan biasa saja tidak ada yang menonjol. Bukan tanpa alasan yang jelas, kami tidak memperpanjang kontrak kerja mu di perusahaan ini. Pertama! Kinerja mu biasa saja!, kedua! kami tidak mau memiliki pegawai yang berhati picik seperti kamu!" ucap Ibra begitu tajam


"Maksud bapak apa?" saya tidak mengerti


"Kamu memiliki perasaan kepada Asissten saya bukan?! dan kamu melakukan berbagai cara untuk mendekati nya sampai kamu tega mencelakai dan menjatuhkan Kinara di beberapa kesempatan!" ucap Ibra


Audi yang bermulut pedas terlihat beberapa berkata tidak pantas di dalam forum grup kantor saat kejadian di proyek Peucang.

__ADS_1


Deg!


Audi terdiam atas ucapan yang dilontarkan Ibra padanya.


"Silahkan pilih, kamu keluar dari kantor ini, atau kamu pilih mendekam di penjara atas apa yang kamu lakukan pada adikku!" ucap Ibra


"Adik?!"


"Ya! Kinara adalah adikku!" jawab Ibra, membuat Audi kliyengan hampir semaput di tempat.


Audi tidak bisa berkata-kata lagi, marahnya tidak berguna, karena sekarang dirinya harus menelan pil pahit karena di berhentikan. Tak ada alasan lagi, Audi masih diruangan itu, ia pun mundur teratur dan keluar dari ruangan itu dengan perasaan campur aduk, marah, kesal, malu, semua menjadi satu.


"Mas,,, Indah lihat Audi keluar dari ruangan mas Ibra, kenapa dia?!" tanya Indah yang baru sampai diruangan Ibra membawa kotak makanan dengan perut yang sudah terlihat membuncit


"Dia mau protes karena kontraknya gak di perpanjang" jawab Ibra yang kemudian beranjak dan menghampiri istrinya. Lalu Ibra mengajak Indah untuk duduk di sofa


"Audi beneran di pecat?!" tanya Indah


"Iya, toh kinerjanya juga gak bagus, untuk apa di pertahankan?! belum lagi dia hampir membunuh Kinara! untung Kinara selamat, kalau enggak, mungkin dia sudah habis!" ucap Ibra yang kemudian membuka kotak makanan yang di bawakan indah untuknya


"Iya ya, jahat banget jadi cewek. Menghalalkan segala cara, gak berani bersaing dengan sehat!" ucap Indah


"Nah darimana saja kamu?! Audi sampai bisa masuk keruangan kakak?!" sungut Ibra


"Hah?! Audi kesini?! ngapain kak?! yahhh kina tadi ke toilet, mulessss bangettt gara-gara makan bakso kepedesan! " jawab Kinara


"Iya dia nemuin kakak, dia protes kontraknya gak di perpanjang!" jawab Ibra


"Kamu dan Audi kan bersaing mendapatkan cinta David! hehehe" seloroh Indah


Wussshhh


Pipi Kinara langsung merona saja ketika di goda kakak iparnya.


"Iishhh! jangan gitu Kak Indah! kina malu!" jawab Kinara yang langsung kabur saja, sementara Indah dan Ibra hanya terkekeh melihat Kinara salah tingkah.


Indah pun menemani Ibra yang tengah menikmati makan siang nya.


"Mas,, besok Kinara jadi pulang?" tanya Ibra


"Jadi, tiket pesawat juga sudah di siapkan" jawab Ibra

__ADS_1


"Mau nitip apa ya mas buat mami?!" tanya Indah


"Terserah, asal jangan menuh-menuhi pesawat!" kekeh Ibra


"CK! apaan sih mas ini!! setelah makan siang, kita cari oleh-oleh buat mami ya mas?" ajak indah dan Ibra mengangguk


Sementara itu, Kinara menghampiri David keruangannya, terlihat David tengah sibuk dengan pekerjaannya


"Kak David"


"Eh kina,, masuklah. Ada apa?!" tanya David menghentikan aktivitas nya


"Sibuk ya?!"Tanya Kinara


"Sedikit,, ada apa?" tanya David


"Em,,, Besok kina kan pulang ke Turki, kak David mau gak temenin kina beli oleh-oleh untuk mami kina? sekalian kina mau kasih hadiah perpisahan untuk Aulia" ucap kinara


Deg!


Karena pekerjaan nya yang sangat banyak, David sampai lupa jika besok Kinara akan kembali ke negara asalnya, dan sampai saat itu juga David belum berani mengutarakan perasaannya pada Kinara.


"Gimana? mau gak anterin aku?! kalau gak mau ya udah deh gak papa. Kina bisa,,,,,"


"Aku mau nanti setelah jam kerja selesai kita cari oleh-oleh untuk mami" jawab David cepat tanpa jeda


Bibir Kinara terangkat keatas karena David mau mengantarkan dia mencari oleh-oleh nanti. Setidaknya Kinara masih memiliki sedikit waktu bersama David sebelum mereka berpisah dan ntah bisa bertemu lagi atau tidak.


.


.


.


.


Bersambung,,,,, 💕


Wah,,, gimana nih readers, David masih belum menyatakan perasaannya sama Kinara. Keburu Kinara balik ke Turki, perasaannya belum tersampaikan😑


kasih support dong buat David biar berani🔥

__ADS_1


__ADS_2