Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Kita Sudah Terlambat


__ADS_3

Setelah beberapa menit, Roy tiba di villa papi. Disana dijaga ketat oleh orang-orang papi. Lalu Roy turun dan menyapa mereka yang berjaga disana. Setelah itu Roy masuk kedalam untuk bertemu dengan Ibra.


"Selamat datang tuan " sapa pelayan


"Dimana tuan Ibra?!"


"Ada di kamar tamu"


Roy tidak bicara lagi dan langsung menuju ke kamar tamu


Tok


Tok


Ibra menoleh ke arah pintu saat pintu di ketuk, lalu dia berjalan membuka pintu kamar tamu itu. Ibra melihat Asissten papi nya datang mengunjunginya


"Tuan Ibra,,,"


"Ada apa?" tanya Ibra


"Bisa kita bicara?" tanya Roy dan Ibra mengangguk


Lalu keduanya berjalan menuju ke ruang tamu dan keduanya duduk di sofa.


"Apa yang ingin kamu bicarakan?!" tanya Ibra yang tidak ingin basa basi


"Tuan besar terkena stroke!"


Deg!


"Apa?!" ucap Ibra kaget


"Benar tuan, Tuan besar saat ini berada di rumah sakit karena terserang stroke dan Nyonya Ellena jadi gila dadakan. Sekarang dia pun berada di rumah sakit jiwa"


"Bagaimana itu bisa??" tanya Ibra masih tidak percaya


"Saya juga tidak terlalu memahami sebabnya. Tapi menurut cerita dokter, awalnya Nyonya Ellena muntah darah, tidak ada sebab pasti akan hal itu. Setelah dirawat Nyonya Ellena langsung berubah menjadi gila dan seketika tuan Besar langsung terserang stroke di tempat. Saat ini hanya mata saya yang bisa berfungsi dengan baik" ucap Roy


"Pantas saja papi tidak ke sini" ucap Ibra


"Ada hal lain yang juga darurat tuan"


"Apa?"


"Saat ini perusahaan papi anda berada dibawah kendali keponakan Ny. Ellena, dan kondisi perusahaan itu sudah di ujung kebangkrutan. Maka dari itu Keponakan Ny. Ellena menjual saham perusahaan dengan harga sangat rendah" ucap Roy


"Hah?!"


"Tuan,, hanya anda yang bisa menyelesaikan semua masalah ini" ucap Roy

__ADS_1


"Tidak roy, aku tidak punya apa-apa lagi. Semua asset ku sudah menjadi milik istri ku" jawab Ibra


"Tuan, perusahaan itu adalah perusahaan yang dibangun oleh tuan Besar dan Nyonya Yolanda. Apa anda tega melihat perusahaan itu jatuh ke tangan orang lain?! Saya rasa Tuan besar juga sangat menyesal dengan semua yang sudah dia lakukan terhadap Anda , nona Kinara dan juga Nyonya Yolanda. Saya,,,"


"Kau tidak tau papi ku! jangan katakan apapun!" sarkas Ibra


"Tuan, saya melihat tuan besar menangis saat Nyonya Yolanda dan Nona kinara pergi meninggalkan nya setelah menjenguk tuan besar di rumah sakit"


"Mami menjenguk papi?!"


"Iya betul, Meski terlihat Nyonya Yolanda belum memaafkan tuan" jawab Roy


Ibra terlihat diam, sepertinya sedang berfikir, Roy pun tidak bicara lagi dan memberikan waktu Ibra untuk berfikir. Tinggal Ibra satu-satu harapannya saat ini.


"Ponselku tidak berguna disini" ucap Ibra


Tidak menunggu perintah lagi, Roy menghubungi orang papi yang sudah merasa ponsel Ibra, dan tak lama kemudian ponsel Ibra kembali pulih. Lalu Ibra menghubungi David namun ternyata tidak diangkat. Beberapa kali Ibra menelfon namun tidak juga diangkat. Bagaimana bisa terangkat, sedang David sudah dalam perjalanan ke bandara bersama Indah. Keponakan Ellena meminta bertemu segera dan Indah juga David harus sampai disana esok hari. Jadi semua serba dadakan dan dipercepat dari rencana awal mereka.


"Nanti aku akan bicara dengan asisten ku, kau hubungi keponakan Ellena untuk memberitahu jika aku akan membeli saham itu" ucap Ibra


"Baik tuan"


Lalu Roy menghubungi Hardi saat itu juga


"Hallo tuan Hardi"


"Ada apa Roy?!"


"Maaf Roy, itu tidak bisa!" jawab Hardi


"Tapi kenapa tuan?!" tanya Roy


"Saham itu sudah dibeli oleh perusahaan lain. Tidak ada yang tersisa" jawab Hardi


"Apa?! bagaimana bisa tuan?! apa nama perusahaan yang sudah membelinya?!"


"Kamu tidak perlu tau, karena aku sudah menjual semuanya. Dan aku tidak akan membiarkan satupun keluarga paman hutama memiliki saham di perusahaan ini, setelah Apa yang terjadi pada bibik ku!" jawab Hardi


"Tapi Tuan,,,?!"


Hardi mematikan sambungan telfonnya begitu saja dan membuat Roy mengumpat.


"Tuan, bagaimana ini?! semua saham sudah dibeli oleh perusahaan lain! kita sudah terlambat,,," ucap Roy lemas


"Perusahaan apa yang sudah membelinya"


"Tuan Hardi tidak memberitahu kan tuaan,,,"


"Kamu tanya pada Asissten nya atau siapa di perusahaan itu! kita harus tau siapa yang sudah membelinya dan kita harus bernegosiasi dengan pembeli saham itu jika tidak mau kehilangan perusahaan itu selamanya" perintah Ibra.

__ADS_1


"Baik tuan,,,, " jawab Roy yang langsung menghubungi beberapa orang yang dia percaya di perusahaan itu.


**


Sementara ditempat lain, indah dan David yang sudah berada di pesawat menuju ke Istanbul Turki. Selama perjalanan berjam-jam, indah hanya mampu tidur untuk meredam rasa mabuknya, sesekali bangun saat dia lapar dan menjalankan ibadah saja. Tak jauh dari tempat duduk Indah ada David yang mengawasi Indah . Jelas dia khawatir karena mengiringi ibu hamil dalam perjalanan jauh, tentu ini pengalaman pertama David yang menegangkan, takut terjadi sesuatu dengan Indah. Terlihat tanggung jawabnya begitu besar saat ini dibandingkan menjalankan perusahaan selama Ibra pergi.


**


Setelah perjalanan cukup panjang dan melelahkan, Indah dan David telah sampai di bandara malam berikutnya. Sangat melelahkan, apalagi Indah tengah hamil seperti itu. Indah yang sebelumnya sudah menghubungi mami jika dia akan ke Turki, Mami menyiapkan penjemputan di bandara malam itu dan langsung membawa keduanya menuju kerumah mami. Indah terserang jet leg parah hingga kepalanya masih benar-benar terasa pusing saat berada didalam mobil.


Beberapa menit kemudian mobil jemputan sudah sampai didepan rumah keluarga Mami. Supir pun bergerak keluar untuk membantu mengeluarkan koper Indah


"Indaaahhhh" ucap mami menyambut sang mantu yang sudah menginjakkan kakinya kembali ke rumah itu


"Assalamualaikum mi" ucap Indah saat di peluk sang mertua


"Wa'alaikumsalam,,, kamu pasti sangat lelah, ayo beristirahat di kamarmu" ucap mami mengajak Indah masuk kedalam rumah


Tak berselang lama Kinara berlarian turun kebawah menyambut kedatangan indah


"Kak Indahhhhh" ucap Kinara memeluk Indah yang terlihat lelah"


"Jangan ganggu kakakmu, biar dia istirahat dulu kina" ucap mami


"Iya mi,,,"


"Kamu sudah kembali? kak Ibra mana kina?" tanya Indah cemas


"Kami belum menemukan Ibra, tapi mami sudah meminta anak buah papi untuk melepaskan Ibra. Mami rasa mereka akan melepaskan Ibra setelah apa yang sudah terjadi sekarang" sahut mami


"Memangnya apa yang terjadi mi?" tanya Indah bingung.


"Nanti saja mami cerita, sekarang kamu bersih-bersih lalu istirahat ya. mami buatkan makanan dan minuman untukmu dan David" ucap Mami


"David?! kak David ikut kak?!" tanya Kinara kegirangan. Mami terlihat bingung saat melihat wajah putrinya berseri-seri ketika mendengar nama David. Tidak menunggu lama Kinara pun langsung berhambur keluar.


"David dan Kinara memiliki hubungan spesial mi" ucap indah menjawab kebingungan mertuanya.


"Hah?!"


.


.


.


.


Kira-kira, gimana ya reaksi mami kalau tau Kinara dan David punya hubungan?! trus gimana papi?!

__ADS_1


Kalian maunya gimana pertemuan Indah dan Ibra nanti?! komen juga yaaa


Menurut kalian gimana gaess?!


__ADS_2