
"Indahhhh!" Panggilan Ibrahim kembali membuat Indah yang tengah fokus pada layar laptopnya terlonjak kaget.
"Astagfirullah,,,! lama-lama jantungan aku kalau diteriakin kayak gini terus, kan bisa kalau manggil itu gak harus teriak, emangnya aku tuli?" ucap indah ngedumel sendiri
"Iya pak boss,,, sebentar" ucap Indah yang kemudian dengan cepat beranjak dan menuju ke ruangan bossnya
"Ada apa pak boss? kenapa teriak-teriak? saya belum tuli pak , Indra pendengaran saya masih bagus" ucap Indah
"Jangan banyak omong kamu! ini coba kamu lihat kerjaan kamu!" ucap Ibra menyodorkan kertas didepan Indah
Indah penasaran, kesalahan apa yang dia lakukan sampai membuat bossnya itu marah besar. Lalu Indah melihat laporan yang dia buat sebagian di coret-coret oleh Ibra. Indah membola kemudian meraih laporan itu dan melihat bagaian mana yang salah.
"Loh pak Ibra, kenapa ini di coret?!" tanya Indah protes
"Kamu gak lihat kenapa ada perbedaan dari dua laporan itu?!" Sarkas Ibra tidak mau kalah dari Indah
"Loh,,, kok bapak salahkan saya? kan saya hanya merekap pak. Harusnya yang bapak salahkan ataupun tanyakan detailnya sama bagian keuangan dan produksi dong pak. Aneh deh" ucap Indah bingung sendiri
Deg!
"Bener juga yang dikatakan Indah! harusnya aku memanggil kepala Produksi dan keuangan bukan malah memarahi indah, dia kan hanya merapikan laporan" batin Ibra baru sadar
Bawaannya Ibra selalu pengen memarahi Indah meski dia tidak salah.
"Ya sudah kamu panggil mereka!" Perintah ibra
"Baik pak Ibra" Jawab Indah yang kemudian pergi meninggalkan Ibrahim
Seperginya Indah, Ibrahim termenung- menung sendiri, kenapa dia begitu senang berdebat dengan Indah. Rasanya ada yang sepi jika tidak mendengar protes-protesan Indah. Tak lama kemudian Masuklah kepala produksi dan juga kepala keuangan diruangan Ibrahim
"Indah, kau jangan keluar, Tetap disini!" ucap Ibrahim
"Baik pak" jawab Indah yang kemudian berdiri di belakang Ibrahim yang saat itu akan menyidang kepala produksi dan kepala keuangan
"Kalian lihat! kenapa ada perbedaan di laporan bulan lalu?!" Ucap Ibra dingin saat memberikan laporan yang di coret-coret nya tadi. Mendadak keduanya terlihat tegang.
"Saya dan tim sudah melaporkan semua detail dana yang digunakan untuk produksi produk kepada pihak keuangan pak, Sebelum diserahkan pun kami sudah memeriksanya beberapa kali. Tidak mungkin ada kesalahan" ucap bagian produksi
"Lebih satu 0 saja jumlahnya sudah berbeda! kalian tentu paham soal itu! saya tidak suka adanya kecurangan, walau satu sen pun!!" Sarkas Ibrahim
Keduanya tertunduk takut karena kemarahan boss mereka
"Berikan kami waktu untuk menyelesaikan semuanya pak, kami akan mengaudit ulang data yang masuk. Ditakutkan ada yang tertinggal, kami pun harus kembali mencocokan semua datanya" ucap kepala keuangan
"Aku tunggu sampai besok! laporan ini harus selesai! jika tidak, maka kalian berdua siap-siap hengkang dari perusahaan ku!" Sarkas Ibrahim
"Baik pak, kami mohon maaf" ucap Bagian keuangan merasa ada yang janggal juga dari laporan yang diserahkan kenapa berbeda dari yang sudah disetujui oleh kepala Keuangan.
__ADS_1
Kemudian keduanya berpamitan untuk kembali ke ruang kerja mereka.
"Indah!" ucap Ibrahim
"Iya pak, saya?" jawab Indah yang beralih posisi ke samping Ibrahim
"Kamu ikut saya meeting bersama klien siang ini!" ucap Ibrahim
"Apa bersama David juga pak?" tanya Indah dan tiba-tiba mood Ibrahim kembali rusak
"David sedang ada tugas di kantor cabang! kenapa dia harus ikut?! apa kau suka padanya hah?!" Sarkas Ibrahim menatap indah yang hanya menunduk
"Tidak pak,bukan itu maksud saya,, tapi biasanya kan bapak kalau meeting diluar sama David bukan saya" jawab Indah
"Kamu tau dia tidak ada di kantor, jadi jangan banyak protes! cepat kamu siap-siap!" ucap Ibrahim
"Baik pak" sahut indah yang kemudian segera keluar dan bersiap untuk ikut Ibra bertemu kliennya.
Tidak membutuhkan waktu yang lama keduanya pun sudah sampai di restoran tempat Ibrahim akan bertemu dengan klien pentingnya. Ternyata keduanya datang lebih dulu di bandingkan klien mereka
"Maaf sedikit terlambat tuan Ibra"
"Tidak masalah tuan Andi, kami juga belum lama sampai disini" jawab Ibra dengan ramah
"Sekertaris baru?" tanya Andi saat melihat Indah yang duduk di samping Ibrahim
"Salam kenal ibu Indah, senang bertemu dengan anda" ucap Andi dengan senyum penuh arti kearah Indah.
"Salam kenal juga tuan" jawab Indah.
Kemudian Ibrahim dan Andi pun membahas kerjasama diantara perusahaan mereka. Sementara Indah dan Asissten tuan Andi terlihat fokus pada tugasnya masing-masing. Mereka membicarakan bisnis itu dengan santai namun serius, dan sesekali tuan Andi melirik kearah Indah dan diam-diam memperhatikan nya.
Tak lama kemudian pelayan mengantarkan hidangan dan menatanya diatas meja mereka.
"Maaf,, saya permisi sebentar ya pak Ibra, tuan Andi,," ucap Indah saat merasa kebelet untuk segera ke toilet.
Tidak ada yang melarang, kemudian dengan cepat Indah berjalan menuju ke toilet wanita. Tak lama setelah Indah pergi, tuan Andi pun izin sebentar kepada Ibrahim untuk pergi ke toilet. Tidak ada hal yang mencurigakan, Kini Ibrahim dan juga Asissten hanya bisa menunggu Indah dan juga tuan Andi.
Indah sudah selesai dengan hajat kecilnya, kemudian dia akan keluar dari toilet karena tidak enak jika harus berlama-lama meninggalkan meeting penting. Saat Indah keluar dari toilet, sontak Indah kaget saat seseorang menarik lengannya dan membawanya kebelakang restoran
"HEY! LEPASKAN!!" sarkas Indah berontak namun orang itu tidak mau melepaskan lengan Indah, sampai akhirnya,,,
"Tuan Andi?!" Ucap Indah kaget bukan main saat mereka sudah sampai di belakang resto.
Tatapan Andi sangat berbeda kali ini, membuat Indah sedikit ketakutan.
"Berhentilah menjadi sekertaris pria brngsk itu dan jadilah istriku Indah!" ucap Andi dengan tegas kepada indah
__ADS_1
"Apa?! anda sadar dengan apa yang anda katakan?! saya bahkan tidak mau menikah dengan anda!" Sarkas Indah
"Kau terlalu jual mahal Indah!!" Ucap Andi kesal karena penolakan dan kata-kata Indah. Andi menahan bahu indah membentur dinding dan hendak melakukan hal buruk kepadanya
"Dasar pria brngsk! LEPASKAN AKU!!" teriak Indah melawan dan menggerak-gerakkan kepalanya untuk menghindari Andi yang ingin melahapnya. Dengan Kekuatan penuh, Indah menendang Assset berharga Andi dan membuatnya kesakitan
"Aaarrgghhh!!! siall!!" Ucap Andi
"Itu hadiah untuk pria yang tidak punya etika seperti anda tuan!!" Hardik Indah yang kemudian akan pergi meninggalkan Andi
"Aku akan membatalkan kontrak perjanjian ini jika kau menolakku!!" Sarkas Andi
"Silahkan saja! anda pikir saya takut?!" Jawab Indah yang segera berlari meninggalkan Andi
Indah menetralkan wajahnya saat kembali kemeja makan mereka tadi
"Kau lama sekali sih?!" Sarkas Ibra
"Maaf pak,,, mules" jawab Indah yang kemudian duduk di sebelah Ibra.
Tak lama datanglah tuan Andi dengan wajah kesalnya akibat penolakan Indah.
"Maaf tuan Ibra! kerjasama kita batal!" Ucap Andi tiba-tiba
"Apa?! kenapa mendadak begitu?! bukankah kita sudah sepakat tadi?!" ucap Ibrahim memanas
"Aku berubah pikiran! aku merasa tidak cocok dengan apa yang anda tawarkan! Ki permisi!" Ucap Andi menatap tajam kearah Indah sebelum dia pergi meninggalkan Mereka
Ibrahim sempat melihat tatapan tajam Andi kearah Indah, sementara indah hanya diam tanpa ekspresi apapun. Lalu Andi dan Asissten nya pergi meninggalkan restoran itu.
"Pasti ini semua gara-gara kamu kan?!" sarkas Ibrahim kepada Indah.
Indah tidak menjawab, diapun menunduk ketika mendengar suara Ibrahim yang kesal dan terdengar penuh emosi
"Sial!!" Umpat Ibrahim yang kemudian pergi meninggalkan restoran itu dan juga Indah.
"Astagfirullah,,,, sabar ndah,, sabar,,," ucap Indah saat mengusap dadanya
Indah berjalan keluar dan melihat mobil Ibrahim pergi meninggalkan parkiran tanpa berhenti didepannya yang saat itu berada didepan restoran. Indah hanya menghela nafas kasar setelah itu dia mencari angkutan umum untuk kembali ke kantor.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung,,,,,,,,