
David terbangun saat merasa ponselnya bergetar, Ia terkaget ketika melihat dirinya berada dibalik selimut tebal. Lalu David mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelepon.
"Mba Lisa?!"
David langsung mengangkat telfon dari kakak perempuan nya.
"Hallo mba, assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam vid,, kamu cepat kerumah sakit Medika, ibu,,, ibu,, pingsan"
"Apa?!" David sangat terkejut
"Baik, aku kesana sekarang mba, assalamualaikum" ucap David yang kemudian mematikan sambungan telfonnya.
"Bagaimana ini?!" ucap David lalu menelfon Ibra namun tidak ada jawaban.
Bagaimana Ibra mengangkat telfon nya, sementara dirinya tengah berada dibawah selimut bersama Indah dengan suara derasnya hujan mengalahkan suara getaran ponsel Ibra. Karena beberapa kali menelfon tidak mendapatkan respon apa-apa dari bossnya, David beranjak dan ingin berpamitan pada Kinara.
Sementara itu Kinara yang sedari tadi tidak bisa tidur setelah melihat video yang dikirimkan Sinta padanya. Kinara dapat melihat jelas apa yang sudah terjadi saat kejadian kemarin. Bukan hanya wajahnya yang menghangat, hatinya pun juga ikut menghangat, hingga Kinara mencoba untuk tidur pun susah. Berguling kesana dan kesini masih juga tidak bisa tidur
Tok
Tok
"Kinara,,, apa kamu tidur?!"
Kinara terjingkat saat mendengar ketukan pintu dan terdengar suara David memanggilnya. Dengan cepat Kinara berlari membuka pintu kamarnya
Deg!
David tenganga saat melihat Kinara hanya menggunakan kaos oblong kedodoran berwarna maroon, celana jeans hitam dengan rambut panjang berantakan namun menambah sekian persen kecantikan Kinara saat itu
"Ada apa kak?!" tanya Kinara membuyarkan lamunan David
"Astagfirullah! aku hampir lupa! emm begini,,, aku akan kerumah sakit, ibuku pingsan dan sekarang sedang di tangani dokter. Maaf aku tidak bisa menemanimu sampai tuan kembali" ucap David
"Aku takut sendirian! aku boleh ikut?!" tanya Kinara sedikit ragu. David berfikir sejenak, ia kembali teringat jika Kinara tidak bisa ditinggal sendiri
"Ya sudah kalau kamu mau ikut, cepetan kamu siap-siap" Kinara mengangguk lalu masuk kedalam kamar untuk merapikan penampilannya. Kinara mengganti pakaiannya dan terlihat sangat sederhana.
Setelah itu Kinara dan David pun segera pergi ke rumah sakit.
Ditempat lain,,,,,
Ibra terbangun setelah lelah menerpa dirinya dan juga Indah. Lelah namun memberikan rasa nikmat tiada Tara. Ibra tersenyum kala melihat Indah yang masih tertidur pulas di dekatnya. Ibra melihat jam di dinding kamar Indah dan baru teringat jika ia meninggalkan Kinara dan juga David di apartemen
"Astagfirullah! aku lupa!!" Ibra meraih ponselnya dan melihat 10 panggilan tak terjawab dari David.
__ADS_1
"Kenapa David menelfon ku sebanyak ini?!" ucap Ibra kaget, lalu menelfon balik David untuk memastikan semuanya baik-baik saja
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam tuan,,,"
"Kenapa kamu menelfon ku? apa semua baik-baik saja?!" tanya Ibra
"Begini tuan, ibu saya masuk rumah sakit karena tidak sadarkan diri. Saat ini saya dijalan menuju kerumah sakit. Kinara tidak mau di tinggal, jadi ia pun ikut bersama saya" terdengar suara David tegang
"Ibumu sakit apa?!"
"Saya juga tidak tau tuan, mba Lisa tidak menceritakan kepada saya,"
"Ya sudah kalian hati-hati dijalan. Maaf aku pulang sedikit terlambat" ucap Ibra
"Baik tuan,,, telfon saya tutup dulu, ini kami sudah dekat dengan rumah sakitnya"
"Baiklah, jika ada apa-apa segera hubungi aku"
"Baik tuan assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam"
"Ada apa mas?" tanya Indah saat mendengar percakapan Ibra sepertinya sangat serius
"Kinara dan David di apartemen?!"
"Iya,, tapi mas yakin tidak akan terjadi apa-apa diantara kedua orang polos itu" ucap Ibra
Indah terdiam sesaat,,,
"Apa yang kamu pikirkan hah?! kina akan baik-baik saja,, percaya pada mas. David tidak akan berani menyentuh adikku!" ucap Ibra
"Bukan begitu mas,,, kalau itu mungkin Indah yakin jika David tidak akan melakukan hal serendah itu. Tapi,,,,"
"Tapi apa?!"
"Gimana ya bilangnya,,,"
"Jangan buat suamimu ini pemasaran! katakan semuanya nda!" perintah Ibra
"Apa mas tidak memperhatikan Kinara mas, Indah rasa,,, Kinara memiliki emm mungkin sedikit rasa lebih dari seorang teman kepada David."
"Apa yang kamu katakan?! maksudmu Kinara menyukai David?!"
Indah mengangguk pelan
__ADS_1
"Yah,,, bisa jadi begitu mas"
"Kok bisa kamu berkesimpulan begitu?!"
"Begini,,,, belakangan ini Kinara sering bertanya pada Indah soal David, belum lagi Kinara membawa bekal makanan yang cukup banyak dari porsi makan dia biasanya. Setiap kali dia bercerita, seperti ada sesuatu yang berbeda dari raut wajah Kinara ketika ia menceritakan soal David"
Ibra terdiam mendengar ucapan istrinya.
"Jika memang kenyataannya begitu bagaimana mas? dan mungkin saja David memiliki perasaan yang sama? kalau begitu, apa yang mas akan lakukan?! apa mas akan merestuinya?!".
"Berhenti menjodoh-jodohkan orang lain! kita tidak tau kebenarannya. Jika itu benar, akan kupikirkan lagi! Kinara David terpaut cukup jauh usianya" ucap Ibra yang kemudian beranjak pergi dari tempat tidur nya
"Memangnya kenapa mas?! toh cinta tak mengenal usia! yahh contohnya kita,,," ucap Indah sebelum Ibra masuk kedalam kamar mandi
"Kamu mau bilang kalau suamimu ini tua?!"
"Yahh gak gitu juga,,, hehe,,, bukan tua,, tapi Mateng" jawab Indah dengan cengir kuda
"Kinara masih terlalu muda untuk memikirkan urusan rumah tangga. Dia masih harus banyak belajar! Lagian dia masih kuliah, jika dia lulus nanti mungkin David sudah memiliki anak dari wanita lain. Sudahlah, tidak usah dibahas lagi" ucap Ibra menghilang di kamar mandi
"Memangnya kenapa?! toh kalau jodoh, mas Ibra bisa apa?! ngehalangi jodoh ya gak mungkin bisa lahhh! itu kan Allah yang ngatur!" jawab Indah
"Hmm,,, kenapa aku jadi mikirin jodoh orang?!" Ucap Indah lagi, lalu ia beranjak dari tempat tidur
"Mass,, ikut mandi!" ucap Indah berlarian kecil dan masuk ke dalam kamar mandi.
Blaaam!
.
.
.
.
Bersambung,,,,, 💕
Biar Senin nya semangat ajaaa, dikasih ginian biar tambah ngehalu, anggep aja ini Ibra sama Indah,🤣
Jangan baperrr yahhhh🤣
Udah ketemu Senin nihhh,,,,
Please dukung karya uni dengan Vote kalian yahh🤗
__ADS_1
Terimakasih readers tersayang 😍