
Jam kerja telah usai, Indah sudah bersiap untuk pulang setelah pekerjaannya selesai.
"Ndah, mau pulang ya?" tanya David saat baru keluar dari ruangan Ibra
"Iya,, pekerjaan ku sudah selesai" jawab Indah
"Aku anter pulang ya?" ucap David menawarkan diri
Sekilas Indah melihat Ibra yang akan keluar , namun mendadak berhenti dan mundur kembali ke ruangannya.
"Emm,, boleh,," jawab Indah dengan sengaja
"Oke,, aku beres-beres sebentar ya,, tunggu" ucap David dengan semangat
"Oke" jawab Indah dengan tersenyum
Kemudian David segera berjalan masuk kedalam ruangannya untuk membereskan barang-barang nya. Dia begitu senang karena Indah mau pulang bersamanya, sementara Ibra terlihat kesal ketika mendengar jawaban indah mau pulang bersama David.
"CK! dasar murahan!" batin Ibra
Kemudian Ibra keluar dari ruangannya dengan wajah dingin dan seperti tidak tau apapun kejadian tadi.
"Sore pak" sapa Indah
"Hem" sahut Ibra yang terus berjalan menuju lift VIP.
Tak lama David keluar dan mengajak Indah pulang. Keduanya pun segera turun dan berjalan menuju ke mobil David.
"Mau langsung pulang atau mau makan dulu?" ucap David
"Pulang aja deh, aku capek banget soalnya" jawab Indah
"Baiklah" Sahut David
Kemudian David melakukan mobilnya meninggalkan kantor. Membelah jalanan menuju ke apartemen Ibra.
"Loh ndah, kamu tinggal disini juga?!" tanya David sedikit kaget ketika melihat indah tinggal di apartemen yang sama dengan Ibra.
"Emm,,, iya,,," jawab Indah
"Udah lama? kok kebetulan banget sama kayak tuan Ibra?" tanya David
Deg!
"Emm,, cuma sementara aja sih, aku tinggal sama temen disini gak sendiri" jawab Indah sedikit gugup
"Ohh gitu,,, ya udah, aku langsung pulang ya, takut ganggu kamu mau istirahat kan?" ucap David
"Ah iya,, makasih ya,, assalamualaikum" ucap Indah yang kemudian bergegas turun
"Wa'alaikumsalam"
Kemudian Indah turun dari mobil dan berjalan menuju ke dalam lift. Sementara David langsung menjalankan mobilnya meninggalkan apartemen itu tanpa rasa curiga.
Indah membuka password kamar Ibra dan masuk kedalamnya. Saat masuk, Indah sudah dipertemukan dengan Ibra yang sepertinya belum lama sampai di apartemen itu juga. Keduanya sempat bertatapan, namun dengan secepat kilat, keduanya pun melengos ke arah lain.
"Assalamualaikum" ucap indah
"Wa'alaikumsalam" jawab Ibra
Indah berjalan masuk keruangan Ibra untuk mengambil kopernya, dan pindah kamar di sebelah kamar Ibra. Lalu Indah membereskan pakaiannya didalam lemari sementara Ibra memilih untuk membersihkan dirinya.
Setelah membereskan barang-barang nya dan membersihkan diri, indah pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam. Sementara Ibra tak kunjung keluar dari kamarnya, ntah apa yang sedang Ibra lakukan didalam kamarnya.
Tok
Tok
__ADS_1
"Pak,,, makan malam sudah siap" ucap Indah
Ceklekkkk
Ibra membuka pintu dan dilihatnya indah masih berdiri didepan pintu kamarnya
"Makan malam sudah siap pak" ucap indah lagi
"Hem" sahut Ibra yang kemudian melangkah menuju ke dapur dan diikuti oleh Indah.
Keduanya duduk dan menikmati makan malam bersama tanpa ada yang bersuara. Tidak membutuhkan waktu yang lama, keduanya selesai makan malam, lalu Ibra meninggalkan Indah yang masih membereskan meja makan.
Baru saja Ibra masuk kedalam kamar, Ibra keluar lagi dengan membawa ponselnya
"Iya iya mi,,,, indah ada kok!! itu lagi nyuci piring!" jawab Ibra yang kemudian membalikkan camera ponselnya menghadap kearah indah yang tengah mencuci piring
"Indaaahhhhh" suara nyaring mami membuat indah menghentikan kegiatannya
"Mami,,," ucap Indah dengan senyum kagetnya
"Lagi apa?? mami udah sampai di rumah. Mami kangen sama kamu" ucap mami terdengar begitu senang
"Alhamdulillah mami sudah sampai dengan selamat disana. Ini lagi nyuci piring mi, baru aja selesai makan malam" jawab indah
Ibra memberikan ponselnya kepada Indah dan dia pun kembali masuk kedalam kamarnya. Terdengar gelegar tawa Indah dan mami yang tengah berbincang di dapur. Tanpa merasa terusik sedikitpun Ibra tetap berada di kamarnya.
Beberapa menit kemudian, Indah dan Mami menyudahi obrolan mereka, Lalu Indah berniat untuk mengembalikan ponsel Ibra ke kamarnya. Pintu itu tidak tertutup rapat, indah pun dapat melihat sedikit apa yang tengah di lakukan Ibra saat itu
"Apa yang dilakukan pak Ibra?!" ucap indah sedikit mengintip dari balik pintu
Deg!
Indah tenganga saat mendengar samar-samar suara Ibra yang tengah melafal bacaan sholat didalam kamarnya
"MaasyaaAllah,,, jadi,, dia belajar sholat?!" batin Indah semakin mempertajam pendengarannya.
Seolah-olah semakin penasaran karena suara Ibra tidak terdengar, Indah menyentuh pintu dan tanpa persiapan Ibra menarik pintu hingga membuat Indah terhuyung masuk kedalam
Bruukkkkkkkk
Ibra dan Indah terjatuh bersama di lantai dengan posisi Indah tengah menindih Ibra dan kini bibir indah mendarat mulus di pipi Ibra.
Tup!
Tiba-tiba pemadaman listrik dan membuat tempat itu menjadi gelap gulita.
"Astagfirullah!!" ucap Indah yang kemudian segera melepaskan Ibra. Sementara Ibra masih termanggung dalam posisinya saat ini
"Pak, mati lampu!" ucap Indah
"Listrik padam!" jawab Ibra yang kemudian ikut duduk bersama indah dilantai
"Iya,, maksud saya gitu!! katanya apartemen elite, kok masih bisa mati lampu?!" ucap Indah sedikit ngeri dan juga sangat malu karena adegan tak sengaja beberapa saat lalu
"Hidupkan lampu ponselku ndah" ucap Ibra
"Oh iya,,, ini pak Ponsel bapak" ucap Indah sedikit gugup
Karena kondisi gelap, membuat Ibra tidak bisa melihat dengan jelas tangan indah yang memberikan ponsel padanya. Hingga akhirnya Ibra menggenggam tangan indah dan membuat keduanya sama-sama terdiam
Sesaat kemudian Indah tersadar dan langsung menarik tangannya, begitu juga dengan Ibra yang langsung menghidupkan lampu pada ponselnya. Andai saja listrik tidak padam, tentu bisa terlihat wajah keduanya sama-sama memerah saat itu.
"Kita duduk di sana saja,,," ucap Ibra mengajak Indah untuk bangun dari duduk mereka di lantai
"Gak mau! nanti bapak macem-macem lagi sama saya!" jawab Indah bergidik sendiri
Pletaakkkk!!
__ADS_1
Ibra menjitak kening Indah meski tidak terlalu keras
"Kotor sekali pikiranmu!!" sarkas Ibra
"Bisa aja kan! bapak mencuri kesempatan dalam kesempitan untuk mesumin saya!!" Jawab indah
"Sudah aku bilang! aku gak selera sama kamu!! depan belakang tepos gitu apa enaknya!" ucap Ibra
"Astagfirullah!!! mulut bapak kalau ngomong gak di saring banget yah!!" ucap Indah
"Hahaha!! aku bicara fakta!" jawab Ibra
"Bapak benar-benar keterlaluan!!" ucap Indah
"Terserah mau ikut aku atau tetap disini gelap-gelapan!!" ucap Ibra tidak ingin ribut lagi dengan Indah.
Ibra berdiri menuju balkon kamarnya dan menatap langit-langit malam yang terlihat cerah malam ini. Merasa sedikit ngeri karena gelap, akhirnya Indah segera beranjak mendekat kerah Ibra dan Ibra hanya tersenyum kecil saat melihat indah sudah duduk di sampingnya, meski sedikit berjarak.
"Kamu sudah berapa kali menikah?" tanya Ibra
Deg!
Indah yang tiba-tiba ditanya seserius itu sedikit kaget,
"Tiga kali" jawab Indah
"Wah,, wah,,, berarti kamu lebih berpengalaman!!!" Sindir Ibra
"Berpengalaman apa pak? dan kenapa tiba-tiba bapak bertanya soal itu?" ucap Indah
"Tentu berpengalaman di ranjang!! apalagi?!" sungut Ibra
"CK!" Sahut Indah , tidak jauh-jauh pasti otak Ibra menuju kearah sana
"Aku,, hanya tidak sengaja mendengar berita yang beredar di kantor" jawab Ibra
"Dan bapak penasaran?!"
"Ya" jawab Ibra
"Benar, saya pernah menikah satu tahun lalu dengan mas Indra, namun dia pergi meninggalkan saya untuk selamanya. Dan Saya,,, menikah lagi dengan mas Agung,, namun lagi-lagi mas Agung juga pergi meninggalkan saya untuk selamanya" ucap Indah yang merasa perih jika harus mengingat kembali masa lalunya
"Dan yang ketiga?" tanya Ibra
"Bapak"
Deg!
Indah terlihat langsung murung, dia menatap lurus kegelapan yang ada di depannya, di tumpukan dagunya diatas tangan beralaskan lutut yang ia tekuk. Ibra dapat melihat kesedihan Dimata indah dari sorot lampu ponselnya yang terlihat remang-remang
"Kasihan sekali nasibnya,,," batin Ibra
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,, 🤍
Yuk Follow IG nya uni😘
Banyak teman banyak Rejeki😍
Instagram : @uniramadhani.id
__ADS_1