Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Berfikir Cerdas


__ADS_3

"Hallo?" ucap Indah


Deg!


"Indah?!" Ibra terkaget saat mendengar suara wanita itu seperti suara istrinya


"Loh mas Ibra kok nelfon indah pake nomor ini? ke hp David lagi?" jawab Indah yang langsung mengenali suara suaminya.


"Ah,, itu ponsel mas mati belum di cas. Kamu dimana sekarang?" tanya Ibra


"Lagi di jalan mas,,," jawab Indah


"Ya sudah, hati-hati ya sayang, love you" ucap Ibra selembut sutera


"Love you too mas" jawab Indah dari seberang telefon.


Kemudian Ibra memberikan ponsel itu kepada Roy saat indah sudah mematikan sambungan telfonnya.


"Roy! kenapa kamu menelfon istriku?!" tanya Ibra bingung


"Loh, itu nomer yang diberikan mereka" ucap Ibra


Ibra langsung menatap Asissten Hardi,


"Itu benar nomor Asissten nya tuan! saya tidak bohong" ucapnya tegang


"Katakan siapa yang membeli Saham itu!!" Ucap Ibra mencengkeram kuat baju Hardi


"Nyonya Indah!" jawab Hardi ketakutan


Ibra langsung melepaskan cengkraman nya dan Hardi kembali di amankan


"Kita pulang sekarang! suruh orang-orang mu membawa membawa mereka ke villa" perintah Ibra.


"Baik tuan" jawab Roy


Lalu Roy memerintahkan anak buahnya untuk membawa Hardi dan Asissten nya ke villa papi.


"Kita kerumah Ibuku sekarang! ternyata istriku yang sudah membeli saham perusahaan ini" ucap Ibra saat berada didalam lift VIP bersama Roy.


**


Mobil mami yang membawa Indah dan David sudah sampai dirumah. Begitu sampai dirumah, mami dan Kinara sudah menyambut keduanya. Lalu mereka pun duduk diruang tamu bersama.


"Bagaimana tadi? lancar?" tanya Mami


"Alhamdulillah mi" jawab Indah


Lalu Indah meminta dokumen pentingnya yang dibawakan David. Setelah itu, indah menyerahkan kepada mami


"Apa ini ndah?" tanya Mami bingung

__ADS_1


"Mi,,, ini saham perusahaan mami dan papi yang dijual Hardi" jawab Indah


"Hah?! saham?" tanya mami bingung lalu membuka dokumen itu


"Iya, perusahaan papi mengalami kebangkrutan dan Hardi menjual saham perusahaan dengan harga rendah. Indah memang yang membeli saham itu, tapi perusahaan itu milik mami, jadi Indah serahkan kembali kepada mami. Nanti biar David yang mengurus semua pengalihannya" ucap Indah


Mami terdiam sesaat menatap dokumen itu, diusapnya pelan dengan tatapan sendu


"Dulu perusahaan itu mami bangun dari 0 bersama papi. Mami masih sangat ingat bagaimana susahnya kami dulu,, bahkan meminjam uang ke saudara ataupun ke perbankan juga tidak dapat. Akhirnya kami bertemu dengan teman lama papi dan dia mau meminjamkan kami modal usaha. Setelah perusahaan itu berkembang dan maju pesat, papi mulai bertingkah,,," ucap mami yang kemudian menangis


"Mami sabar ya mi,,, semua sudah berlalu,,, sekarang ini sudah milik mami, dan nanti biar mas Ibra yang mengurus semuanya agar perusahaan itu kembali bangkit lagi mi... ini milik mami sekarang" ucap Indah


"Terimakasih sayang,,," ucap mami yang kemudian memeluk indah dengan begitu erat. Mami tidak pernah membayangkan jika perusahaan itu akan jatuh lagi kepada mami, meski saat ini perusahaan itu sedang diambang kebangkrutan, tapi mami masih punya Ibra yang bisa diandalkan untuk kembali membangkitkan nya.


Kinara terlihat haru melihat apa yang sudah dilakukan kakak iparnya. Jelas saja kakaknya begitu mencintai kakak iparnya, Indah bukan hanya wanita yang cantik, tapi juga pintar dan dapat diandalkan. David pun juga ikut terharu melihat apapun yang dilihatnya didepan matanya sekarang.


"Indah!"


Ibra tiba-tiba sudah berdiri di depan pintu rumah


"Mas Ibra" jawab Indah saat mami sudah melepaskan pelukannya dan semua orang melihat


Ibra melangkah panjang dan langsung memeluk wanita yang sangat dirindukannya selama berhari-hari ini. Tidak peduli semua orang melihat mereka, yang Ibra tau, dia sangat merindukan Indah.


"Mas merindukan mu" ucap Ibra saat melepas Indah dan menatapnya dengan penuh kerinduan


"Indah juga mas" jawab Indah yang sudah berkaca-kaca


"Malu mas banyak orang, harusnya jangan disini" ucap Indah malu-malu


"Kebawa suasana" kekeh Ibra lalu membenarkan duduk mereka dan suasana yang tadinya sempat panas, kini mulai normal


"Ehem,,, jadi, kamu yang sudah membeli saham perusahaan papi?" tanya Ibra pada istrinya.


"Iya mas,,, maaf ya,, uangmu banyak terkuras untuk membeli perusahaan papi sendiri" jawab indah dengan tersenyum tapi mengiba


"Gak papa,, mas bangga kamu bisa berfikir cerdas dan cepat begitu" ucap Ibra


"Semua juga karena David mas, Dia yang kasih tau Indah soal ini. Indah juga baru tau jika mas Ibra mengalihkan semua nya atas nama Indah jadi Indah bisa memutuskan untuk mengambil semuanya" jawab Indah


"Oh begitu,,,, Terima kasih Vid" ucap Ibra kepada David


"Sama-sama tuan. Saat itu kebetulan saya sedang mengawasi pasar saham dan saya melihat saham perusahaan papi anda muncul" jawab David


"Hem,, begitu,,, Oh iya,, ini Roy Asissten papi. Dia yang bantuin mas buat nangkep Hardi. Sekarang Hardi dan Asissten nya sudah diamankan" ucap Ibra mengenalkan Roy pada Indah dan juga David.


"Jadi sekarang sahamnya milik kamu?" tanya Ibra


"Enggak, sahamnya milik mami, karena Indah kasih ke mami" jawab Indah dengan santainya


"Beneran mi?" tanya Ibra

__ADS_1


"Ini dokumen nya" jawab mami


"Ntah bagaimana lagi mas berucap selain rasa syukur mas punya kamu" ucap Ibra memeluk indah lagi meski dari samping


"Tapi mami tidak akan bisa mengurus sendiri,,,"


"Nanti Ibra bantu mi, Ibra mau ajak Indah ke kamar dulu ya mi. Udah kangen berat ini" ucap Ibra yang masih memeluk Indah dari samping, lalu Indah menepuk tangan Ibra dan membuat semua orang terkekeh kecil


"Ya sudah sana, kalian istirahat " ucap Mami


"Ayo sayang,,, kita lepaskan rindu kita dikamar" ajak Ibra menggandeng tangan Indah dengan lembut


"Itu bisa gak, kalau gak ngomong kayak gitu didepan umum?! bikin malu aja!" ucap Indah sambil mereka berjalan kekamar


"Ngapain malu? kamu kan tau, urat malu mas sudah putus kalau ada kamu" jawab Ibra


"Nyebelin deh!" ucap Indah


"Tapi ngangenin kan?" goda Ibra


Seiring perginya Indah dan Ibra kekamar, tinggal mami, Kinara, Roy dan David Disana.


Pikiran mereka sama, Indah memiliki pengaruh besar dalam perubahan sikap Ibra yang selama ini terkenal begitu keras kini berubah 180°. Kemudian mami pamit untuk menyimpan dokumen penting itu dan kini tinggallah mereka bertiga di ruang tamu.


"Kinara,," panggil Roy


"Iya kak?" jawab kina


"Gak jenguk papi lagi? pasti papi sangat merindukan mu" ucap Roy


"Mami belum mau bertemu papi kak. Mungkin setelah masalah ini selesai, mami berubah pikiran " jawab Kinara


"Kemarin kak Roy dapet kabar dari rumah sakit, papi sudah bisa menggerakkan mulut nya sedikit" ucap Roy


"Bagus kalau begitu, semoga papi segera sembuh" jawab Kinara.


David sedikit meradang karena berada di posisi terjepit. Kinara yang terus berbincang bersama Roy membuat David tidak suka melihat keduanya.


"Permisi,, mau kedalam dulu" ucap David tiba-tiba beranjak dan akan menuju ke kamar tamu.


Kinara terbengong melihat David meninggalkan nya berdua saja bersama Roy.


.


.


.


.


To be Continue gaesssss 🤗

__ADS_1


Jangan lupa, tinggalin jejak kalian yahh😍


__ADS_2