
Mami dan Indah sudah berada di sebuah restoran yang cukup terkenal di kota itu, mereka menikmati makan malam berdua setelah lelah berkeliling dipusat perbelanjaan seusai pulang dari kantor. Mami cukup senang karena Indah tidak membosankan dan sangat menyenangkan meski mereka terus saja berjalan melihat-lihat dan sesekali membeli barang yang mami ingin beli.
"Indah,,, malam ini kamu nginep di apartemen Ibra ya?, mami sendirian disana" ucap mami
"Tapi mi, Indah belum izin sama orang tua Indah" jawab Indah
"Ya sudah telfon saja sekarang" ucap mami
Dengan sedikit ragu-ragu indah pun mengambil ponselnya dan menghubungi keluarganya
"Assalamualaikum Bu,,, "
"Wa'alaikumsalam,,, "
"Bu,,, Apa boleh Indah izin menginap di apartemen pak Ibra menemani maminya?" ucap Indah sedikit takut
"Tapi nak Ibra gak tidur disitu juga kan?"
"Enggak Bu"
"Ya sudah gak papa, apa bajumu ibu minta ayah antarkan kesana?"
"Tidak usah Bu, indah ada baju ganti"
"Ya sudah,, hati-hati ya Ndah"
Indah sedikit kaget ketika ibunya tidak mempermasalahkan dirinya menginap di tempat asing. Biasanya ibu Indah akan bertanya sangat banyak hingga sangat detail kenapa dia harus menginap. Belum sampai terjawab, mami Ibra mengajak indah untuk pulang ke apartemen.
"Ayo kita pulang" ucap mami
"Iya Bu" jawab Indah
Kemudian mereka beranjak dan menenteng beberapa paperbag milik mereka.
"Indah?!"
Sontak indah menoleh ketika namanya disebut oleh seseorang. Suaranya tidak asing bagi indah, dia pun langsung terkejut ketika melihatnya
"Ibu Desi?" Ucap Indah terkejut bukan main
Bertemu mantan mertuanya dulu membuat indah sedikit tegang. Kemudian Indah mengulurkan tangannya namun tak sedikitpun ibu itu membalasnya
"Ohh,,, sudah dapet inang baru? padahal belum lama ditinggal Suami!" Sindir ibu Desi
"Bu,,, ini tidak seperti yang ibu fikirkan" ucap Indah
__ADS_1
"Halah!! ibu sudah tau Ndah, kamu itu benar-benar matre! itu sebabnya dari dulu ibu gak setuju Indra nikahin kamu!! lihat sekarang, kamu sudah membuat anakku pergi untuk selamanya!! dan terbukti kamu itu hanya mengincar pria-pria kaya!!" sarkas Ibu Indra
Terlihat mami Ibra tidak mengerti arah pembicaraan ibu paruh baya itu. Dan yang membuat mami Ibra semakin kaget adalah kenyataan yang baru ia tau jika indah sudah pernah menikah
"Bu,,, "
"Sudah cukup!! cukup kau memberi luka pada kami!! dan secepatnya ibu minta kembalikan apa yang sudah Indra berikan padamu!!" Ucap ibu Desi yang kemudian berlalu pergi meninggalkan Indah dan mami Ibra disana.
Indah terlihat sedih dan mencoba menyembunyikan rasa sakit hatinya. Dia tidak mampu melawan, tentu ada rasa bersalah didalam hati Indah saat ini
"Kamu gak papa ndah?" tanya Mami saat menyentuh bahu Indah
"Gak papa Bu,,, mari saya antar pulang" ucap Indah mencoba tersenyum meski terlihat terpaksa
Mami Ibra tidak ingin bicara lagi, ia pun mengangguk dan mengajak indah pergi dari tempat itu. Meski begitu banyak pertanyaan di fikirannya, mungkin nanti mami Ibra akan menanyakan sendiri kepada Indah.
Sampainya di apartemen, Indah membersihkan dirinya dan setelah itu mami Ibra. Kemudian mereka duduk santai di ruang tengah sambil menikmati cemilan yang ada di apartemen itu.
"Indah,,,"
"Iya Bu?"
"Boleh ibu bertanya?"
"Iya"
Indah mengangguk pelan tanpa berani menatap kearah mami Ibra
"Dan tadi itu,,,"
"Itu mantan mertua saya Bu, namanya ibu Desi. Saya dan anaknya mas Indra pernah menikah satu tahun lalu Bu. Dan mas Indra sudah pergi meninggalkan kami untuk selamanya dalam tragedi kecelakaan saat akan pergi kerumah sakit malam itu" jawab Indah
"Astaga,,,, ibu turut berduka,,"
"Iya Bu,,, "
"Dan maksud dia tadi meminta apa tadi,,,?"
"Keluarga ibu Desi memang dari awal hubungan kami tidak setuju, dan setelah berbulan-bulan kepergian mas Indra, mereka ingin kami mengembalikan uang yang sudah di berikan mas Indra kepada saya"
"Astaga,,, seperti itu?" Indah mengangguk pelan dan mencoba untuk tersenyum
"Kamu yang sabar ya Ndah. Tapi kamu belum punya anak?" tanya mami Ibra lagi
"Belum bu, karena kejadian itu malam setelah akad nikah kami" jawab Indah
__ADS_1
"Ibu baru tau jika kamu sudah pernah menikah" ucap mami Ibra terus terang
Indah mencoba untuk tersenyum meski hatinya masih bingung, untuk mendapatkan uang banyak dalam waktu cepat darimana. Sedangkan dirinya maupun keluarganya tidak memiliki uang sebanyak itu.
Sementara ditempat lain,,,,,
Ibra yang masih cetek imannya pun tidak bisa menolak ajakan kedua teman gesreknya itu. Ketiganya kini berada didalam club' malam dan tengah ditemani wanita-wanita cantik, kenalan Dores tentunya. Mereka berada di sebuah ruangan VIP agar bisa leluasa melakukan apapun yang mereka inginkan.
Namun Sepertinya meski tubuhnya berada di dalam club' itu, jiwa Ibra tidak berada disana. Dia sama sekali tidak menikmati pesta malam itu
"Bro!! have fun dong!! masak diem aja dari tadi?!" ucap Dores sembari menjamah wanita disampingnya
Suara musik memecahkan telinga membuat mereka harus bicara dengan sedikit keras
"Kalian saja!" jawab Ibra singkat
"Abang,,, kenapa sihh?? lagi ada masalah yah?" ucap seorang wanita cantik yang duduk di sebelah Ibra. Dia merasa seperti patung yang sama sekali tidak dianggap kehadirannya oleh Ibra. Wanita muda itupun memberanikan diri menyentuh pangk*l pah* Ibra
"Singkirkan tangan mu!!" sarkas Ibra dengan dingin
Dores dan Zack terkekeh melihat Ibra yang sepertinya tidak merespon wanita itu dengan baik. Dan wanita itu tidak tinggal diam, dirinya harus berhasil mendapatkan Ibra malam ini. Kemudian Wanita itu pun semakin merapat dan dengan begitu beraninya ia menempelkan balon jumbonya untuk menggoda Ibra.
"Abang sangat tampan,,, tidak kah kita menghabiskan waktu malam panjang ini berdua?!" ucapnya dengan mendayu
Ibra tidak bergeming, menatap nya saja tidak. Dia hanya menyibukkan diri memakan kacang didepannya dengan pikirannya yang ntah memikirkan apa. Dari ekor matanya, Ibra melihat Kedua teman gesrek nya itu tengah brutal melahap wanita-wanita disampingnya tanpa malu. Meski belum sampai ke tahap lebih, namun bisa membuat orang lain ikut kepanasan. Tidak ingin berlama-lama disana, bisa-bisa ibra juga ikut terbakar, lalu ibra langsung menyaut kunci mobilnya dan beranjak dari tempat itu
"Aku pulang duluuan" ucap Ibra
"Tapi bro?!" ucap Dores saat melihat kepergian Ibra
"Kalian saja yang bersenang-senang, aku sedang tidak mood!" jawab Ibra yang kemudian pergi dari ruangan itu.
Zack dan Dores tidak bisa menahannya, terpaksa mereka merelakan Ibra pergi lebih dulu.
"Kau gagal, maka kau tidak akan mendapat apa-apa!" ucap Dores kepada wanita yang menemani Ibra tadi.
Kemudian wanita itu pergi karena percuma disana dia tidak akan mendapatkan apapun. Sementara Zack dan Dores kembali melanjutkan pengembaraan mereka.
Ibra mengendarai mobilnya menuju ke apartemen nya. Dia berfikir akan menemani Maminya yang saat ini sendiri tinggal disana. Tanpa Ibra tau jika Indah juga menginap disana.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung,,,,,