
Ibra merutuki dirinya sendiri yang bisa-bisa berfikir mesum beberapa saat lalu. Jika saja Indah tidak membuyarkan lamunannya, mungkin dia akan terus membayangkan kemesuman bersama indah sementara mereka masih berada didepan pintu apartemen.
Keduanya kini sudah berada didalam kamar masing-masing, bergelut dengan guling masing-masing dan tenggelam dalam pikiran yang sudah mulai teracuni virus yang paling membahayakan di jagad raya ini, yaitu virus merah jambu.
Ibra menatap gelang perak yang berada di tangannya, gelang patah itu milik Indah yang tidak sengaja ia patahkan. Ibra tersenyum sendiri kala mengingat bagaimana kesalnya indah karena ulahnya.
"Aku harus memperbaikinya sebelum aku berangkat ke California" ucap Ibra
Kemudian Ibra tertidur dengan masih menggenggam erat gelang perak milik Indah.
Pagi menjelang,,,,,
Indah sudah berada di meja makan dengan menikmati sarapannya sendiri, Karena kekesalannya kepada Ibra yang belum kunjung mereda sepertinya. Tak lama Ibra keluar dengan sudah berpakaian rapi.
Ibra duduk di depan Indah, lalu mengambil roti tawar dan diolesi selai kacang kesukaannya. Sementara Indah seperti tidak menggubris kehadiran Ibra didepannya.
Dengan cepat Indah menyelesaikan sarapannya dan segera pergi dari meja makan
"Kamu mau berangkat sama siapa?" tanya Ibra tiba-tiba
" Sama siapapun itu terserah saya, yang jelas saya tidak mau berangkat dengan pria omes seperti bapak" jawab Indah
Indah mengambil tasnya kemudian melangkah keluar apartemen itu. Sementara Ibra dengan cepat menghabiskan susu dan sarapannya lalu mengejar Indah.
"Lepaskan saya pak!" ucap Indah saat tangannya tiba-tiba ditarik Ibra dan diarahkan ke mobilnya
"Masuk!" ucap Ibra
"Enggak! lebih baik saya naik taksi" ucap Indah berontak
"Masuk kedalam mobil, atau aku akan cium kamu disini sekarang!" ucap Ibra penuh ancaman
Indah menghentakkan kaki kesal mendengar ancaman dari Ibra. Tentu saja Indah memilih untuk masuk kedalam mobil daripada dia harus dicium Ibra di tempat parkir. Dengan wajah cemberut, akhirnya Indah masuk kedalam mobil dengan penuh keterpaksaan.
Ibra belum juga menjalankan mobilnya, hanya mesin mobil saja yang sudah di nyalakan nya saat itu. Begitu terkejut keduanya saat melihat mobil yang di parkir disebelahnya terlihat goyang-goyang, dengan kaca mobil samar terlihat dua insan yang tengah memadu cinta didalam mobil. Sontak indah membulat ketika samar-samar melihat adegan tidak senono itu di pagi hari
"Pak!! jalankan mobilnya!!" ucap Indah dengan wajah memerah
"Pasang dulu seat belt mu!" ucap Ibra yang juga tak kalah memerah wajahnya
Sangking gugup keduanya Indah sampai tidak bisa memasang seatbelt mobil. Dia tidak bisa menyatukan pengaitnya dengan tepat
"Ah!! gimana sih ini!!" Sarkas Indah kesal sendiri
"Yang bener dong masangnya!" sahut Ibra
__ADS_1
"Iya iya!! susah nih!!" jawab Indah
klik
Begitu berhasil, Ibra langsung menjalankan mobilnya meninggalkan parkiran apartemen. Hening, tiba-tiba suasana menjadi hening
Ibra mengumpat didalam hati, merutuki jagung supernya nya yang sudah terbakar akibat tontonan yang Samar-samar dia lihat bersama Indah. Kini dia tersiksa sendiri karena jagung supernya sudah membuat celananya sesak dan sempit.
"Astagfirullah!!"
Ibra sangat malu jika sampai Indah melihat kondisinya saat ini. Buru-buru Ibra melepas jas dan menutupi pahanya
"Kenapa pak?" tanya Indah tiba-tiba
"Gak papa! gerah aja!" jawab Ibra ketus demi menutup kegugupannya
"Oh,,," sahut Indah yang kemudian menghidupkan AC mobil kearahnya, sementara Ibra juga menghadapkan AC mobil didepannya dengan lebih kencang.
Sampainya di kantor
"Bapak gak turun?" tanya Indah
"Kamu turun saja duluan" ucap Ibra yang tidak mau ketahuan
Indah menaruh curiga pada Ibra yang terlihat pucat, dan seperti gugup begitu. Dia tidak ingin langsung pergi malah menempelkan tangannya di kening Ibra
"Bapak sakit ya?! itu wajahnya pucet banget? keringetan lagi!" ucap Indah sedikit khawatir
"Gak! aku gak sakit! cepat turunlah!" ucap Ibra
"Tapi bapak sakit! ituuu keringatnya gede-gede keluar, badannya juga hangat!" ucap Indah
Karena penolakan Ibra disentuh indah lagi, membuat jas dipaha Ibra jatuh kebawah, perhatian Indah teralihkan saat melihat sesuatu yang tersembunyi sudah hampir meledak, tiba-tiba saja matanya ya langsung membulat sempurna
"Ast,,,," belum sampai Indah berteriak karena kaget, Ibra sudah menarik Indah dan membungkamnya dengan bibirnya.
Indah benar-benar dibuat gelagepan kehabisan nafas saat Ibra meraup semua pasokan oksigen nya. Namun sedikit berbeda dari kemarin, Ibra tidak lagi mengigit Indah, hanya melesak dan membelit yang ada didalam. Keduanya terus beradu tanpa tau kapan semuanya akan berakhir. Mereka tidak perlu khawatir karena kaca mobil Ibra gelap, dan tidak akan terlihat oleh siapapun dari luar.
"Jangan teriak, nanti semua orang akan datang" ucap Ibra saat melepaskan Indah yang masih berusaha untuk bernafas
"Tapi,, tapi mas sudah membuatku gak bisa nafas!" ucap Indah tersengal
"Itu karena kamu akan teriak!" jawab Ibra
Perhatian Indah kembali kebawah, dan itu bukan mengecil malah semakin terlihat sangat jelas.
__ADS_1
"Kenapa kamu lihatin dia terus?! mau??" Ucap Ibra
"Ogah! lebih baik saya keluar!!" Ucap Indah dengan wajah memerah
"Tunggu ndah!!! tolong aku!! ini sangat sakit!!" ucap Ibra dengan wajah melas
"Maksud bapak apa?!" ucap Indah marah
"Aku tidak akan bisa keluar dari mobil dalam kondisi seperti ini! dia harus di tuntaskan!" jawab Ibra
"Maksud bapak, aku harus melayani bapak?! begitu?!" sarkas Indah
"Kenapa tidak jika kamu mau?! toh kamu istriku! harusnya kamu melayani suamimu soal kebutuhan biologisnya!" sungut Ibra
"Memang tugas istri melayani suami, tapi itu jika mereka menikah karena cinta! ini berbeda pak! jangan bapak mencari-cari alasan untuk menyuruh saya melayani bapak!" sarkas Indah
Ibra menyerah, tapi dia tidak akan bisa menuntaskan sendiri di dalam mobilnya. Hanya ada satu cara, dia harus segera ke ruangannya sendiri dan menuntaskan disana. Tapi melihat kondisi di lobby yang sedikit ramai karena banyak pegawai baru datang membuat Ibra memikirkan cara bagaimana bisa melewati mereka semua.
Hingga terpikir oleh Ibra, sedikit ide gila yang membutuhkan peranan Indah
"Indah"
"Apa pak?!" jawab indah ketus
"Kamu jalan di depan saya sampai kita masuk kedalam lift!" ucap Ibra
"Apa?!" ucap Indah kaget
"Hanya itu yang bisa dilakukan agar aku bisa melewati orang-orang disana!" ucap Ibra menunjuk lobby
Indah melihat memang disana banyak orang berlalu lalang, melihat kondisi Ibra begitu, indah juga kasihan, pasti dia akan sangat malu. Kemudian Indah turun dari mobil Ibra, berjalan mengitari mobil, lalu Ibra meletakkan jas di tangannya untuk menutupi jagung supernya. Setelah itu Ibra berdiri di belakang indah dan mereka berjalan kearah lift seperti anak itik yang mengekori induknya. Meski para pegawai yang melihat terheran-heran, namun mereka tidak ada yang berani bergosip. Mereka tetap memberi salam hormat saat melihat bossnya lewat meski tidak seperti biasanya.
"Terimakasih" ucap Ibra saat mereka sudah berada didalam lift VIP
"Hem" sahut Indah yang sama sekali tidak berani menoleh kearah Ibra, apalagi melihat kebawah
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,
Yuk Follow IG nya uni😘
__ADS_1
Banyak teman banyak Rejeki😍
Instagram : @uniramadhani.id