
Ibra dan Indah sudah berada di pusat perbelanjaan terbesar di kota itu, niat hati mereka ingin membeli oleh-oleh untuk mami. Indah mengajak Ibra kesana kemari memilih hadiah apa yang akan diberikan untuk sang mami.
"Mas,, ini kayaknya cocok buat mami" ucap Indah saat menunjukkan mantel berwarna hazel pada suaminya
"Iya bagus" jawab Ibra
"Ini satu ya mba, tolong di bungkus untuk hadiah" ucap Indah kepada pramuniaga
"Baik Nyonya, silahkan tunggu" jawabnya
Kemudian Ibra ke meja kasir untuk membayar belanjaan Istrinya.
"Ini nyonya barang belanjaannya" ucap pramuniaga dengan ramah
"Terimakasih" jawab Indah
Kemudian Ibra merengkuh pinggang Indah yang sudah sedikit tak ramping seperti dulu karena kehamilannya. Tak lupa Ibra pun membawakan belanjaan Indah dan hanya memperbolehkan Indah membawa tas kecilnya saja.
"Kita mau kemana lagi mas?" tanya Indah
"Nonton? makan? atau mau apa? sudah lama kita gak kencan sayang" jawab Ibra
"Iya yah,,, habisnya mas sibuk terus" sungut Indah mumpung Ibra sadar
"Maafkan suamimu,, sayang" ucap Ibra menatap sendu istrinya
"Hemm,,, kita nonton yuk mas?" ajak Indah dan diangguki oleh Ibra.
"Baiklah, apapun yang kamu inginkan istriku" jawab Ibra dengan senyuman.
Keduanya pun segera berjalan menuju ke bioskop.
Sementara itu,,,
David dan Kinara sudah sampai di pusat perbelanjaan yang sama dengan Ibra dan Indah. Keduanya turun dan segera masuk kedalam. Kinara tampak celingak celinguk kecil melihat seisi pusat perbelanjaan itu.
__ADS_1
"Mau beli apa?" tanya David
"Emm,,, apa yah,,, makanan khas daerah sini apa ya kak?!" tanya kinara
"Kalau mau oleh-oleh makanan, harusnya bukan ke mall. Disini mah gak ada yang jual" jawab David
"Ohh gitu,,, ya udah nanti sepulang dari sini kita mampir ya" ucap Kinara
"Jadi sekarang kita ngapain?!" tanya David bingung
"Emm,, jalan? nonton? atau makan?" tanya balik Kinara
"Hmm,, bilang kalau ini cuma modus kamu aja !!" ucap David mencubit hidung mancung Kinara
"CK! enggak lah! serius, emang Kina mau beli oleh-oleh buat mami. Yah,,, kata kak David disini gak ada makanan khas yang bisa di bawa untuk oleh-oleh, jadi kita hang out dulu heheeh,,, tapi kalau gak mau, kita bisa pulang sekarang" ucap Kinara yang keburu malu karena merasa dirinya terlalu memaksa David
"Begitu saja ngambek! ayo kita nonton" ucap David menggenggam tangan Kinara dan mengajaknya berlalu. Kinara speech less saja saat David tak melepaskan genggaman tangannya hingga mereka sampai di bioskop. Setelah mereka sepakat akan menonton film action, Kinara menunggu sejenak saat David memesan makanan untuk mereka nanti. Setelah itu David mengajak Kinara untuk masuk karena film sudah akan dimulai.
"Kenapa kak David terus gandeng tanganku?" batin Kinara bertanya-tanya namun juga terlihat begitu senang. Hatinya pun jadi cenat cenut gak karuan
Dan seketika tangan keduanya terlepas saat seorang pelayan mengantarkan makanan mereka. Keduanya terlihat kikuk dan jadi salah tingkah sendiri. Untung saja saat itu bioskop sudah tamaran, sehingga wajah merah keduanya tak terlihat. Dan Tak jauh dari mereka duduk sekarang, ada Indah dan juga Ibra yang tengah menonton film yang sama.
"Ehem,, ehem,," tenggorokan David terasa kering dan ia pun akan mengambil minum malah tersentuh tangan Kinara. Sontak saja keduanya saling menatap.
Deg!
Gemuruh di dada Kinara saat David semakin mendekat, seperti tersihir,,, Kinara tak bisa bergerak dan hanya terpaku. Sementara yang kini dirasakan David seperti ditarik magnet kuat untuk mendekat semakin mendekat, tanpa mampu mengontrol jiwanya.
"Uhukkkkk uhukkkkk"
Suara batuk penonton lain menyadarkan David dan juga Kinara. Keduanya pun langsung berpaling dan melihat kedepan layar bioskop.
Benar kata orang, kalau berdua-duaan saja, maka yang ketiganya s***n.
Tanpa terasa film telah selesai, satu persatu penonton pun keluar dari ruangan itu. Begitu juga kina dan David yang beranjak dari tempat duduknya
__ADS_1
"Mau kemana lagi?" tanya David
"Makan yuk, kina laperrrr" ucap kinaraa
"Boleh, tapi sholat dulu ya" kina mengangguk dan mereka menuju ke musholah. Tak berselang lama, keduanya keluar dari musholah dan memilih tempat untuk mengisi perut mereka.
Suuuutttttt
David menarik tangan Kinara disaat seorang gadis hampir saja menabrak nya saat bercanda dengan teman-teman.
"Kak David?!"
"Hampir saja dia menabrak mu" jawab David menunjuk gadis-gadis remaja yang sudah berlalu tanpa merasa bersalah.
"Hmm,, terima kasih" ucap Kinara menatap David sekilas
"Iya,, mau makan disitu? makanannya lumayan enak di mall ini" ucap David dan diangguki Kinara
Keduanya pun melangkah kan kaki menuju ke salah satu tempat makan yang ada disana.
"Kinara? David?"
Deg!
Kinara dan David menoleh kesamping bersama saat ada yang memanggil nama mereka, dan benar saja, keduanya kepergok Ibra dan Indah yang tengah menikmati makanan di tempat itu. Tidak salah mata Indah mengenali keduanya, Sangat jeli,,!
Mendadak keduanya kaku di tempat dengan tangan yang masih bergandengan. Tak ayal mereka terus bergandengan tangan, mata Ibra melorot tajam kearah keduanya bergantian.
"*Allah,,,,,,t*amatlah riwayat ku!" Batin David gemeteran, yang dengan cepat melepaskan genggaman tangannya pada Kinara.
.
.
.
__ADS_1
Eh udah ketemu Senin lagi, di kasih update biar di timpuk Vote dan bunga sama readers tercinta😍
Selamat beraktivitas semua😍*