Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
DIAM KAMU!


__ADS_3

Jiwa Cassanova Ibra terasa tertantang saat mendengar jawaban ketus indah saat itu. Bukannya menyingkirkan, Ibra dengan beraninya menarik pinggang Indah dan membuatnya merapat erat pada darinya. Tentu saja ini membuat Indah semakin ketakutan.


"Lepaskan saya pak!" ucap Indah menahan dadanya dengan tangan agar tidak tertabrak langsung dengan boss mesumnya


"Lepaskan?! tentu tidak semudah itu! mumpung lift ini rusak dan hanya ada kamu dan aku, bagaimana jika kita bersenang-senang saja?!" ucap Ibra dengan smirk liciknya


"Gak! saya gak mau!" ucap Indah penuh menolakan


Ibra sudah memposisikan tangannya pada tengkuk Indah dan membawanya semakin dekat pada wajahnya sering Ibra semakin mencondongkan dirinya saat itu. Tiba-tiba Indah merasa hembusan nafas hangat Ibra menerpa wajahnya


Sapuan hangat dan lembut membuat Indah terkejut, namun hanya sesaat karena setelah itu, indah merasa tubuhnya lemas dan hilang tenaga. Indah pun memejamkan mata merasakan hangatnya sentuhan yang baru kali ini dia rasakan. Dan semuanya terasa sangat gelap!


"Indah,,!"


"Indah,,,!"


Ucap Ibra begitu panik saat melihat Indah pingsan di pangkuannya. Ibra bingung kenapa Indah tiba-tiba pingsan begitu, bahkan beberapa kali Ibra menepuk-nepuk pipi Indah namun dia belum juga sadar


"Apa dia kehabisan nafas disini?!" ucap Ibra panik , sementara pintu lift baru di perbaiki oleh teknisi di kantor itu.


Ibra dibuat bimbang, apakah dirinya harus memberikan nafas buatan untuk Indah, atau membiarkan saja sampai pintu terbuka.


"Indah,,!! heyy!! bangunn!!" ucap Ibra namun Indah masih saja memejamkan matanya


Karena terlalu gugup dan pikirannya terlalu jauh memikirkan hal-hal buruk yang bisa saja terjadi antara indah dan Ibra, tiba-tiba Indah merasa lemas dan sesak begitu saja. Alhasil tiba-tiba dirinya tergeletak begitu saja di lantai dan membuat Ibra begitu kaget padahal dirinya tidak melakukan apapun pada Indah, hanya menggodanya dan membuatnya ketakutan. Tidak menyangka jika Indah akan pingsan begitu. Dalam pingsan nya indah, ia pun membawa-bawa pikiran buruknya.


Ting!


Pintu terbuka lebar dan begitu terkejut Ibra saat melihat bukan hanya teknisi yang tengah memperbaiki lift, melainkan juga ada mami yang berdiri dengan ekspresi terkejut


"Ibraaaa?!" teriak mami saat melihat Ibra tengah memangku Indah yang memejamkan matanya

__ADS_1


"Mami?!,,, ini,,,, ini bukan seperti yang mami fikirkan!" ucap Ibra ingin menjelaskan


"Kau apakan Indah hah?!" Teriak mami


"Tidak mi!! aku tidak melakukan apapun! mungkin indah kehabisan nafas karena kami terlalu lama terjebak di dalam lift" jawab Ibra yang wajahnya berubah memucat


Dengan cepat mami masuk kedalam lift, kemudian mereka menuju ke lantai dasar begitu lift sudah normal kembali setelah diperbaiki.


"Cepat gendong dia!" perintah mami


Ibra pun menurut dan menggendong Indah setelah memberikan laporan dan juga tas indah kepada maminya


"Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Mami


"Kami akan ke kantor polisi, dan saat kami turun liftnya rusak! mami kenapa ada di kantorku?!" jawab Ibra ketus


"Mami ingin mengajak Indah pergi!" jawab mami


"Kita bawa saja dia ke dokter" ucap mami


Kemudian Ibra memasukkan Indah kedalam bangku penumpang bersama mami, setelah itu Ibra pindah ke kursi kemudi dan menjalankan mobilnya. Sembari di perjalanan, mami mengoleskan minyak kayu putih pada diri indah. Mencoba menyadarkannya, mungkin saja Indah akan segera sadar


"Eemmm,,,," erang Indah saat merasakan panas di bagian hidungnya.


Perlahan Indah membuka mata dan yang pertama kali dia lihat, adalah mami Ibra yang tengah memangku ya


"Ibuuuu," ucap indah begitu kaget dan langsung bangun


"Iya,,, kamu sudah bangun? tadi kamu pingsan didalam lift" jawab mami Ibra


"Pingsan" ucap Indah yang kemudian mengingat-ingat apa yang terjadi tadi. Indah langsung melihat kearah Ibra yang tengah fokus menyetir. Mami pun bertambah curiga saat indah menatap kearah Ibra saat itu

__ADS_1


"Kamu diapakan Ibra?!" tanya mami


Indah mengingat sebelum semuanya gelap, dirinya dan Ibra terlibat perkataan sengit.


"Sudah Ibra bilang mi,,,, Ibra gak ngapa-ngapain indah!!" sahut Indah


"Jawab Indah! jangan takut! apa yang sudah dia lakukan pada mu?" ucap Mami


Indah tidak menjawab, hanya saja dia masih bingung, apakah tadi Ibra menciumnya atau hanya pikiran buruk nya saja? Tanpa indah sadar, ia pun memegang bibirnya sendiri sambil mengingat-ingat apa yang sudah terjadi


"Jadi,,, Ibra melechkn mu?!" tanya mami emosi


"Enggak mi,,," sahut Ibra


"DIAM KAMU!" sarkas mami


"Sepertinya,,, tidak terjadi apa-apa Bu,,,," jawab indah mengingat-ingat


"Aku sudah katakan mi! aku tidak melakukan apapun kepada Indah!" ucap Ibra


"Huh,,,! syukurlah! jika sampai kamu berbuat macam-macam, mami akan nikahkah kalian berdua!" Sarkas Mami


Deg!


Kedua anak manusia itu langsung terbelalak kaget mendengar ucapan mami Ibra.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung,,,,,,


__ADS_2