Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Kekasih Baru


__ADS_3

Beberapa hari setelah pertemuan di rumah keluarga Indah. Sikap Ibra tampak sedikit berbeda. Dia lebih banyak diam dikamar, Bekerja fokus bekerja tanpa banyak bicara ataupun bertengkar mulut bersama Indah.


Bukan itu saja, Setelah pertemuannya dengan keluarga mantan Suami Indah dan membayar hutang mahar yang di tagih mereka, Sikap Ibra sedikit melunak, ucapannya yang ceplas-ceplos sering membuat indah kesal pun sepertinya hilang di telan bumi. Dan selama beberapa hari ini Ibra selalu menyuruh Indah untuk mereschedule semua agenda pertemuan bersama kliennya dan terus saja mengosongkan jadwal makan siangnya. Ibra tidak memberikan alasan yang jelas, dia selalu pergi dari kantor setiap mendekati jam makan siang.


"Pak Nanti Jam 2 ada rapat bersama pak Jhonathan di kantor" ucap Indah saat Ibra keluar dari ruangannya


"Iya aku akan kembali Sebelum jam 2" jawab Ibra yang kemudian melangkah pergi meninggalkan Indah.


Indah merasa perbedaan sikap Ibra begitu drastis, dia tidak lagi sering marah-marah ataupun berteriak ketika meminta Indah untuk datang ke ruangannya. Namun sepertinya Indah merasa kehilangan sosok Ibra yang selalu membuatnya kesal. Karena sekarang Ibra sangat irit saat berbicara.


"Pak Ibra pergi lagi?" Tanya David saat melihat indah masih berdiri mematung memandangi lift VIP


"Iya" jawab Indah


"Memangnya pak Ibra gak pernah kasih tau kamu mau kemana? soalnya dia juga gak cerita sama aku kalaupun dia keluar menemui klien atau punya project baru" ucap David


"Aku juga gak tau" Jawab Indah


"Hmm,, mungkin pak Ibra lagi deketin cewek kali, tiap makan siang selalu keluar. Bisa aja kan mereka makan siang di luar" ucap David


Deg!


Tiba-tiba saja perasaan indah sedikit sakit ketika mendengar ucapan David. Selama beberapa hari ini, Indah juga sempat berfikir seperti itu, namun ia menepisnya. Tapi semua tidak ada yang tidak mungkin mengingat siapa seorang bossnya selama ini. Di apartemen pun mereka bertemu hanya saat makan, pagi berangkat kerja dan sore saat pulang kerja, itupun tidak lama, Ibra lebih memilih mengurung diri didalam kamarnya.


"Kita makan siang yuk, ndah" ucap David


"Aku makan disini aja Vid, tadi aku bawa bekal dari rumah" jawab Indah


"Hem,,, ya sudah aku turun dulu ya, nanti aku bawa makan siang ku kesini" ucap David


Kemudian David pergi meninggalkan Indah sendiri di meja kerjanya.


Sampainya di kedai roti, Ibra memarkirkan mobilnya dan segera turun menghampiri kedua mertuanya yang tengah berada di kedai itu.


"Assalamualaikum pak,, Bu,," ucap Ibra


"Wa'alaikumsalam,,, masuk nak Ibra" ucap ibu Ayu


"Ayo kita kedalam" ucap ayah Indah


Lalu Ibra mengikuti langkah ayah indah masuk kedalam kedai, disana ada sebuah ruangan untuk beristirahat maupun menjalankan ibadah karena masjid ataupun musholah sedikit jauh dari kedai itu. Sementara Ibu Ayu tengah melayani pembeli yang mampir ke kedainya.


Kedua orang tua Indah merahasiakan semua itu karena Ibra memintanya untuk tidak memberitahu kan kepada siapapun terutama Indah. Ibra sedikit malu jika dia ketahuan tengah belajar mengaji dari 0 bersama mertuanya dengan diam-diam. Sementara Indah dilanda kecemasan, kegelisahan dan pikiran-pikiran buruk terhadap Ibra setiap hari karena perubahan sikap Ibra yang drastis.


"Untuk apa aku memikirkannya?! bahkan mungkin saat ini dia sedang bersenang-senang dengan kekasih barunya!" ucap Indah dengan kesal sendiri


"Dasar pria hidung belang!" sarkas Indah


"Hai cantik,,,,, jangan marah-marah gitu donggggg, Cantiknya hilang nanti!" ucap Diego yang melihat Indah ngedumel sendiri


Indah terkaget saat melihat kedatangan Diego dan juga Zacky di kantor itu.

__ADS_1


"Maaf tuan, pak Ibra tidak ada diruangannya" ucap Indah


"Lagi?" tanya Zack


"Iya,, Setengah jam lalu pak Ibra pergi dari kantor" jawab Indah


"Kemana? kenapa dia selalu pergi dijam makan siang" tanya Diego


"Saya tidak tau, karena pak Ibra tidak meninggalkan pesan apapun kepada saya" jawab Indah


"Ah!! kau seperti tidak kenal Ibra saja! sudah ku bilang, pasti dia punya cemceman baru, Dia pasti sedang mengejarnya sampai dapat!! sudah lah, lebih baik kita temui dia nanti setelah jam pulang kantor" ucap Zack


"Ya sudah kalau begitu,, cantik,,, nanti tolong sampaikan pada bossmu, setelah pulang kantor kami akan berkunjung ke apartemen nya" ucap Diego


"Baik, nanti saya sampaikan" Jawab Indah


"Kalau kau merasa kesepian, datang saja ke kantorku, dan jadi sekertaris ku" ucap Diego dengan genitnya memberikan kartu nama dan kedipan genit kepada Indah


Indah tersenyum tak enak ketika mendapat tawaran bekerja di perusahaan Diego, tentu saja dia berfikir bahwa akan lebih berbahaya jika bekerja bersama nya. Melihat tatapannya saja sudah membuat Indah bergidik sendiri.


Sesuai yang di katakan Ibra, dia sudah kembali ke kantor sebelum jam 2.


"Pak, tadi tuan Diego dan Tuan Zack datang kemari mencari anda , karena bapak tidak ada, katanya setelah pulang kantor mereka akan ke apartemen bapak" ucap Indah saat mengikuti Ibra masuk kedalam ruangannya dengan membawa laporan ditangannya


"Hah?! ke apartemen? dan kamu bilang apa?" tanya Ibra


"Yah saya bilang iya pak,,," jawab indah tanpa ekspresi


Indah terkaget bukan main saat tiba-tiba Ibra menguncinya di pintu dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Astagfirullah! sepertinya mood pak Ibra sedang tidak baik, atau dia lagi berantem sama kekasih Baru nya!" batin indah dag dig dug tak karuan saat tangan Ibra sudah mengunci indah di balik pintu


"Bagaimana kamu bisa mengiyakan, sedang kamu juga tinggal disana?! memangnya kamu pikir Diego dan Zack hanya akan duduk 10 menit lalu pergi?!" ucap Ibra


"Saya,,, saya tidak tau pak,,, saya,,," ucap Indah semakin gugup ketika Ibra terus saja menatapnya tanpa henti, melihat tatapan itu saja sudah membuat Indah lemas


"Terus kamu mau kemana kalau mereka datang ke apartemen?!" tanya Ibra


"Saya,, saya,,,,"


Melihat kegugupan Indah membuat Ibra sedikit kasihan, Ibra bisa melihat keringat indah sudah mengucur deras hingga dikeningnya hampir di penuhi keringat sebesar biji jagung. Kemudian Ibra melepaskan Indah dan bersedekap didepan Indah.


"Fuuuhhh" Terlihat beberapa kali Indah membuang nafas kasar setelah dikungkung Ibra dan membuatnya sesak


"Jawab ndah" ucap Ibra


"Saya,, saya bisa kerumah orang tua saya pak. Dan saya gak masalah nginep disana" jawab indah kembali seperti biasa


Ibra berbalik lalu merogoh ponsel dari saku celananya. Kemudian Ibra menghubungi Zack saat itu juga


"Hallo,,"

__ADS_1


"Jangan ke apartemen, kita ketemu saja di cafe Diamond sore nanti"


Tak lama setelah berbincang bersama Zack, Ibra mematikan sambungan telfonnya


"Maafkan saya pak, saya tidak berfikir sejauh itu" ucap Indah


"Sudahlah" sahut Ibra


"Ini,, laporan yang bapak minta,, " ucap Indah saat memberikan laporan kepada Indah


"Apa pak Jho sudah datang?"


"Sepertinya belum pak, mungkin sebentar lagi. Bapak mau rapat di ruangan ini atau di ruangan rapat satunya?"


"Disini saja" jawab Ibra


"Baik kalau begitu, saya permisi pak" ucap Indah


"Hem" Sahut Ibra


Lalu Indah berjalan keluar meninggalkan Ibra sendiri yang tengah memeriksa laporan dari Indah. Indah kembali di rundung gelisah saat sekilas sebelum menghilang ia melihat Ibra yang kembali dalam mode tak wajar.


.


Jam kerja telah usai, Indah sudah bersiap untuk pulang


"Ndah, nanti kamu pulang naik taksi saja, aku akan langsung ke cafe bertemu Zack dan Diego" ucap Ibra


"Iya pak gak papa" jawab Indah


"Naik taksi aku bilang! bukan diantar David!" ucap Ibra


Setelah mengatakan itu Ibra kembali masuk kedalam ruangannya, sementara indah masih diam terpaku dengan kalimat Ibra barusan.


"Memangnya kenapa aku pulang sama David?! dia cemburu?! ah yang benar saja!!" ucap Indah yang kemudian segera pergi meninggalkan meja kerjanya.


Ntah kenapa indah menurut saja dengan perkataan Ibra, Indah pun menaiki taksi dan segera pulang ke apartemen. Sementara David baru saja akan mengajak Indah pulang bersama, namun Indah sudah tidak ada di meja kerjanya.


"Yah,,, dia sudah pulang duluan!" batin David


.


.


.


Bersambung,,,,,, 💕


Yuk Follow IG nya uni😘


Banyak teman banyak Rejeki😍

__ADS_1


Instagram : @uniramadhani.id


__ADS_2