
Indah duduk di sofa bersama Ibra, Terlihat Ibra sedang berfikir keras saat itu. Indah dapat melihat guratan di kening suaminya.
"Mas mikirin apa?"tanya Indah pelan
"Kinara, aku tidak menyangka melihat semuanya" jawab Ibra
"Mas,, apa salahnya sih Kinara bersama David? toh, David asisten pribadi mas Ibra, tentu mas sudah mengenal baik dia bukan?!"tanya Indah
"Kalau soal usia, Indah rasa bukan hal yang mustahil. Kita berdua cukup jauh kok usianya, tapi kita tetep jalani hubungan ini" ucap Indah
"Bukan soal itu nda, tidak semudah yang kamu katakan" jawab Ibra
"Maksud mas apa? Indah gak ngerti" ucap Indah
Belum Ibra menjawab, bel apartemen berbunyi, lalu terbuka ada Kinara dan David berdiri di depan pintu
"Assalamualaikum" ucap Kinara masuk
"Wa'alaikumsalam,, " jawab Indah, namun Ibra masih diam
Kinara masuk bersama David kedalam apartemen
"Tuan, saya mengantarkan Kinara kembali. Maaf karena sudah mengajak Kinara pergi bersama saya, dan sekali lagi terimakasih karena tuan dan Nyonya mau menjenguk ibu saya" ucap David
"Besok temui aku dikantor sebelum rapat komisaris dimulai" ucap Ibra
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi. Assalamualaikum " pamit David
"Wa'alaikumsalam " jawab Kinara dan Indah bersama sementara Ibra hanya di dalam hati saja dari tadi menjawab salam
Seperginya David, Kinara duduk didepan kakak dan kakak iparnya. Kinara sama sekali tidak berani menatap Ibra, hanya sesekali melihat kearah Indah saja.
"Apa kamu menyukai David?!"
Deg!
__ADS_1
Pertanyaan Ibra tanpa basa basi, tanpa aling-aling langsung to the point aja kepada adiknya.
Kinara yang awalnya menunduk pun langsung mengangkat wajahnya kaget mendengar pertanyaan kakaknya
"Apa maksud Kak Ibra?!" tanya Kinara
"Aku tanya, jangan balik tanya" ucap Ibra sedikit meninggi
Kinara terdiam sesaat, dia bingung apa yang harus ia lakukan saat ini. Apa dia harus jujur pada kakaknya, atau tidak.
"Kina,,, kina tidak tau apa ini cinta atau bukan,,, Tapi,,, kina merasa nyaman berada di sisi kak David, kak" jawab Kinara pelan
Ibra semakin menatap intens adiknya yang sama sekali tidak berani menatap kearahnya
"Sejak kapan? apa kamu tau konsekuensinya Kinara?!" tanya Ibra
"Kina tidak tau kak sejak kapan, mungkin sejak kami bertemu setiap hari. Bukankah kita tidak tau dimana hati kita merasa nyaman kak?!"
"Kamu tau David jauh lebih dewasa daripada kamu!! kamu juga masih kuliah, dan juga Kamu belum begitu mengenal David! bagaimana bisa kamu menyukainya?!"
"Apa David tau perasaan mu padanya?!" tanya Ibra penuh penekanan memojokkan adiknya.
"Kenapa begitu?" tanya Ibra
"Ya pokoknya jangan! aku cewek kakkkk!, tentu aku malu jika dia mengetahui perasaan ku. Jika kak Ibra mengatakan padanya, terus aku di tolak, malu aku kak!! mau ditaruh dimana mukaku kalau ketemu dia! udah cukup kakak tau saja, dia tidak perlu!" ucap Kinara dengan wajah bersemu merah.
Ibra terlihat bingung dengan sikap adiknya. Kinara malah menyuruhnya untuk merahasiakan perasaan nya pada asisten pribadinya, padahal sudah jelas dapat dilihat, david pun seperti memiliki rasa yang sama. Buru-buru Kinara berlari menuju ke kamarnya karena malu ketahuan kedua kakaknya
"Kina ke kamar dulu!"
Indah terkekeh geli melihat adik iparnya yang lari terbirit-birit, setelah di interogasi kakaknya. Kemudian Indah bergelayut manja di lengan Ibra dan memberinya satu kecupan manis di pipinya
"Kakak yang baik, Love you papa utun" ucap Indah
"Jangan merayu! semua tidak semudah itu terselesaikan!" jawab Ibra datar
__ADS_1
"Yah,,, setidaknya, mas berada di pihak Kinara bukan?! dan Indah yakin, mas juga merestui Kinara bersama David. Iya kan?!" tanya Indah
"Ntahlah, mas bingung, kenapa adikku menyukai pria yang sangat tua dari usianya! padahal di Turki sangat banyak teman-teman Kinara yang mengejarnya!" ucap Ibra
"Heloooww! papa utun gak nyadar yah?! coba deh lihat perbedaan usia kita berapa tahun?! so fine pa,,, rasa nyaman itu yang sulit di dapatkan dalam sebuah hubungan. Seperti yang Kinara katakan tadi, dia nyaman bersama David! udah jelas itu. Sekarang gini deh mas, mas tanyakan hati mas sendiri, David itu orangnya seperti apa! Apakah dia cocok untuk Kinara? apa dia orang yang bisa di percaya untuk membahagiakan Kinara?! Kelihatan jelas kok,, David itu juga memiliki rasa yang sama dengan kina, kelihat dari cara dia menatap Kinara!" ucap indah panjang lebar
"Iya seperti dulu dia menatapmu!" sahut Ibra
"Udah deh,,, jangan di ungkit yang dulu,,,, nanti cemburu buta lagi,,,, " colek Indah tidak ada takut-takut nya pada Ibra.
"Mas hanya kepikiran papi,,, karena bagaimanapun Kinara anak perempuan dan masih memiliki papi. Mungkin aku dan Mami masih bisa menerima David. Tapi papi?! Mas tidak bisa jamin nda. Apalagi Papi ntah dimana, dia selalu berpindah-pindah. Tentu kamu tau maksud mas, belum lagi dengan kondisi kinara, mas takut David tidak bisa menerima nya" ucap Ibra
"Hmm,,, iya juga sih, tapi itu bisa kita fikirkan nanti mas. Yang terpenting kejelasan semuanya. Apa mas berniat untuk mengintrogasi David?! " tanya Indah
Ibra tidak menjawab, lalu membuka ponsel dan menyodorkan kepada Indah. Indah mengambil ponsel Ibra dan melihat apa yang akan Ibra tunjukan padanya. Indah terkejut bukan main saat melihat Video penyelamatan Kinara dari tenggelam di pantai oleh David. Bagaimana paniknya David pun terlihat begitu jelas disana, apalagi saat beberapa kali David memberikan nafas buatan untuk Kinara.
"Ini,,, ini,,,, ini waktu di pantai itu mas?" tanya Indah dan Ibra mengangguk
"Video ini menjadi bahan pembicaraan di grup kantor. Kamu dan Kinara tidak tau soal ini karena kalian tidak ada didalam grup itu" jawab Ibra
"David tau?!"
"Mungkin saja tau, makanya besok mas akan menemuinya" ucap Ibra.
Setelah cukup lama berbincang, Ibra merasa lapar, Ibra pun meminta Indah untuk memasarkan sesuatu. Tidak menunggu perintah kedua kali, indah sudah beranjak ke dapur dan membuat makanan yang bisa dimakan untuk suaminya. Sementara Ibra menunggu dengan setia di meja makan.
"Mie tumis seafood sudah siappppp!!" ucap Indah dengan begitu semangat
"Aku panggil kina dulu ya mas" ucap Indah
Kemudian Indah memanggil Kinara untuk makan bersama di meja makan. Kinara tidak menolak, namun sedikit masih malu karena pengakuan perasaannya didepan kakak dan kakak iparnya. Meskipun begitu, ketiganya tetap menikmati mie tumis seafood buatan Indah siang itu,,,
.
.
__ADS_1
.
Bersambung,,,,, 💕