Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Suara Cicak Di Dinding


__ADS_3

Setelah sempat terjadi perdebatan kecil diantara keduanya di kamar mandi, indah dan Ibra kini akan menikmati makan siang mereka. Keduanya sedikit kaget saat melihat hidangan yang berada diatas meja itu berbentuk hati.



Pilav (Salah satu kuliner Turki yang terkenal)


"Apa-apa an ini?!" ucap Ibra kaget


Keduanya duduk dan sedikit canggung ketika melihat bentuk makanan itu menyerupai bentuk hati.


"Mungkin saja dia menyiapkan ini spesial untukmu mas" ucap Indah sedikit menyindir


"CK! Kurang kerjaan!" Sungut Ibra yang kemudian mengacak-acak bentuk hati dipiringnya. Sementara Indah bersikap biasa saja.


Meski baru pertama kali Indah berada di negara itu, Indah cukup bisa menerima makanan yang sedikit asing di lidahnya. Keduanya pun terlihat fokus menghabiskan makanan mereka tanpa ada yang bicara lagi. Keduanya pun selesai makan dan juga menghabiskan makanan penutup mereka.


"Bersihkan itu ada bekas saus di pipimu" ucap Ibra


Dengan sedikit malu, indah mencari-cari keberadaan bekas saus yang di maksud oleh Ibra. Terlihat Indah yang sepertinya tidak menemukan dimana letak bekas saus itu, Lalu Ibra mengambil tissue dan mengusap bekas saus yang ada di ujung siranum


Keduanya terdiam sesaat, saling menatap dan saling tenggelam pada netra lawan. Ibra benar-benar tersihir saat menatap bola biru itu yang terus saja menenggelamkan nya.


Suasana di ruangan itu terasa begitu sunyi, dan waktu seolah tiba-tiba berhenti. Namun Indah bisa merasakan Sapuan hangat sudah menerpa bibirnya. Hanya sapuan ringan tanpa adanya decapan seperti suara cicak cicak didinding.


"Apa kamu begitu merindukan ini?" tanya Ibra membuat Indah membuka mata saat Ibra mengatakan hal unfaedah itu, Ibra sangat sengaja mempermainkan Indah dan hanya menyapu ringan dengan bibirnya. Bahkan seperti itu saja membuat Indah merasakan kehilangan, saat baru saja merasakan kehangatan yang begitu ia rindukan selama beberapa hari.


Wajah Indah memerah sempurna, antara malu dan kesal yang bersamaan atas apa yang Ibra lakukan padanya. Baru saja Indah akan menyangkal, Ibra sudah membungkam nya dengan serangan mautnya. Kali Ini bukan hanya sapuan semata, namun Ibra membuat Indah ikut kedalam pertarungan sengit antara daging tak bertulang dengan Luapan rindu, kesal, marah, dan semuanya begitu jelas terasa.


Setelah cukup lama pertarungan sengit itu, Indah memukul dada Ibra sedikit kuat saat dirinya benar-benar mengaku kalah dalam pertarungan sengit mereka, karena pasokan oksigen nya sudah benar-benar hampir habis.


"Aku,,, gak bisa nafas mas" ucap Indah dengan nafas putus-putus


"Bernafas nda!!!" sahut Ibra


"Bagaimana aku bisa nafas, kamu saja tidak memberiku kesempatan buat bernafas!" Sungut Indah kesal


"Kamu harus banyak-banyak belajar lagi!" ucap Ibra yang kemudian beranjak dari tempat duduknya.


"Aku keluar sebentar,,,," ucap Ibra yang kemudian beranjak dari tempat duduknya.


Sementara Indah masih terduduk mengatur nafasnya yang masih memburu.


"Dia benar-benar menyebalkan!!" ucap indah kesal sendiri. Bagaimana tidak kesal, setelah Ibra mendapat keuntungan dari dirinya, Ibra pergi begitu saja meninggalkan Indah. Lalu Indah memilih untuk membereskan meja makan setelah mereka berdua makan siang tadi.

__ADS_1


Tak lama Sofia masuk kedalam ruangan Ibra saat melihat Ibra keluar dari ruangannya dan pasti hanya ada Indah saja diruangan itu


"Permisi,,, saya ingin membereskan meja makan" ucap Sofia


"Ohh iya silahkan" jawab Indah ramah


Kemudian Sofia membereskan piring dan gelas yang ada di meja itu.


"Ehem,, kalau boleh tau, anda siapa ya nyonya?" tanya Sofia


Sejenak indah menatap Sofia yang juga menatapnya


"Saya sekertaris pribadi tuan Ibrahim" jawab Indah


"Sekertaris pribadi?! sejak kapan tuan Ibra memiliki sekertaris pribadi?!" Batin Sofia


Ibra masuk kedalam ruangannya dan melihat Indah tengah berbincang dengan Sofia


"Sofia, apa yang kau lakukan disini?" tanya Ibra


"Oh,, tuan,, saya hanya ingin membereskan meja makan" ucap Sofia


"Oh,,, Indah, ayo kita pulang" ucap Ibra


Kemudian Indah mengikuti langkah Ibra yang akan keluar dari ruangannya. Sementara Sofia masih bengong melihat kepergian mereka berdua.


"Pulang?! maksudnya apa?!" ucap Sofia bingung sendiri.


Ibra dan Indah masuk kedalam lift dan akan turun lantai kebawah


"Sepertinya Sofia ada perasaan denganmu mas" ucap Indah


Ibra langsung menoleh kearah Indah yang saat itu memilih menatap pintu lift


"CK! kamu cemburu?!" ucap Ibra menyindir Indah


"Untuk apa aku cemburu?! bukankah kita hanya orang asing saja?!" ucap Indah dan ia pun langsung kaget ketika Tiba-tiba Ibra memojokkannya di pinggir dinding lift


"Katakan lagi jika kita orang asing!" ucap Ibra dengan tatapan tajamnya


"Kita,,, memang orang asing kan,,,," Ucapan Indah tertahan saat Ibra sudah mengangkat tangan Indah keatas kepalanya dan menyerangnya tiba-tiba. Ibra merasa marah jika mendengar indah mengatakan mereka orang asing. Indah yang tidak berkutik, hanya bisa menahan sakitnya gigitan Ibra pada bibirnya.


Ting!

__ADS_1


Pintu lift terbuka, Ibra langsung melepaskan Indah dengan nafas keduanya saling memburu. Karena itu lift VIP maka tidak akan ada orang yang berani berdiri didepan lift itu. Lalu Ibra melangkah keluar dari lift, begitu juga dengan Indah.


Merasakan bibirnya kebas dan mungkin saja terluka, Indah hanya bisa menutupi dengan tangannya saat melintas di lobby kantor sampai mereka masuk kedalam mobil


"Kalau aku dengar lagi kamu mengatakan kita orang asing, maka bersiap-siaplah, aku akan menghukum seperti tadi!" ucap Ibra penuh penekanan saat mereka berada di dalam mobil.


Indah terdiam meski hatinya sangat dongkol atas ucapan dan juga perbuatan Ibra kepadanya. Tapi dia bisa apa? melawan pun percuma karena dirinya tidak akan mungkin bisa melakukannya. Kemudian Ibra menjalankan mobilnya meninggalkan kantornya.


Sampai dirumah mami Yolanda,,,,,


Begitu sampai dirumah, indah berjalan menuju ke kamar Ibra, dia yang masih kesal pun mendiami Ibra dan memilih untuk masuk kedalam kamar. Ibra pun juga tidak diam saja, dia juga mengikuti Indah dari belakang.


"Kamu marah?!" tanya Ibra saat mencengkram lengan Indah


"Apa boleh aku marah mas?!" tanya Indah saat menatap kearah Ibra


Ibra tidak menjawab dan hanya menatap Indah


"Mas anggap apa hubungan ini?! kita menikah bukan karena cinta , tapi mas memperlakukan ku sesuka hatimu mas!! kita sudah sepakat pernikahan ini hanya sementara, bukankah itu artinya kita tidak memiliki hubungan apa-apa?! kita hanya orang asing setelah kita berpisah ?!" ucap Indah


Tanpa disadari Indah, dirinya kini tengah dilanda cemburu, cemburu ketika ada wanita lain yang menaruh hati pada suaminya. Rasanya Indah tidak rela, namun dia tidak menyadari perasaannya.


"Apa kamu lupa, kamu adalah istriku?! apapun yang aku lakukan atas dirimu itu bukanlah suatu kesalahan! aku menyentuhmu karena aku berhak atas tubuhmu! Meski kita menikah tidak berdasarkan cinta, tapi aku tidak melakukan kejahatan jika menyentuh istriku sendiri!? Kamu bilang kita adalah orang asing?! ya Kita orang asing, tapi setelah pernikahan itu terjadi kita bukan orang asing lagi! kamu adalah istriku dan aku adalah suamimu! Jangan kamu lupa dengan statusmu itu ??" Ucap Ibra


Bruukkkk


Indah terduduk di tepian tempat tidur saat Ibra memepetnya hingga indah berjalan mundur dan menabrak tepian tempat tidur mereka.


Ibra semakin membuat Indah terpojok dan tidak bisa lari dari hadapannya, Tak sedikitpun Ibra membiarkan dirinya kabur bahkan Indah hanya bisa bergeser semakin ketengah saat Ibra semakin mendekatinya


"Katakan apa salah yang aku katakan?!" ucap Ibra


Indah menggeleng pelan dengan perasaan sedikit takut melihat kemarahan Ibra yang sepertinya akan meluap.


"Jangan pernah katakan itu lagi!!"


.


.


.


Bersambung,,,,,,, 💕

__ADS_1


__ADS_2