
Indah dan Ibra sudah sampai di kantor setah cukup alot perdebatan keduanya soal jejak cinta semalam yang dibuat Indah. Bukan tanpa alasan, Indah melakukan itu karena sangat gemas pada Ibra yang terus saja menggodanya tapi tak kunjung memberikan jagung supernya.
Namun dibanding perbuatan Indah, Ibra jauh lebih parah dengan membuat jejak cintanya semalam hampir memenuhi seluruh tubuh indah, untung saja Indah mengenakan pakaian panjang dengan hijabnya jika tidak, pasti Indah lebih memilih untuk berdiam diri dirumah sampai tanda itu menghilang, meski tidak akan pernah hilang karena Ibra akan menambah lagi dan lagi jika jejak-jejak itu menghilang. Bahkan Ibra lebih senang melihat Indah seperti itu dibandingkan polos saja tanpa hasil karyanya merah kebiruan.
Begitu memasuki lobby kantor, wajah Indah terlihat menegang, pasalnya saat itu tengah ramai orang-orang berlalu lalang. Sementara Ibra terlihat santai saat semua orang menatap kearah mereka berdua. Tentunya mereka menyapa dan memberi hormat pemilik perusahaan itu.
Jantung Indah semakin dibuat deg deg an tak karuan ketika mengingat jejak semalam , ia berdoa semoga tidak ada orang yang menyadari apapun bahkan tidak melihat meski terlihat sangat jelas. Indah merutuki kebodohannya sendiri karena bisa-bisa nya membuat jejak itu pada tempat yang tidak semestinya.
"Kamu kenapa?!" tanya Ibra saat mereka sudah masuk kedalam lift. Ibra melihat wajah tegang Indah dengan sedikit memucat
"Sudah aku bilang dirumah tadi kan!! aku malu mas! semua itu gara-gara itu!!" jawab indah sambil menunjuk jejaknya semalam. Ibra terkekeh kemudian merengkuh pinggang Indah dan membuatnya merapat
"Memangnya mereka tau siapa yang melakukannya?!" Tanya Ibra
"Mas gak denger tadi desas Desus saat kita lewat?!" ucap Indah
"Gak peduli tuh mereka mau bilang apa!" jawab Ibra dengan santai
"Tapi tebakan mereka ada yang benar!" sungut Indah
"Sudahlah, gak perlu di fikirkan!" ucap Ibra
Ting!
Pintu lift terbuka dan David dibuat kaget saat akan masuk kedalam lift ternyata didalam ada Ibra yang tengah mencium pipi Indah dengan gemas. Sementara wajah Indah terlihat cemberut. Dengan cepat David menunduk dan memberikan hormat pada Ibra
"Selamat pagi tuan" ucap David
"Pagi" jawab Ibra yang kemudian mengajak Indah keluar dari lift.
David dibuat tercengang saat kembali berdiri tegak dan melihat tanda merah kebiruan yang begitu jelas pada Ibra. Sekilas David melihat wajah Indah berubah memerah
"Gila! ternyata Indah ganas juga!" batin David
Ibra terus melangkah bersama Indah menuju keruangannya, sementara David mengikuti langkah Mereka dari belakang.
"Tuan, berkas laporan yang anda minta sudah saya siapkan" ucap David
__ADS_1
"Bagus, hari ini kita ke kantor Deffa Group untuk menagih janji mereka" ucap Ibra
"Baik tuan, akan saya siapkan" ucap David
Kemudian Ibra duduk dan memeriksa laporan yang sudah disiapkan oleh David, lalu Indah keluar dan duduk di tempat kerjanya. Tak lama kemudian David keluar dengan membawa kertas kerja di tangannya.
"Ibu Indah, ini dari pak Ibra, tolong di jadikan satu file setelah di rekap" ucap David memberikan kertas itu pada Indah
"Oke" jawab Indah
"Ehem,,, yang makin Deket,,," ucap David pelan
"Apaan sih?!" sungut Indah dan David terkekeh melihat Indah memerah wajahnya
"Bahkan terlihat sangat jelas! ganasssss buukkkkkkk" ucap David
"Cepat kembali ke ruangan mu!! atau aku akan lempar kau pakai sepatuku!!" Sarkas Indah dan David segera berlari dengan kekehannya melihat Indah marah.
"Dasar Aspri gendeng!" ucap Indah kesal pada David.
Kemudian Indah kembali berkutat pada pekerjaannya dan menyelesaikan sesegera mungkin.
"Baiklah! terserah padamu! dasar keras kepala!"
"Wa'alaikumsalam" Kemudian Ibra mematikan sambungan telfonnya.
"Indah?" ucap Ibra saat berbalik badan dan melihat indah berdiri didepannya
"Nelfon siapa mas? serius banget?" tanya Indah
"Kina, dia bilang ingin magang di sini. Padahal dia bisa magang di kantorku yang di Turki, jadi tidak perlu jauh-jauh dari mami. Tapi anak itu sangat keras kepala!" ucap Ibra
"Berapa lama mas magangnya?" tanya Indah
"3 bulan, aku kasihan sama mami gak ada temen disana. Cuma ada yasmera dan Naomi saja" ucap Ibra
"Kenapa mami tidak ikut saja kesini?" tanya Indah
__ADS_1
"Tidak, mami kan sesekali mengontrol perusahaan mas disana. Tidak mungkin mami akan tinggal disini selama itu nda" ucap Ibra
"Jadi gimana?" tanya Indah
"Kina anaknya keras kepala, dia akan tetap magang disini nanti. Mungkin aku akan meminta David untuk membimbing nya" ucap Ibra
"Iya mas, Oh iya ini laporan yang mas suruh Rapiin tadi" ucap Indah memberikan kertas ditangannya pada Ibra. Lalu Ibra mengambilnya dan melihat hasilnya
"Ada lagi yang bisa aku kerjakan mas?" tanya Indah
"Ada" jawab Ibra yang kemudian meletakkan kertas ditangannya dan menatap indah dengan tatapan mesumnya
"Berhenti berfikir mesum! ini kantor bukan dirumah!" ucap Indah seolah tau apa yang difikirkan oleh suaminya. Ibra terkekeh ketika Indah mengatakan hal itu
"Kamu bisa membaca pikiranku ya?!" ucap Ibra semakin dekat
"Dari wajah mas itu udah kebaca! MESUM!" jawab Indah semakin mundur
"Hahaha! begitu ya?!" ucap Ibra yang sudah mengunci indah bersandar di pintu
"Dosa nolak ajakan suami!" ucap Ibra saat bersitatap dengan Indah
"Pasrah bang! pasrahhhhh!" ucap Indah pasrah dan malah membuat Ibra terkekeh
"Benar-benar menggemaskan!" ucap Ibra yang kemudian mencubit bibir Indah yang cemberut
"Ngeselin!" sungut Indah melepaskan tangan Ibra, namun kemudian Ibra meraih Indah dan memeluknya.
Tiba-tiba saja perasaan keduanya kembali menghangat
Sementara itu, di belahan bumi yang lain, Kinara sudah bersiap untuk penerbangan nya ke Indonesia.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung,,,, 🤍