Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Kembali menegang!


__ADS_3

"Seperti nya,,, ini kedai milik keluarga Indah, tapi,,, kenapa masih tutup?" Mami Ibra berdiri disekitar kedai roti itu


Tak lama dari mami Ibra sampai, sebuah mobil putih berhenti di depan kedai, kemudian keluarlah ayah dan ibu Indah dan juga seorang yang terlihat seperti seorang supir


"Mang Asep, nanti sekalian bawain pesenan ibu Ratih yah" ucap ibu Indah


"Iya Bu"


Ibu dan Ayah Indah kaget ketika akan menurunkan roti dan membawanya ke kedai, mereka melihat seorang wanita paruh bayah, kebule-bulean dan terlihat masih sangat cantik pada usianya.


"Selamat pagi" sapa mami ketika melihat pasangan suami istri yang diyakini sebagai orang tua Indah. Mami melihat keduanya mematung menatap kearahnya


"Siapa ya? maaf kami baru buka Bu, kalau mau beli roti" ucap ibu Indah dengan cepat


Dengan buru-buru, pak Idris merogoh kunci dan membuka kedai roti miliknya. Kemudian mereka segera masuk dan meletakkan keranjang roti-roti itu didalam kedai kecil itu. Mang Asep pun ikut membawakan keranjang berisi roti-roti dari dalam mobil.


"Maaf Bu, silahkan duduk" ucap ibu Indah


Lalu Mami Ibra duduk di bangku yang ada di kedai itu. Mami Ibra meniti kedai kecil itu dari ujung ke ujung setiap sudutnya. Sementara ibu Indah terlihat berfikir ketika melihat wanita didepannya seperti tengah memperhatikan tempat usahanya.


"Saya Yolanda, maminya Ibra" ucap mami


"Ibra,,, pak Ibrahim maksudnya? boss nya Indah di kantor?!" ucap ibu indah kaget


"Iya betul," jawab mami Ibra


"Wahh MaasyaaAllah,, ada apa ya Bu?" tanya ibu Indah begitu antusias namun juga merasa deg degan karena kedatangan orang tua Ibrahim


"Saya ingin bertemu keluarga Indah, mumpung saja sedang berada di Indonesia" ucap mami Ibra


"Ohh gitu,,, memangnya ibu tinggal dimana?" tanya ibu Indah


"Saya tinggal di Turki,,, Oh iya Bu,, bagaimana jika Ibra dan Indah kita jodohkan saja? saya melihat kedekatan diantara mereka berdua" ucap mami Ibra berterus terang


Deg!


"Dijodohkan?" ucap pak Idris kaget


"Iya pak, saya melihat keduanya cocok, dan saya juga menyukai kepribadian Indah" ucap mami Ibra


Rasa trauma terhadap pernikahan bukan hanya dirasakan Indah, tapi juga sang ibu. Ibu Indah takut jika Indah akan mengalami kegagalan lagi. Bayangan masa lalu pun kembali muncul di ingatan ibu Ayu.


"Bukankah ini terlalu cepat?! bahkan Indah belum sebulan bekerja disana" ucap ayah Indah

__ADS_1


Mami Ibra sedikit kaget ketika mendengar ucapan ayah Indah yang mengatakan jika indah belum ada satu bulan bekerja di kantor Ibra. Mami Ibra kembali teringat jika Ibra dan Indah sempat bersandiwara dihadapan nya namun akhirnya terbongkar.


"Bagaimana jika kita serahkan saja sama mereka berdua Bu? mereka sudah dewasa, tentu mereka bisa menentukan hidup mereka sendiri" ucap ibu Ayu


Kemudian mami Ibra mengeluarkan kotak bludru merah dan memberikannya kepada ibu ayu


"Baiklah jika memang itu terlalu cepat, mungkin mereka butuh waktu untuk pendekatan. Ini saya titipkan cincin yang sempat saya beli bersama indah kemarin. Rencana saya ingin melamar Indah untuk Ibra, namun karena ibu dan bapak berfikir jika mereka butuh waktu, jadi saya minta cincin ini ibu yang simpan, Jika nanti mereka berdua memang berjodoh, maka tolong berikan ini kepada Indah, tapi jika mereka tidak berjodoh, berikan saja untuk indah karena saya membelikannya untuk dia" ucap mami Ibra


"Tapi Bu,,,,"


"Anggap saja ini sebuah DP lamaran keluarga kami. karena saya tidak menetap disini,,," ucap mami Ibra


"Tapi kami kan belum menerima lamaran keluarga ibu" ucap ayah Indah


"Iya pak, saya tau,,, tadi sudah saya sampaikan, jika mereka berjodoh ataupun tidak tolong berikan cincin ini kepada Indah" ucap mami Ibra


Ibu Indah menerima cincin yang diberikan mami Ibra, dibukanya dan dilihat cincin itu sangat cantik. Mesti masih sedikit ragu, ibu Indah tetap mau menyimpannya.


Sementara itu, di kantor Ibra sedang ada penangkapan terhadap beberapa pegawai yang sudah memanipulasi laporan data keuangan. Mereka tidak bisa lari karena masih berada di kantor itu. Kemudian Ibra mengumpulkan mereka semua di ruang sidang, tentunya dengan pengawalan ketat orang-orang Ibra.


Ibra berdiri menatap satu persatu dari mereka yang kini tegang ketakutan.


"Kalian tentu sudah tau, kenapa kalian berada disini!! dan kalian sudah pasti tau, apa konsekuensi dari penghianatan yang kalian lakukan pada perusahaan ini!!" ucap Ibra dengan dingin dan begitu tegas


"Aku tidak akan mentolerir siapapun yang berkhianat padaku! meskipun kalian sudah bertahun-tahun bekerja di perusahaan ini!! Bagiku, seorang penghianat tidak pantas untuk hidup!" ucap Ibra membuat semua orang bergidik ngeri.


"Tuan,,, maafkan kami,,, kami khilaf" ucap Lidya dengan beraninya


Semua orang semakin dibuat tegang setelah Lidya mengatakan itu, jelas Ibra hanya memancing mereka, dan Lidya yang memiliki nyali ciut pun malah termakan oleh pancingan Ibra


"Khilaf?! Sudah menggelapkan uang perusahaan dalam jumlah besar masih bisa bilang khilaf?!" Sarkas Ibra


Tak lama kemudian datanglah banyak polisi dengan sudah siap untuk membawa mereka semua. Mereka berontak, namun tidak ada gunanya karena semua bukti juga sudah dikantongi oleh Ibra. Terlihat tatapan sengit Lidya pada Indah yang berdiri dibelakang Ibra.


"Pasti ini semua gara-gara dia!!" batin Lidya, sebelum akhirnya pergi diseret polisi dengan para komplotan nya. Di kantor itu mendadak ramai karena banyak orang yang ingin melihat penangkapan itu.


"Vid, kau urus semuanya!" ucap Ibra


"Baik tuan!" Jawab David yang kemudian ikut pergi bersama orang-orang Ibra menuju ke kantor polisi.


Ibra terduduk dan ntah apa yang tengah difikirkan nya sekarang.


"Pak,,,," ucap Indah perlahan

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Ibra


"Bapak gak papa? bapak yang sabar ya pak" ucap Indah dan Ibra hanya mengangguk pelan.


"Apa bapak mau makan? atau mau minum?" tanya indah


"Aku mau makan mie yang pernah kamu berikan padaku tempo hari" jawab Ibra


"Hah?! ohh baik pak" jawab Indah yang kemudian dengan cepat keluar dari tempat itu.


Kemudian Ibra berjalan keluar dan menuju ke ruang kerjanya. Ibra menghubungi pihak HRD untuk segera membuka lowongan kerja, mereka harus segera mendapatkan pengganti orang-orang yang sudah di pecat oleh Ibra.


Sementara itu,,


Indah berada di pantry dan tengah memasakkan mie goreng dan juga membuatkan es lemon Tea untuk Ibra. Tidak membutuhkan waktu lama, Indah pun membawakan makanan dan minuman itu ke atas.


"Permisi pak,,, ini pesanan bapak" ucap Indah saat masuk kedalam ruangan Ibra


Ibra bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan menuju ke sofa tamu.


"Kenapa cuma satu?" tanya Ibra


"Iya pak, saya hanya buat kan untuk bapak" jawab Indah


"Kamu?" tanya Ibra


"Saya,,, emm saya nanti saja pak, saya bisa masak sendiri nanti kalau pengen. Saya permisi dulu ya pak" jawab Indah


Kemudian Indah berbalik dan akan meninggalkan Ibra sendiri


"Indah,,," ucap Ibra dan membuat Indah memberhentikan langkahnya


"Iya pak?" jawab Indah saat berbalik


"Temani saya makan" ucap Ibra


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,,

__ADS_1


__ADS_2