
Keesokan harinya, rombongan peninjauan proyek sudah berada di lokasi. Mereka semua bergerak mengikuti arahan kepala proyek (Pak Hendrik) bersama David yang membagi tugas masing-masing pegawai, tak luput Kinara yang juga mendapatkan tugas disana.
Proses pembangunan penginapan di sekitaran pantai Peucang, didaerah ujung kulon Banten yang memiliki Wisata alam sangat menarik dan membuat orang yang mengunjunginya merasa candu. Pulau ini dikelilingi oleh hamparan pasir putih di pinggir pantai, air biru yang jernih, dan terumbu karang cantik mempesona. Disana banyak sekali aktivitas yang bisa di lakukan. Pengunjung bisa snorkeling, tracking, canoeing, jelajah pulau, jelajah laut, dan melihat keindahan alam di Ujung Kulon. Surga terpencil wisata Pulau Peucang juga sangat menjadi incaran banyak wisatawan. Hal itu di sebabnya, Ibra membangun tempat penginapan di daerah itu.
Semua pegawai sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing hingga waktu sore hari. Sangking sibuknya mereka hanya beristirahat saat jam makan siang dan waktu untuk beribadah saja. Hingga sampai jam sudah menunjukkan waktu kembali ke penginapan mereka.
"Kita kembali ke penginapan" ucap David
"Pak, instruksi" ucap salah satu pegawai
"Ada apa Rudy?" tanya David
"Boleh tidak kita mampir ke pantai sebentar? setidaknya melepas penat sebentar setelah seharian kerja"
"Oh boleh, tapi sebelum jam 5 semua harus sudah kembali ke sini" ucap David
"Siap pak!"
Semua terlihat begitu senang, mereka pun berjalan cepat menuju ke pantai, begitu juga Kinara dan Sinta terlihat antusias ketika mereka akan menuju ke pantai. Sementara Audi sibuk menempeli David yang belum beranjak dari tempatnya dan tengah berbincang dengan pak Hendrik
"A',,, ayo kita ke pantai" ucap Audi
"Kamu gak bisa lihat, saya sedang sibuk?!" jawab David
Audi terlihat kesal karena lagi-lagi David menolaknya. Kemudian Audi pergi menuju ke pantai dengan perasaan kesal.
"Seperti nya dia sangat marah" ucap pak Hendrik
"Biarkan saja pak. Kami tidak ada hubungan apa-apa" jawab David
Rombongan peninjauan proyek sudah sampai di pantai, seperti menemukan surga kecil, mereka pun begitu menikmati pemandangan pantai yang begitu menakjubkan.
"Gimana kalau besok malam kita buat pesta di sini?! sekalian perpisahan kan? dan besok bawa baju ganti, kita bisa snorkeling dipantai ini" usul Rudy
"Ide mu bagus juga, nanti kita usulkan pada pak David"
Mereka bermain-main dipinggiran pantai, tidak ada yang berenang karena mereka tidak membawa baju ganti. Sementara Kinara terlihat diam saja dan hanya menatap pantai kebiruan.
"Kamu kenapa?!" tanya Sinta pada Kinara
"Gak papa, indah banget ya tempat ini. Aku sangat jarang lihat pantai" ucap Kinara
"Ohh,,, kita foto aja yuk biar gk bosen. Buat kenang-kenangan" ucap Sinta dan diangguki Kinara
__ADS_1
Keduanya pun mengambil foto bersama dan juga bergantian. Cukup seru keduanya mengakrabkan diri untuk menjadi teman.
"Kina" panggil Audi yang baru sampai
"Ada apa?" tanya Kinara
"Kenapa sih, kak David cuek banget sama aku?! tolong dong omongin dia, jangan gitu,,, aku kan sedih" ucap Audi
Kina kaget saja Audi menyuruhnya bicara seperti itu kepada David.
"Bilang saja sendiri, kamu kan nempel terus sama dia" jawab Kinara
"Tapi dia dingin banget gitu!" ucap Audi yang ikut duduk bersama kina dan Sinta di pasir
"Itu namanya, dia gak respect sama kamu!" sahut Sinta
"Mana ada begitu! dia suka tuh masakan aku, dia juga menghabiskan sarapan yang aku siapkan setiap hari untuknya. Kamu jangan asal bicara sin" ucap Audi
"Ya sudah kalau memang gitu! kamu bicara sendiri saja dengan pak David! gak perlu juga nyuruh Kinara!" jawab Sinta nyolot
"Kinara kan sering juga bareng dia,, apa salahnya sih bantuin aku?! aku tuh suka banget sama dia,," jujur Audi
Kina hanya diam mendengarkan obrolan Sinta dan juga Audi. Kinara tidak kaget lagi dengan pengakuan Audi yang menyukai David. Hanya saja Kinara sedikit jengah dengan ucapan Audi yang terkesan David memberikan harapan.
Mereka semua pun menyudahi kunjungannya ke pantai, dan kembali ke proyek. Cukup menyenangkan meski hanya sebentar.
Saat di bus, Rudi mewakili teman-teman yang lain mengusulkan kepada David soal acara perpisahan besok malam.
"Baiklah, jika semua sudah sepakat, nanti saya akan sampaikan kepada tuan untuk hal ini" jawab David.
Bus yang ditumpangi mereka pun sampai di penginapan. Semua turun dan beristirahat dikamar masing-masing.
Waktu menjelang malam
Di apartemen Ibra,,,,
Indah tengah menyiapkan makan malam untuk mereka, sementara Ibra membereskan semua kekacauan diruang tamu akibat kerusuhan yang diciptakan sendiri oleh dirinya. Bagaimana tidak, tenda sekecil itu di huni oleh dua orang dewasa dengan sejuta tingkah nakal, hingga tenda mungil itu tidak bertahan lama akhirnya tumbang.
Menu makan malam kali ini adalah Mie Aceh, Indah yang belum pernah mengolahnya pun melihat tutorial cara membuat nya melalui sebuah Chanel YTB seorang chef terkenal, hingga masakan itu pun bisa terhidang diatas meja makan.
"Mas,,, ayo makan malem dulu" ajak Indah saat menghampiri Ibra
"Iyah,,, ini sebentar lagi selesai" jawab Ibra
__ADS_1
Indah tidak diam saja, dia pun membantu suaminya membereskan barang-barang itu
"Ehh,,, jangan angkat itu! berat, biar mas saja!" ucap Ibra menyaut tas yang berisi lipatan karpet yang dibawa indah
Indah memberikan tas itu, lalu mengambil tas lain yang ntah apa isinya
"Ehh,,, jangan angkat itu nda! berat, yang lain aja" ucap Ibra mengambil tas di tangan Indah
Lalu Ibra membawa tas itu ke tempat yang semestinya. Sementara Indah mengangkat beberapa tiang penyangga yang sudah dirapikan Ibra
"Sayang,,,, jangan angkat itu, berat!" ucap Ibra mengambil alih
"CK! jadi bolehnya angkat apa?! ini gak boleh, itu gak boleh" ucap Indah jadi bingung
"Sini deh,,,," Ibra menarik indah untuk duduk di sofa
"Kamu duduk aja disini liatin aku. Oke?!" ucap Ibra
"Indah cuma mau bantuin beres-beres mas, biar cpt selesai" jawab Indah
"Iya mas tau, kamu bantuin senyum aja sambil lihatin aku, itu udah lebih dari cukup. oke?!" ucap Ibra dan diangguki Indah
"Baiklah, setelah ini kita makan" ucap Ibra lagi yang kemudian beranjak dan akan mengambil barang-barang yang belum tersimpan. Belum selangkah pergi Ibra berbalik
"Eh ada yang tertinggal" kata Ibra
"Apa mas?" tanya Indah
"Kissnya ketinggalan, biar kuat angkat beban!" jawab Ibra dan Indah terkekeh, Satu kecupan mendarat manis dipipi Ibra
"Terimakasih,,," ucap Ibra dengan senyuman
Lalu Ibra kembali melanjutkan kegiatan beres-beres nya, sementara Indah hanya duduk melihat Ibra yang terus bergerak kesana kemari.
.
.
.
Setelah ini, bakal ada konflik yah,,,
seperti dalam kehidupan, tidak selalu manis, tapi juga pahitnya. Gak berat kok, tapi cukup menguras emosi😀
__ADS_1