Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Kebelet


__ADS_3

Setelah Indah memeluk Ibra dan mengatakan mau mencoba lagi, tanpa berpikir lama, Ibra mengajak Indah pulang ke apartemen mereka. Ibra tidak ingin ada satu orang pun mengganggu dirinya dan juga Indah siang itu. Begitu tiba di apartemen, Ibra mematikan ponselnya dan juga milik Indah agar tidak ada orang yang menghubungi mereka.


"Sabarrr masss!" ucap Indah kaget bukan main saat Ibra sudah langsung membuka pakaian Indah dengan tidak sabaran


"Udah kebelet ini!" sahut Ibra


Ibra yang sudah tidak sabaran pun langsung menghujani Indah dengan serangan maut nya dan mengajak Indah untuk ikut andil didalam permainan mereka. Keduanya terus melangkah mundur menuju tempat tidur agar lebih leluasa, tanpa saling melepas satu sama lain dan


Bruukkkkkkkk


Keduanya kini jatuh diatas tempat tidur dengan Ibra sudah menindih Indah dibawahnya. Ibra menyentuh Indah dengan sangat hati-hati dan penuh kelembutan sama seperti sebelumnya, Ibra takut melukai Indah hingga Ibra memperlakukan Indah tidak seperti dulu, saat Ibra memperlakukan wanita-wanita bayarannya seenaknya saja diperlakukan, bahkan menatap mereka pun Ibra tak Sudi.


"Tahan sedikit yah,,, " ucap Ibra dengan perlahan lahan mendorong jagung supernya melesak kedalam


Indah tidak menjawab dan lebih memilih memejamkan mata dan menggigit bibirnya sendiri menahan sakit yang luar biasa.


"Lihat aku nda" ucap Ibra dan Indah membuka mata dengan netra mereka bertemu, Kemudian Ibra melahap siranum untuk mengalihkan rasa sakit yang dirasakan Indah saat ini.


Jagung super, belut Jumbo, rudal panjang akhirnya menembus benteng pertahanan lawan dan memporak porandakan yang ada didalamnya sekali hentak.


"Ah,, Akhirnya!" Ucap Ibra kala sudah berhasil mencetak gol untuk pertama kali. Sesaat Ibra terdiam kala melihat air mata indah menetes dari sudut matanya.


"Maaf sudah menyakitimu" ucap Ibra merasa bersalah, dikecupnya ujung mata Indah kanan dan kiri


"Gak ,, papa,, mas" jawab Indah menahan semua rasa yang kini mendera Indah.


"Mas jamin sakitnya akan hilang setelah ini" ucap Ibra yang kemudian perlahan bergerak mengatur tempo lambat agar milik Indah bisa menyesuaikan dengan miliknya.


Rasa perih itu masih ada meski tidak seperti diawal, namun ada rasa lain yang kini hadir mendampingi yaitu rasa nikmat yang baru kali ini Indah rasakan.


Mulut Ibra tak henti-hentinya merancau tak jelas, benar-benar rasa yang berbeda dan Ibra tidak akan puas jika hanya sekali setelah berhasil mencetak gol, dan Ibra ingin menambah jumlah permainan Sementara Indah hanya bisa pasrah dan menerima semuanya dengan lapang dada.


"Lelah?" Tanya Ibra setelah membuat Indah berkali-kali kalah talak


Indah hanya mengangguk dengan peluh keringat deras membanjiri dirinya.


"Kita istirahat dulu" ucap Ibra mengusap lembut keringat yang membanjiri kening Indah saat itu.

__ADS_1


"Lepas dulu mas belutnya" ucap indah mendorong pelan Ibra. Ibra terkekeh dan mengabulkan permintaan Indah. Lalu Ibra menarik Indah dan memeluk nya dengan begitu erat.


"Terimakasih sudah memberikan semuanya padaku" ucap Ibra dengan tulus. Kemudian Ibra mengecup kening Indah sedikit lama. Keduanya terdiam, mengatur nafas masing-masing


"Nda,,, main lagi yuk?" ucap Ibra saat setelah mereka berdua sudah kembali normal


"Capek mas, masih sakit,, perih ini beneran. Kayaknya sobek parah!" jawab Indah


" Hehe,,, tapi enak kan?" tanya Ibra dan Indah menggeleng. Ibra terkekeh kemudian ia beranjak dari tempat tidur nya.


Melihat Ibra yang hanya polosan keluar dari selimut tanpa rasa malu, wajah indah memerah dan iapun menutup wajah dengan kedua tangannya.


"Aaaaa!" teriak Indah kaget saat tiba-tiba tubuhnya terangkat begitu saja


"Kenapa nutup mata?!" tanya Ibra


"Dasar gak tau malu!" ucap Indah memukul ringan dada Ibra namun Ibra malah terkekeh


"Untuk apa malu?! toh kita sama-sama gak pake apa-apa! bahkan tadi kita,,,," ucap Ibra terpotong karena Indah membekap mulut Ibra dengan cepat. Ibra terkekeh sementara indah membulat. Lalu Ibra menggendong indah dan membawanya ke kamar mandi.


"Bagaimana? lebih baik kan sekarang?!" tanya Ibra dengan menggosok punggung Indah dengan memberikan sedikit penekanan, Indah mengangguk dan merasakan sensasi pijatan yang diberikan oleh Ibra.


Pijatan yang awalnya hanya pijatan pada titik-titik tertentu, kini berubah menjadi sentuhan-sentuhan nakal yang membangkitkan kembali keinginan untuk menyatu. Indah tak mampu menolak dengan segala yang di lakukan Ibra terhadapnya. Sekali lagi, mereka menghabiskan kebersamaan mereka dengan banjir keringat.


Untung saja terdengar suara adzan Ashar jika tidak mungkin permainan Ibra belum juga akan berakhir. Setelah selesai membersihkan diri mereka, Ibra dan indah pun menjalankan ibadah ashar bersama.


"Mas,, aku lapar" ucap Indah merengek pada Ibra


Bagaimana tidak, dua jam dirinya di gempur habis-habisan oleh Ibra, belum lagi kini Indah merasa kesulitan hanya sekedar jalan. Jalannya terseok-seok bahkan Indah hanya menunggu Ibra menggendongnya. Sungguh kasihan Indah,,,


Ting Tung


"Tunggu sebentar" ucap Ibra yang kemudian beranjak dari tempat duduknya dan akan membuka pintu, sementara indah hanya duduk di tepian tempat tidur sembari menunggu Ibra.


Lama tak kembali, Indah pun keluar dan mencari keberadaan Ibra. Ternyata Ibra tengah menata makanan diatas meja makan untuk mereka berdua.


"Mas"

__ADS_1


"Hey,, kenapa tidak menungguku saja?!" ucap Ibra yang langsung menghampiri Indah


"Mas lama sekali" jawab Indah, Ibra terkekeh melihat wajah cemberut indah


"Baru di tinggal beberapa menit saja sudah rindu!" ejek Ibra yang kemudian menggendong Indah begitu saja


"Bukan rindu! tapi laper!" jawab Indah


Kemudian Ibra menurunkan Indah dan mereka makan bersama.


Malam menjelang,,,,,,,


Sepertinya setelah merasakan nikmatnya bersama yang halal, membuat Ibra benar-benar ketagihan. Buktinya setelah habis isya', tak sedikitpun Ibra melepaskan Indah, meski hanya memeluk atau sekedar mencium pipi nya, rasanya benar-benar berbeda, tidak ada rasa bersalah, keegoisan, kemarahan, kekesalan yang selama ini Ibra luapkan pada wanita-wanita bayarannya.


"Mas,,, udah mas,,, geli ihh!" ucap Indah saat Ibra mengendus-endus ceruk lehernya tanpa henti


"Diem sih! gerak terus! mau di goyang lagi?!" ucap Ibra


"CK! otakmu mesum terus ya mas! gak puas apa udah bikin aku gak bisa jalan ?!" sungut Indah


"Gak! memang aku gak puas! Mau lagi, yuk yuk?!" ucap Ibra


"Enggak! aku capek! minggir iih, mau tidur" ucap Indah menggeser dirinya namun Ibra malah mengikutinya dan merapatkan pelukannya.


"Tidurnya jangan jauhan! dingin!" ucap Ibra


"Matiin AC nya" jawab Indah


"Panas nanti, udah gini aja, anget!" jawab Ibra yang kemudian berpura-pura memejamkan mata dengan masih memeluk Indah tanpa mau melepaskannya sedikitpun. Indah menghela nafas kasar, menolak pun percuma, dan akhirnya Indah ikut memejamkan matanya saja.


.


.


.


Bersambung,,,, 🤍

__ADS_1


__ADS_2