Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Teruntuk Suami Tercinta


__ADS_3

Ibra dan David sudah berada di kantor papi, disana juga sudah ada Roy dan kuasa hukum papi menunggu kedatangan mereka. Ibra akan bergerak cepat untuk memulihkan perusahaan papi, pengalihan asset pun langsung diurus David dan juga Roy bersama kuasa hukum papi. Banyak sekali PR yang harus mereka kerjakan untuk mengembalikan keadaan perusahan seperti semula. Hardi benar-benar tidak pecus dalam mengurus perusahaan itu. Dan Saat ini Hardi sudah di jebloskan ke penjara akibat perbuatannya.


"Besok agendakan untuk pertemuan dengan para pemegang saham yang masih berada di bawah perusahaan ini. Jika mereka tidak mau lagi bekerjasama dengan perusahan ini, maka saham mereka akan kita beli. Jangan ada saham yang dijual diluar, biar perusahaan ku yang akan membeli saham itu" ucap Ibra


"Baik tuan, akan saya agendakan besok pagi" jawab Roy


"Pemindahan saham Indah juga harus selesai besok" ucap Ibra lagi


"Sudah saya siapkan tuan, tinggal meminta tandatangan kedua belah pihak" jawab David


"Oke,,,!"


"Tuan, untuk pemindahan nama dari tuan hutama kepada kinara, tidak bisa cepat" ucap kuasa hukum papi


"Tidak masalah, yang penting tidak terlalu lama. Sementara aku yang akan menjalankan perusahaan ini sampai kondisi stabil. Aku tidak suka ada kesalahan sedikitpun. Jika ada yang keberatan dari pihak pemegang saham dan mereka tidak menerima sistem baru yang aku buat, maka akuisisi semuanya!" ucap Ibra dengan tegas


"Baik Tuan" jawab mereka semua.


Roy dan kuasa hukum papi cukup kaget melihat gaya kepemimpinan Ibra, yang bisa di katakan lebih dari papinya. Sementara David sudah biasa menghadapi kondisi itu karena lamanya dia bekerja bersama ibra sebagai asissten nya.


Setelah membahas pekerjaan urgent yang harus mereka segera kerjakan, keempatnya berpisah dan fokus terhadap tugas mereka. Membangun kepercayaan untuk kedua kali bukanlah hal mudah, namun sekuat tenaga dan pikiran akan ibra curahkan untuk mengembalikan kejayaan perusahaan itu, Namun jika usaha itu masih juga gagal, maka Ibra akan mengambil jalan lain. Selain memikirkan perusahaan papinya, Ibra juga terus memantau jalannya perusahaannya sendiri.


Waktu menjelang Sore,,,,


Indah tengah duduk di samping rumah sembari bergelut dengan benang wol dan jarum. Indah yang memiliki keterampilan menyulam, kini tengah membuat sarung tangan bayi


"Sedang apa kak?" tanya kinara yang baru saja pulang dari kampus


"Kinara,,,sudah pulang kamu?" tanya Indah


"Iya kak, mami kemana kak?" jawab kinara yang kemudian duduk di dekat Indah dan melihat hasil sulaman indah


"Mami lagi pergi ke tempat temen mami katanya, dan Kakak lagi buat sarung tangan bayi,,, lucu kan?" ucap Indah


"Iyaa lucu banget,, memangnya sudah ketahuan ya kak, laki-laki atau perempuan?" tanya kinara


"Laki-laki ataupun perempuan sama saja. Anak itu anugrah dan juga amanah untuk orang tuanya" jawab Indah


"Iya,,, tapi,, kina belum kepikiran untuk punya anak kak" ucap kina pelan


Indah tersenyum dan menatap adik iparnya itu


"Gak masalah, itu bisa ditunda dulu bukan? lagian kina juga masih kuliah, mungkin kina harus fokus dulu menyelesaikan kuliahmu" ucap Indah

__ADS_1


"Iya kak ya , mungkin karena Kina juga belum dewasa" jawab kina


"Sebenarnya, jika sudah menikah, siap gak siap harus siap jika suatu hari di beri rejeki anak. Tapi jika memang belum siap, sampaikan pada pasangan dengan bicara dari hati ke hati. Jadi peran istri dan suami itu sangat penting didalam keharmonisan rumah tangga. Kakak bukan maksud untuk menggurui, rumah tangga kami pun tidak selurus jalan tol tanpa hambatan tanpa belokan. Tapi setidaknya apa yang sudah kakak alami bisa menjadi gambaran kamu dan david untuk membangun rumah tangga kalian" ucap Indah


" Kina masih sangat harus banyak belajar untuk menjadi istri yang baik untuk kak David. Kak Indah mau kan ngajarin kina, bagaimana sih buat suami bucin akut kayak kak ibra ke kak indah?!" tanya Kinara


Indah terkekeh namun bingung mau berkata apa.


"Kak ibra itu kan Keras kepala minta ampun, belum lagi,, dulu pacarnya banyak!" ucap kinara


"Gimana ya?? kak Indah juga gak tau, kenapa kakakmu bucin akut ke kakak. Coba aja tanya sama dia ya" jawab Indah dengan tertawa kecil


"Hemm,,, mana mau dia jawab kak! Oh iya,,,, waktu,,,, pertama kali,,,, emm,,, sakit banget gak kak?" tanya Kinara malu-malu, wajahnya pun sudah sangat memerah


"Hah?!" Indah kaget namun langsung tau maksud adik iparnya


"Awalnya aja kayak di gigit semut, setelahnya gak lagi" jawab Indah


"Ah yang benerrrrr?! tapi,,, kata,,,," kinara langsung terdiam saat mendengar suara mobil berhenti didepan rumah


"Wah Suami-suami kita pulang kak" ucap Kinara saat melihat mobil siapa yang datang


Kinara langsung berlarian dan indah pun meninggalkan aktivitasnya untuk menyambut kedatangan suaminya


"Wa'alaikumsalam" jawab Kinara yang berlalu saja mencari suaminya


"Ck! dasar pengantin baru!" sindir Ibra saat dicueki adiknya


"Sudah pulang mas?" tanya Indah Menghampiri suaminya yang cemberut


"Iya,, lihatlah adik ipar mu, baru sehari menikah sudah lupa dengan kakaknya" ucap Ibra mengadu dan Indah tertawa kecil, Lalu Ibra mengecup kening indah dan juga pipinya


"Wajar lah, dia kan punya suami sekarang, apalagi pengantin baru, pasti lengket terusss tuh" jawab Indah, keduanya berjalan menuju ke tangga tengah


"Mau dibuatkan minum apa?" tanya Indah


"Apa aja deh, yang seger ya. Kepala mas sudah berasap" jawab ibra


"Baiklah, mas mandi dan tunggu di kamar, nanti indah buatkan minuman yang segar" jawab Indah. Sebelum pergi, ibra menyambar madu nya sebentar lalu melepaskan istrinya


"Jangan lama ya" ucap Ibra


"Iyaaa mas" Lalu indah berjalan ke dapur untuk membuatkan minuman

__ADS_1


Sementara itu, kinara menunggu David yang masih berada di dalam mobil,


"Lagi apa sih kak? lama banget masuknya?" tanya Kinara


"Ambil berkas" jawab David yang kemudian keluar dan melihat istrinya cemberut


"Wahhh, kenapa cemberut gini? kak David ada salah ya?" tanya David bingung


"Gak papa, ayo masuk" ajak kinara dengan menggandeng lengan suaminya


"Capek ya?" tanya kinara


"Lumayan,, banyak yang harus di urus, jam berapa tadi pulang kuliah?" tanya David


"Belum lama" jawab Kinara


Kinara melihat Indah naik ke atas dengan membawa minuman, otak kinara langsung bekerja


"Kak David mau minum apa?" tanya Kinara


"Terserah kamu saja" jawab David


"Ya sudah kak David tunggu di atas, nanti kina buatkan minum ya" lalu David ke atas dan kinara berjalan ke dapur. Dengan semangat 45 kinara akan membuatkan minuman untuk David dengan tangannya sendiri.


"Kalau buat Es teh gimana ya caranya?"


Kinara merebus air, dan mengambil dua sendok garam halus lalu memasukkan kedalam gelas besar tak lupa teh celup nya juga. Toples gula dan garam berdekatan tanpa ada labelnya . Setelah air mendidih, kinara memasukkan sedikit air panas itu dan mengaduknya. Setelah larut, kinara mengambil batu es dan memasukkan kedalam gelas itu.


"Emm,,,, pasti ini akan menjadi es teh ter nikmat untuk kak David. Teruntuk suami tercinta hihihihhi,,,,,"


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,


Tinggalin jejak gaessssss😍

__ADS_1


__ADS_2