Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Dipecat Jadi Mantu!


__ADS_3

Tok


Tok


Ibu Ayu masuk kedalam kamar Indah dan melihat tengah berbaring di tempat tidur nya.


"Ibu masuk ya ndah,,," ucap ibu ayu yang kemudian masuk kedalam kamar Indah


Lalu ibu Ayu duduk di tepian tempat tidur indah dan menyentuh kepalanya


"Kamu kenapa?? ada masalah?" tanya Ibu ayu dengan pelan.


"Tidak ada Bu,,," jawab Indah berbohong, Indah tidak ingin menceritakan masalah rumah tangganya kepada sang ibu


"Terus,, kenapa malam-malam begini kamu kerumah bawa koper, tanpa suamimu lagi?. Kalau ada masalah, selesaikan baik-baik, bukan malah pergi" ucap ibu ayu sepelan mungkin agar indah tidak meledak-ledak


"Memangnya Indah tidak boleh pulang?"


"Boleh,, Ibu hanya tidak mau kamu lari dari masalah, bukan menyelesaikan jika ada masalah" jawab ibu


"Mas Ibra pergi menyusul Kinara ke proyek, Indah kesepian di apartemen sendiri" jawab Indah


"Ohh begitu,,, ya sudah kalau tidak ada masalah, Ingat ya ndah,,, kalian sudah dewasa, apapun masalah kalian didalam rumah tangga, sebaiknya di selesaikan dengan kepala dingin, jangan terbawa emosi" ucap ibu ayu sebelum pergi meninggalkan Indah.


Seperginya Ibu ayu, Indah kembali menangis mengingat ucapan kasar dan keras Ibra yang masih terngiang-ngiang dipikirannya.


Sementara itu di rumah sakit,,,,


Ibra tak berpindah sedikitpun dari tempat duduknya. Dia tidak akan tenang sebelum berbicara dengan adiknya. Saat Ibra terus menatap Kinara, ponselnya bergetar dan Ibra melihat mami Yolanda menelfon nya. Dengan cepat Ibra mengangkat telfon sang mami


"Hallo mi, assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam Ibra,,, kalian sedang apa?"


"Lagi duduk saja mi,,,"


"Mana Kinara?"


"Tidur" jawab Ibra yang tidak ingin mami sampai tau jika Kinara tengah terbaring di brankar pasien, bisa-bisa mami pingsan.


"Indah juga kemana?, tumben gak terdengar suaranya?"


Deg!


Ibra terdiam, ingatannya kembali ke apartemennya. Indah berada disana sendirian


"Mi, nanti Ibra telfon lagi, Ibra ada kerjaan mi" ucap Ibra dengan debaran jantung yang sudah tidak beraturan


"Baiklah kalau begitu, assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam"


Ibra langsung mematikan sambungan telfonnya, lalu mencari kontak indah dan menelfonnya. Menunggu beberapa saat, tidak ada jawaban dari Indah, Ibra pun kembali menelfonnya. Masih tidak diangkat, Ibra berkali-kali menelfon namun tak sekalipun di respon oleh Indah


"Aaarrgghhh!!" Ibra terlihat begitu frustasi.

__ADS_1


"Ada apa tuan?!" tanya David yang langsung menghampiri Ibra


"Tidak apa-apa" Ucap Ibra yang kemudian memasukkan ponselnya karena melihat pergerakan Kinara


"Kinara?!" ucap Ibra


"Kak Ibra,,,"ucap Kinara saat melihat Ibra


"Bagaimana kondisi mu?!" tanya Ibra


"Aku sudah lebih baik kak, kapan kak Ibra sampai?" tanya Kina


"Belum lama, bagaimana ceritanya kamu bisa tercebur ke pantai?! kakak sudah memperingatkan mu untuk berhati-hati!" sungut Ibra


Kinara terdiam dan mengingat-ingat kejadian yang menimpanya. Kemudian Kinara menceritakan kronologis kejadian yang dia ingat sebelum semua terasa gelap.


"Apa Audi sengaja mendorongku?!" batin Kinara sendiri


"Mungkin kina kurang berhati-hati kak" ucap Kinara


"Ya sudah, sekarang kamu tidur lagi. Besok pagi kita pulang" ucap Ibra dan diangguki Kinara.


Setelah Kinara tertidur, Ibra yang tidak bisa tidur. Pikirannya kembali berkelana memikirkan istrinya yang tidak bisa dihubungi. Ibra melihat jam sudah menunjukkan pukul dini hari, tentu mertuanya pun juga sudah tidur. Sesaat Ibra masih bertahan, namun kantuknya menyerang juga hingga ia pun terlelap hingga azan subuh terdengar berkumandang.


Matahari sudah menyinari bumi,,,,,,


Setelah kunjungan dokter jaga pagi itu, Kinara langsung di bawa pulang. Ibra, David, dan Kinara menjadi satu mobil dan pulang lebih dulu tidak bersama rombongan lainnya. Sementara Indah yang berada di rumah orang tuanya pun juga tidak ingin pergi kemana-mana, Indah hanya membantu ibu dan ayahnya yang akan bersiap pergi ke kedai roti mereka.


"Nanti siang ibu pulang kalau kamu gak kemana-mana" ucap ibu ayu


"Iya Bu,,, Indah mau istirahat saja dirumah" jawab Indah lesu


"Iyah"


Kemudian orang tua Indah pun berangkat ke kedai dan meninggalkan Indah sendiri di rumah. Setelah itu, indah pun masuk kedalam rumah dan mengunci pintunya.


Indah kembali duduk termenung dipinggir jendela, menatap bunga-bunga yang bermekaran di samping kamarnya. Sejak semalam, indah tidak memeriksa ponselnya, bahkan mungkin saja batre ponselnya sudah tak memiliki daya lagi saat itu.


Dalam kesendirian nya, Indah kembali menangis, rasanya sangat sulit melupakan kata-kata Ibra yang terlanjur masuk kedalam hatinya. Perasaannya yang sangat sensitif membuat indah sedikit sedikit nangis, reda namun setelahnya kembali menangis ketika teringat kembali.


.


Sampainya Ibra, Kinara dan David di apartemen,,,,


Apartemen Ibra terlihat sangat sepi,


"Indah,,,," ucap Ibra mencari keberadaan Indah dengan gejolak hati yang was was. Ibra sangat takut jika Istrinya tidak ada di sana. Benar saja, Ibra tidak menemukan indah di seluruh penjuru apartemen nya.


"Kak Indah kemana kak?" tanya kinara


"Kakak juga tidak tau,,," jawab Ibra yang kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi ayah mertuanya. Ibra melangkah menjauh dari Kinara dan David yang berada di ruang tamu.


"Assalamualaikum yah,,,"


"Wa'alaikumsalam, ada apa?" tanya pak Idris sedikit dingin terdengar dari suaranya

__ADS_1


Deg!


Ibra langsung berfikir, tentu indah berada di rumah orang tuanya. Dan bisa jadi Indah sudah menceritakan semuanya kepada keluarganya. Maka dari itu, suara pak Idris terdengar begitu dingin. Ibra hanya takut orang tua indah melarangnya untuk bertemu putrinya lagi.


"Apa, indah ada di rumah yah?" tanya Ibra sangat pelan


"Iya" jawabnya begitu singkat


Rasanya tenggorokan Ibra tiba-tiba kering begitu saja.


"Wah gawattt!! bisa-bisa aku dipecat jadi mantu!!" batin Ibra


"Yah,,, Ibra ingin menemui Indah,,,"


"Dia ada dirumah"


"Baik yah,,, Ibra kesana, assalamualaikum "


"Wa'alaikumsalam "


Setelah itu pak Idris mematikan sambungan telepon nya dan membuat Ibra kembali menegang.


"Indah pasti sangat marah padaku,," batin Ibra merasa menyesal setelah apa yang sudah ia katakan dan lakukan terhadap istrinya.


Tidak ingin membuang waktu, Ibra menyambar kunci mobilnya dan akan segera menyusul istrinya


"Kak Ibra mau kemana?" tanya Kinara


"Menjemput kakakmu" jawab Ibra


"David, tolong kamu disini temani Kinara sampai aku kembali"


"B,,baik tuan" Jawab David malah jadi tegang


Ibra sudah berlalu, sementara kini di ruangan itu hanya ada David dan juga Kinara. Kinara terlihat biasa saja, namun tidak untuk David yang malah jadi panas dingin sendiri.


"Kak David kenapa?!" tanya Kinara saat terjadi perubahan ekspresi di wajah David


"Gak papa" jawab David sedikit menjauh dari tempat duduk Kinara


"Aneh banget,,, ada yang kak David sembunyikan dari kina?!" tanya Kinara memojokkan David


Setelah kejadian di pantai itu, membuat David terngiang-ngiang rasa manis yang sempat ia rasakan beberapa kali. Dan parahnya setelah kejadian itu, tatapan David tak jauh jauh dari hal mes um terhadap Kinara. Sepertinya David sudah teracuni oleh racun yang membuat candu.


Deg!


David terlihat semakin tegang, saat tatapan Kinara tertuju padanya.


"Haruskah aku jujur pada kinara?!"


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung,,,,,


__ADS_2