
Indah terbangun saat suara adzan subuh berkumandang. Ia duduk sejenak, kemudian berjalan menuju ke kamar mandi. Indah samar-samar teringat jika dini hari tadi Ibra menelfon nya. Saat Indah menghadap ke cermin kecil di kamar mandi nya, Indah tersadar jika semalam ia melepas pakaian tidurnya dan hanya menggunakan tank top putihnya
"Astagfirullah!" Dalam hati Indah saat menunduk dan melihat kondisi dirinya
"Semalem?! semalem aku,,, pake ini waktu mas Ibra nelfon?!" ucap Indah kaget saat sepenuhnya tersadar.
"Berarti dia,,, dia lihat aku kayak gini juga?! Ahhhh tidak mungkin!!!" ucap Indah kesal sendiri dengan dirinya.
Terlihat Indah gusar, mengingat- kejadian semalam.
"Sudah lah, lagian dia juga sudah pernah melihatnya!" ucap Indah frustasi.
Kemudian, Indah membersihkan diri, berwudhu dan segera menjalankan ibadah subuhnya. Setelah itu Indah keluar dari kamar dan melihat ayahnya tengah menyiapkan roti-roti yang akan di jual di kedai
"Mau jualan yah hari ini?" tanya Indah
"Iya,, tapi gak banyak ndah. Ibumu kan gak ikut ayah ke kedai" jawab Ayah
"Indah bantuin ya yah di kedai, mumpung indah libur" ucap Indah
"Gak usah, kamu dirumah aja jagain ibu. Adikmu kan sekolah hari ini" ucap Ayah
"Hmm,, ya sudah" jawab Indah yang kemudian membantu ayahnya menyusun roti-roti didalam tempatnya. Setelah selesai, Indah dan ayah meletakkan roti itu di motor Ayahnya, karena roti yang dijual hari ini tidak terlalu banyak, jadi mereka pun hanya menggunakan motor biasa untuk membawanya ke kedai roti.
"Mau kemana Bu?" tanya Indah
"Ke warung Ibu Darmi, beli sayur" jawab Ibu yang sudah siap akan pergi belanja sayur setelah ayah berangkat
"Indah temenin ya Bu, takut ada apa-apa" ucap Indah
"Iya" jawab Ibu
Lalu keduanya berjalan menuju ke warung sayur ibu Darmi untuk berbelanja. Sampainya disana sudah banyak ibu-ibu yang juga tengah berbelanja keperluan dapur dan sayuran segar.
"Eh Ibu ayu,,, sama Indah?" tanya ibu Darmi
"Iya,," jawab ibu ayu dan indah memilih ikan dan juga ayam potong yang akan dibelinya.
"Ibu ayu, kenapa indah nikah sama bossnya gak diadakan acara besar?" tanya salah satu ibu
__ADS_1
"Belum aja Bu, karena kemarin sedikit mendadak karena orang tua lakinya indah mau balik ke Turki" jawab ibu ayu
"Ohh gitu,,,!"
Tak lama ibu Lidya datang bersama ibu-ibu yang lain, namun langkahnya sempat terhenti ketika melihat ada ibu ayu dan Indah disana.
"CK!! ada Indah disana!!" kata teman ibu Lidya
"Biarkan saja!" jawab ibunya Lidya
Ibu Lidya tidak menyapa Indah ataupun ibu Ayu, dia hanya cemberut saja saat memilih sayuran yang akan di belinya.
"Ndah! kamu tega banget ya, laporin Lidya ke polisi!" ucap salah satu ibu-ibu
Deg!
Semua orang menghentikan kegiatannya, dan menatap kearah ibu Lidya dan Indah bergantian
"Saya tidak melaporkan Lidya ke kantor polisi Bu!" sangkal Indah
"Iya enggak! tapi kamu lapor ke bossnya Lidya! kamu kan sekantor sama Lidya! harusnya kamu itu bela Lidya bukan malah nambahin masalah ke dia! dasar pembawa sial!"
"Astagfirullah!! ibu kalau ngomong sekate-kate! di pikir-pikir dulu Bu sebelum tuh mulut nyerocos! kalau gak tau kenyataannya!!!! " sarkas ibu Ayu geram
"Kepalang semuanya ada disini! jadi biar tau semuanya!" Sarkas ibu ayu
"Jangan mentang-mentang sekarang udah nikah sama boss kaya, jadi seenaknya masukin orang ke penjara! kamu iri dengan posisi Lidya di kantor itu?! apa kamu gak seneng dia kerja disana!" sarkas ibu-ibu tadi
"Dia dipenjara itu karena kesalahannya juga Bu!! salah siapa mau kerjasama untuk korupsi di kantor suami Indah!" Sarkas Bu ayu meledak-ledak
"Sudah Bu" Sahut indah
"Dia itu kan cuma di suruh! harusnya yang di tangkep itu ya kepalanya aja!" jawab Ibu Lidya
"Bu! semua bukti-bukti sudah kami serahkan kepada pihak kepolisian dan sudah di proses di pengadilan! saya tidak habis pikir dengan ibu-ibu semua yang menjudge saya seenaknya begitu! Orang salah kok masih di bela?! kalau memang Lidya gak bersalah, untuk apa dia ikut diseret didalam kasus itu?! coba ibu-ibu pikir!" ucap Indah menohok
"Lagian bukan saya yang melaporkan mereka ke kantor polisi, melainkan tim Pak Ibra sendiri yang menyeret mereka semua!! apa saya harus melindungi seorang penghianat?! sedangkan di peraturan perusahaan sudah sangat jelas, jika ada prilaku dari pegawai yang melakukan kecurangan apapun pada perusahaan maka harus siap menerima sanksinya!! Jika nanti di pengadilan Lidya tidak terbukti bersalah, tentu dia akan bebas! jadi tidak ada hubungannya dengan saya!" ucap Indah
"Sampai disini paham?!" Sarkas Ibu Ayu
__ADS_1
Semua orang terdiam dan tidak ada satupun yang berani bicara lagi.
"Jadi saya minta, ibu-ibu semua harusnya lebih bijak dalam berbicara! apalagi jika tidak tau kebenarannya! termasuk ibu" ucap Indah saat melihat ibunya Lidya.
Tidak ingin berlama-lama berada disana, Indah segera membayar belanjaan yang ia beli bersama ibunya. Setelah itu mereka memilih pergi setelah memberi klarifikasi tentang berita yang tersebar di kampung itu.
Sementara di belahan bumi yang lain, Ibra tengah berada di proyek bersama kedua temannya sedari tadi pagi tadi hingga Berjam jam mereka masih di tempat itu. Ketiganya begitu fokus membahas rencana pembangunan hotel yang akan mereka garap di tempat itu.
"Kapan kita akan memulai nya?" tanya Zack
"Secepatnya! Setelah kita mendapatkan RAB dari pembangunan itu, kita langsung saja bangun! tentu tim kerjamu sudah sangat siap bukan?" ucap Ibra
"Ya! aku akan segera menyelesaikannya! paling telat besok!" jawab Dores
"Oke,,, Jangan buang-buang waktu, karena kita tidak punya waktu banyak disini" ucap Ibra
"Santai aja bro! toh perusahaan mu sudah ada yang handle! kenapa harus buru-buru? kau tau, disini banyak wanita-wanita cantik! nanti malam jika kau mau, aku bisa bawakan untukmu" ucap Dores
"Tidak-tidak! aku masih banyak pekerjaan lain! aku tidak punya waktu untuk bersenang-senang disini!" Jawab Ibra
"Sepertinya kau banyak berubah sekarang! apa semua ini karena sekertaris baru mu itu?!" Tanya Zack
"Tidak juga! aku hanya memang sedang sibuk!" jawab Ibra santai
"Hmm begitu ya? aku kira karena wanita itu kau sudah berubah! aku lihat dia wanita baik-baik, dan aku yakin dia tidak akan mau denganmu! sangat jarang ada wanita seperti dia yang mau menerima pria-pria seperti kita!" ucap Zack dengan keseriusan
Deg!
Tiba-tiba hati Ibra tersentak mendengar ucapan Zack. Ibra berfikir apa yang di katakan Zack bisa jadi ada benarnya. Indah wanita baik-baik dari keluarga baik-baik dengan pendidikan agama yang baik.
Sementara Ibra, sangat jauh dari agama, bahkan dia pun baru belajar lagi setelah sekian lama dia meninggalkan kewajibannya sebagai seorang pria muslim. Belum lagi banyaknya prilaku buruk, seperti bermain wanita tentu sudah menjadi kebiasaannya saat itu. Ibra merasa Sangat tidak pantas mendapatkan Indah yang nyaris sempurna di matanya.
"Aku terlalu bermimpi mendapatkan istri yang baik dalam hidupku!"
Wajah Ibra tiba-tiba berubah menjadi murung.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung,,,,,,,, 🤍