Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Pria Miskin


__ADS_3

Perlahan Kinara membuka mata, kepalanya terasa pusing dan pandangannya mulai terlihat jelas. Kinara meraba-raba tempat disekitarnya, dan terasa begitu asing. Jelas itu bukan kamarnya dirumah mami


"Aku dimana,,,,??"


Kinara Terlihat bingung, dan mencoba mengingat apa yang sudah terjadi padanya. Seingat Kinara, setelah dua turun dari pesawat, Kinara mengantri mengambil koper dan setelah itu di berlari ke toilet karena ingin buang air kecil. Begitu keluar dari toilet semua terasa gelap.


"Aaaaahhh!! kepalaku!!"


Ceklekkkk


Pintu terbuka dan Kinara menoleh kearah pintu. Betapa terkejutnya Kinara saat melihat istrinya papinya datang bersama seorang pelayan dengan membawa makanan.


"Sudah sadar kamu?" ucap Ellena sinis


"Kenapa aku bisa ada disini?! dimana papi?!" Sarkas Kinara


"Siapa yang kau cari?! apa tadi? papi? memangnya kamu dianggap anaknya?! aku rasa tidak begitu! Cepat makan!" sarkas Ellena


"Gak! aku gak mau makan! dasar nenek sihir!!" sarkas Kinara


Ellena tersenyum kecut melihat tatapan tajam Kinara.


"Bahkan nenek sihir yang sesungguhnya pun takut padaku! cepat makan, setelah itu suamiku mau bicara denganmu!!"


"PASTIKAN DIA MENGHABISKAN SEMUA MAKANAN ITU!" Ucap Ellena kepada pelayannya


Setelah itu dia pergi dari kamar Kinara. Pelayan itu memberikan nampan makanan itu kepada Kinara. Dia menatapnya iba namun tidak bisa berbuat apa-apa


"Non, makan dulu. Jangan mempersulit diri non sendiri disini. Nyonya besar tidak akan terima jika non tidak makan. Dia akan menghukum saya. Tolong,,, habiskan makanan ini"


Kinara memelas dan memakan makanan yang diberikan untuknya.


"Apa papiku ada dirumah ini? siapa yang membawaku kesini? apa kau tau?"


"Tuan besar ada di ruang kerjanya. Nona dibawa oleh orang-orang tuan. Nona harus berhati-hati dengan Nyonya besar, karena,,,,,,," Pelayan itu terdiam saat handle pintu bergerak


"Apa yang kalian bicarakan?!" Sarkas Ellena


"Tidak ada!" jawab Kinara


"Cepat turun, suamiku ingin bertemu dengan mu!" ucapnya


Kinara turun dari tempat tidur dan mengikuti langkah Ellena menuju ke ruang kerja papinya. Sampai di ruangan kerja sang papi, Kinara melihat pria tua yang duduk di meja kerja dengan memfokuskan dirinya pada dokumen-dokumen, yang berada di hadapannya.


"Pap,,,," Ucap Ellena dan Papi Kinara mengangkat kepala menatap Kinara.


Mata Kinara memanas, dia ingin menangis. Teringat terakhir kali dia bertemu dengan papinya dia harus berakhir di rumah sakit dan dirawat beberapa hari. Papi seperti memiliki hati batu, sama sekali tidak mau menganggap Kinara adalah putrinya


"Duduklah" sapa pria tua itu yang kemudian Kinara duduk di sofa, Ellena juga dan setelah itu papi beranjak dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Kinara.


"Kinara,,,,"


"Iya"


"Bagaimana kabarmu?"

__ADS_1


Kinara sedikit bingung karena sang papi menanyakan kabarnya. Belum lagi nada bicaranya begitu pelan.


"B,,baik"


"Baguslah,,," Papi mengusap pelan kepala Kinara seperti dengan penuh kasih sayang


"Papi merindukanmu" ucap papi


Deg!


"Papi?! Apa tadi? papi bilang papi? apa papi sudah menerimaku?!" batin Kinara


"Papi,,,"


"Hem,,, ada apa?"


"Apa papi sudah menerimaku? kenapa sikap papi seperti ini?" tanya Kinara dan papi tersenyum


"Bukankah ini yang sejak dulu kamu inginkan? aku memanggil namamu, menganggap mu, dan memperlakukan mu dengan baik" ucap papi lagi


Kinara masih tidak mengerti dengan perubahan sikap papi kepadanya


"Kamu mau tinggal sama papi disini?" tanya papi


"Aku harus tanya sama mami" jawab kinara


"Tidak perlu bertanya sama mami mu. Kamu juga anak papi, tentu mami mu tidak keberatan jika kamu bersama papi. Nanti biar papi yang bicara, kamu cukup tinggal disini bersama papi. Oh iya satu lagi, kamu masih kuliah bukan? papi sudah urus ke kampus mu untuk memberikanmu izin kuliah online dan hanya sesekali ke kampus. Sementara ponselmu papi simpan" ucap papi


"Kenapa pi?" tanya Kinara


"Karena papi tidak ingin orang lain mengganggu Quality time kita sayang. Jika perlu apa-apa kamu bisa minta pada papi" jawab papi.


"Jika kamu menginginkan aku menganggap mu putriku, maka turuti perkataan ku!" ucap papi penuh penekanan


"Antar Kinara ke kamar, biar dia istirahat " perintah papi kepada Ellena


Lalu Ellena dan Kinara keluar dari ruangan papi menuju ke kamarnya tadi. Ada rasa senang dan juga rasa sedih di hati Kinara saat ini. Disisi lain dia bisa dianggap putri lagi, namun semua di batasi.


Sementara itu,,, di tempat lain, Indah baru saja sampai di rumah orang tuanya setelah diantar supir Ibra. Indah menarik koper itu dan membawanya masuk kedalam rumah. Ternyata dirumah ada ibu dan ayah Indah yang hari itu meliburkan diri tidak berjualan di kedai


"Loh,,, bawa koper?! marahan lagi?!" tanya ibu menghampiri Indah


"Gak Bu, mas Ibra ke Turki karena ada urusan. Kinara juga sudah balik ke sana karena harus kuliah. Karena mas Ibra cukup lama, jadi Indah bakal nginep disini lama" jawab indah


"Oohh,,, kirain marahan lagi. Ya sudah ayo masuk kekamar dan istirahat lah" ucap ibu


Lalu Indah menyeret kopernya sampai di kamar juga.


"Semoga masalah ini segera selesai" batin Indah.


***


Dihari berikutnya,,,


Pesawat yang di tumpangi Ibra sudah sampai di bandara setelah melewati berjam jam penerbangan. Karena merasa sedikit lelah, Ibra memilih pergi ke kantornya dan disana dia akan membersihkan diri, beristirahat sebentar barulah ia akan bertemu dengan papinya.

__ADS_1


"Aku harus segera bertemu papi"


Ibra mengambil ponselnya dan menghubungi papinya, setelah beberapa menit ia memejamkan mata melepas lelahnya.


"Aku ingin bertemu sekarang"


"Kita bertemu di Villa"


Setelah memutus sambungan telfon mereka, Ibra bersiap-siap akan pergi ke villa milik sang papi. Begitu juga papi Ibra juga sudah bersiap untuk menuju ke Villanya.


Ibra sampai di villa milik papinya, dia melihat mobil sang papi juga sudah ada disana, lalu Ibra berjalan masuk dan bertemu dengan orang-orang papi yang berjaga di depan villa itu. Mereka mempersilakan Ibra masuk kedalam karena tuan besar sudah menunggunya


"Aku datang" ucap Ibra saat melihat papi duduk di ruang tamu dan memang terlihat sedang menunggunya


"Duduklah" jawab papi


Ibra duduk dan menatap papinya yang kini terlihat semakin tua. Namun Ibra tidak melihat tanda-tanda ada Kinara ataupun ibu tirinya


"Ada apa menyuruh ku pulang?" tanya Ibra


"Tenanglah,,, jangan kesal begitu,,, papi hanya ingin bekerjasama dengan perusahaan mu yang ada di Indonesia"


"Apa maksud papi?!" sungut Ibra


"Papi ingin membeli saham di perusahaan mu itu dan menjadikan satu dengan perusahaan papi. Perusahaan papi tidak cukup kuat untuk menghadapi perusahan Exello di tender pemerintah. Tapi papi yakin dengan kita bekerjasama, tender itu akan dengan mudah didapatkan!"


"CK! papi pikir aku tertarik dengan tawaran papi?! tidak! aku tidak tertarik. Lagian papi salah mengajakku untuk berbisnis bahkan aku hanya seorang pria miskin"


"Apa maksudmu?!"


" Aku sudah tidak punya apa-apa lagi, semua harta dan juga perusahaan ku sudah ku berikan semuanya kepada istri ku!" jawab Ibra


"Apa?!"


"Bagaimana bisa kau sebdoh itu hah?!" Sarkas papi


"Terserah! tapi begitulah kenyataannya! dan papi tidak akan bisa mengajakku untuk bergabung!" jawab Ibra


"Kalau kau tidak punya apa-apa lagi, kau harus menikah dengan Catrine putri teman bisnis papi! dengan begitu mereka bisa membantu papi!"


"CK! papi benar-benar sudah tak waras! bagaimana bisa aku menikah dengan nya! aku sudah menikah dengan istriku! dan hidupku bergantung padanya!" jawab Ibra..


"Papi tidak peduli kau sudah menikah atau belum! pilih saja kau yang menikah dengan Catrine atau Kinara yang akan menikah dengan tuan Ronald,,,,,!!!" sarkas papi


"PAPI!!!!" Teriak Ibra


Yang sebenarnya perusahaan papi Ibra sudah berada di ujung kebangkrutan. Papi sangat gengsi mengatakan jika perusahaan nya akan bangkrut, demi tetap bertahan, Papi Ibra harus mendapatkan suntikan dana. Membeli saham hanyalah alasan papi untuk menutupi kebangkrutan yang dialami perusahaan nya. Tanpa disadari oleh papi Ibra semua kekacauan itu disebabkan oleh keponakan Istri kesayangannya, Ellena.


.


.


.


To be continue,,,,,

__ADS_1


Mampir ke novel uni yang baru yukkk


DILAMAR PERJAKA DINIKAHI DUDA 😍


__ADS_2