Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Tidak Perlu Basa Basi


__ADS_3

Indah yang sudah merasa pulih kembali setelah semalaman beristirahat penuh, kini keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ke dapur. Disana ada pelayan dan juga mami yang tengah menyiapkan sarapan mereka.


"Selamat pagi mi" sapa Indah


"Pagi sayang,, udah kamu duduk aja, jangan capek-capek" ucap mami menyuruh Indah hanya duduk saja dan Indah menurut, lalu ia duduk dan melihat pelayan juga mami tengah memasak.


"Mi,, apa belum ada kabar soal mas Ibra dari Asissten papi?" tanya Indah


"Sudah, katanya Ibra sudah keluar dari villa, tapi Ibra tidak bisa pulang cepat karena ada urusan" jawab mami


"Alhamdulillah kalau mas Ibra sudah bebas. Tapi urusan apa ya mi, sampai mas Ibra gak pulang, Indah khawatir" ucap Indah


"Mami juga tidak tau, yang jelas kalau semuanya sudah selesai mereka akan pulang. Sudah jangan di fikirkan lagi,, Ibra baik-baik saja. Dia pasti akan sangat kaget melihatmu ada disini" ucap mami


Tak lama kemudian Kinara bergabung bersama mami dan juga Indah di meja didapur.


"Panggil David dan ajak dia sarapan bersama" perintah mami


"Iya mi,," jawab Kina yang kemudian pergi untuk memanggil David.


"Mami sudah tau hubungan mereka?" tanya Indah


"Sudah semalam, mereka mengaku dihadapan mami" jawab mami


"Jadi mami gimana?" tanya Indah penasaran


"Mami setuju saja, mami rasa David pria yang baik untuk Kinara" jawab mami


"Alhamdulillah,,, Indah dan mas Ibra juga sepakat begitu" ucap Indah


Tok


Tok


Kinara mengetuk kamar David dan memanggilnya


"Kak,, kak David"


Ceklek


Pintu terbuka dan Kinara melihat David sudah berpakaian rapi tinggal memasang dasi saja. Lalu Kinara masuk saat David mundur dan memberikan akses Kinara masuk


"Kak David mau kemana? kok sudah rapi banget" tanya Kinara


"Mau pergi sama kak Indah" jawab David seadanya sambil membenahi dasinya


Seperdetik kemudian wajah Kinara berubah cemberut dan langsung diam


"Hey,,, jangan cemberut gitu,,, kak David kesini juga ada kerjaan sayang, selain mengantar kak Indah kemari. Jangan cemburu gitu,, ini soal kerjaan" ucap David menyentuh bahu Kinara dan mengarahkan kepadanya


"Kerjaan apa sih?! segitunya gak mau kasih tau aku?!" sungut Kina


"Duduk deh" ucap David mengarahkan Kinara untuk duduk di tepian tempat tidur. Lalu David mengarahkan Kinara untuk menatapnya.


"Kami akan bertemu kolega yang menjual saham perusahaan nya. Pagi ini, kami akan bertemu di kantornya. Saat ini tuan tidak ada di tempat, dan kak Indah memiliki wewenang sebagai pemilik perusahaan kita untuk bertindak menggantikan tuan Ibra. Itu saja,,, kalau bukan kak David yang menemani kak Indah, apa kamu tega membiarkan kak indah dalam kondisi hamil begitu datang sendiri? jika iya, baik kak David akan disini saja" jawab David pelan agar Kinara tidak meluap - luap


"Jangan cemburu gitu dong, ini kak David lagi kerja loh, buat ngumpulin uang untuk keluarga kecil kita nanti. Kalau gak boleh kerja, mau dikasih makan apa nanti? Hem?" tanya David


"Kina kan cuma,,,"


"Cemburu,,?"


Kina mengangguk,


"Boleh cemburu, tapi jangan berlebihan. Didalam perut kak Indah itu calon keponakan Kina loh, gimana biar gak cemburuan lagi mending kita nikah cepet aja" ucap David menjawil dagu Kinara


"Apaan sih,,, udah yuk sarapan, mami udah nunggu di meja makan" ucap Kinara melunak

__ADS_1


"Boleh, tapi kiss paginya mana?" tanya David menggoda Kinara


"Udahhh ayoo cepet keluar!" ucap Kinara berdiri dan menarik David untuk berdiri. David tersenyum saja lalu berdiri dan mengikuti langkah Kinara yang membawanya keluar dari kamar tamu. Kemudian keduanya pun berjalan bersama menuju ke meja makan


"Selamat pagi" sapa David


"Pagi,, duduk vid, kita sarapan dulu" ucap mami


"Iya Bu" jawab David dan mereka pun sarapan bersama


"David mau kemana, kok sudah rapi begitu?" tanya Mami


"Mau pergi meeting Bu" jawab David


"Indah juga akan pergi bersama David mi, karena mas Ibra tidak ada, jadi Indah yang menggantikan mas Ibra sementara. Gak lama kok,,," ucap Indah


"Ya sudah kalian hati-hati, nanti supir yang akan mengantarkan kalian" ucap mami


"Terimakasih mi" ucap Indah


Selesai sarapan, Indah bersiap-siap sebentar sementara David menunggu di depan. Tak lama kemudian Indah sudah keluar dan keduanya masuk kedalam mobil setelah berpamitan kepada mami dan Kinara.


Sementara ditempat lain, Ibra dan Roy juga sudah bergerak menuju ke kantor papi untuk melihat siapa yang sudah membeli semua saham perusahaan papi.


Beberapa menit kemudian, Indah sudah sampai di kantor papi bersama David, sayangnya Ibra dan Roy terlambat sampai hingga tidak bisa bertemu dengan Indah. Indah sudah di persilahkan masuk keruangan Hardi dan disana Hardi bersama asistennya sudah menunggu.


"Sial! kita terlambat!!" umpat Ibra


"Tenang tuan, kita masih punya rencana B" ucap Roy


"Iya! sekarang siapkan anak buah mu untuk menangkap Hardi Setelah ini!" perintah Ibra


"Baik" jawab Roy


Diruangan Hardi,,,


"Selamat pagi, silahkan duduk nyonya Indah" jawab Hardi dan mereka duduk di sofa tamu


"Terimakasih,,,"


"Bagaimana penerbangan anda? apa menyenangkan?"


"Cukup menyenangkan. Maaf saya tidak memiliki banyak waktu, kita tidak perlu basa basi tuan" ucap indah


"Ya, tentu, kami sangat tau jika Nyonya pasti sangat sibuk. Asissten saya sudah menyiapkan semuanya" ucap Hardi


Kemudian Asissten Hardi memberikan dokumen penting kepada Indah, lalu Indah mengambilnya dan membaca semuanya dengan teliti. Indah tidak ingin ada kesalahan sekecil apapun yang bisa berakibat fatal. Setelah itu, Indah memberikan dokumen itu kepada David.


"Sesuai semua Bu" ucap David


Setelah itu semua proses pembelian saham langsung diselesaikan Indah saat itu juga. Sudah ada tanda tangan Hardi dan juga Indah berdampingan, pertanda bahwa saham perusahaan papi sudah berpindah sepenuhnya atas nama Indah.


"Terimakasih Nyonya, senang bekerja sama dengan anda" ucap Hendri


"Iya, terimakasih kasih kembali. Kalau begitu saya permisi " ucap Indah dengan membawa dokumen penting itu keluar dari ruangan Hardi.


"Kita berhasil Vid! Jika saja mas Ibra tidak memindahkan semua asset nya atas namaku, mungkin aku tidak bisa melakukan semua ini dengan kondisi genting kayak gini"


"Iya, dan mereka pun sama sekali tidak curiga"


"Sekarang kita kembali kerumah mami dan memberikan ini kepadanya. Ini milik mami, bukan milikku" ucap Indah


Indah menuju ke parkiran dan akan kembali pulang kerumah mami. Sayangnya saat Indah masuk kedalam mobil Ibra tidak mengawasi pergerakan di lobby. Roy yang berfokus untuk penangkapan Hardi langsung mengerahkan orang-orang nya Mau tidak mau, Ibra pun juga ikut bergerak naik ke lantai atas.


Ceklek!


"Cepat amankan mereka!" Roy masuk bersama orang-orang nya saat Hardi dan Asissten nya akan pergi pun berdiri kaku melihat banyak orang yang bisa menerobos masuk keruangannya dan kini menangkap mereka

__ADS_1


"Ada apa ini hah??" sarkas Hardi


Ibra masuk diantara kerumunan orang-orang Roy dan berhadapan dengan Hardi.


"Ibrahim?!"


"Aku benar-benar muak!!"


Buuuuggggg!


Bogeman besar keras langsung menghantam wajah Hardi hingga ujung bibirnya pecah dan Hardi terhuyung ke samping


"Kau! beraninya kau!!" ucap Hardi


"Kau yang beraninya menjual saham perusahaan keluarga ku seenak perut mu!!" sarkas Ibra dengan kemarahan meluap-luap


orang-orang Roy kembali mengamankan Hardi Setelah sempat melepaskan saat Ibra memberi Bogeman tadi. Keduanya pun tidak berkutik meski mereka ingin berontak


"Siapa yang sudah membeli saham itu?! katakan!!" Bentak Ibra


"Untuk apa?! perusahaan ini sudah bangkrut! dan sudah menjadi milik orang lain!!" jawab Hardi


"Katakan, atau ku bunuh kau sekarang disini!!" ucap Ibra dengan tatapan tajam seperti harimau yang akan menerkam lawan


"Bob! berikan nomer mereka!" ucap Hardi


Asissten Hardi dilepas, lalu ia mengambil ponselnya dan memberikan nomer David kepada Roy. Setelah mendapatkan nya, Roy langsung menelfon nomer yang diberikan oleh Asisten Hardi.


"Ya Allah, ternyata tuan menghubungi saya dari semalam, baru ini saya buka ponsel. Pasti tuan sangat marah" ucap David mengusap keningnya saat bergumam kecil ketika mereka berada didalam mobil


"Apa memerlukan bantuan?!" tanya Indah dengan tersenyum kecil


Dddrrrttttt drrrttttt


David melihat nomer baru dengan kode negara setempat menghubungi nya, dengan cepat David mengangkat telfon itu


"Hallo"


"Hallo,,, apa ini Tuan David? pembeli saham perusahaan **** ? tuan kami ingin bicara "


"Maaf bukan saya, tapi boss saya. Sebentar " ucap David yang kemudian memberikan ponselnya pada Indah


"Bu, ini ada perusahaan lain ingin membicarakan saham yang baru kita beli. sepertinya dia menginginkan saham itu juga"


"Aku tidak mau menjualnya. Katakan saja"


"Tapi boss mereka ingin bicara pada ibu Indah"


Terpaksa Indah mengambil ponsel David dan akan berbicara dengan mereka


"Hallo?" ucap Indah


Deg!


"Indah?!" Ibra terkaget saat mendengar suara wanita itu seperti suara istrinya.


.


.


.


.


To be Continue gaesssss 🤗


Tinggalin jejak kalian yahhh, Oh iya, mungkin beberapa bab lagi Novel ini bakalan Ending, jangan sedih ya 🤗

__ADS_1


__ADS_2