
Hati Ibra begitu senang, sangat teramat senang pagi ini. Bagaimana tidak, dengan mudahnya Ibra memperdaya Indah dan Indah pun malah jadi penurut ketika diminta melakukan hal diluar kebiasaan mereka. Tadi saja sangat terlihat Ibra begitu menikmati suguhan menul beserta bonus nya yang lain dan Indah tidak mampu menolaknya.
Namun Ibra tidak ingin membuat dirinya dan Indah melakukan hal lebih jauh, meski Ibra sangat ingin mengunboxing Indah ketika keduanya sudah diujung 'keinginan'. Ibra ingin Indah menyerahkan sendiri untuknya. Sementara yang dirasakan Indah, dia sudah terbawa arus kemesuman Ibra, buktinya Indah juga sangat menikmati sentuhan manja yang di berikan Ibra untuknya. Mau minta lebih, tapi Indah begitu malu.
Tidak ingin semakin jauh, Ibra pun memutus kegiatan mereka dan mengantar Indah kerumah mami Yolanda.
"Nanti aku jemput sore" ucap Ibra saat mereka sudah berada di depan rumah mami
"Iya mas" jawab Indah sedikit canggung
Masih canggung, akibat kejadian tadi di apartemen Ibra, bahkan Ucapan luc nut sempat terucap dari bibir Indah.
"Aku gak turun, kamu masuk saja langsung" ucap Ibra
"Baik mas,," jawab Indah yang kemudian akan turun dari mobil Ibra
"Indah"
"Iya mas?" jawab Indah menoleh lagi dan melihat ibra yang sudah sangat dekat diwajahnya
Jantung Indah berdetak begitu cepat, hembusan nafas hangat sudah semakin dekat pada wajahnya. Bahkan Nafas mint itu pun sudah memenuhi indera penciuman Indah. Ntah instruksi dari mana, indah langsung saja memejamkan mata saat jarak mereka berdua sudah sangat begitu dekat.
Klik
"Seatbelt nya belum di lepas"ucap Ibra dan sontak saja Indah membuka mata dan membulat sempurna
Wajah Indah merah merona begitu menyadari jika Ibra hanya ingin melepas seatbelt nya bukan untuk yang lainnya. Ibra pun tersenyum tengil saat melihat Indah malu seperti itu.
"Apa kamu fikir aku akan mencium mu?" tanya Ibra
"Enggak!" jawab Indah ketus
"Terus kenapa merem?" tanya Ibra semakin senang membuat Indah malu
"Udah, aku mau turun!" ucap Indah yang ingin segera keluar dari dalam mobil.
Belum sempat kaki Indah turun, Ibra sudah menarik lengan Indah dan satu tangannya sudah menyampir di tengkuk Indah dan Kehangatan kini kembali hadir menyapa Indah. Seolah tak sedikitpun Ibra memberi ruang untuk Indah bernafas, Keduanya saling bergulat, saling berbelit didalam kehangatan.
"Cukup massss" ucap Indah saat mendorong Ibra sekuat yang dia bisa
"Mas benar-benar ingin membuatku kehabisan nafas!" sarkas Indah dan Ibra hanya terkekeh
"Kamu sangat payah! sudah berapa kali diajari masih aja kaku! gak nafas lagi!" ucap Ibra
"Menyebalkan!" ucap Indah yang kemudian membuka pintu mobil sementara Ibra masih dengan kekehannya ketika Indah kesal padanya
Duarrrr
Indah membanting pintu mobil Ibra dengan sedikit kuat
"Hey! awas mobilku bisa rusak!" ucap Ibra namun Indah tidak peduli
__ADS_1
"Biarin!" ucap Indah terus berlalu menjauhi mobil Ibra
"Dasar istri galak!" ucap Ibra lirih namun Indah tidak mendengar
Kemudian Ibra menjalankan mobilnya meninggalkan kediaman sang mami.
"Indah"
"Assalamualaikum mi" ucap Indah sedikit kaget ketika melihat mami ternyata sudah membuka pintu rumah sebelum dia mengetuk
"Wa'alaikumsalam, masuklah... kenapa Ibra gak masuk?" tanya Mami
"Itu mi,,, mas Ibra ada rapat di kantor pagi ini" jawab Indah
"Ohh begitu,, kenapa kalian tadi sepertinya bertengkar? apa Ibra mengganggu mu?" tanya mami
"Iya mi,,, seperti biasa" jawab Indah
"Hmm anak itu memang tidak berubah. Oh iya ndah,,, kamu sudah sarapan?" tanya mami
"Alhamdulillah sudah mi tadi" jawab Indah
Mami memperhatikan jalan indah yang telihat biasa saja, tidak ada hal yang mencurigakan pada Indah
"Apa mungkin semalam Ibra gagal menjebol gawang? ah yang benar saja! anak itu benar-benar payah!" batin mami
"Ada apa mi? kenapa mami lihatin Indah kayak gitu?" tanya Indah Bingung
"Mami bisa saja, mami juga cantik " jawab Indah dan mami tersenyum senang mendapat pujian dari Indah
"Kina dimana mi?" tanya Indah
"Ada di kamarnya, kamu kesana saja, mami mau ke kamar sebentar" jawab Mami
"Baik mi" jawab Indah
Kemudian Indah pun berjalan menuju ke kamar adik iparnya. Indah duduk santai menemani Kinara dan keduanya pun berbincang hangat.
Sementara itu,,,,,
Ibra saat ini tengah bertemu dengan kliennya di ruangan rapat. Namun tubuh tak sejalan dengan pikiran, malah Ibra tengah memikirkan Indah bukan pembahasan yang kini sedang berlangsung. Beberapa kali terlihat senyum sabit muncul begitu saja padahal tidak ada hal yang lucu sama sekali
"Tuan,,,"
"Tuan,,,"
"Tuaaann" panggil Sofi membuat Ibra kaget dan tersadar dari lamunannya
"Ada apa?!" tanya Ibra
"Tuan Ronald menanyakan kelanjutan nya," ucap Sofia lirih
__ADS_1
"Ahh,, seperti nya tuan Ibra sedang tidak fokus, atau seperti nya sedang memikirkan hal lain" ucap tuan Ronald
"Maaf tuan,,, kita lanjutkan saja" ucap Ibra
"Sepertinya anda sedang jatuh cinta, saya perhatikan anda beberapa kali tersenyum"
"Haha,, anda terlalu berlebihan, saya hanya teringat kejadian lucu saja. Maaf jadi mengganggu meeting kita. Saya sudah mempelajari semua aspek yang akan kita kerjakan, jadi tidak perlu mengulur waktu kita mulai saja dalam waktu dekat" ucap Ibra.
Untung saja Ibra sudah sempat mempelajari tentang pembahasan meeting pagi itu, jika tidak,,, bisa jadi kerjasama yang penting itu akan melayang begitu saja.
.
Sore menjelang,,,,
Ibra baru saja sampai di kediaman mami, Lalu Ibra keluar dari mobil dan masuk kedalam rumah. Didalam rumah Ibra sudah disambut oleh sang mami dan juga istrinya. Terlihat keduanya tengah berbincang dan melihat album foto.
"assalamualaikum "
"Wa'alaikumsalam,,, kamu sudah sampai, duduklah" ucap mami dan Ibra duduk tak jauh dari Indah
"Gak nginep disini?" tanya mami
"Gak mi,,, Kami harus bersiap-siap untuk kembali ke Indonesia besok pagi" ucap Ibra
"Besok? cepat sekali?! apa tidak sebaiknya kalian honeymoon dulu saja. Pekerjaannya kan sudah ada yang handle" ucap mami
"Tidak bisa mi, karena Ibra akan memulai proyek baru Ibra di California, jadi Ibra belum ada waktu untuk honeymoon" jawab Ibra
"Tapi mami pengen cepet punya cucu!" ucap mami
"Iya nanti, gak sekarang" jawab Ibra
"Kapan?!" tanya mami
"Ya nanti mi,,," jawab Ibra dan Indah hanya menjadi penonton obrolan mereka berdua.
Didalam pikiran Ibra, dia pun sudah menyusun rencana apik yang bisa dia gunakan untuk mendekati Indah. Tidak instan, tapi mungkin perlahan Ibra akan masuk kedalam hati Indah. Tentunya Ibra sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk mempertahankan pernikahannya apapun yang akan terjadi. Ibra tidak akan pernah melepaskan Indah Kecuali Indah sendiri yang memintanya untuk dilepas.
Keduanya pun pamit kepada mami untuk kembali ke apartemen, tentunya dengan membawa barang-barang milik indah juga.
.
.
.
Assalamualaikum readers semua
maaf ya gak bisa update beberapa hari ini. Bukan tanpa alasan, Alhamdulilah 2 hari lalu uni menjalani proses kelahiran anak uni yang ke dua dan Alhamdulillah uni dan baby-nya sehat, selamat tanpa kekurangan apapun.
Salam hangat untuk semuađź’•
__ADS_1