Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Hukuman Yang Pantas


__ADS_3

Mobil mami sudah berada di parkiran rumah sakit , lalu mami dan Kinara berjalan melewati lorong rumah sakit menuju ke ruang inap papi saat ini, sesuai petunjuk dari Asissten papi.


Ceklek


Kinara membuka pintu ruang inap papi dan mereka masuk kedalam ruangan itu bersama


"Nyonya Yolanda, Nona Kinara, silahkan masuk,,," sapa Roy saat mereka masuk


Seorang pria tua, terbaring kaku diatas bed rumah sakit dengan matanya terpejam dan mulut tidak dalam posisi seharusnya. Kinara dan Mami pun berjalan menghampiri pria tua itu dan melihat kondisinya


"Tuan besar mengalami stroke tiba-tiba,,,"


"Kata dokter, seluruh tubuh tuan tidak bisa digerakkan dan hanya mata saya yang masih berfungsi normal. Tuan juga tidak bisa bicara Nyonya,,,"


Hati mami teriris melihat pria yang dulu pernah mengisi relung hatinya, berbagi kebahagian dan kesedihan berdua, berjuang sama-sama dari 0 saat merintis perusahaan yang sekarang dikuasai oleh Ellena. Mami ingin menangis, namun air matanya terasa sudah kering ketika mengingat bagaimana sakitnya perlakuan papi setelah mereka mendapatkan kesuksesan didalam usaha mereka. Papi seolah lupa, dengan siapa dia merintis, hingga gelap mata dan berlaku jahat kepada nya dan juga kedua anak mereka.


"Dan Nyonya Ellena sekarang berada di rumah sakit jiwa"


"Mungkin itu hukuman yang pantas untuk wanita gila harta itu!" ucap Mami lirih


Perlahan papi membuka matanya, perlahan-lahan pandangannya jernih dan melihat mami juga Kinara yang berdiri disampingnya. Matanya seolah mengisyaratkan kekagetan, ingin bicara, namun papi tidak bisa menggerakkan mulutnya. Disana tidak ada yang mengerti apa yang ingin di katakan papi. Matanya terus bergerak seolah ingin bicara, namun tak terungkapkan


"Sepertinya tuan ingin mengatakan sesuatu" ucap Roy melihat tuannya


"Iya" sahut Kinara namun mami sama sekali tidak bicara


"Tuan,,, tuan ingin bicara apa?" tanya Roy


Tidak ada gerakan lain selain gerakan mata yang dilakukan oleh papi. Sorot matanya menunjukkan kesedihan, namun tidak terucap.


"Ayo Kinara, kita pulang,,, " ucap Mami


Dari sorot mata papi seolah ingin menahan mereka pergi, namun tidak ada yang tau akan hal itu.


"Nyonya,,, Tuan besar tidak memiliki siapa-siapa lagi, apa nyonya tidak kasihan terhadap tuan?" tanya Roy saat mengejar mami dan Kinara

__ADS_1


"Apa kami masih dibutuhkan setelah dia membuang kami begitu saja?! Aku dan dia juga sudah tidak memiliki hubungan apapun, hanya sebatas mantan istri!. Lebih baik kau hubungi keluarga Ellena, toh mereka masih menumpang hidup di perusahaan tuan Hutama kan?!" ucap mami


"Tapi Nyonya,,," Mami sudah pergi lebih dulu meninggalkan Kinara dan Roy. Mami tidak tahan untuk tidak menangis. Melihat kondisi papi seperti itu, tentu membuat mami miris. Luka lama yang tidak ingin mami ingat lagi tapi nyatanya kembali tenganga. Disaat papi jatuh, kenapa harus kembali padanya?!


"Jangan paksa mamiku kak,,, biar mami menenangkan hatinya. Mami sudah cukup sakit dengan semua yang papi lakukan terhadap kami. Harusnya papi sadar, apa yang papi lakukan selama ini kepada kami. Kami sudah di buang, dan masih teringat diingatan Kinara, bagaimana papi dan Ellena menghina kami!" ucap kinara


"Jika mami sudah memaafkan papi, tentu mami akan datang sendiri tanpa kakak minta. Kina pamit pulang!" ucap Kinara yang berlari mengejar maminya sementara Roy hanya diam terpaku saja melihat Kinara berlari menjauh dari dirinya.


Kemudian Roy kembali menghampiri papi di bed rumah sakit. Roy melihat tuannya meneteskan air mata. Matanya memerah namun tuannya tidak bisa menghapus air mata yang keluar begitu saja. Lalu Roy mengambil tissue dan menghapus air matanya


"Saya tidak bisa berbuat banyak tuan, membujuk nyonya Yolanda untuk kemari saja saya harus berusaha. Mungkin inilah jalan Tuhan menyadarkan anda, Ellena bukan wanita yang baik, dia hanya mengincar harta anda"


"Ehh ehh,,," terdengar gumaman dari papi,


"Apa tuan? tuan bisa bersuara?!"ucap Roy kaget. Lalu Roy menekan tombol panggilan dokter untuk segera ke ruangan itu.


Sementara di belahan bumi yang lain,,,


Indah semakin gelisah karena mami belum juga memberikan kabar kepadanya. Saat ini Indah tengah berada di kedai roti bersama ayah dan ibu nya. Tak berselang lama, David tiba di kedai dan menghampiri indah yang tengah duduk melamun di kursi tunggu. Kedatangannya pun sampai tidak disadari Indah


Indah menoleh kaget saat Melihat kedatangan David


"David?"


"Sore-sore Ngelamun aja ibu indah, ngelamunin apa?" tanya David


Tak lama ibu ayu membawakan secangkir teh untuk David


"Ini diminum tehnya nak"


"Terimakasih Bu, jadi ngerepotin ibu"


"Gak papa, cuma teh aja"


"Ada apa kemari?" tanya Indah

__ADS_1


"Cuma mau minta tanda tangan" ucap David menyerahkan dokumen kepada Indah


"Tanda tangan?!"


"Iya,,, didalam dokumen ini ada laporan bulanan perusahaan, karena tuan tidak sedang di tempat, maka ibu indah sebagai ganti pimpinan perusahaan untuk sementara. Begitu perintah tuan sebelum pergi" ucap David


"Ohh,,," sahut indah mengambil laporan itu dari tangan David


"Oh iya Bu, ada kabar buruk,,"


"Kabar buruk?"


"Iya,,, nilai saham perusahaan papi tuan sedang anjlok di pasar saham. Saya baru mengetahui tadi sebelum kesini" Lalu David mengeluarkan Ipad-nya dan memberitahukan berita itu kepada Indah


"Kok bisa begitu?"


"Saya juga tidak tau, tapi yang saya tau, perusahaan ini dijalankan oleh saudara istri muda papinya tuan. Sepertinya dia yang melakukan ini"


"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?!" tanya Indah


"Kalau anda setuju,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,"


Cukup lama David bertamu, dia pun pamit pulang lebih dulu kepada Indah dan keluarganya. David sudah menjalankan tugas sebagai mana mestinya, tinggal Indah yang mengambil keputusan.


Setelah perginya David, Puteri tiba di kedai untuk menjemput Indah pulang kerumah. Sementara Ibu dan ayah indah masih berada di kedai sampai kedai tutup nanti. Sepanjang perjalanan, indah memikirkan rencana-rencana yang di gagas oleh David.


.


.


.


.


Maaf yahh, update nya telat😀

__ADS_1


Sikecil gak mau ditinggal, jadi nunggu dia merem dulu baru bisa update 🤭 resiko emak2, heheheheheh😂


__ADS_2