
Ibra tidak bisa duduk dengan tenang, sedari Indah masuk keruang IGD, Ibra terus saja mondar-mandir menunggu diluar ruangan itu.
Sementara itu, di apartemen Ibra,,
Kinara terlihat gelisah, ia sangat takut tinggal sendiri di tempat itu. Ntah rasanya seperti trauma, akibat perlakuan buruk papinya terhadap dirinya di waktu kecil. Saat itu Kina ditinggal mami Yolanda dirumah sendirian, dan saat itu sang papi datang kerumah mencari keberadaan mami Yolan, Kina begitu berharap papinya kembali, namun sang papi tidak mau mengakui nya sebagai anak, dan sempat melayangkan pukulan di wajah Kina.
Ting Tung
Kina segera beranjak dan akan membuka pintu saat mendengar bel berbunyi. Ia berfikir jika itu adalah Ibra dan Indah yang baru pulang.
Klik
Begitu terkejut nya Kina saat melihat siapa yang datang malam itu.
"Kinara?!"
"Kak David?!"
Keduanya benar-benar terkejut dengan situasi saat ini.
"Kenapa kau ada di apartemen tuan?!" tanya David penuh selidik. Dilihatnya sekilas Apartemen itu terlihat sepi
"Masuk kak, aku akan jelaskan didalam" ucap Kinara dan David ikut masuk kedalam apartemen itu.
"Cepat katakan!" ucap David penasaran
"Sebenarnya,,, sebenarnya,,, aku adik kak Ibra" ucap Kina pelan
"Adik kandung?!" tanya David dan Kina mengangguk
"Jadi kamu berbohong padaku?!" sungut David
"Kepaksa! itu juga karena kak David gak lihat CV ku! jelas disana nama belakang Kami sama persis! aku hanya ingin mengerjai Kakak saja! tolong maafkan aku" ucap Kinara
"CK! sejak awal aku sudah curiga! tidak mungkin kau bisa masuk ke perusahaan itu dengan sangat mudah! tapi aku hanya menduga-duga saja!" ucap David
"Aku minta maaf kak" ucap Kina
Mana berani David memarahi adik bossnya. Namun niatan ingin mengenal Kina lebih dekat sepertinya diurungkan David, mengingat status sosial mereka tidaklah sama.
"Ya sudah, Oh iya dimana Tuan?!" tanya David
"Dia pergi sama kak Indah. Katanya ketemu klien. Tapi sampai jam segini belum juga pulang. Aku takut sendirian kak" ucap Kinara
"Tapi kamu terlihat baik-baik saja!" jawab David
"Mana ada?! dari tadi aku gelisah! mau keluar aku juga tidak tau jalan di kota ini! aku bisa apa?!" sungut Kina
"Coba hubungi tuan atau Nyonya!" ucap David
__ADS_1
"Udah, tapi gak diangkat!" jawab Kina
(Bagaimana mau mengangkat telfon, sangking paniknya Ponsel keduanya tertinggal di mobil)
"La kak David kenapa malam-malam kemari?!" tanya Kina
"Ini ada dokumen penting yang harus segera di tandatangani tuan malam ini!" jawab David
"Ya sudah kalau gitu, aku pulang dulu. Tolong ini berikan kepada tuan nanti" ucap David
Kemudian David beranjak dari tempat duduknya, namun belum jauh langkah david, kita menarik lengannya
"Kak,,, temani aku disini,,,, pleaseee!" ucap Kinara memohon
"Ogah! memangnya aku cowok apaan?!" ucap David
"Ya elah kak!! kita gak ngapa-ngapain juga kali! kak David bisa tidur di sofa, aku tidur di kamar! aku beneran takut kak! aku punya trauma!" ucap Kinara dengan wajah sedih.
Melihat wajah sedih bercampur sorot mata ketakutan pada Kinara, David pun luluh. Lalu David mengangguk dan senyum di wajah Kina kembali terbit. David benar-benar tidak menyangka jika malam ini harus menginap di apartemen bossnya bersama gadis centil yang mulai mengusik hatinya.
Kembali dirumah sakit,,,,,
Pintu ruangan IGD terbuka, Ibra pun langsung menyerbu Dokter wanita itu.
"Dokter, bagaimana kondisi istri saya?!" tanya Ibra
"JANIN??" Tanya Ibra begitu kaget
"Iya pak, janin. Memangnya bapak tidak tau jika istri bapak tengah hamil muda?" jawab dokter
"HAMIL?!" Tanya Ibra lagi seolah tidak percaya. Bagaimana bisa Indah hamil sedangkan tadi saat mereka tes kehamilan hasilnya negatif.
"Iya pak, Istri anda hamil. Sekarang baru memasuki Minggu kedua. Masih sangat muda usia kehamilannya, jadi masih sangat rentan. Kram diperutnya akibat guncangan yang cukup keras, sangat beruntung janin itu cukup kuat menahan guncangan keras itu, kebanyakan kasus yang pernah terjadi bisa langsung keguguran. Tapi Kami sudah memberikan obat penguat kandungan dan untuk 2 minggu kedepan pasien harus istirahat total, tidak boleh lelah dan tidak boleh stress" ucap dokter
Ibra tidak bisa berkata-kata lagi, semua rasa merasuk kedalam hatinya. Sangat sulit menjabarkan bagaimana perasaan Ibra saat ini. Bahkan Ibra sudah tidak sabar ingin bertemu Indah, namun dokter masih melarangnya sampai Indah dipindahkan keruang rawat inap.
Tak berselang lama, suster keluar dari ruangan itu membawa Indah yang masih terbaring lemah. Kemudian Ibra pun mengikuti suster yang membawa Indah menuju ke ruang rawat inap yang sudah disiapkan.
"Terimakasih sus" ucap Ibra saat suster itu selesai menjalankan tugasnya.
Lalu Ibra duduk disamping Indah dan di raihlah tangan Indah dan di genggam lembut. Satu tangan Ibra yang lain mengusap lembut kepala Indah dan menatap wajah pucat itu dengan sendu.
"Maafkan aku,,, hampir saja aku membunuh anak kita,,, maafkan aku sayang" batin Ibra penuh penyesalan
"Aku janji tidak akan mengulangi lagi, aku janji akan menjagamu dan anak kita" batin Ibra yang kemudian mengecup punggung tangan Indah. Tanpa terasa air matanya menetes begitu saja.
"Mas Ibra,, Jangan tinggalkan Indah mas,,," Ucap Indah lirih dibawah alam sadarnya.
"Tidak nda, mas gak akan ninggalin kamu,,, mas janji!" Jawab Ibra yang langsung berdiri melihat kondisi Indah namun ia masih terpejam.
__ADS_1
Ibra mengusap lembut wajah pucat itu, kemudian mengecup keningnya dengan penuh kasih sayang. Saat Ibra akan melepaskan tangan nya, Indah menahannya
"Jangan pergi mas,, jangan pergi" ucap Indah lirih
Ibra menatap Indah sesaat, lalu Ibra memutuskan untuk ikut berbaring di bed rumah sakit bersama Indah. Dipeluknya, dibelainya lembut dan malah membuat Indah membuka matanya perlahan.
"Mas,," suara lirih Indah membuat Ibra menunduk dan melihat Indah sudah sadar
"Sayang"
Rasanya sedikit ganjil mendengar kata 'sayang' itu terucap.
"Mas kesambet apa, panggil Indah begitu?" tanya Indah dengan raut wajah bingung
"Kesambet apa ya? mungkin setan cantik!" jawab Ibra dengan terkekeh kecil
Indah mengedarkan pandangannya sesaat dan melihat mereka sepertinya masih berada dirumah sakit
"Kita gak pulang mas?" tanya Indah
"Malam ini kita nginep disini, dokter bilang besok baru boleh pulang" ucap Ibra dengan lembut dan Indah mengangguk patuh
Kedua netra mereka bertemu, saling mengunci namun bibir kembali terdiam. Keduanya hanya saling bersitatap menyelami sorot mata lawan bicara.
"Kenapa mata mas Ibra sembab?" tanya Indah baru sadar saat mememasati mata suaminya terlihat sembab seperti habis menangis.
"Apa aku sangat merepotkan mu mas, sampai mas menangis? maafkan aku,,," ucap Indah lagi karena tidak mendapat jawaban dari Ibra.
Ibra masih terdiam, bingung bagaimana mengungkapkan perasaan hatinya saat ini kepada Indah. Sangat sulit diungkapkan dengan kata-kata, kebahagiaan yang bertubi-tubi ia dapatkan semenjak indah hadir kedalam hidupnya.
"Mas,,, jangan diem ajaaa sihhh!" ucap Indah dengan perasaan campur aduk karena diamnya Ibra.
Ibra masih tak menjawab apapun dan langsung melahap siranum yang terlihat memucat sedari tadi. Sontak saja hal itu membuat Indah gelagepan saat serangan dadakan dilayangkan.
Ibra melakukan begitu lembut, tidak ada has rat didalamnya, hanya penyaluran rasa cinta dan rasa bahagia. Pelukan hangat, sentuhan lembut dan hanya ada rasa manis yang tersalurkan.
"Terimakasih, sudah hadir kedalam hidupku" ucap Ibra saat melepas Indah dan kembali menatapnya dengan penuh cinta
Indah terlihat bingung dengan apa yang Ibra katakan.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,, 🤍
__ADS_1