Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Bukan Tipe Pria Romantis


__ADS_3

Ibra dan Indah baru saja sampai di kantor, keduanya nampak biasa saja tanpa meninggalkan kecurigaan pada setiap orang yang berada di lobby kantor. Senyum sapa terus di dapatkan Ibra sepanjang melintas di lobby hingga ia masuk kedalam lift VIP.


Indah berdiri tak jauh disamping Ibra, Rasanya Ibra ingin menggenggam tangan Indah yang kosong, sudah tergerak namun dia urungkan. Ibra hanya mampu melirik Indah yang berada di dekatnya saja.


Ting!


Pintu lift terbuka lebar dan keduanya melangkah keluar bersama.


"Indah"


" Iya mas?"


"Masuk ke ruangan ku" ucap Ibra


"Iya" jawab Indah


Kemudian Indah mengikuti langkah Ibra menuju keruangannya.


"Ada apa mas?" tanya Indah saat mereka sudah berada diruangan Ibra.


"Apa kamu melupakan sesuatu?" tanya Ibra mendekat kearah Indah


"Sesuatu? apa ya mas?" tanya Indah bingung


"Kamu melupakan bayi besar mu, Indah! dia belum menyusu!" jawab Ibra yang kemudian menarik Indah kedalam pelukannya


"Astagfirullah mas Ibra! ini di kantor mas! jangan mesum!! salah siapa tadi bangun kesiangan hah?!" jawab Indah


"Itu salah mu! kamu yang banguninnya telat!" jawab Ibra


"Aku? CK! ini kan gara-gara mas gempur aku sampai pagi! gak inget?!" ucap Indah


Memang keduanya bangun sedikit kesiangan dari biasanya, pukul 05.30 mereka terbangun dan keduanya terburu-buru membersihkan diri dan mengejar waktu subuh yang kesiangan. Bagaimana tidak kesiangan, mereka baru tidur pukul 3 dini hari setelah lembur olahraga malam.


Kemudian Indah mendorong Ibra dan melepaskan diri dari pelukannya.


"Kalau gak ada yang penting lagi, aku keluar" ucap Indah yang akan beranjak namun Ibra menghentikan nya.


"Indah tunggu"


"Ada apa lagi mas?" tanya Indah


"Buatkan aku mie goreng, aku lapar" ucap Ibra dengan cengir kudanya


"Iya,,, aku buatkan" jawab Indah

__ADS_1


"Makasih" ucap Ibra


"Hem" Sahut Indah


Kemudian Indah keluar dari ruangan Ibra dan menuju ke pantry untuk membuatkan Ibra mie goreng, Karena kesiangan keduanya memang tidak sempat untuk sarapan. Tak lama kemudian Indah sudah membawa dua mangkok mie goreng yang akan ia nikmati bersama Ibra diruangannya.


Tok


Tok


Indah membuka pintu dan masuk kedalam ruangan Ibra


"Mas ini mie nya" ucap Indah


"Kok cuma satu? kamu kan belum sarapan juga" ucap Ibra


"Punyaku didepan, aku sarapan di mejaku saja" jawab Indah


"Ambil, dan sarapan disini!" ucap Ibra dengan nada perintah


"Iya iya,,," jawab Indah yang kemudian keluar dan mengambil mangkok miliknya. Setelah itu, Indah duduk di sofa bersama Ibra.


"Nda,,"


"Besok, aku akan ke Lombok, kamu ikut ya" ucap Ibra


"Ngapain mas?"


"Ada undangan pernikahan dari kolega lama, aku tidak mau pergi sendiri" jawab Ibra


"Kan ada David mas, ajak David saja" jawab Indah


Ibra menghentikan gerakan sendok nya dan menatap kearah Indah


"Istriku itu kamu apa David sih?!" jawab Ibra nyolot


"Yahh gak tau,,,," ucap Indah memalingkan wajahnya karena melihat raut wajah Ibra berubah kesal


"Gak ngerasa?! apa mau di sadarin?!" sungut Ibra


"Iya iya,, gak perlu di sadarin! Indah udah sadar! Iyaa besok Indah ikut" jawab Indah tanpa melihat Ibra


"Kita disana 4 hari, jadi persiapkan keperluan kita selama disana" ucap Ibra


"Lama banget mas?" tanya Indah

__ADS_1


"Udah jangan protes!" jawab Ibra


"Iya iyaaaa" jawab Indah


Setelah selesai sarapan dan juga obrolan mereka, Indah membereskan meja dan keluar dari ruangan Ibra. Sementara Ibra hanya tersenyum kecil sendiri ketika membayangkan rencana- rencana yang sudah disusun Ibra nanti selama di Lombok. Selain menghadiri undangan dari koleganya, Ibra juga ingin menghabiskan waktu berdua saja bersama Indah, yah bisa dikatakan honey moon. Dan Indah tidak pernah memiliki pikiran-pikiran aneh terhadap Ibra, lempeng saja dan menurut.


.


Sepulangnya dari kantor, Indah pun langsung menyiapkan keperluan mereka selama di Lombok nanti, dari hal terkecil hingga terpenting semuanya sudah di masukkan kedalam koper.


"Sudah disiapkan semua?" tanya Ibra yang baru saja keluar dari kamar mandi dan melihat Indah tengah menyusun pakaian mereka didalam koper


"Sudah mas, Indah rasa ini sudah cukup" jawab Indah yang kemudian menutup koper


Ibra melempar handuknya kearah kursi dan setelah itu Ibra mendekap Indah dengan tiba-tiba. Indah langsung menggelinjang saat mendapat serangan dadakan


"Masss!! lepasih ih!! geli tau gak!" ucap Indah saat Ibra mengendus-endus seperti anak kucing


"Bau asem!" ucap Ibra namun tanpa melepaskan Indah dan masih asyik dengan kenakalannya.


"Ya udah lepasin kalau asem mas! aku kan memang belum mandi!" sungut Indah berontak namun begitu sulit


Indah sedikit menjerit tertahan saat Ibra menguli simenul dengan begitu gemas.


"Nakal banget tanganmu mas!!" Sungut Indah dan Ibra terkekeh namun terus saja memainkan simenul tanpa henti.


"Pahala ini" ucap Ibra tidak mau kalah dengan Indah


Indah mati-matian menahan suaranya saat Ibra terus saja nakal menggoda dirinya. Ibra yang terlalu lihay atau indah yang terlalu lemah, Indah begitu saja menyerah, lambat laun Indah sudah melemah dan tak tahan juga jika terus dilemahkan oleh lawannya. Masih ada waktu 1 jam sebelum Maghrib, kedua nya kembali menyatu, dan menghabiskan waktu sore dengan saling menghangatkan lagi dan lagi. Meski lelah mendera namun gelora jiwa tetap membara. Tabur menabur benih berharapan akan ada kehidupan baru ditengah-tengah mereka nanti.


"Aku akan mengikat mu dan tidak akan pernah aku lepaskan sampai kapanpun" ucap Ibra saat mengecup kening indah


Ketika malam menjelang,,


Kedua pasang suami istri itupun langsung beristirahat tanpa pergulatan panas, mengingat besok keduanya akan melakukan penerbangan di pagi hari. Semua rencana sudah dipersiapkan Ibra, berharap semua berjalan dengan baik dan tanpa halangan apapun.


Ibra yang tak pandai merangkai kata- kata cinta karena dia bukan pujangga, Ibra yang tak pandai mengungkapkan perasaan meski dihatinya sudah ada cinta, Dia bukan tipe pria romantis bahkan dia tidak menyadari perasaannya sendiri.


.


.


.


Bersambung,,,, 🤍

__ADS_1


__ADS_2