
Hening,,,,,,,
Kedua anak manusia itu ternyata tidak ada yang bergerak lagi atau pun bicara. Kinara sadar malu, tapi sudah terlanjur, sementara David yang kaget, ingin lanjut tapi takut kebablasan. Tak mendapat balasan apapun, Kinara menarik dirinya beserta rasa malunya. Merasa tidak di respon, Kinara sangat malu jika di cap sebagai wanita gampangan juga agresif.
Namun tidak begitu kenyataannya karena seperdetik kemudian David menarik Kinara dan keduanya kembali bertabrakan. Si biang kerok yang berani-beraninya memancing singa tidur kini kewalahan sendiri ketika diserang begitu ganas dan menuntut. Permainan tidak imbang, karena biang kerok pemain baru, mungkin kah si singa pemain lama? ntahlah, tapi yang jelas kini keduanya seperti lupa daratan. Berhenti sejenak hanya untuk menyambung nafas dan setelah itu kembali lagi saling beradu.
Sepersekian menit kemudian,,,,,
"Sudah,,, cukup,,,!! jangan berani mancing-mancing kalau kamu belum siap untuk menikah" ucap David terengah-engah, kemudian menarik Kinara untuk kembali duduk.
Wajah kina benar-benar memerah, nafasnya juga berantakan, dia merasa kewalahan ketika mendapat serangan bertubi-tubi dari David. Dia masih menyeimbangkan diri ketika mendarat ke bumi, dan Dia benar-benar tidak menyangka bahwa David yang terlihat dari penampilan nya kalem tapi,,,,,
"Maaf,,, tidak seharusnya aku ikut terpancing" ucap David merapikan pakaian Kinara yang hampir saja dibukanya, untung akal sehatnya masih berjalan meski ngadat-ngadat, buktinya David tergiur juga. Setelah itu David merapikan rambut Kinara, lipstik dihapus dengan tissue basah Sementara Kinara hanya diam saja.
"Kenapa lihatnya kayak gitu?!" tanya David berwajah merah karena malu ditatap terus oleh Kinara
"Nikah yuk" jawab Kinara
"Hah? nikah? jangan main-main kina" tanya David kaget
"Serius,, nikah yuk kak?!" jawab kina dengan ekspresi wajah sulit diartikan
David speechless saja ketika Kinara mengajaknya untuk menikah. Antara percaya dan tidak percaya.
"Baru dapet sekali serangan udah ngebet mau nikah aja kamu!!" ucap David mengacak-acak rambut Kinara
"Mau kayak tadi" jawab Kinara dengan wajah polosnya, seperti anak SD yang baru masuk dan mendapatkan pelajaran baru.
"Sudah ayo keluar!! di sini banyak setannya!" ucap David menggandeng tangan Kinara dan mengajaknya keluar.
Kinara seperti setengah sadar saja, dia diam dan menurut saja kemana David membawanya, hingga keduanya sampai di meja makan dan disana masih ada mami juga Roy yang tengah bercerita sambil makan siang. Sontak saja Roy kaget ketika melihat David menggenggam tangan kinara
"Ayo kalian ikut makan bersama" ucap Mami menyambut Kinara dan David
David menarik kursi untuk kinara, lalu Kinara duduk dan setelah itu David duduk di sampingnya sehingga menimbulkan tanda tanya besar di benak Roy.
"Kak David mau makan apa?" tanya Kina
"Udang aja sama sayur SOP" jawab David
Lalu kina mengambilkan nasi, udang, dan juga sayu di piring David setelah itu di piring nya. Tentu ini membuat perhatian mami dan Roy tertuju kepada keduanya. Dalam hati mami tidak biasanya Kinara mau melayani orang lain ketika sedang makan, tapi ini berbeda, Kina mau melayani David, tentu benar keduanya benar-benar sudah sangat dekat. Sementara Roy juga berpendapat mereka berdua tentu memiliki hubungan khusus.
"Kak Ibra dan kak Indah belum turun mi?" tanya Kina
"Belum, sudahlah, biarkan saja,, nanti kalau mereka lapar pasti turun sendiri" jawab mami
__ADS_1
"Iya juga sih" jawab kina
"David, ibu minta kamu tinggal beberapa hari lagi disini untuk mengurus pengalihan nama Indah dengan nama ibu" ucap Mami
"Baik Bu, nanti saya akan urusan sesegera mungkin" jawab David
"Nyonya, tentu David memiliki pekerjaan lain di kantor tuan muda yang di Indonesia, dan pasti lebih membutuhkan David, saya pun juga bisa membantu anda untuk pengalihan itu" sahut Roy
Agar bingung ketika terjadi persaingan dimeja makan itu. David sudah menangkap sinyal-sinyal lain dibalik ucapan Roy
"Bu, saya kan Asissten Tuan Ibra dan Ibu Indah, nanti biar saya yang menyelesaikan nya, Ibu Indah sudah meminta saya untuk mengurus pengalihan nama pemilik saham itu" ucap David dan Roy tidak berkutik
"Baiklah, nanti tolong kamu urus ya" ucap mami
"Baik"
David mampu tersenyum penuh kemenangan, dia tidak akan memberikan cela sedikitpun kepada Roy untuk mendekati Kinara. Sekecil apapun cela nya akan di tutup oleh David. Sementara Kinara yang sudah membaca situasi saat itu lebih memilih diam. Apalagi sudah tau jika David sangat cemburu jika menyinggung soal Roy yang terlihat ingin mendekatinya.
Bruukk Bruukk Bruukk
Dua Asissten rumah tangga mami berlarian melewati meja makan dengan terburu-buru. Satu membawa teko berisi teh manis, dan satu lagi membawa rantang lumayan besar
Dan juga sepertinya sekantong buah-buahan
"Eh tunggu!!! apa yang kalian bawa?! itu mau dibawa kemana semuanya?!" tanya mami kaget
"Hah?! untuk apa? memangnya mereka mau camping di kamar?!" tanya mami
"Kami tidak tau Nyonya, kami hanya mengambilkan apa yang disuruh"
"Ada-ada saja mereka berdua itu! ber cinta saja bawa bekal!" ucap mami yang beranjak dan ikut ke kamar Ibra. Sementara dimeja makan, mami meninggalkan Roy, David dan Kina lagi, tapi kali ini David tidak tinggal diam seperti diawal.
Tok
Tok
Mami mengetuk pintu dan Ibra membuka pintunya
"Mami??" ucap Ibra kaget
"Kalian gak makan dimeja makan? kenapa semuanya harus di bawa kekamar? bawa teko, rantang, mau camping di kamar?!" tanya mami
"Indah lelah mi, kasihan kalau harus jalan ke meja makan" jawab Ibra mengambil makanan dan minuman yang dipesan
"Masss,,,, masih lama gak sih? indah pake baju nih!! dingin tau gak!!" ucap Indah dengan nada terdengar kesal, karena dia tidak tau jika didepan kamar ada mami
__ADS_1
"Mi,,, sudah dulu ya! kami mau lanjut! makasih mi,,," satu kecupan mendarat di pipi mami sebelum Ibra menghilang di balik pintu dan mami tertawa tidak percaya dengan apa yang didengarnya sendiri.
"Anak dan mantu sama-sama mesumnya!" ucap mami menggeleng-gelengkan kepala lalu pergi dari kamar Ibra.
Dimeja makan, David menunjuk perhatiannya kepada Kinara di depan Roy.
"Makannya jangan belepotan kina,, jangan kayak anak kecil" ucap David mengambil tissue dan mengusap ujung bibir Kinara
"Iya iya,, maaf,, itu kak David juga! " sungut Kinara yang balik mengusap ujung bibir David
"Ehem" Roy berdeham dan menyudahi acara makannya. Malas jika harus melihat orang yang tengah bermesraan didepan matanya, mana lagi si gadis adalah gadis incarannya
"Kak Roy gak nambah lagi?"tanya kina basa basi
"Enggak, udah kenyang. Oh iya, kak Roy pamit dulu ya, mau kerumah sakit. Kina mau nitip sesuatu untuk papi?" tanya Roy
"Gak ada kak" jawab kina
"Ya sudah kalau gitu kak Roy pamit. Vid, aku duluan" ucap Roy
"Iya" jawab David santai
Roy beranjak dari meja makan dan berjalan keluar, sementara Kinara dan David masih melanjutkan makan mereka.
"Mau nambah lagi?" tanya Kina
"Udah cukup. Papi sakit apa?" tanya David
"Stroke kak, setelah Ellena gila papi kena stroke. Kak David gak tau?" tanya Kina
"Gak, kan gak ada yang kasih tau. Mau jenguk papi?" jawab David
"Takut sama mami dan kak Ibra" jawab kina pelan dan menunduk
David mengerti kesedihan Kinara, dia pun mencari cara untuk bisa membuat Kinara bertemu dengan sang papi, karena terlihat dari sorot matanya sangat ingin bertemu
"Nanti malam bersiaplah, kita akan jenguk papi" ucap David dengan berbisik di telinga Kinara. Kina pun menoleh dan menatap kearah David
.
.
.
.
__ADS_1
To be Continue 🤗
Jangan lupa Tinggalin jejak kalian yahhhh 😍