
Ibra dan Indah baru saja sampai di rumah sakit, kemudian mereka melewati lorong rumah sakit menuju ruangan ibu David di rawat. Tentu sebelumnya Ibra sudah menghubungi David lebih dulu dan memberitahu jika ia akan datang menjenguk ibunya.
"Seperti nya ini ruangannya"
Tok
Tok
Ibra mengetuk pintu dan David membuka pintu ruangan itu
"Tuan"
"Assalamualaikum" ucap Ibra
"Wa'alaikumsalam" dijawab oleh semua orang yang ada disana. Saat Ibra dan Indah masuk, mereka tidak melihat Kinara.
"Silahkan masuk tuan, Nyonya" ucap David sopan. Lalu Ibra dan Indah mendekat ke ibu David
"Ibu,,, ini bossnya David di kantor, namanya pak Ibrahim dan ini istrinya ibu Indah" ucap David memperkenalkan
"Saya Kinar , ibunya David. terimakasih sudah mau menjenguk saya" ucap ibu Kinar dan Indah maupun Ibra mengangguk dan tersenyum ramah.
"Ibu sakit apa?" tanya Indah
"Gerd, gak bisa capek sedikit, kepikiran sedikit sudah pingsan" jawab ibu Kinar
"Semoga ibu lekas sembuh ya Bu" ucap Indah
"Terimakasih doanya" jawab Ibu Kinar
"Dimana Kinara, vid?" tanya Ibra kepada David
"Ada tuan , tadi main di taman sama Aulia keponakan saya. Maaf ya tuan"jawab David sedikit tidak enak karena Kinara malah mengurusi keponakannya
"Apa tuan Ibrahim ini kakaknya Kinara?" tanya ibu Kinar
"Iya betul Bu" jawab Ibrahim singkat
"Maaf ya tuan, cucu saya malah ngerepoti Nak Kinara. Dari tadi mereka belum kembali" ucap ibu Kinar merasa tidak enak
"Tidak masalah Bu, Kinara begitu senang dengan anak kecil, jadi wajar dia bisa langsung dekat dengan anak-anak" jawab Ibra
Tak lama Kinara datang bersama Aulia dengan wajah ceria. Namun keceriaan di wajah Kinara berubah tegang saat melihat ada Kakak dan kakak iparnya di ruangan itu
"Kak Ibra?"
Ibra menatap Kinara tanpa ekspresi, Kinara pun terlihat begitu tegang melihat kehadiran mereka, Indah yang melihat nya itu langsung mengambil inisiatif sendiri mengajak suaminya untuk pulang saja.
"Ibu,,, ini ada sedikit untuk membeli buah agar ibu lekas sembuh, maaf kami tidak bisa lama-lama karena suami saya ada kerjaan sedikit setelah ini" ucap Indah
__ADS_1
"Tidak perlu repot-repot, ibu jadi tidak enak. Sudah dijenguk saja saya sangat berterima kasih"
"Tidak repot Bu,,, diterima ya Bu" ucap indah memberikan amplop coklat kepada Ibu David.
Kemudian Indah berpamitan kepada semuanya dan mengajak Ibra keluar dari ruangan itu.
"Nanti kakak mau bicara denganmu!" bisik Ibra dengan penekanan, sembari berlalu dari adiknya.
Deg!
"Tante cantik,,, ayo kita duduk, Lia capek" ucap Aulia menarik Kinara untuk duduk di sofa
"Adek,,, sudah cukup repotin tante Kinara" ucap Lisa
"Gak papa mba,, kina suka kok main sama Lia" jawab Kinara dengan tersenyum
"Bu,, David antar Kinara pulang ya,,," ucap David berpamitan
"Iya, hati-hati kalian" jawab Ibu David
"Yahhh,,, tante cantik pulang ya?! padahal Lia masih mau main" ucapnya sedih saat Kinara akan pulang
"Lain kali kita main lagi ya, sekarang Tante harus pulang dulu" ucap Kinara
"Tapi beneran ya? janji?" ucap Aulia
"Iya, janji" jawab Kinara dengan tersenyum. Tanpa di sangka, Aulia memberikan satu kecupan sayang di pipi Kinara dan membuat semua orang kaget. Hanya beberapa jam mereka bersama, Aulia bisa secepat itu dekat dengan Kinara. Padahal Aulia type anak pemalu dan tidak begitu mau mengakrabkan diri dengan orang yang baru di kenalnya.
"Iya,, hati-hati ya. Terimakasih sudah menemani Aulia"
Kinara tersenyum kemudian mengucapkan salam dan keluar dari ruangan itu bersama David.
"Seperti nya kakaknya Kinara gak suka Kinara ada disini" ucap ibu Kinar
"Sepertinya begitu. Tapi istrinya seperti biasa saja ya bu, baik, cantik, ramah lagi" jawab Lisa
"Iya"
"Kinara juga anaknya sederhana, dan Lisa lihat sepertinya adikku menaruh hati pada gadis bule itu" jawab Lisa
"Ibu rasa juga begitu Lis, David tak henti-hentinya menatap gadis itu dengan mata berbinar. Ibu menangkapnya beberapa kali. Tapi ibu takut, David akan terluka lagi, jika melihat pandangan kakak Kinara yang terlihat sangat dingin itu. Meski dia bossnya David di kantor" ucap ibu Kinar
"Kita serahkan saja Bu sama Allah. Oh iya,, itu tadi di kasih amplop dari istrinya bossnya David, belum ibu buka. Buka Bu, Lisa penasaran" ucap Lisa mengalihkan pembicaraan agar ibunya tidak kepikiran
"Nih kamu saja yang buka" ucap ibu Kinar memberikan amplop coklat itu kepada Lisa. Lalu Lisa membukanya dan betapa terkejutnya Lisa ketika melihat isinya
"MaasyaaAllah! ini mah bukan lagi buat beli buah Bu, beli se toko buah bisa-bisa" ucap Lisa terkaget-kaget
"Memangnya berapa?" tanya ibu Kinar
__ADS_1
"20Juta!! bener-bener kaya tuh boss nya David ya Bun. Mungkin duit segini gak ada artinya buat mereka" ucap Lisa
"Hush! jangan berkata begitu..." ucap ibu Kinar
Didalam mobil Ibra terjadi sedikit ketegangan. Ibrahim hanya diam saja sedari keluar ruangan ibunya David. Indah sempat bingung, apa yang harus ia lakukan setelah ini begitu melihat ekspresi wajah Suaminya
"Mas,,,"
"Yang kamu katakan itu benar" ucap Ibra tiba-tiba
"Iya,, sekarang mas sudah percaya bukan dengan apa yang Indah katakan?!" ucap Indah tegas
"Jadi bagaimana?!" tanya Indah
"Ya gak gimana-gimana, Lihat saja nanti" jawab Ibra membuat Indah tanda tanya karena jawaban yang tidak jelas. Indah tidak mengerti jalan pikiran Ibra kali ini.
Di mobil David,,,,,,
Kinara Terlihat diam, tegang, dan banyak fikiran. Ya, Kinara tengah memikirkan apa yang akan terjadi nanti ketika dia sampai dirumah. Pasti Ibra akan mencerca bahkan mungkin akan memaksanya kembali ke turki. Ya,, bisa saja itu terjadi,,,,
"Kina,,, apa yang sedang kamu fikirkan?" tanya David membuyarkan lamunan Kinara
"Haha,,, tidak ada kak" jawab Kinara dengan wajah senyum tidak enak
"Jangan bohong, aku bisa melihat, kamu seperti banyak fikirkan. Apa kamu memikirkan kakakmu?" tanya David menebak dan itu benar
Kinara tidak menjawab
"Apa perlu aku bantu untuk menghadapinya?!" tanya David ketika tidak mendapatkan jawaban
"Oh! tidak,, tidak,,! kak David tidak perlu ikut campur!" jawab Kinara
"Baiklah,,, jika kamu perlu bantuan, aku akan membantumu. Apa Tuan marah karena aku mengajakmu ke rumah sakit?!"
"Kina rasa bukan karena itu"
"Jadi?"
"Hmm,, entahlah,,,, kina juga belum tau,," jawab Kinara
Mobil David terus melaju menuju apartemen Ibra, sementara Ibra dan indah sudah sampai lebih dulu.
.
.
.
Bersambung,,,,,
__ADS_1
Kira-kira gimana yahh kelanjutannya?!
Menurut kalian harusnya gimana?!